Pencarian

PRESIDEN SBY RESMIKAN 6 INFRASTRUKTUR PU DI BALI

Minggu , 15 Jun 2008

PRESIDEN SBY RESMIKAN 6 INFRASTRUKTUR PU DI BALI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan enam proyek infrastruktur Pekerjan Umum (PU) senilai lebih dari Rp 920 miliar di Bali, Sabtu (14/6). Presiden mengatakan pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan daya saing di pasar global serta membuka lapangan kerja bagi rakyat.

 

Proyek-proyek yang diresmikan yaitu Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) tahap I, trashrack tukad Badung dan tukad Mati, pengamanan pantai Nusa Dua, pengamanan pantai Sanur, pengamanan pantai Padanggalak dan pembangunan jaringan irigasi terdesentralisasi wilayah timur Indonesia. Selain keenam proyek tersebut, SBY juga meresmikan gelanggang olah raga Lila Bhuana senilai Rp 19 miliar.  

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyerahkan secara simbolis bantuan langsung masyarakat pemberdayaan masyarakat mandiri (PNPM) 2008 untuk Bali senilai Rp 108,67 miliar kepada Gubernur Bali. Bantuan PNPM Mandiri terbagi untuk pedesaan sebesar Rp 60,75 miliar, perkotaan sebesar Rp 32,72 miliar, agribisnis pedesaan Rp 13,7 miliar, dan perumahan dan permukiman senilai Rp 1,5 milyar.

 

Presiden SBY juga menyaksikan penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Bali senilai Rp 133,47 miliar untuk 16.866 debitur BRI, Rp 15,212 miliar untuk 120 debitur BNI, Rp 5,88 miliar untuk 21 debitur Bank Mandiri, Rp 4,437 miliar untuk 109 debitur Bank Bukopin.

 

Sementara khusus untuk infrastruktur DSDP, Presiden menuturkan pengolahan air limbah penting untuk kesehatan masyarakat. Selain itu dengan DSDP diharapkan lingkungan hidup di pulau dewata akan indah, bersih, dan rapi.

 

Para wisatawan ingin datang ke tempat-tempat yang masih alami dengan catatan alami tetapi bersih dan sehat. Di Bali banyak tempat yang alami dan menjadi daya tarik. Mari kita pastikan itu sehat dan bersih," terang SBY.

 

Sementara Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, DSDP tahap I senilai hampir Rp 600 miliar akan dapat melayani 250 ribu jiwa. Layanan DSDP meliputi kota Denpasar dan kabupaten Badung. DSDP tahap I meliputi pembangunan jaringan pipa sepanjang 129 Km serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk pengelolaan sistem ini, pemprov Bali telah membentuk Badan Layanan Umum Pengelolaan Air Limbah (BLUPAL).

 

DSDP, menurut Djoko Kirmanto akan mengubah kebiasaan pengelolaan limbah setempat dengan septictank yang diresapkan ke tanah menjadi sistem pipa sehingga tidak lagi membahayakan dan menimbulkan pencemaran. Djoko mengatakan, DSDP sendiri akan dilanjutkan pembangunan tahap II mulai tahun depan hingga 2014 juta dengan dana pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) senilai Rp 595,3 miliar.

 

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Budi Yuwono menerangkan, selain mengurangi tingkat pencemaran lingkungan, air hasil olahan limbah dari DSDP masih dapat dipergunakan untuk keperluan seperti menyiram taman kota. Hal serupa telah dilakukan negara lain seperti Singapura dimana tingkat layanan IPAL telah mencapai 100 persen.

 

Budi Yuwono mengakui, untuk memberlakukan pelayanan sistem pengolahan limbah perpipaan kepada masyarakat umum bukan hal yang mudah. Hal tersebut memerlukan kampanye dan sosialisasi yang panjang.

 

Masyarakat kita masih tidak mau mengeluarkan uang untuk masalah pengolahan limbah sanitasi, tutur Dirjen Cipta Karya.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan memperlakukan subsidi silang untuk tarif jasa layanan DSDP antara untuk dunia usaha dan masyarakat. Dengan subsidi silang, maka retribusi yang dibayarkan masyarakat akan lebih murah, bahkan dari ongkos operasional DSDP itu sendiri.

 

Penyerahan hadiah lomba gambar dan pidato tingkat SD se-Bali.

Sementara itu, sebelum acara peresmian oleh Presiden SBY, di tempat yang sama Djoko Kirmanto menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba gambar dan pidato siswa se-Bali dalam rangka kampanye nasional tahun sanitasi internasional dan peresmian DSDP. Dalam kesempatan tersebut Djoko Kirmanto juga meminta kepada anak-anak di untuk menjaga kelestarian sumber daya air (SDA) dan kebersihan sanitasi di Bali.

 

"Manusia itu tidak bisa hidup tanpa air, segala aktivitas kita memerlukan air baik karena itu kita harus menjaganya dengan baik," sebut Djoko Kirmanto.

 

Acara penyerahan hadiah tersebut turut diisi kabaret anak-anak yang menceritakan pentingnya kebersihan sanitasi termasuk pengolahan air limbah cair untuk menunjang pariwisata di Bali. Saraswati, salah seorang anak pemeran kabaret meminta kepada Menteri PU untuk membangun sarana pengolahan air limbah di Bali agar anak-anak disana dapat tumbuh sehat dan cerdas.

 

"Kita semua sudah menyadari pentingnya sanitasi yang baik, karena itu sudah kewajiban pemerintah untuk menyediakannya," ucap Menteri PU menanggapi permintaan Saraswati

 

Ketua panitia penyelenggara lomba gambar dan pidato tingkat SD se-Bali Dwityo Akoro Soeranto mengatakan tema yang diangkat dalam lomba tersebut ialah Menjaga Air Sumber Kehidupan. Tujuan lomba tersebut ialah memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak untuk menjaga sumber-sumber air dari pencemaran hingga tidak menjadi sumber penyakit dan menurunkan kualitas lingkungan.

 

Lomba gambar dan pidato anak telah dilakukan pada 8 Juni 2008 yang lalu bertempat di Wisma Wisata Werdhapura, Sanur, Bali. Pelaksanaan lomba gambar dibagi menjadi dua kategori yaitu untuk kelas 1-3 dan kelas -6 SD. Sedangkan lomba pidato diselenggarakan untuk siswa kelas 4-6. (rnd)

 

Pusat Komunikasi Publik

150608   


Index Berita


Tag :  

Share