Pencarian

PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN DI SORONG

Senin , 27 Sep 2010

PEMBANGUNAN  JALAN DAN JEMBATAN DI SORONG

 

Dalam TA 2010, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Jalan dan Jembatan Sorong melaksanakan 23 paket pekerjaan yang terdiri dari 3 paket Multiyears dan 20 paket kontrak. Dari 20 paket kontak, terbagi dalam 16 paket reguler dan 4 paket APBN-P.  Demikian dikatakan Kepala SNVT Pembangunan Jalan dan Jembatan Sorong, Paulus Papang baru-baru ini di Sorong.

 

Lebih lanjut Paulus Papang mengatakan, untuk 16 paket reguler terdiri dari 10 paket jalan dengan target efektif 26,09 km, fungsional 55,89 km dan 6 paket jembatan dengan target efektif 116,07 m dan fungsional 380 m. Sebagian besar paket-paket reguler yang dikerjakan sudah hampir selesai pelaksanaannya.

 

Untuk empat paket jalan yang mendapat alokasi dana APBN-P dengan target efektif jalan 10 km dan fungsional 12,25 km. Pekerjaannya meliputi paket jalan dalam Kota Sorong, target efektif 4,50 km, fungsional 5 km dengan lebar jalan 1 +  6 + 1 m dan konstruksi HRS -WC, HRSBase. Konstruksi pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT. Akam PT. Algracia Pratama (KSO). Sedangkan paket jalan Klamono-Kambuaya dengan target efektif  2 km, fungsional 3,75 km dan lebar  jalan 1 + 5,5 + 1 m. Jalan dengan konstruksi rigid pavement. Kontraktor pelaksana adalah PT. Panca Duta Karya Abadi.

 

Paket - paket lainnya adalah paket jalan Sorong Mega dengan target efektif 1,50 km, fungsional 1,50 km dan lebar jalan 1 + 4,5 + 1 m. Kontraktor  pelaksana hdala PT. Papua Indo Mustika. Sedangkan, paket jalan Ayamaru Kebar dengan target efektif 2 km, fungsional 2 km dan lebar jalan 1 + 4,5 + 1 m. Kontraktor pelaksana adalah PT. Putra Papua Perkasa. Dalam pelaksanaan paket - paket tersebut akan dilakukan percepatan. Diiharapkan,  pada  akhir Oktober tahun ini dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal.   Percepatan tersebut atas kerjasama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X dan pihak pelaksana.

 

Kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan adalah curah hujan yang cukup tinggi. Khususnya dua bulan terakhir. Sehingga, pekerjaan overlay pengaspalan sering kali terkendala curah hujan. Namun, pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak, demikian ujar Paulus Papang. (humasbinamarga)

 

Pusat Komunikasi Publik

270910


Index Berita


Tag :  

Share