Pencarian

PERBAIKAN FUNGSIONAL INFRASTRUKTUR PU TELAH BERJALAN

Selasa , 18 Sep 2007

PERBAIKAN FUNGSIONAL INFRASTRUKTUR PU TELAH BERJALAN

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan perbaikan secara fungsional terhadap jalan-jalan yang rusak akibat gempa bumi yang menimpa Bengkulu dan Sumatera Barat (Sumbar) pada 12 dan 13 September lalu, telah dilakukan. Sementara untuk penanganan secara permanen akan dilakukan melalui APBN tahun depan.

 

Berbicara kepada para wartawan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Selasa (18/7) Djoko Kirmanto mengungkapkan, kerusakan jalan akibat gempa tersebut antara lain berupa penurunan tanah atau amblas. Untuk penanganan jalan yang amblas untuk sementara dilakukan dengan mengisi amblasan jalan tersebut dengan bebatuan kecil.

 

Djoko Kirmanto pada 17-18 September mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono meninjau kerusakan pascagempa yang terjadi Bengkulu dan Sumbar. Selain Djoko Kirmanto, turut hadir dalam rombongan Presiden SBY antara lain Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.

 

Hadir pula Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Panglima TNI Djoko Suyanto dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

 

Rombongan tersebut meninjau kerusakan pascagempa di Bengkulu, Kabupaten Muko-muko, Lunang Silaut dan Painan di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar.

 

Penanganan tersebut memang hanya bersifat fungsional dengan tujuan agar jalan tersebut tetap bisa dilalui kendaraan, terang Menteri PU.

 

Ditanya para wartawan mengenai total panjang jalan yang mengalami kerusakan akibat gempa, Djoko Kirmanto sulit memastikan jumlahnya karena kerusakan tersebut hanya berupa kerusakan-kerusakan pendek yang tersebar di beberapa tempat.

 

Total panjang kerusakan jalannya agak sulit, karena kerusakannya tersebut hanya berupa spot-spot, misalnya disini rusak 20 meter, kemudian beberapa kilometer kemudian ada lagi kerusakan sepanjang 10 meter, jadi hanya berupa seperti itu, terang Djoko Kirmanto.

 

Djoko Kirmanto menuturkan, untuk tahap tanggap darurat penanganan kerusakan infrastruktur PU sebesar Rp 12,5 miliar dan tahap rehabilitasi mencapai hampir Rp 300 miliar.

 

Sebelumnya disebutkan total Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tanggap darurat terhadap kerusakan infrastruktur PU akibat gempa bumi di Bengkulu dan Sumbar mencapai Rp 12,5 miliar dengan perincian Rp 11,5 miliar diantaranya untuk keperluan bidang Bina Marga dan Rp 1 miliar untuk bidang Sumber Daya Air (SDA). Upaya tanggap darurat bidang Bina Marga di Bengkulu membutuhkan dana Rp 9 miliar. Sementara penanganan jalan di Sumbar memerlukan dana Rp 2,5 miliar.

 

Menteri PU menjelaskan, penanganan kerusakan jalan secara permanen baru dapat dilakukan tahun depan dikarenakan permasalahan ketersediaan dana. Djoko Kirmanto juga mengatakan akan segera menyelesaikan perbaikan jalan nasional ruas Batas Bengkulu hingga Balai Selasa.

 

Jujur saja, kondisi ruas jalan tersebut memang masih dibawah standar nasional, ucap Menteri PU.

 

Ruas jalan Batas Bengkulu-Balai Selasa sudah mulai ditangani dalam anggaran APBN 2007 untuk sepanjang 15 Km. Penanganan tersebut akan diteruskan pada anggaran tahun depan untuk panjang 27 Km.

 

Kerusakan di Pesisir Selatan

Sementara itu sehari sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit ketika menerima rombongan Presiden SBY di Kecamatan Lunang Silaut melaporkan total kerugian daerahnya akibat gempa mencapai Rp 677,6 miliar.

 

Gempa tersebut menurut Nasrul Abit merusak sebagian besar fasilitas umum dan infrastruktur di Pesisir Selatan. Dari 12 kecamatan di Pesisir Selatan, Lunang Silaut merupakan kecamatan yang paling parah mengalami kerusakan.

 

Nasrul Abit mengungkapkan, jalan yang mengalami rusak ringan sepanjang 3 Km, rusak sedang 2 Km dan rusak berat sepanjang 2 Km. Total kerugian akibat kerusakan jalan tersebut mencapai Rp 7,5 miliar.

 

Selain itu jembatan yang mengalami rusak ringan ada 3 buah sedangkan yang rusak sedang dan rusak berat masing-masing ada 2 buah. Total kerugiannya mencapai Rp 4,2 miliar.

 

Bupati Pesisir Selatan menyebutkan, selain jalan dan jembatan, kerusakan juga terjadi pada gedung sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan puskemas serta pasar. Dalam tahap tanggap darurat ini masyarakat Pesisir Selatan sangat membutuhkan bantuan antara lain berupa makanan, obat-obatan, selimut, susu balita dan tenda. (rnd)

 

Pusat Komunikasi Publik

180907  


Index Berita


Tag :  

Share