|

MOU JEMBATAN MERAH PUTIH DI AMBON

Selasa , 26 Jul 2011

MOU JEMBATAN MERAH PUTIH DI AMBON

Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto menyaksikan penandatanganan  kontrak pembangunan fisik Pengawasan Pembangunan Jembatan Merah Putih Ambon-Maluku, Selasa (26/7) di Jakarta. Penandatanganan kontrak pembangunan fisik dilaksanakan oleh Kasatker Jembatan Merah Putih Chris Lasmono dengan Yoga Purwono dari PT Wijaya Karya. Sedangkan kontrak pengawasan pembangunan dilaksanakan oleh Kasatker P2JN Provinsi Maluku Stanley Tuapattinaja dan PT Virama Karya Baria Satyagraha.

Jembatan Merah Putih memiliki total panjang 1.060 meter. Terdiri dari jembatan pendekat arah Galala sepanjang 440 m, pendekat arah Poka 320 m dan bentang tengah 300 m. Biaya yang dibutuhkan untuk kedua jembatan pendekat arah Galala dan Poka sekitar Rp 249,6 miliar. Sedangkan untuk bentang tengah diperkirakan sekitar Rp425 miliar.

Ground breaking Jembatan Merah Putih rencananya dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2011, bersamaan dengan ulang tahun Ambon,” ujar Djoko usai penandatangan kontrak pembangunan Jembatan Merah Putih Ambon di Jakarta. Jembatan tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi pada akhir 2014 atau awal 2015. Untuk itu, Djoko meminta agar satuan kerja dan kontraktor pelaksana melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal kontrak.

Rencana pelaksanaan lelang untuk bentang tangah juga akan dilaksanakan tahun ini dengan pelaksanaan fisik dimulai awal 2012. Saat ini rencana persiapan lelang baru tahap finalisasi desain dan amdal proyek. Untuk pengalokasian, alokasi anggaran proyek dibagi dalam tiga tahun anggaran yakni 2011 sebesar Rp99,975 miliar, 2012 sebesar Rp115 miliar, dan sisanya yakni Rp34,63 miliar dialokasikan pada 2013.

Kepala Balai pelaksanaan Jalan IX Kementerian Pekerjaan Umum Jefrey Pattiasana mengatakan anggaran pembangunan proyek itu berasal dari APBN murni dengan alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp99,975 miliar. Pembebasan lahannya sudah diselesaikan sejak lama, dengan anggaran sekitar Rp15 miliar yang berasal dari sharing APBN dan APBD

Tujuan dibangunnya Jembatan Merah Putih untuk mempercepat jarak tempuh ke pintu keluar Bandara Pattimura, serta kawasan Jazirah Leihitu KabupatenMaluku Tengah. Sehingga, dapat mengurangi biaya operasi kendaraan. Selain itu juga menunjang pengembangan Kawasan Telaga Kodok, Rumah Tiga dan Hative Besar sebagai kawasan pertumbuhan baru dan menunjang pengembangan fungsi kawasan Poka sebagai kawasan pendidikan dan permukiman, serta kawasan pertumbuhan baru di kawasan Telaga Kodok, Rumah Tiga dan Hative Besar.(ind)

Pusat Komunikasi Publik

260711

 

 

260711

 

 

Tag :  

Share