|

PEMBANGUNAN LINTAS BARAT RUAS SULTENG DIPRIORITASKAN        

Selasa , 3 Jun 2008

PEMBANGUNAN LINTAS BARAT RUAS SULTENG DIPRIORITASKAN 

Direktorat Jenderal Bina Marga memprioritaskan pembangunan dan peningkatan jalan lintas barat provinsi Sulawesi Tengah. Lintas Barat akan menghubungkan 5 provinsi di pulau Sulawesi, termasuk provinsi Sulawesi Tengah. Pembangunan ruas tersebut mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemda Sulteng dan masyarakat, bahkan di kabupaten Buol, masyarakatnya antusias dan apresiasi terhadap pembangunan jalan, sehingga dengan sukarela melakukan pembongkaran pagar/rumah yang terkena pembangunan jalan.

 

Demikian dikatakan Kepala Sub Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sulawesi Tengah Aswadin di Palu baru-baru ini.

 

Aswadin mengatakan dalam tahun anggaran 2008, menangani  tiga jalan lintas yakni lintas barat sepanjang 814,12 km, jalan ini menyusuri pantai Barat, Sulteng, melalui Surumana (batas Sulawesi Barat) – Donggala – Palu – Pantoloan – Toli Toli – Buol – Paleleh – Umu (batas Gorontalo) yang menghubungkan provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menuju ke Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara atau sebaliknya.

 

Pada tahun ini lintas barat, mendapatkan dana kontrak tahun jamak, dimana terdapat  lima paket kontrak multy years, mulai dari Surumana-Lakuan. Namun dari Lakuan – Buol – Bodi - Paleleh - Umu direncanakan ditangani dengan dana pinjaman Australia (EINRIP), hanya ruas Lakuan – Buol yang ada kepastian, sedangkan ruas jalan lainya ditangani secara rutin oleh SNVT Pemeliharaan Wilayah Toli Toli.

 

Mengingat kondisi tersebut, Aswadin mengharapkan  dapat ditangani dengan dana multi years melalui APBN Murni, mengingat masyarakat yang terkena pelebaran/ pembangunan jalan di Kabupaten Buol, pada ruas jalan Lakuan – Buol – Bodi – Paleleh – Umu telah membongkar pagar/rumah secara sukarela.

 

Ditambahkan Kepala Seksi Sulteng dan Sultra Dit. Jalan dan Jembatan Wilayah Timur Erwanto Wahyu Widayat mengatakan  ruas dan segmen jalan yang rusak akan ditangani pada tahun 2009 agar kondisi pada akhir tahun 2009, dalam kondisi sedang atau kalaupun ada kerusakan bersifat ringan dan minimal.

 

Jalan lintas yang turut ditangani ialah lintas tengah melalui Molosipat (batas Gorontalo) – Mapanga – Ampibabo – Tobali - Poso – Tentena - Tidantana (batas Sulsel) sepanjang 658,50 km. Apabila dalam 1-2 tahun ke depan tidak ada peningkatan maka dikhawatirkan ruas jalan tersebut akan mengalami kerusakan yang cukup berat, dimana lalu lintas kendaraan yang melalui jalan ini cukup padat, baik dari Manado, Gorontalo menuju Sulteng langsung ke Sulsel atau sebaliknya.

 

Dalam Tahun Anggaran 2008 ini memang ada penanganan pada koridor jalan tersebut tetapi sifatnya hanya segmen-segmen tertentu saja, dimana kondisi jalannya sudah rusak berat, namun dikhawatirkan kondisi yang sekarang sedang akan bisa mengalami rusak berat karena umur pelayanan dari jalan tersebut sudah terlewati.

 

Sedangkan yang ketiga adalah lintas timur sepanjang 1.238,70 km, pada 2008 ini pada ruas jalan ini ada program multi years, mulai dari Bungku – Bahodopi – Batas Sultra, sekarang dalam proses tender dan dalam proses pengusulan ke Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk persetujuan penandatanganan kontrak, kemudian ruas jalan Beteleme – Tompira – Bungku.

 

Saat ini kondisinya rusak berat, ruas jalan ini ditangani melalui Pemeliharaan Berkala, Pembangunan dan Pemeliharaan SKPD, dimana dana yang teralokasi tidak dapat menangani secara sempurna, sehingga sekarang ini yang dapat dilakukan, bagaimana agar ruas jalan tersebut  tetap fungsional dan bisa dilalui.     

Pada kesempatan terpisah, Kepala SNVT Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulteng Amdjat Sapri mengatakan, dalam TA 2008, mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 49,936 miliar dari APBN Murni terdiri atas paket kontrak  sebanyak enam paket, yang ditangani sepanjang 30 km sedangkan paket swakelola    semuanya sudah berjalan dan tidak mengalami kendala yang berarti.

 

Amdjat menerangkan, salah satu ruas jalan yang ditangani yaitu ruas Kebon Kopi – Toboli dengan target efektif sepanjang 3,2 km, fungsional 3 km, lebar 5 m, konstruksi Aspal Buton panas, dilaksanakan oleh kontraktor PT. Bunga Cengkeh Abadi, nilai kontrak  Rp.4,895 miliar, sumber dana APBN Murni, waktu pelaksanaan 180 hari kalender, progres fisik sampai saat ini adalah sebesar 85 persen.

 

SNVT Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah Toli Toli, pada 2008 mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.20.426 miliar yang terdiri dari APBN Murni, dengan kegiatan pemeliharaan berkala sepanjang 5,50 km, salah satu ruas jalan yang ditangani adalah ruas jalan Ogoamas – Ogotua  dengan kontraktor pelaksana PT. Silkar National, nilai kontrak sebesar Rp.4,776 miliar, sumber dana APBN Murni dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender. (humas bina marga/slamet)

 

Pusat Komunikasi Publik

030608

 

 

 

030608

 

 

Tag :  

Share