Slide 1

Berita Berita BPSDM > BPSDM Selenggarakan Pelatihan Pejabat Inti Satuan Kerja Bidang Jalan dan Jembatan ke-1 tahun 2018 di Bandung


Senin, 22 Januari 2018, Dilihat 1380 kali

 
Bandung (22/01) - "Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sesuai dengan visi  'Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025', terus berupaya untuk menyelenggarakan Infrastruktur PUPR yang handal dan bermanfaat, dimana salah satunya untuk mencapai kriteria kehandalan dan kebermanfaatan suatu infrastruktur PUPR adalah melalui terpenuhinya Gugus Kendali mutu 5 M", demikian disampaikan Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah - Ir. Siti Bellafolijani Adimihardja, M.Eng, saat membuka Pelatihan   Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK)  bidang Jalan dan Jembatan di Bandung (22/1). Yeni, demikian panggilan Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, dalam sambutannya menjelaskan 5M tersebut yaitu Manusia/Man (SDM yang kompeten sebagai pelaku konstruksi), Material (dalam hal ini adalah material konstruksi), Machine (peralatan konstruksi yang efektif dan tepat), Money (Penganggaran Kegiatan yang akurat dan efisien), serta tidak kalah pentingnya yaitu  Methode (metode konstruksi dimulai dari Tahapan Survey – Investigation – Design - Land Acquisition – Construction – Operation – Maintenance (SIDLATCOM).
 
"Karena itu peranan SDM ASN Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK) sangatlah penting dan vital khususnya di dalam tahapan Konstruksi, Operasi maupun Pemeliharaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan. Sehingga SDM ASN Satuan Kerja mengemban tugas yang sangat berat di dalam pencapaian infrastruktur Jalan dan Jembatan yang handal dan berkualitas tersebut", tambah Yeni.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, Program Strategis Bidang Bina Marga 2015 – 2019 adalah terbangunnya 1.000 km jalan bebas hambatan, 2.700 km jalan arteri, 2.350 km jalan nasional baru, terehabilitasinya 19 km jembatan, terbangunnya 11,4 km jembatan, dan 26 km fly over dan under pass serta perlintasan tak sebidang. 
 
Pencapaian Program Strategis tersebut akan dapat tercapai salah satu komponennya adalah tersedianya SDM ASN Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK) yang profesional dan berintergritas, dimana sesuai dengan manajemen ASN, profesionalitas yang terbangun dari kompetensi yang harus dimiliki minimal terdiri dari 3 (tiga) komponen yaitu Pertama adalah kemampuan dalam manajerial termasuk didalamnya adalah kemampuan kepemimpinan, dimana Pejabat Inti Satker berkewajiban memimpin jalannya suatu kegiatan/proyek, baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun kegiatan kontraktual, sehingga kegiatan/proyek tersebut dapat berjalan dengan baik. Keberhasilan suatu proyek bukan hanya ditentukan dari tercapainya kualitas atau mutu pekerjaan saja, tetapi juga harus tertib administrasi (segala bentuk administrasi kegiatan baik keuangan, aset dan administrasi lainnya, dapat dipertanggungjawabkan). 
 
Kedua adalah kemampuan/kompetensi dalam menguasaan teknis substantif bidang tugasnya (dalam hal ini adalah substansi teknis bidang jalan dan jembatan) dengan baik dari segi keilmuan maupun dari segi teknis pelaksanaan termasuk pemahaman peraturan perundangan. Peranan Pejabat Inti Satker khususnya bidang Jalan dan Jembatan sangatlah vital dan penting, dimana sebagai penggerak pencapaian Rencana Strategis Kementerian PUPR, keberhasilannya sangatlah ditentukan oleh kompetensi substantif bidang Jalan dan Jembatan dan kompetensi substantif kesatkeran. Kemampuan kesatkeran diantaranya adalah penguasaan Manajemen Proyek termasuk monitoring proyek (network planning, pemahaman Kurva S, percepatan proyek (ekskalasi), review design, dan lain sebagainya), kemampuan Administrasi Keuangan/Akuntansi, pengetahuan Manajemen Aset (aplikasi Simak BMN, termasuk mekanisme serah terima aset, pembasan lahan, dsb), pemahaman Sistem Manajemen Mutu, serta pemahaman Sistem Pemantauan Proyek termasuk e-monitoring.  
 
Dan yang terakhir atau ketiga adalah kemampuan sosio kultural yang termasuk didalamnya adalah kemampuan penyelarasan sikap / perilaku dalam keberagaman konteks sosial dan tatanan budaya termasuk kemampuan komunikasi, sikap dan moralitas serta sikap integritas.
 
Untuk itu, BPSDM Kementerian PUPR melalui Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, melakukan pembinaan SDM ASN Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK) Bidang Jalan dan Jembatan diantaranya melalui Penyelenggaraan Pelatihan Kompetensi SDM ASN PISK Bidang Jalan dan Jembatan yang dibuka di Balai Diklat PUPR Wilayah IV Bandung. Pembukaan selain dihadiri oleh Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, juga dihadiri oleh Kepala Balai Diklat PUPR Wil.IV - R. Belanto Hadiwido ST.,M.Si, dan para undangan. Diklat ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari lingkungan Ditjen. Bina Marga. (Balai IV)