Pencarian

TOL SERANGAN - TANJUNG BENOA SEGERA DIBANGUN

Rabu , 12 Jan 2011

TOL SERANGAN - TANJUNG BENOA SEGERA DIBANGUN

 

Rencana pembangunan jalan tol pertama di Pulau Bali sudah diprogramkan untuk segera dibangun.  Jalan tol tersebut adalah ruas Serangan Tanjung Benoa sepanjang 11,5 km. Rencana pembangunan Jalan Tol Serangan - Tanjung Benoa juga telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Nasional. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan hal ini usai melantik Pejabat Eselon I dilingkungan Kementerian PU hari ini di Jakarta (12/1)

 

Empat alternatif rute yang diusulkan dalam rencana membangun jalan tol Serangan Tanjung Benoa.  Yaitu membangun jembatan yang harus memenuhi persyaratan laut dan penerbangan. Membuat terowongan. Membangun jembatan yang lebih panjang untuk menghindari angkutan laut dan udara. Dan usulan dari 4 BUMN konsorsium ( PT. Jasa Marga, PT Pelindo, PT. Angkasa Pura dan Bali Tourism Development Center), yang agak ke sebelah barat.

 

Alternatif terakhir ini merupakan rute yang agak ke barat, tetapi paling murah dari segi biaya, mudah dalam konstruksi dan diharapkan tidak mengganggu lingkungan. Untuk itu telah ditugaskan tim untuk meneliti rencana rute yang akan dibangun agar tidak merusak hutan bakau yang ada di sekitar rencana jembatan tersebut.  Hari ini telah berangkat tim untuk melihat jangan sampai pada ujung-ujung jembatan itu mengganggu lingkungan di sekitar tutur Menteri PU.

 

Dalam kesempatan sama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Gazali mengatakan, konsorsium BUMN tersebut membuat satu insiatif feasibility study jalan tol Serangan Tanjung Benoa. Rute ini berada agak sebelah barat dari rute terdahulu. Apabila rute ini disetujui, konstruksinya hampir sama dengan jalur ke bandara (Jl Sediyatmo Jakarta). Saat ini ruas tersebut masih terbuka untuk ditenderkan. Dikatakan pula bahwa ruas ini pada tahun 2008 telah ditenderkan tetapi tidak ada peminat karena kelayakannya rendah, sedang invstasinya cukup tinggi.

 

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Waskito Pandu mengatakan, rencana pembangunan jalan tol Serangan Tanjung Benoa bertujuan membuat jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan di jalan Ngurah Rai sebagai akses satu-satunya ke bandara. Selain itu, pembangunan jalan tol ini direncanakan untuk mempersiapkan pertemuan APEC pada tahun 2013 mendatang di Bali.

 

Dalam perencanaan pembangunan jalan tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali,  diajukan 4 alternatif rute jalan. Alternatif tersebut antara lain membangun jembatan seperti semula yang harus mempunyai ketinggian minimal 45 m dari atas permukaan laut. Ini dimaksudkan agar bisa dilalui kapal-kapal. Disisi lain kalau clearence nya tinggi akan mengganggu penerbangan. Perkiraan biaya yang dibutuhkan adalah Rp 1,5 triliun. Membangun terowongnan di bawah laut biayanya cukup tinggi yaitu Rp 5,1 triliun  Membangun jembatan lain yang tidak mengganggu kapal dan penerbangan biayanya Rp 2,9 triliun. Kemungkinan alternatif yang disepakati adalah pindah rute seperti yang diusulkan konsorsium BUMN agak ke barat. Jalan sepanjang 11,5 km ini diperkirakan memerlukan investasi sebesar Rp 1,36 triliun. Inilah alternatif yang kemungkinan dapat direalisasikan, jelas Waskito Pandu. (sr)

 

Pusat Komunikasi Publik

120111 

 


Index Berita


Tag :  

Share