|

TES PENERIMAAN CPNS DEPARTEMEN PU DIIKUTI 1.892 PESERTA

Senin , 19 Nov 2007

TES PENERIMAAN CPNS DEPARTEMEN PU DIIKUTI 1.892 PESERTA

Departemen Pekerjaan Umum (PU) melakukan tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diikuti 1.892 peserta yang di Jakarta, Minggu (18/11). Tes tersebut diperuntukkan untuk memenuhi formasi 200 CPNS yang tersedia.

 

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana (Ortala) Departemen PU Yadi Siswadi mengungkapkan, 1.892 peserta tes merupakan hasil dari seleksi administrasi terhadap 4.000-an pelamar. Dari seluruh peserta tes tersebut, 1.231 diantaranya merupakan pelamar umum sedangkan 661 peserta merupakan peserta dari pegawai tidak tetap (PTT) atau pegawai honorer.

 

Tes penerimaan CPNS Departemen PU dilakukan terpusat di Jakarta dengan tiga lokasi yaitu kampus Departemen PU jalan Pattimura No. 20, Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulungan, serta kampus Departemen PU di jalan Pasar Jumat.

 

“Syarat-syarat administrasi untuk melamar di Departemen PU memang tidak mudah diantaranya sertifikasi universitas minimal B, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif-red)  minimal 2,75 serta kemampuan berbahasa asing yang ditunjukkan melalui nilai TOEFL minimal 450 serta berusia maksimal 28 tahun,” tutur Yadi Siswadi.

 

Menurut Yadi Siswadi, segala persyaratan tersebut dilakukan demi mendapatkan para CPNS yang terbaik. Para pelamar kali ini memang banyak alumnus dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama seperti Universitas Indonesia, Institut Teknik Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknik Sepuluh November, Universitas Padjadjaran serta Universitas Diponogoro.

 

Sementara untuk perguruan tinggi swastanya diantaranya berasal dari Universitas Parahyangan dan Universitas Trisakti. Untuk IPK, Yadi Siswadi menuturkan bahkan ada pelamar yang memiliki IPK 4,00. Sedangkan untuk nilai bahasa inggris TOEFL, dari nilai minimum 450 yang ditetapkan panitia penerimaan, namun banyak yang nilainya diatas 500.

 

Dari 200 CPNS yang akan direkrut, 10 diantaranya untuk jurusan pendidikan S2 Teknik Sipil. Sementara 190 lainnya diperuntukan untuk 20 jurusan pendidikan S1 yaitu Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Geologi, Geofifika, Mekanika Tanah, Teknik Geodesi, Pertanian dan Teknik Lingkungan.

 

Selain itu juga Teknik Planologi, Perencanaan Wilayah/Perkotaan, Ekonomi, Sosial, Administrasi Negara, Sosial Politik, Hukum, Psikologi, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika dan Manajemen Informatika. Dari seluruh jurusan pendidikan tersebut, Teknik Sipil dan Ekonomi merupakan dua jurusan yang pelamarnya terbanyak.

 

”Teknik Sipil pelamarnya hampir 600 orang padahal yang kita cari hanya 55 orang, sementara untuk Ekonomi hampir 400 pelamar untuk 20 tempat yang kita minta,” jelas Kepala Biro Kepegawaian dan Ortala,” Sehingga bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan untuk dua jurusan tersebut,” lanjutnya.

 

Yadi Siswadi mengatakan, hasil dari tes penerimaan CPNS direncanakan sudah dapat diumumkan pada 3 Desember, bersamaan dengan Hari Bakti Departemen PU yang ke-62. Sehingga diharapkan para CPNS sudah dapat mulai bekerja pada awal tahun depan.

 

Sementara Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Ramli Efendi yang turut menyaksikan tes penerimaan CPNS Departemen PU mengatakan, penerimaan CPNS yang dilakukan seluruh Departemen dan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) kini terbuka untuk umum dan dapat diikuti setiap orang yang memenuhi persyaratan.

 

”Tes penerimaan CPNS yang kita lakukan sekarang, merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah, sekarang semuanya dilakukan secara terbuka dan semua orang dapat mengetahui dan mengikuti selama memenuhi persyaratan,” ucap Ramli Efendi.

 

Ramli Efendi melanjutkan, semua persyaratan yang ditetapkan bertujuan untuk menyaring tenaga-tenaga terbaik yang ada. Selama ini ada anggapan bahwa PNS itu malas dan kurang pintar, namun melalui tes terbuka dengan persyaratan tertentu tersebut diharapkan akan ada perbaikan kualitas SDM para PNS.

 

”Saya harapkan dengan peserta tes dengan latar belakang pendidikan yang baik, nantinya akan melahirkan aparatur pemerintahan yang berkinerja baik,” jelas Ramli Efendi. (rnd)

 

Pusat Komunikasi Publik

191107

 

 

191107

 

 

Tag :  

Share