2013-04-09 16:18:3

Agen Perubahan Di Sektor Konstruksi

Badan Pembinaan Konstruksi, Kementerian PU dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) menyelenggarakan forum Pelatihan Greenship Associate Plus Angkatan III, Selasa (9/4) di Jakarta. Pelatihan ini dilaksanakan khusus untuk mencetak kader-kader berwawasan lingkungan di bidang ke-PU-an yang akan jadi agen-agen perubahan dalam transformasi konstruksi.

Kebutuhan agen-agen perubahan yang membawa angin baru dalam proses konstruksi ini memang sudah sangat mendesak. Mengingat, pembangunan Infrastruktur dan bangunan gedung telah meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang signifikan di berbagai bidang kehidupan. Misalnya, kerusakan tanah akibat ekplorasi lahan dan penyempitan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat reklamasi.

Untuk itu, Kementerian PU selaku instansi yang berkewenangan dalam pembangunan infrastruktur ke-PU-an mempunyai komitmen untuk melaksanakan pembinaan dan memberikan teladan dalam menginternalkan konsep keberlanjutan.

 â€œBukan tidak mungkin pucuk pimpinan di bidang ke-PU-an di masa mendatang adalah mereka yang ‘berwarna hijau.’ Dan, pembangunan Infrastruktur yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan tapi keharusan.“ Ujar Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Hediyanto W. Husaini pada

Menurut Hediyanto, ‘berwarna hijau’ atau green yang dimaksud adalah mereka yang memiliki wawasan dan memegang prinsip-prinsip berkelanjutan, dan kemudian diinternalisasi kedalam proses konstruksi. Proses konstruksi disini mulai dari proses desain, pengadaan, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan.

Ketua GBCI Naning S. Adiningsih Adiwoso mengatakan, semua sektor tanpa kecuali harus mulai memikirkan penerapan prinsip keberlanjutan dengan mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan hidup. Sebagai gambaran, selain kerusakan lingkungan yang sudah terjadi dimana-mana, bumi juga makin kehabisan sumber daya yang menyokong manusia.

“Di tahun 2020 nanti diprediksi akan terjadi keterbatasan sumber makanan dan air. Bahkan pada 2050 nanti jika tak ada terobosan, manusia harus mencari alternatif planet lain”, ungkap Naning. Untuk itulah mulai dari sekarang harus dipikirkan dan diterapkan prinsip keberlanjutan terutama di bidang Infrastruktur.

Pelatihan Greenship Associate Plus kali ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan dengan judul yang sama di tahun 2012. Hingga kini telah menghasilkan 120 lulusan yang diharapkan menjadi perintis prinsip keberlanjutan bidang ke-PU-an di instansi masing-masing. Pelatihan Greenship ini juga merupakan rangkaian kegiatan Pameran dan Seminar Greenright yang rencananya akan dibuka Menteri Pekerjaan Umum pada hari Kamis mendatang. (tw/hl)

Pusat Komunikasi Publik

090413



Pusat Komunikasi Publik