Pencarian

MENKO PEREKONOMIAN - MENTERI PU BAHAS PROGRAM PERCEPATAN IN

Senin , 20 Jun 2005

MENKO PEREKONOMIAN - MENTERI  PU BAHAS PROGRES PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

 

Dalam pertemuan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dengan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di kantor Menteri PU, kamis (16/6) lalu, dibahas beberapa strategi pembangunan ekonomi Indonesia yang berkaitan dengan Departemen Pekerjaan Umum. Tiga strategi pembangunan ekonomi Indonesia yang dibahas diantaranya progres dari program percepatan pembangunan infrastruktur pasca infrastructure summit, kebangkitan kembali sektor riil dan revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan.

 

Berkaitan dengan progres dari program percepatan pembangunan infrastruktur pasca infrastructure summit, Menteri PU menjelaskan kepada Menko Perekonomian, beberapa hal yang telah dicapai seperti adanya PP tentang Jalan, dibukanya pendaftaran calon anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM), UU No.7/2004, dan adanya PP Air Minum. Pada kesempatan tersebut, Menko Aburizal Bakrie meminta Departemen PU untuk menyiapkan proyek infrastruktur apa saja yang bisa ditawarkan pada infrastructure summit II, November 2005 nanti

 

Berkaitan dengan terbitnya Perpres No.36/2005 tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum yang mendapat kritikan dari masyarakat, Menteri PU mengatakan, Biasanya kalau pemerintah yang menjelaskan kalah menarik dibandingkan komentar kelompok kecil yang menentang peraturan pemerintah. Kalau yang menolak bisa jadi headline, tetapi kalau (penjelasan-red) saya pasti tidak  halaman pertama. .

 

Dalam mendukung program revitalisasi pertanian dan pedesaan, Departemen PU telah mempunyai program irigasi. Kalau pemerintah mempunyai program lahan pertanian abadi 15 juta hektar, Departemen PU sudah membangun jaringan irigasi teknis yang mengairi sebanyak 6,8 juta Ha dan juga ada 1,8 juta Ha lahan pertanian yang diairi dengan jaringan irigasi rawa,jelas Djoko.

 

Jalan Tol

Padainfrastructure summit yang diselenggarakan bulan Januari lalu, ditawarkan proyek jalan tol sebanyak 38 ruas serta 20 proyek dibidang air minum. Berkaitan dengan pembangunan jalan tol, menurut Direktur Sistem Jaringan Prasarana Umum, Eduard J. Pauner, kemajuan pembangunan jalan tol sampai dengan saat ini adalah tender investasi batch I terhadap 6 ruas tol sepanjang 172,7 km yaitu Medan-Binjai, Makassar Seksi IV, Depok-Antasari, Cinere-Jagorawi, Cikarang-Tanjung Priok, dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Saat ini proses tender telah memasuki tahap Pengambilan dokumen lelang yang dilakukan sejak tanggal 9 Mei 2005, dan pemasukan dokumen dilakukan pada tanggal 8 s/d 10 Agustus 2005. Saat ini para investor sedang melakukan site visit (kunjungan ke lokasi-red) sebelum melakukan pengajuan penawaran di bulan Agustus kata Eduard J. Pauner.

Sementara untuk tender investasi batch II sebanyak 13 ruas dengan panjang 692,5 km akan dilakukan pada akhir Juni ini. Untuk proyek jalan tol yang sedang on going dengan dukungan investor swasta sebanyak 5 ruas dengan panjang 100 km yakni Waru-Wonokromo-Tg. Perak, SS Waru-Tg. Perak Tahap I, Gempol-Pandaan, Ciranjang-Padalarang dan Bekasi-Cawang-Kp. Melayu, menurut Eduard, bagi investor yang telah memiliki perjanjian dengan pemerintah sedang melakukan penyelesaian final engineering design. Untuk 3 ruas tol yang ditugaskan kepada Jasa Marga yakni Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, dan Bogor Ring Road saat ini juga sedang menyelesaikan detail engineering designnya dan diharapkan pembangunan konstruksinya bisa dilakukan tahun ini, jelas Eduard.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengharapkan pada tahun 2009, mulai dari Anyer hingga Banyuwangi sudah bisa tersambung oleh jalan tol. Saat ini yang bisa dilalui tol adalah Anyer-Jakarta-Bogor-Cikampek-Padalarang-Bandung. Menurut Menteri PU, untuk pembangunan jalan tol dari Cikampek hingga Solo sudah tidak ada masalah lagi karena sudah ada pemiliknya sehingga pemilik tinggal mencari investor lain untuk bekerjasama, sedangkan untuk ruas dari Solo ke Surabaya masih harus melalui proses lelang dan IRR nya masih rendah.

 

Air Bersih

Di bidang air minum, menurut Dirjen Cipta Karya Agus Wijanarko, dari 20 proyek di bidang air minum yang ditawarkan pada infrastructure summit, ada 7 proyek kerjasama dan investasi yang sudah siap sedangkan 3 proyek lainnya masih menunggu adanya jaminan air baku dari pemerintah. Agus Wijanarko juga melaporkan bahwa dari 300 PDAM yang ada di Indonesia hanya 30 PDAM saja yang sehat sedangkan yang lainnya kurang sehat, bahkan dari yang kurang sehat tersebut, 150 PDAM sudah dalam tahap kritis sehingga, menurut Agus Wijanarko, diperlukan dana dari pemerintah sebesar Rp.5 triliun untuk melunasi utang-utang yang dimiliki oleh PDAM.

Berkenaan dengan program penyaluran dana PKPS BBM sebesar Rp3,34 triliun, digunakan untuk pembangunan infrastruktur di pedesaan seperti jalan, air minum dan irigasi. Pembangunan infrastruktur di pedesaan penting karena meskipun provinsinya punya duit banyak, tetapi tidak fokus terhadap perkembangan infrastruktur desa, jelas Agus. 

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PU Djoko Kirmanto juga menjelaskan tentang perlunya pembangunan waduk Jatigede untuk supply air bagi masyarakat yang tinggal antara Jakarta-Cirebon untuk 20 tahun mendatang. Selama ini kebutuhan air antara Jakarta-Cirebon di supply dari waduk Jatiluhur dan Karyan, namun sekarang kondisinya sudah parah dan tidak ada sumber lain selain dari Waduk Jatigede yang sudah diusulkankata Djoko. Menurut Djoko, pemerintah juga akan membangun bebrapa waduk baru seperti di Banyuwangi, Madura, Sulsel dan Sumatera. (gt)

 

Pusdatin

200605  

 

    

 

 

 


Index Berita


Tag :  

Share