|

ADB GELONTORKAN USD 400 JUTA UNTUK SANITASI PERKOTAAN

Rabu , 7 Des 2011
Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali dipercaya Asian Development Bank (ADB) untuk diberikan pinjaman bidang sanitasi hingga 10 tahun mendatang. Kali ini ADB mendanai kegiatan Metropolitan Sanitation Management Investment Program (MSMIP) sebesar USD 400 juta yang akan dilaksanakan dalam 4 tahap. Selanjutnya, pinjaman tersebut akan diterushibahkan pemerintah Indonesia kepada pemerintah daerah (pemda) yang telah memenuhi kriteria.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono saat membuka Sosialisasi MSMIP di Yogyakarta, kemarin (6/12). Sosialisasi dihadiri para pejabat terkait dari Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PU, Walikota, Bupati, Kepala Bappeda, dan Dinas PU/Tarukim di 22 kabupaten/kota calon lokasi sasaran MSMIP. Pada kesempatan itu juga hadir narasumber dari Direktorat Permukiman dan Perumahan, Bappenas; Direktorat Pengembangan PLP, Ditjen Cipta Karya; Asian Development Bank; dan Indii Facility – AUSAID.

“Sejak tahun 2010, Ditjen Cipta Karya mendapatkan tugas yang cukup besar untuk memfasilitasi pembangunan sistem pelayanan air limbah yang lebih handal, khususnya sistem sanitasi terpusat di kota Metropolitan dan kota Besar,” ujar Budi mengawali sambutannya.

Kondisi yang saat ini terjadi, lanjut Budi, masih terdapat aset yang belum dioperasikan oleh pemda dengan berbagai sebab. Antara lain, pertama, belum adanya dana yang cukup untuk membangun sambungan rumah. Kedua, belum adanya perhitungan tarif yang wajar dan mampu meng-cover biaya operasi dan pemeliharaan prasarana tersebut. Ketiga, belum dialokasikannya dana operasional yang cukup. Keempat, belum siapnya institusi pengelola serta belum siapnya kapasitas personel, dan perangkat peraturan yang memadai di daerah untuk menjalankan sistem yang telah dibangun.

“Hal ini tentunya memerlukan perhatian kita bersama agar investasi yang telah ditanamkan melalui dana APBN maupun sumber dana lainnya dapat bermanfaat dan pelayanan kepada masyarakat dapat segera terlaksana,” harapnya.

Pada tahun 2010, ADB telah mendanai kegiatan Metropolitan Sanitation Management and Health Program (MSMHP) untuk Kota Medan dan Kota Yogyakarta sebesar USD 35 juta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan air limbah dengan sistem terpusat. Namun, melihat kebutuhan infrastruktur sanitasi di kota metropolitan dan kota besar di Indonesia sangat mendesak, maka ADB kembali menyatakan minatnya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menyediakan infrastruktur air limbah dengan sistem terpusat dalam bentuk kegiatan MSMIP.

Budi Yuwono kembali mengingatkan, salah satu target MDGs tahun 2015 adalah meningkatkan pelayanan penduduk terhadap sanitasi yang layak secara nasional menjadi sebesar 62,7% dari pelayanan pada tahun 2009 yang baru mencapai angka 51,02%. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menunjukkan kepedulian melalui peningkatan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur bidang sanitasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi MSMIP, Dwityo A. Soeranto menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan selain untuk mensosialisasikan MSMIP, juga mensosialisasikan kriteria kabupaten/kota yang dapat menjadi calon lokasi, menyiapkan Readiness Criteria, dan menyeragamkan persepsi mengenai skema pelaksanaan program. (bcr/ifn)

 

 

Pusat Komunikasi Publik

071211

 

 

Tag : Sanitasi, Perkotaan, Cipta Karya  

Share