|

Ditjen Bina Marga Gandeng BPSDM dan Balitbang dalam Pelatihan Jalan dan Jembatan

Selasa , 14 Nov 2017

Bandung (13/11) – Demi meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya di Bidang Jalan dan Jembatan, maka, Direktorat Jenderal Bina Marga mengadakan kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) berupa  Pelatihan Metoda Pengumpulan Data. Bertempat di Aula Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah di Bandung, pelatihan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Marga - Arie Setiadi Moerwanto. Pelatihan ini akan diselenggarakan dalam 3 (tiga) gelombang yang diikuti oleh 51 orang PNS PUPR.

‘‘Data yang dimiliki saat ini diragukan, tidak sesuai dengan lapangan. Maka, kami rasa perlu ada perbaikan dari sisi kualitas data. Kami ajak diskusi BPSDM dan Balitbang untuk mengatasi hal ini. Pelatihan ini akan dipantau baik dari sisi attitude maupun achievement. Goals kami adalah dapat mencetak Ahli yang bersertifikat di Bidang Jalan dan Jembatan. Dan ke depannya bidang teknis lain pun akan kami fokuskan pada praktek lapangannya’’, terang Arie dalam sambutannya.

Penyematan tanda peserta diklat disaksikan oleh Plt. Kepala BPSDM - Luthfiel Annam Achmad, Sekretaris BPSDM - A.Hasanudin, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah - Siti Bellafolijani Adimihardja, Kepala Pusat Jalan dan Jembatan - Deded Permadi Sjamsudin serta para tamu undangan di lingkungan Kementerian PUPR.

Diklat Metoda Pengumpulan Data Bidang Jalan dan Jembatan ini diprakarsai oleh pertemuan tiga unit organisasi tersebut (Bina Marga, BPSDM, dan Balitbang) pada tanggal 14 Juli 2017 lalu tentang peningkatan kompetensi PNS PUR di bidang teknis, karena dianggap sudah krisis dan kurang regenerasi. Ditambah permasalahan moratorium serta target pembangunan infrastruktur yang tinggi membuat hal ini wajib dilakukan. BPSDM diharapkan dapat ikut mengawal jalannya proses pelatihan dan memvalidasi serta memverifikasi setiap data yang dimiliki. Jangan sampai peserta diklat hanya ahli teori/textbook tetapi saat terjun ke lapangan mengalami hambatan lantaran kurangnya OJT (On Job Training) dalam tiap sesi pelatihan. Pelatihan harus diadakan atas dasar kebutuhan organisasi, sehingga lebih efektif outcome-nya.

Pelatihan ini akan diselenggarakan dalam 3 (tiga) gelombang; Gelombang 1 dimulai pada tanggal 13-18 November 2017, Gelombang 2 pada tanggal 15-22 November 2017, dan Gelombang 3 pada 20-25 November 2017. Diharapkan untuk tahun 2018 tercipta sumber daya manusia yang mumpuni untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Sehingga pelatihan yang dilakukan tidak sia-sia, hasilnya pun akan terasa oleh publik.

Arie Setiadi berpesan dalam menutup sambutannya,‘‘Orang yang pandai adalah orang yang bisa membuat masalah rumit menjadi sederhana’’. (Rz)

Tag :  

Share