Pencarian

PEMBANGUNAN JEMBATAN AIR MANULA DI PROVINSI BENGKULU

Jumat , 27 Jul 2007

PEMBANGUNAN JEMBATAN AIR MANULA DI PROVINSI BENGKULU

 

Relokasi Jembatan Air Manula di Provinsi Bengkulu saat ini masih menghadapi kendala izin pemanfaatan/pembebasan Hutan Lindung TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) yang berlokasi di Provinsi Lampung. Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Nasional Provinsi Bengkulu, Buyung Mutahan di Bengkulu baru-baru ini. Pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan pada tahun 2008 dan telah dialokasikan dana sebesar Rp50 milyar.

 

Menurut Buyung, relokasi jembatan ini sangat penting bagi kelancaran arus lalu lintas dari Provinsi Sumatera Barat, dan Provinsi Bengkulu menuju ke Provinsi Lampung dalam hal ini ke arah Jakarta yang menggunakan Jalan Lintas Barat Sumatera.

 

Jembatan Air Manula yang lama kondisinya saat ini sudah tidak memadai untuk lalu lintas berat seperti truk-truk tronton karena rangka baja atas dan pondasi tiang jembatan mengalami korosi akibat terkena air laut. Hal ini disebabkan karena posisi jembatan yang berada tidak jauh dari laut yakni sekitar 30 meter. Jembatan Air Manula yang baru rencananya akan direlokasi sekitar 400 m dari jembatan lama untuk menghindari sirkulasi udara laut dan air laut.

 

Menurut Buyung  saat ini di Provinsi Bengkulu terdapat 22 buah jembatan dengan kategori kritis dengan total bentang 1.158 m, jembatan-jembatan tersebut berlokasi pada ruas jalan BengkuluBatas Lampung sebanyak 7 jembatan dengan bentang 487 m, ruas jalan BengkuluBatas Sumbar sebanyak 9 jembatan dengan bentang 442 m dan ruas jalan BengkuluBatas Sumatera Selatan sebanyak 6 jembatan dengan bentang 229 m

 

Dalam Tahun Anggaran 2007 jembatan yang dibangun pada ruas jalan BengkuluBatas Lampung ada 2 (dua) buah yaitu Jembatan Air Aru dan Jembatan Air Maras. Pembangunan Jembatan Air Aru dilaksanakan Kontraktor PT. Kharisma Kilang Kencana, dengan nilai kontrak Rp5,6 milyar berasal dari dana APBN. Konstruksi bangunan bawah jembatan tersebut pondasi tiang pancang pipa baja 400 mm, abutment beton bertulang K-250, bangunan atas rangka baja bentang 45 m Kelas A. Realisasi fisik sampai saat ini sebesar 66% dengan waktu pelaksanaan 225 hari kalender,

 

Sedangkan pembangunan Jembatan Air Maras dilaksanakan PT. Napal Putih, dengan nilai kontrak Rp4,899 milyar juga dari dana APBN. Konstruksi bangunan bawah jembatan menggunakan pondasi tiang pancang pipa baja 400 mm, abutment beton bertulang K-250, bangunan atas rangka baja bentang 45 m Kelas A. Realisasi fisik sampai saat ini sebesar 63 % dengan tenggat waktu pelaksanaan selama 225 hari kalender (Slamet).

 

Pusat Komunikasi Publik

270707


Index Berita


Tag :  

Share