|

Akhir 2015, Target Layanan PDAM Makassar 80 Persen

Rabu , 13 Feb 2013

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menargetkan cakupan layanan air minum sebesar 80 persen pada akhir 2015. Berdasarkan data PDAM yang telah diaudit pada akhir 2011, cakupan layanan PDAM Kota Makassar saat ini baru 62,56 persen atau 154 ribu sambungan rumah.

 

"Kita targetkan 80 persen sesuai ketetapan MDGs (Millenium Development Goals-red). Namun kendalanya, pipa-pipa eksisting kita sebagian masih peninggalan jaman Belanda," ucap Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin saat menerima rombongan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi V DPR-RI hari ini, Rabu (13/2) di Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Sesuai perkembangan Makassar, kebutuhan akan layanan air bersih di kota tersebut tumbuh dengan signifikan. Kapasitas produksi air yang hanya 2.340 liter per detik dirasa tidak lagi mencukupi. Menurut Ilham, sekarang jumlah daftar tunggu pelanggan baru PDAM mencapai 62 ribu rumah tangga. Untuk itu dalam waktu dekat PDAM Makassar akan menambah kapasitas produksi airnya.

 

"Kita akan tambah 500 liter per detik dengan bekerja sama dengan swasta. Nantinya tambahan itu akan lebih digunakan untuk kawasan Makassar timur yang jumlah daftar tunggu pelanggan barunya lebih dari 40 ribu," terangnya.

 

Salah satu kendala untuk meningkatkan cakupan pelayanan air PDAM Kota Makassar ialah masih sangat tingginya tingkat kebocoran yang mencapai 48,6 persen. Ilham menuturkan, penyebab hal tersebut diantaranya sudah tuanya pipa-pipa saluran air yang telah beroperasi sejak 1924. Pipa tersebut sangat mendesak untuk diganti dan direlokasi.

 

Permasalahan lainnya ialah besarnya nilai hutang jatuh tempo PDAM Makassar yaitu Rp121,3 miliar. Meskipun dalam dua tahun terakhir PDAM Makassar berhasil meraih keuntungan, namun nilai keuntungan tersebut masih dibawah nilai kewajiban membayar hutang setiap tahunnya. Untuk itu, Ilham mengharapkan proses penghapusan hutan PDAM yang dilakukan Pemerintah dapat dilakukan secepatnya.

 

"Nantinya bila hutang sudah dihapus, maka kemampuan finansial PDAM akan meningkat dan dapat digunakan untuk pengembangan layanan. Sehingga target 80 persen besar kemungkinan lebih cepat dipenuhi," kata Walikota Makassar.

 

Ketua Rombongan Kunker Komisi V DPR-RI ke Makassar Roem Kono mengatakan, kunjungan mereka ke PDAM Makassar merupakan tindak lanjut terhadap Surat Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai penghapusan hutang lima PDAM yang memiliki hutang senilai diatas Rp100 miliar. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 120 tahun 2008 penghapusan hutang PDAM diatas Rp100 miliar dilakukan Presiden dengan persetujuan DPR.

 

"Sebelum kesini, kami juga sudah mengunjungi PDAM Kota Semarang dan PDAM Palembang," ujar Roem Kono.

 

Selain PDAM Makassar, PDAM Semarang dan PDAM Palembang, dua PDAM lainnya yang juga memiliki hutang diatas Rp100 miliar ialah PDAM Kabupaten Tangerang dan PDAM Kota Bandung. Hasil Kunker ini, sebut Roem Kono nantinya akan dibahas oleh Komisi V DPR untuk kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR-RI. (rnd)

 

Pusat Komunikasi Publik 

130213

 

 

Pusat Komunikasi Publik

130213

 

 

Tag : ditjen cipta karya  

Share