|

PENUTUPAN SALURAN PENGELAK BENDUNGAN GONGGANG

Senin , 12 Des 2011

PENUTUPAN SALURAN PENGELAK BENDUNGAN GONGGANG

 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Hari Suprayogi melakukan penutupan Pembangunan Saluran Pengelak Bendungan Gonggang, di Magetan, Jawa Timur (9/12). Turut  hadir Bupati Magetan, Sumantri, pemerhati Sumber Daya Air, Widagdo serta masyarakat sekitar. Penutupan saluran pengelak Bendungan Gonggang diawali dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Magetan, Sumantri.

 

Tujuan dibangunnya Bendungan Gonggang adalah untuk mengatasi kekurangan air irigasi dan memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat sekitar waduk; penyediaan suplai air baku bagi masyarakat di kecamatan Poncol, Parang, lembeyan dan ngariboyo sebesar 50 lt/jiwa/hari dan peningkatan intensitas tanam yaitu lahan sawah dan ladang dari 100% menjadi 150%. Serta, menambah air suplai air irigasi untuk lahan di hilir bendungan dengan sistem irigasi teknis pada musim kemarau. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan petani dengan area tanam padi dan palawija serta mendukung perkembangan pariwisata dan pengendalian banjir.

 

Pembangunan Bendungan Ginggang merupakan pengembangan sarana dan prasarana bidang PU yang merupakan tugas pokok dan fungsi dari kementerian PU. Keberadaannya sangat diharapkan masyarakat Magetan bagian selatan. Yaitu Kecamatan Poncol, Ngariboyo dan Lembeyan yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari hasil pertanian. Potensi sungai Gonggang sudah diidentifikasi oleh proyek pengembangan dan konservasi SDA Bengawan Solo sejak tahun 1995 dan dilanjutkan dengan pengerjaan pra design waduk lapangan Genilangit di Desa Genilangit Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

 

Waduk Gonggang mempunyai tinggi bendungan 60 m, panjang bendungan bagian atas 241 m, volume tubuh bendungan 945.898 m3, dengan grow storage 2,2 juta m3.

 

“Kini pembangunan waduk gonggang telah selesai dan saluran pengelak telah siap untuk ditutup sehingga pada musim penghujan bulan desember tahun 2011 bendungan telah siap untuk diisi. Diharapkan dapat berfungsi dengan baik bagi masyarakat,” jelas Hari Suprayogi.

 

Bupati Magetan, Sumantri, mengatakan bahwa Magetan menginginkan terwujudnya kesejahteraan Magetan yang adil dan makmur bagi masyarakat.Untuk itu dibuat program prioritas pembangunan daerah magetan yang diantaranya yaitu pendidikan, pertanian, pariwisata dan industri, dengan menitikberatkan pada bidang pertanian.  karena 60% mata pencaharian penduduk adalah bertani maka kita harus berusaha untuk meningkatkan pendapatan petani dan untuk mengatasinya kita dihadapkan pada berbagai masalah yang diantaranya adalah berkurangnya persediaan air khususnya di musim kemarau.

 

“Dengan adanya bendungan Gonggang, yang fisik bangunan dibiayai dari APBN dan kabupaten magetan untuk pembebasan lahannya, diharapkan bendungan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat magetan untuk jangka waktu yang sangat lama sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani di Magetan dan sekitarnya,” kata Sumantri. (datin SDA/ind)

 

Pusat Komunikasi Publik

121212

 

 

Pusat Komunikasi Publik

121211

 

 

Tag : Bendung Gonggang  

Share