|

Dukungan Infrastruktur Pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis , 27 Des 2012

Saat ini industri Jasa Konstruksi mendapat sorotan banyak pihak di berbagai negara, mengingat sumbangsihnya yang signifikan terhadap banyak sektor terutama ekonomi. Hingga ditargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014 minimal 7 persen, suatu pencapaian yang harus didukung oleh Infrastruktur yang baik secara fisik maupun dari sisi sumber daya manusianya.

 

“Kita lihat pertumbuhan manufaktur hingga menyumbang GDP (Gross Domestic Product-red) Nasional tertinggi tahun lalu tidak lain karena dukungan Infrastruktur”, ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak pada forum Rapat Koordinasi Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Tahun Anggaran 2012 Tim Pembina Jasa Konstruksi Nasional (TPJKN), Kamis (27/12).

 

Di samping kebutuhan memperkuat struktur sektor konstruksi, satu hal yang patut menjadi perhatian adalah agar setiap sektor saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan pada umumnya.

 

Tim Pembina Jasa Konstruksi sangat perlu untuk menyadari perkembangan yang terjadi di masyarakat dan mungkin berpengaruh terhadap sektor konstruksi. Salah satunya mengenai isu Upah Minimum Regional (UMR) dan sistem Outsourcing yang baru-baru ini menjadi perhatian banyak pihak.

 

Apakah dengan adanya standar UMR yang baru, berpengaruh terhadap industri konstruksi. Atau dengan tuntutan semua pekerja menjadi pegawai tetap, akan mempengaruhi semangat para kontraktor. Mengingat pekerjaan konstruksi cenderung tidak tetap, tergantung proyek.

 

Untuk itulah, menurut Wakil Menteri PU, TPJKN perlu membuat peta kebutuhan dan aksi nyata yang harus dilaksanakan sesuai kondisi masing-masing daerah. Minimal, dikatakan Hermanto Dardak, peta tersebut dapat menyesuaikan dengan rencana MP3EI.  Sementara itu faktor dari luar juga jangan sampai luput dari perhatian TPJKN.

 

Kita ketahui saat ini ‘center of gravity’ dunia tertuju pada Asia, di saat ekonomi Eropa dan Amerika justru malah mengalami goncangan. Indonesia harus bersiap, tidak terkecuali sektor konstruksinya. Hingga saatnya pelaku asing menyerbu masuk, Indonesia tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

 

Di saat yang sama Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Bambang Goeritno menyampaikan mengenai fenomena kecilnya marjin keuntungan yang didapatkan BUMN Indonesia bila dibandingkan dengan asset dan modalnya yang tidak kecil.

 

“Bahkan BUMN konstruksi Nasional rata-rata hanya memperoleh 2,5 sampai dengan 4 persen keuntungan,” ungkap Bambang Goeritno.

 

Satu hal yang perlu diteliti lebih lanjut oleh TPJKN, agar jangan sampai hal tersebut menjadi salah satu penyebab banting-bantingan harga di kalangan penyedia jasa. Pada forum Rakor tersebut, beberapa agenda penting yang disampaikan antara lain, perkembangan peraturan perundang-undangan bidang Jasa Konstruksi dan Lembaga yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Usaha dan Kelembagaan Ismono.

 

Agenda lainnya ialah materi kebutuhan akan tenaga ahli Quantity Surveyor di Indonesia yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Tri Djoko Waluyo, Dispute Board sebuah alternatif penyelesaian sengketa yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Sarwono Hardjomuljadi, dan Agenda percepatan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Panani Kesai. (tw/hl)

 

Pusat Komunikasi Publik

271212

 

 

Pusat Komunikasi Publik

271212

 

 

Tag :  

Share