Pencarian

KOMISI V DPR DUKUNG PENYELESAIAN INFRASTRUKTUR SUMBER AIR B

Senin , 7 Mei 2007

KOMISI V DPR  DUKUNG PENYELESAIAN INFRASTRUKTUR SUMBER AIR BAKU KOTA PANGKAL PINANG

 

Komisi V DPR RI berjanji akan memperjuangkan pengalokasian dana bagi penyelesaian pembangunan Kolong Retensi Kacang Pedang (KRKP). Infrastruktur ini sangat bermanfaat  sebagai sumber  air baku (air minum) sekaligus pengendalian banjir bagi Kota Pangkal Pinang. Oleh karena itu penyelesaian pembangunan KRKP dinilai mendesak untuk diwujudkan. Pada tahun 2008 pekerjaan konstruksinya masih membutuhkan dana sekitar Rp 51 miliar. Dana sebesar itu Rp 25 miliar akan dipenuhi oleh APBD Pemkot dan Pemprov Bangka Belitung, sedangkan sisanya Rp 26 miliar akan diupayakan oleh DPR.

 

Kami dari Komisi V akan berupaya untuk menutupi kekurangannya dari APBN, janji Taufik Kurniawan selaku Ketua rombongan saat melakukan kunjungan kerja mulai tanggal 1- 4 Mei di Propinsi Bangka Belitung (Babel).

 

Selama di Babel, rombongan dewan berjumlah 14 anggota antara lain melakukan pertemuan di kediaman  Walikota Pangkal Pinang didampingi para mitra kerja Komisi V. Turut hadir dalam rombongan, Direktur Rawa dan Pantai, Ramli Djohan, Kepala Dinas Kimpraswil Propinsi Babel, Suryadi Sujak dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Asep Sudrajat dan pejabat lannya. .

 

Dalam pertemuan itu Taufik Kurniawan yang juga menjabat Wakil Komisi V DPR-RI  menegaskan, pihaknya akan memperjuangkan dana penyelesaian bagi pembangunan KRKP saat membahas usulan anggaran 2008 mendatang. Kita upayakan agar Rp 26 miliar segera dapat diwujudkan, tegasnya usai bertemu Wali Kota Pangkal Pinang.

 

Menanggapi pernyataan itu, Wali kota Pangkal Pinang, Zulkarnain Karim mengaku gembira atas dukungan Komisi V untuk memperjuangkan dana tersebut. Dia memprediksikan  pembangunan konstruksi KRKP dapat selesai 2008, lebih cepat dari jadwal yakni 2009. Zulkarnain berharap dana talangan dari APBN sebesar Rp 26 miliar  yang akan diupayakan anggota Komisi V dapat terealisasi.

 

Dikatakan, berdasarkan rincian Rp 25 miliar dana APBD 2008 yang bakal dialokasikan untuk penyelesaian KRKP dibagi dua. Masing-masing Rp 10 miliar dari Pemerintah kota Pangkal Pinang dan Rp 15 miliar diambil dari dana APBD Pemprov Babel. Semua diambil dari dana APBD tahun 2008, tambah Zulkarnain. Aggota Komisi V yang turut dalam rombongan Darus Agap menegaskan, Komisi V telah komitmen mengupayakan kekurangan dana bagi penyelelesaian pembangunan KRKP sebesar Rp 26 Miliar.

 

Dari yang kami liat, KRKP sangat bermanfaat langsung kepada rakyat. Proyek KRKP keberadaannya untuk memenuhi pelayanan air baku (air minum) yang sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pengendali banjir. Insya Allah, tahun 2008 dana itu akan kami anggarkan, ungkapnya tegas.

 

 Penanganan bertahap

 

Kepala Dinas Kimpraswil Suryadi Sujak ketika dikonfirmasikan masalah tersebut mengungkapkan untuk merampungkan penyelesaian pembangunan KRKP dibutuhkan total dana sekitar Rp 80 miliar. Hingga kini yang telah terealisasi baru sekitar Rp 30 miliar lebih. Sedangkan sisanya (Rp 51 miliar) dijanjikan akan ditutupi oleh APBD dan APBN yang akan diperjuangkan Komisi V DPR- RI.

 

Suryadi mengaku, selama ini anggaran pembangunan KRKP berasal dari APBN dan belum menyentuh dana APBD. Minimnya alokasi dana anggaran itu telah menjadikan pekerjaan proyek ini hanya dapat dilakukan secara bertahap.

 

Direktur Rawa dan Pantai Departemen PU Ramli Djohan yang mendampingi anggota dewan selama melakukan kunjungan kerja di Propinsi Babel mengungkapkan, berdasarkan hasil survey dan penelitian Proyek KRKP telah memenuhi syarat untuk dibangun.  Menurutnya, infrastruktur bidang sumber daya air ini menjadi penting untuk diwujudkan karena merupakan satu-satunya yang dapat dikembangkan untuk melayani pasokan air baku (air minum). Sementara keberadaan Kolong-kolong lainnya yang terdapat di Babel telah tercemar oleh logam berat, sehingga memerlukan survey dan kajian yang lebih dalam. 

 

Ketika ditemui secara terpisah, PPK Irigasi Air Baku Propinsi Babel, Sutiman menjelaskan manfaat dari pembangunan KRKP antara lain sebagai area penampung air berkapasitas 1,2 juta m3 untuk penyediaan air baku sekaligus pengendali banjir bagi Kota Pangkal Pinang. Menurutnya, infrastruktur ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata air. Menyinggung paket kegiatan yang ditangani dalam tahun ini Sutiman menyebutkan, pekerjaannya terdiri dari penanganan sheet file, pengerukan/penggalian tanah seluas 8 ha dan  pemasangan pipa intake dan lain-lain.

 

Ditambahkan, untuk memenuhi pelayanan air bersih di Kota Pangkal Pinang selama ini mengandalkan dari sumber yang diambil dari Kolong Bacang dan Kolong Pedindang Namun, belum tercukupi secara keseluruhan. Oleh sebab itu, penyelesaian pembangunan KRKP sangat diharapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang sampai kini masih terbatas pelayanannya. (Ety)

 

Pusat Komunikasi Publik

070507


Index Berita


Tag :  

Share