|
| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |


Bangunan Terjun


Adalah bangunan air yang berfungsi menurunkan muka air dan tinggi energi yang dipusatkan di satu tempat. Bangunan terjun ini bisa memiliki terjun tegak atau terjun miring
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Bangunan Ukur Debit


Adalah bangunan ukur yang berfungsi untuk mengukur volume air persatuan waktu (m3/det atau 1/det). jenis bangunan ukur debit yang diinventarisasi adalah : Bangunan Ukur Ambang lebar; Bangunan Ukur Romijin; Bangunan Ukur Crump de Gruyter; Bangunan Ukur Cipoletti; Bangunan Ukur Parshal Flume; Venturi Meter; Bangunan Ukur Thomson; DLL.
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Bendung Gerak


Adalah bangunan yang sebagian besar konstruksinya terdiri dari pintu yang dapat digerakan untuk mengatur ketinggian muka air di sungai
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Basis Data


Kumpulan data / informasi yang disimpan secara terorganisasi dan terintegrasi sehingga memudahkan bila digunakan dan efisien dalam penyimpanan. Pada dasarnya sistem basis data adalah suatu sistem penyimpanan data secara elektronis, dimana basis data merupakan komponen record yang saling berkaitan dan disimpan dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan adanya duplikasi data secara berlebihan
Sumber :Buku Program Jaringan SIGNas

Bendung Tetap


Adalah bangunan yang dipergunakan untuk meninggikan muka air di sungai sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier, Ditinjau dari bahan yang dipergunakan, maka bendung tetap dapat dibagi menjadi : Bendung tetap permanen (misalnya beronjong dari beton, pasangan batu, beronjong dengan mantel); Bendung tetap semi permanen (Misalnya dari Beton, pasangan batu, beronjong dengan mantel); Bendung tetap tidak Permanen (Misalnya dari kayu, tumpukan batu).
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Basis Data Rupabumi


Basis data yang berhubungan dengan entitas geografi termasuk sifat spasial dan fungsional dari entitas tersebut, dan hubungan antar entitas tersebut. Basis data rupabumi merupakan dasar untuk pembuatan kerangka sistem informasi geografi, yang mutlak diperlukan untuk pengembangan sistem informasi yang berbasis geografi
Sumber :Buku Program Jaringan SIGNas

Daerah Irigasi (D.I)


adalah kesatuan wilayah atau hamparan tanah yang mendapatkan air dari satu jaringan irigasi, terdiri dari : Areal (hamparan tanah yang akan diberi air); Bangunan Utama jaringan irigasi (saluran dan bangunannya).
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Daerah Pengaliran Sungai


Adalah suatu kesatuan wilayah tata air yang terbentuk secara alamiah dimana air meresap dan atau mengalir melalui sungai dan anak-anak sungai yang bersangkutan
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Debit


adalah : Debit rencana maksimum dalam periode 1 tahun diambil dari perhitungan perencanaan debit maksimum yang masuk lewat intake dibangunan utama dan dari suplesi; Debit Kenyataan maksimum dalam periode 1 tahun diambil dari pengukuran dilapangan terhadap debit maksimum yang masuk melalui pintu intake dibangunan utama dan dari suplesi. Cara pengukuran debit bisa dilakukan dari perhitungan kecepatan air dengan mempergunakan pelampung.
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994

Gorong-gorong pembawa


Adalah bangunan air yang dibangun ditempat-tempat dimana saluran pembawa lewat di bawah bangunan (jalan, rel kereta api dan lain-lain). Aliran air di gorong-gorong umumnya aliran bebas
Sumber :BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994