|
Senin , 2 Jan 2012 13:16:50

KOMISI V MINTA PU BANGUN SENTRA EKONOMI UNTUK RUSUNAWA

Komisi V DPR RI meminta kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Pengembangan Permukiman, agar pembangunan sentra ekonomi untuk warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Mara......

Senin , 2 Jan 2012 9:21:28

PENGURUS LPJK JAWA TENGAH DIKUKUHKAN

Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bambang Goeritno menyaksikan pengukuhan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Tengah periode 2011 – 2015 oleh Gubernur Jawa T......

Jumat , 30 Des 2011 10:38:00

CIPTA KARYA TOREHKAN BERBAGAI CAPAIAN DI 2011

CIPTA KARYA TOREHKAN BERBAGAI CAPAIAN DI 2011Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2011 berhasil merealisasikan 92,08% dari pagu sebesar Rp 13,5 triliun. Namun, Direktur Jenderal (Dirjen) C......

Jumat , 30 Des 2011 9:48:00

BAMBANG GOERITNO : TIDAK ADA DUALISME LPJKN

BAMBANG GOERITNO : TIDAK ADA DUALISME LPJKN Tidak pernah ada dualiasme Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). LPJKN Periode 2011 – 2015, hanya satu nama yaitu Lembaga yang dibentuk sesuai dengan peraturan Un......

Kamis , 29 Des 2011 9:48:00

PASAR JASA KONSTRUKSI MENINGKAT

PASAR JASA KONSTRUKSI MENINGKATKepala BP Konstruksi Bambang Goeritno selaku Dewan Pengawas LPJKN, Rabu (28/12) mengatakan bahwa pasar jasa konstruksi terus meningkat seiring dengan pembangunan suatu kawasan. Hal tersebut diharapkan menjadi p......

Kamis , 29 Des 2011 9:00:38

PU MASUK KEMENTERIAN/LEMBAGA DENGAN PENYERAPAN TINGGI

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masuk dalam 6 kementerian/lembaga yang menerima DIPA langsung dari Presiden karena penyerapan yang lebih tinggi dibanding lembaga yang lainnya. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri PU Djoko Kirm......

Rabu , 28 Des 2011 16:07:54

CAPAIAN KINERJA PU 2011

Pencapaian kinerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pembangunan infrastruktur selama 2011 untuk progres fisik mencapai 87,26% dan anggaran sebesar 87,44%. Di bidang jalan dan jembatan, pekerjaan yang telah dilakukan anta......

Rabu , 28 Des 2011 15:26:00

CIPTA KARYA TARGETKAN BANGUN 2.310 RUMAH TERDAMPAK MERAPI

Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2012 mendatang menargetkan untuk memfasilitasi pembangunan 2.310 unit rumah dengan struktur tahan gempa bagi warga yang terkena dampak erupsi Gun......

Rabu , 28 Des 2011 13:55:04

NASKAH KESEPAKATAN 6 RAPERPRES RTR KEPULAUAN DITANDATANGANI

Naskah kesepakatan substansi dan dukungan proses legalisasi enam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) telah ditandatangani oleh Eselon I Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Keenam Raperpres tersebut yakni Raper......

Rabu , 28 Des 2011 11:35:00

PENGENDALIAN BANJIR KOTA JAMBI BUTUHKAN DANA 240  MILIAR

PENGENDALIAN BANJIR KOTA JAMBI BUTUHKAN DANA 240  MILIAR Bencana banjir hingga saat ini terus mengancam Kota Jambi. Bahkan banjir sudah menjadi langganan tiap tahun Kota yang dikenal dengan julukan “Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” ini.  Menyikapi permasalahan itu Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Ditjen Sumber Daya Air, bertekad akan mengurangi atau mempersempit wilayah genanganan banjir yang jika segera ditangani akan semakin mengkuatirkan. Tahun 2011 pihak Balai  mendapatkan alokasi dana sekitar Rp 270 miliar. Sayangnya dana ini bukan diperuntukkan bagi pengendali banjir kota Jambi melainkan untuk pekerjaan sector pengairan yang meliputi 2 propinsi yakni Jambi dan Sumbar. Dana tersebut telah dialokasikan untuk  untuk beberapa paket pekerjaan antara lain; jaringan pemanfaatan air (irigasi, rawa dan air baku),  turap, pengamanan pantai dan konservasi. Progres fisik dari pembangunan proyek itu hingga saat ini telah mencapai 92 %, Begitu pula progress keuangannya.  Khusus pintu air Sungai Asam dengan luas DAS 2.930,2 km2 dan telah ditinjau rombongan Komisi V, pihak Balai Sungai tengah memprogramkan untuk direnovasi.  Konsep yang digunakan adalah system polder yang meliputi, rehabilitasi pintu banjir Existing, pembangunan stasiun pompa, pembuatan kolam retensi dan perbaikan aur sungai. “Kami dari Balai pada tahun 2009 telah melakukan Detail Desain Jambi Flood Control berikut Studi AMDAL dan Studi LARAP guna mendukung pembangunan Jambi Floof Control,” tegas Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Bambang Hidayah  disela-sela Kunker Komisi V DPR akhir pekan lalu.Menurut Bambang, pihaknya akan fokus kepada penanganan banjir dimana awal tahun 2012 diperkirakan akan terjadi banjir 5 tahunan yang bakal menimpa Kota Jambi.  Banjir yang kerap melanda Kota Jambi hingga ketinggian 1,5 meter disebabkan karena kapasitas palung sungai Batanghari dan anak-anak sungainya tidak mampu lagi menampung debit  aliran yang masuk dari hulu.  Pendangkalan dan morfologi sungai yang berkelok-kelok (meander) sehingga mempersempit badan sungai di beberapa titik. Dampaknya air meluber ke bagian kanan/kiri palung sungai, yang berujung terjadinya banjir tahunan. Dijelaskan, Kota Jambi memiliki 7 sungai primer yakni Kenali Kecil, Kenali Besar, Kambang, Asam, Tembuku, Lubukraman dan Teluk. Setiap sungai itu  memiliki kondisi dan permasalahan yang berda-beda dalam penanganannya. Direncanakan penanganan banjir disesuaikan dengan karakteristik fisik wilayah dan genangan yang ada.  Misalnya aliran air dari Sungai Batanghari pada saat air tinggi, aliran sungai berikut anak sungainya yang menyebabkan air balik (back water) dan penyempitan alur sungai, sedimentasi serta  sampah. Untuk mengurangi  dan mempersempit wilayah langganan banjir yang setiap tahun melanda 4 Kecamatan maka Balai Sungai Sumatera VI telah memprogramkan penanganan banjir Kota Jambi dengan Sistem Polder yang meliputi ; peninggian tanggul Sungai Batanghari, membangun  pintu air dan stasiun pompa serta membangun kolam retensi dan memperbaiki alur sungai. “Saat ini terdapat 3 pintu air dimana satu buah diantaranya akan direnovasi. Hingga 2015  nanti jumlahnya akan ditambah 2 buah lagi dengan dana multyears,” ungkap Bambang.Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Provinsi Jambi, Aprides menjelaskan, pihaknya pada tahun 2012  telah mengusulkan 4 paket pekerjaan yang berfungsi bagi pengendalian banjir Kota Jambi. Adapun proyek  itu berupa prasarana pengendali banjir Sungai Asam, Danau Sipin, Danau Teluk dan Sungai Tembuku. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp 240 miliar. Dijelaskan, pekerjaan penanganan banjir di Sistem Danau Sipin dan Sistem Tembeku hampir sama yakni meliputi pembuatan pintu air di outlet Danau, peningginak jalan dan pembangunan stasiun pompa. Hanya saja untuk di Sistem Danau Sipin masih ditambah dengan pekerjaan pembuatan tanggul sepanjang 4.460 meter. Sedangkan pada Sistem Danau Teluk akan dilakukan pekerjaan yang meliputi; rehabilitasi pintu air Danau Teluk di Sungai Teluk dan Sungai Taftulyaman, perbaikan alur sungai dan pembuatan stasiun pompa dengan kapasitas lebih besar dibandingkan pada Danau Sipin dan Tembeku.“Masalahnya hanya pada kapasitas stasiun pompa saja. Kalau di Sistem Danau Sipin kapasitasnya 10 m3 per sungai. Begitu pula pada Sistem Tembeku-Lubukrahman yaitu kapasitasnya lebih kecil yakni 5 m3/sungai,” jelas Aprides yang dihubungi melalui telepon. (Sony)Pusat Komunikasi Publik281211  ......





Cari Berita Lain : Bulan  Tahun