|

BUTUH DUKUNGAN PARA STAKEHOLDER UNTUK KEMBANGKAN JASA KONSTR

Rabu , 1 Mar 2006

DIBUTUHKAN DUKUNGAN PARA STAKEHOLDER UNTUK KEMBANGKAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL

 

Selama masa kiris ekonomi berlangsung, terbukti sektor konstruksi tetap memegang peranan penting dalam pembangunan. Itulah mengapa jasa konstruksi menjadi tulang punggung dari pembangunan infrastruktur. Selain bidang ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kualitas lingkungan juga terkena dampak positif dari peran sektor ini. Dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di NAD dan Nias pasca bencana tsunami, baik infrastruktur, sosbud dan aktivitas ekonomi lainnya, terlihat sangat bergantung dari sektor konstruksi, sebelum sektor lain dikembangkan.  Hal itu diutarakan Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia Departemen PU, Iwan Nursyirwan saat membuka Rakernas Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional di Jakarta, Selasa (28/2).

 

Iwan juga mengungkapkan sektor konstruksi selain mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai bidang seperti di atas, juga berperan dalam menumbuhkembangkan berbagai industri barang dan jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.  Namun demikian, penyelenggaraan jasa konstruksi masih menghadapi banyak kendala, keterbatasan dan kelemahan.  “Maka perlu upaya bersama dari seluruh stakeholders untuk mengembangkannya,” ucap Iwan Nusyirwan.

 

Dikatakan, pengembangan jasa konstruksi memperlukan pengaturan yang terencana, terarah, terpadu dan menyeluruh.  Menurut Iwan, ada 2 faktor penyebab masalah dan kendala dari sektor ini. Pertama, faktor internal meliputi lemahnya manajemen, penguasaan teknologi dan permodalan serta terbatasnya tenaga ahli/ terampil. Sektor ini juga belum tertata secara utuh dan kokoh. Kedua, faktor eksternal meliputi bidang; kekurangsetaraan hubungan kerja antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Selain itu, belum mantapnya dukungan akses seperti permodalan, pengembangan profesi keahlian dan profesi keterampilan serta ketersediaan bahan bangunan yang standar. Hal itu ditambah lagi dengan pembinaan yang masih parsial dan sektoral.

 

Tuntutan masyarakat tentang kualitas hasil maupun tertib pembangunan dan hubungan kerjasama ekonomi internasional yang semakin terbuka dinilai merupakan peluang bagi jasa konstruksi nasional.  Kedua masalah itu juga menjadi tantangan untuk meningkatkan kinerja agar mampu bersaing secara profesional  dan mampu menghadapi dinamika perkembangan pasar dalam dan luar negeri. Menurut Iwan, jasa konstruksi nasional akan memiliki daya saing tinggi, profesional serta siap menghadapi liberalisasi perdagangan bila kebijakan pemerintah dalam mendorong adanya kemitraan antara usaha besar, menengah dan kecil bisa berjalan dengan baik.

 

Pemerintah ke depan akan terus berupaya meningkatkan kemampuan jasa konstruksi nasional melalui berbagai upaya diantaranya menyiapkan peraturan perundang-undangan, mendorong bagi proyek yang didanai APBN/D bisa menjadi peluang bagi penyedia jasa nasional untuk meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan pengaturan sistem Registrasi, Klasifikasi, kualilfikasi dan sertifikasi yang mengacu pada sistem nasional dan internasional. 

 

Dalam sambutannya, Iwan juga mengakui hingga kini banyak hal yang telah dilakukan oleh LPJKN. Namun tugas pokok seperti penelitian dan pengembangan jasa konstruksi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi, dan peningkatan peran arbitrase, mediasi dan penilai ahli di bidang jasa konstruksi menunggu untuk dikelola. Mengingat tugas dan tantangan yang diemban cukup berat maka LPJK harus bekerja keras secara professional. “Itu harus dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab terhadap tugasnya,” ucap Iwan.

 

Dalam akhir pengarahannya, Iwan Nusyirwan meminta kepada Dewan Pengurus dan Badan Pelaksana LPJK di Pusat dan daerah untuk memantapkan tatalaksana organisasi agar solid dan stabil, melakukan upaya peningkatan kompetensi dan capacity building para anggotanya dibidang manajemen, keteknikan, keuangan, peralatan.  Mendorong para anggota untuk meraih pasar khususnya di luar negeri sehingga tidak tergantung pada proyek pemerintah. Kerjasama dengan pemerintah juga terus dijalin guna peningkatan upaya-upaya pengembangan jasa konstruksi di tanah air. (Sony/Ipul)

 

Pusat Komunikasi Publik

280206

 

 

 

 

010306

 

 

Tag :  

Share