Pencarian

KEMENTERIAN PU TERUS FASILITASI DAERAH SUSUN PROGRAM PEMBERD

Selasa , 15 Mar 2011

KEMENTERIAN PU TERUS FASILITASI DAERAH SUSUN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Cipta Karya telah memprogramkan upaya pemberdayaan masyarakat yng dijalankan dengan kemitraan bersama berbagai stakeholder, baik swasta, masyarakat dan pemerintah daerah.  Upaya ini dinilai lebih optimal dalam mencapai pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas.  Oleh karena itu Daerah dan masyarakat dituntut mampu melakukan sendiri kegiatan pengembangan ekonomi lokal setempat.

 

Kami terus memfasilitasi Daerah (Provinsi/Kab/Kota) menyusun dokumen perencanaan terpadu yang dikenal dengan Rencana Program Investasi Jangka Menangah (RPIJM) dalam rangka mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di tanah air, ungkap Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya, Antonius Budiono dalam Seminar bertajuk Reinventing Pemberdayaan Mayarakat Munuju Indonesia Masa Depan hari ini di Jakarta (15/3).

 

Menurut Antonius, dokumen ini lebih mencerminkan perencanaan terpadu secara partisipatif oleh kabupaten/kota karena menggamarkan rencana kegiatan multi tahun, sektor, multi sumber dana serta masyarakat dan dunia usaha. Ditambahkan hingga saat ini terdapat 468 kabupaten/kota yang telah menyusun dokumen RPIJM. Dengan demikian, ucap Antonius pemberdayaan masyarakat ke depan bisa lebih meningkat secara bersamaan.

 

Program pemberdayaan terbagi dua melalui pendekatan kewilayahan dan pendekatan sektor. Kewilayahan meliputi perkotaan (PNPM Mandiri Perkotaan) dan perdesaan (program Program Pemberdayaan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).  Sementara Pendekatan Sektor meliputi air minum (Pamsimas) dan Sanitasi (Sanimas).

 

Program PNPM Mandiri Perkotaan (2010) telah dilaksanakan di 10.948 Kelurahan dan program PPIP untuk 3.900 desa dan 237 kecamatan.  Tahun 2014 target PNPM Mandiri Perkotaan direncanakan di 10.948 keluruhan. Sedangkan target PPIP adalah 8.803 desa.  Program Pamsimas melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  perdesaan untuk 1.320 desa dan target sanimas melalui sanitasi On site untuk 210 kawasan.

 

Sementara itu, untuk program Pamsimas (2010) telah dilaksanakan 1.320 desa. Dan Program Sanimas di 30 kawasan.  Artinya selama 4 tahun ke depan akan ada penambahan masing-masing 28 dan 14 persen, tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Amythas (perusahaan konsultan) nasional, Erie Heryadi menjelaskan, pemerintah menilai pemberdayaan masyarakat memiliki nilai strategis dalam menanggulangi kemiskinan di tanah air. Dan paradigma baru yang dianggap cocok untuk menanggulangi kemiskinan adalah pendekatan partisipatif yakni konsensus dan komitmen bersama semua pihak yang terkait, baik pusat maupun di daerah.

 

Paradigma baru ini dikenal dengan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK) atau dikenal dengan Poverty Reduction Strategy. SNPK jadi masukan penajaman aspek pemberdayaan masyarakat yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) 2010-2014, tambah Erie saat mendampingi Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya.

 

Dikatakan, saat Indonesia mengalami krisis multi-dimensi (1998). Saat itu tingkat angka pengangguran cukup tinggi yang berdampak pada semakin bertambah  jumlah masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Paradigma yang diterapkan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat adalah pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat dan bersifat massal.

 

Hingga sekarang, ucap Erie dalam rangka menanggulangi kemiskinan masih dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas, sejalan dengan kondisi kemiskinan yang tergolong masih tinggi yakni sekiatr 31 juta jiwa atau 13,3% berdasarkan Badan Statistik Nasional (BPS) tahun 2010.

 

Diakui, Seminar diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari jadi ke-40 PT Amyhas dan Associates sebagai bentuk sumbang peran dalam rangka mendukung pelaksanaan Kebijakan PMPM  Mandiri yang dicanangkan pemerintah.  Erie berharap melalui Seminar ini nantinya mampu menginspirasi seluruh pihak terkait serta mampu mewujudkan kesepahaman dan penyegaran tentang filosofi dan konsepsi ideologis pemberdayaan masyarakat.

 

Lebih dari itu, hasil dari Seminar diharapkan dapat menjadi acuan substantif bagi upaya pemerintah untuk merumuskan konsep dan strategi PNPM Mandiri pasca 2014 mendatang. Sedangkan Antonius  berharap dari hasil Seminar bisa menghasilkan pemikiran yang kreatif dapam mencapai sasaran khususnya dalam mengurangi angka kemiskinan di tanah air. (Sony)

 

Pusat Komunikasi Publik

150311

 

 

 


Index Berita


Tag :  

Share