|

Kementerian PUPR Alokasikan PSU Untuk Perumahan di Maros

Kamis , 12 Okt 2017

MAROS Program sejuta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hampir dipastikan jumlahnya melampaui target yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Rumah Umum dan Komersial Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dadang Rukmana saat melaksanakan  kunjungan lapangan ke Perumahan Bumi Salam Sejahtera  (BSS) di Kecamatan Moncongloe Bulu Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Musyawarah Daerah (Musda)  REI Sulsel Ke-12 yang bertema “Optimalisasi Peran Mitra Kerja Pemerintah Dalam Mewujudkan Sejuta Rumah” di Hotel Clarion, Senin (9/10/2017) yang dibuka Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Dalam kunjungan lapangan ke Perumahan BSS, Dadang Rukmana yang didampingi oleh PPK wilayah II Dudi Mustofa juga melakukan peletakan batu pertama prasarana sarana dan utilitas (PSU) berupa rumah ibadah Masjid Annur Syarif Assalam. “Masjid ini menjadi salah satu sarana yang dibangun oleh pengembang PT. Sanusi Karsa Tama yang membangun Perumahan BSS untuk kebutuhan beribadah warga perumahan. Kami sangat mendukung kegiatan pembangunan rumah bersubsidi yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dadang Rukmana juga mengapresiasi para pengembang di Sulawesi Selatan seperti PT. Sanusi Karsa Tama yang membangun perumahan bersubsidi dengan kualitas baik. Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Maros yang telah membantu memfasilitasi dan menyalurkan bantuan PSU untuk perumahan bersubsidi

Sebagai catatan perumahan BSS pada tahun 2015 mendapatkan bantuan PSU dari Kementerian PUPR yang dimotori oleh Subdit Bantuan Rumah Umum, Kukuh Firmanto, berupa jalan lingkungan dengan panjang 480 meter. Sedangkan pada tahun 2017 perumahan ini juga kembali mendapat bantuan jalan lingkungan dengan panjang 814 meter.

“Dengan dukungan pemerintah setempat kami yakin target pembangunan sejuta rumah yakni 700 ribu rumah bersubsidi dan 300 rumah komersial atau umum dapat terlampaui dan BSS menjadi salah satu rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang patut dijadikan contoh,” tandasnya.

Sementara itu, pengembang  PT. Sanusi Karsa Tama, Abdul Salam menyatakan, pihaknya akan selalu konsisten membangun dengan hati dalam membangun rumah bersubsidi bagi masyarakat. “Dengan kinerja yang baik kami pun berhasil meraih penghargaan baik dari pemerintah provinsi maupun pusat dan perumahannya menjadi salah satu perumahan terbaik di indonesia,” katanya.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Andi Darmawan di Kabupaten Maros mengungkapkan, terdapat 143 perumahan yang tersebar di beberapa kecamatan yang pembangunannya dilaksanakan oleh pengembang atau developer. “Sejauh ini sudah ada beberapa perumahan yang mendapatkan bantuan PSU berupa jalan beton atau paving blok. Sebagian sarana jalan beton tersebut telah dinikmati oleh warga Bumi Salam Sejahtera,” katanya.

Tag :  

Share