|

220 KABUPATEN/KOTA MINATI PROGRAM PPSP

Selasa , 23 Agu 2011

220 KABUPATEN/KOTA MINATI PROGRAM PPSP

Sebanyak 220 kabupaten/kota berminat mengikuti Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) untuk tahun 2012. Jumlah ini meningkat daripada tahun2011 yang diikuti 70 kabupaten/kota. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian kabupaten/kota dan juga provinsi pada sektor sanitasi yang memang sudah sangat mendesak untuk ditangani. Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Budi Yuwono selaku keynote speaker dalam acara Sosialisasi Pemantapan Persiapan Pelaksanaan Program PPSP dan Penetapan Kabupaten/KotaTahun 2012 di Jakarta, Senin (22/8).

Menurut Budi, melalui program PPSP ini, pemerintah mencoba membangun kepedulian bersama untuk lebih sadar sanitasi dan dapat melakukan upaya pembangunan sampai dengan dioperasikannya sarana yang telah dibangun guna memenuhi tuntutan masyarakat untuk dapat hidup di lingkungan yang bersih dan sehat. Program PPSP membantu pemerintah daerah (pemda) membangun kepedulian, menyusun dokumen perencanaan serta melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik dalam kurun waktu yang singkat dengan bantuan dari berbagai kementerian terkait.

Budi menambahkan, dana APBN akan disediakan bagi kabupaten/kota yang bersedia menganggarkan dana yang cukup untuk kegiatan yang menjadi tanggung jawab daerah. Sebagai contoh, pemerintah pusat (dalam hal ini Ditjen Cipta Karya) siap mendampingi dana daerah untuk pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) berserta jaringan pipa pengumpul, dengan syarat pemda sudah siap dengan pembangunan jaringan pipa pengumpul dan sambungan rumah, serta dana operasionalnya.

Demikian juga dengan pembangunan TPA, pemerintah pusat akan membantu jika daerah telah siap dengan lahan yang ada dan memenuhi persyaratan.  Untuk  sektor drainase, pemerintah pusat juga akan membantu pembangunan saluran primer dengan syarat pemda telah siap dengan pembangunan saluran sekunder dan tersier.

“Keterlibatan daerah dalam program PPSP ini memang sudah semestinya. Kita pernah membangun pengolahan limbah di Yogya dan Bandung dan telah berusia 10 tahun, namun baru beroperasi 30%. Hal-hal seperti  ini yang tidak kita inginkan,” kata Budi.

Sementara itu, PLH Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni mengatakan, salah satu target Millennium Development Goals (MDGs) di Indonesia adalah masalah sanitasi. Untuk itu, program PPSP ini merupakan salah satu  program prioritas nasional yang telah dilaksanakan secara bertahap, mulai tahun 2010 sampai dengan 2014. Sasaran dari program ini adalah kota-kota  metropolitan, ibu kota provinsi, kota yang berstatus otonom, dan kota yang kondisi sanitasinya rawan.

“Program PPSP ini dimaksudkan sebagai program pembangunan sanitasi menyeluruh yang terintegrasi dari pusat hingga ke daerah oleh seluruh stakeholder yang ada, baik pemerintah maupun non pemerintah di seluruh tingkatan pemerintahan,” kata Diah. (dvt/ifn)

Pusat Komunikasi Publik

230811

 

 

230811

 

 

Tag :  

Share