Pencarian

WapresRI Kukuhkan Irjen PU Sebagai KetuaUmum Presidium AAIPI

Rabu , 19 Des 2012

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono mengukuhkan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Basoeki Hadimoeljono sebagai Ketua Umum Presidium Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) sekaligus mengukuhkan kepengurusan AAIPI hari ini (19/12) di Kantor Wapres RI di Jakarta.

Wapres Boediono mengatakan auditor intern pemerintah saat ini masih dalam keterbatasan kualitas. Dari hasil survei pada 2010-2011, diketahui bahwa hampir 95% auditor intern pemerintah masih berada pada tingkat keahlian pemula. Diharapkan dengan berdirinya AAIPI ini, baik kualitas para auditor intern maupun kualitas organisasi bisa meningkat signifikan.

“Dari indikator kualitas auditor tadi, terlihat masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan peran auditor, kapasitas dan prestasinya. Auditor internal ini sangat vital untuk mendongkrak ketaatan dalam menerapkan prinsip good governance,”  tutur Budiono pada sambutannya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, Wamen PU Hermanto Dardak, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, Kepala Badan Kepegawaian Nnegara Eko Sutrisno dan seluruh Inspektur Jenderal dan Inspektur di Kementerian/Lembaga maupun tingkat Pemerintah Daerah.

Boediono berharap bahwa asosiasi profesi ini jangan hanya membina hubungan sosial saja, tetapi juga sebagai asosiasi yang dapat meningkatkan derajat, prestasi, kinerja dan kualitas anggotanya. Lebih khusus Budiono berharap kepengurusan AAIPI ini menyusun secara sistematik untuk peningkatan level para auditor tersebut.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Umum Presidium AAIPI, Basoeki mengatakan bahwa tugas pertamanya adalah menyusun kode etik dan standar audit. AAIPI akan bertindak sebagai organisasi yang mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan kode etik dan standar audit yang nantinya akan dipakai oleh seluruh aparat pengawas intern.

“Dengan adanya organisasi yang authorize untuk mengeluarkan kode etik dan standar audit yang nanti dipakai seluruh aparat pengawas intern, jadi secara nasional maupun internasional akan diakui bahwa itulah kode etik dan standar audit di Indonesia,” tambah Basoeki.

Basoeki menjelaskan bahwa selama ini auditor hanya melaksanakan tugasnya berdasarkan kode etik di kelembagaannya masing-masing.

Berbicara mengenai kompetensi, Basoeki menjelaskan bahwa AAIPI tidak akan bisa bekerja sendiri dan tetap akan menginduk pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), karena Basoeki berkeyakinan bahwa satu-satunya institusi yang mempunyai kompetensi di bidang auditing hanya BPKP.

Sementara itu Dewan Pembina AAIPI Mardiasmo mengatakan bahwa secara nasional 93,96 persen auditor intern pemerintah masih berada di level 1 (initial), selanjutnya 5,74 persen berada di level 2 (infrastructur) dan hanya 1 APIP yang berada di level 3 (integrated). Selain itu juga Mardiasmo menambahkan saat ini dibutuhkan 40.000 tenaga auditor baru, karena saat ini baru terdapat 8000 tenaga auditor.

”Dengan memperhatikan kondisi tersebut diperlukan suatu wadah/organisasi bagi auditor intern pemerintah sebagai sarana penguatan dan peningkatan profesionalisme pengawasan intern pemerintah,” tambah Mardiasmo.

Selain pengukuhan, Wapres RI juga sekaligus membuka Seminar yang akan di laksanakan di Kantor Kementerian PU di hari yang sama dengan tema ”Peran AAIPI dalam pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia”. (nrm)

Pusat Komunikasi Publik

191212

Index Berita

Pusat Komunikasi Publik
Tag : auditor, aaipi, irjen, inspektorat, wapres boediono  

Share