|

PRESIDEN RI MENGAJAK SEMUA PIHAK UNTUK HEMAT PEMANFAATAN AIR

Kamis , 13 Apr 2006

PRESIDEN RI MENGAJAK SEMUA PIHAK UNTUK HEMAT PEMANFAATAN AIR

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua lapisan masyarakat di seluruh Nusantara untuk menjadi bangsa yang hemat dalam pemanfaatan air. Untuk itu pihaknya meminta pada pimpinan khususnya instansi pemerintah untuk mengawasi, memeriksa dalam pemanfaatan air khususnya air bersih. "Saya masih melihat diantara kita belum menghemat dalam penggunaan air, di kota-kota besar, di perkantoran kran air masih banyak yang tidak dimatikan " kata Susilo Bambang Yuhdoyono dalam pidatonya pada acara Peresmian Pembangunan Insfrastruktur Nasional dan Hari Air Dunia ke XIV yang dipusatkan di lapangan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Rabu (12/4). Lebih lanjut Presiden dalam pengarahannya menyatakan, pemborosan penggunaan air dan ketidakdisiplinan mematikan kran air kelihatannya sepele. Tapi berapa ribu kantor di seluruh Indonesia air akan terbuang percuma. Padahal di tempat lain orang kesulitan untuk memperoleh air bersih utamanya untuk keperluan hidup sehari-hari.

Dalam kunjunjungan kerja selama dua hari ke Kab Pacitan, Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono yang didampingi beberapa Menteri Kabinet Indonesia bersatu yakni Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkes Siti Fadilah Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkop UKM Surya Darma Ali, Menbudpar Djero Wacik, Menteri PDT Saefullah Yusuf, Seskap Sudi Silalahi dan Gubernur Jawa Timur, Jawa tengah, DIY serta Bupati Pacitan.

Menurut Presiden, kunjungan kerja ke Pacitan merupakan pertama kali, bahkan menjadi kenangan tersendiri bagi Presiden SBY. Di daerah sekitar Pacitan, ada istilah PAWONSARI (Pacitan, Wonogiri dan Wonosari) yang konon merupakan daerah dengan karakteristik serupa. Keserupaan tersebut, kata SBY, daerahnya sulit akan air, tanahnya tandus insfrastruktur belum banyak dimiliki. Oleh karena itulah sejalan dengan agenda dan kebijakan pemerintah maka terus menerus diupayakan pembangunan bagi daerah tertinggal itu, termasuk pembangunan insfrastruktur dan pembangunan masyarakatnya.

Presiden juga mengatakan, melalui kunjungan kerja ke tiga Kabupaten tersebut, lengkaplah sudah kunjungan ke PAWONSARI. Harapan Presiden, ketiga wilayah tersebut dapat mengejar ketertinggalan di daerah lainnya. Oleh karena itulah, menurut Presiden, pembangunan infrastruktur itu penting, mengingat dalam kehidupan masyarakat kita tidak dapat terlepas dari kebutuhan infrastruktur yang memadai. Dengan adanya peresmian berbagai insfrastruktur ini, Presiden diharapkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan makin hari makin meningkat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa infrastruktur berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak. Pemerintah dituntut lebih keras untuk memenuhi kebutuhan itu, sebagai bentuk pelayanann kita kepada masyarakat. Keberhasilan pembangunan sering kali diukur dengan seberapa banyak ketersediaan insfratruktur yang benar-benar bermanfaat bagi kepentingan rakyat.

Dikatakan Presiden pula, rakyat memerlukan jalan yang lurus, bukan jalan penuh lobang, jembatan yang kokoh, irigasi yang dapat mengairi areal persawahan serta bebagai infrastruktur lainnya. Di tandaskan oleh Presiden SBY, dengan wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, tentunya pemerintah dapat memenuhi semua tuntutan masyarakat itu dalam sekejap. Untuk itu, tandas Presiden, skala prioritas pembangunan infrastruktur perlu diarahkan pada wilayah yang memerlukan. Pemerintah menyadari bahwa akhir-akhir ini mengalami kerusakan infrastruktur jalan raya khususnya Jalan Pantura, jalan Lintas Timur Sumatera. " Kami harapkan, bahwa jalur jalan yang rusak secepatnya pulih kembali sehingga arus barang dan jasa tidak terlambat,"kilahnya.

Infrastruktur PU diresmikan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan, bahwa infrastruktur yang siap difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan diresmikan oleh Presiden RI tersebut tersebar di 3 propinsi, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur senilai sekitar Rp. 1 trilyun. Menurutnya, infrastruktur tersebut mencakup bendung, embung dan jaringan irigasi, prasarana air baku, jalan dan jembatan, sistem penyediaan air minum, dan infrasruktur pedesaan yang terdiri dari irigasi pedesaan, jalan desa dan air minum perdesaan. (secara lengkap baca berita sebelumnya tanngal 11 April 2006-red).

Dalam kesempatan tersebut Presiden RI juga melakukan wawancara jarak jauh dari alun-laun Kabupaten Pacitan dengan masyarakat di Desa Nawangan. Kab.Pacitan. Wawancara jarak jauh tersebut diawali dengan laporan Dirjen Sumber Daya Air Dep.PU. Siswoko kepada Presiden RI melalui teknologi satelit. Dalam laporannya Dirjen SDA menyatakan, kelompok masyarakat di 2 Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar telah melakukan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kritis, gundul, tingkat erosi tinggi sejak 2003 sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

Menurut Sugito, Kepala Desa Mijing Kec. Nawangan kepada Presiden SBY, mengatakan bahwa pada prinsipnya semua masyarakat di 2 Kecamatan tersebut mendukung adanya konservasi. Namun pihaknya meminta agar tahapan konservasi yang baru terealisasi 10 persen dari rencana, dapat dilanjutkan. Lain halnya dengan Suniyem asal Desa Wono Joyo  menyatakan kepada Presiden bahwa dengan adanya konservasi ini manfaatnya cukup besar yang dapat dinikmati."Dulu untuk mengambil air bersih harus berjalan berkilo-kilo meter dan antri saat ini lebih dekat dan mudah.(jons)

Pusat Komunikasi Publik
130406

 

 

 

130406

 

 

Tag :  

Share