Pencarian

REKOMPAK: Model Pas untuk Bencana

Kamis , 11 Apr 2013

Pendekatan program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) terbukti berhasil. Sebagai model rekonstruksi perumahan dan permukiman di Indonesia, model ini memungkinkan terbangunnya kembali perumahan masyarakat secara cepat sesuai standar keteknikan sebagai bangunan tahan gempa. Selain itu juga  mendukung transparansi dan akuntabilitas.

 

Demikian disampaikan Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Guratno Hartono dalam lokakarya di Yogyakarta. Lokakarya tersebut membahas Pembelajaran Rekonstruksi Perumahan Pascabencana Berbasis Masyarakat.

 

Lokakarya dilaksanakan oleh World Bank Indonesia dalam rangka peluncuran buku yang berjudul Rekompak: Membangun kembali Masyarakat Indonesia Pascabencana,’ Buku tersebut memuat model inovatif dari pembangunan permukiman pascabencana berbasis komunitas dengan skema REKOMPAK atas dukungan dana dari Multi Donor Fund (MDF) dan Java Reconstruction Fund (JRF). Dalam kegiatan ini, Direktorat Jenderal Cipta Karya menjadi executing agency untuk pelaksanaan Rekompak.

 

Sekitar 60 praktisi rekonstruksi perumahan pascabencana dari berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia menghadiri lokakarya ini. Termasuk perwakilan dari Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, dan BPBD dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

 

“Pendekatan ini telah secara signifikan meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab diantara para anggota masyarakat. Penduduk desa sangat bangga bahwa mereka telah membangun kembali desa dan kehidupan mereka,” pungkas Guratno.

 

Pada lokakarya ini, Guratno juga berkesempatan untuk membagikan beberapa buku best practise dan Standard Operating Procedure pelaksanaan REKOMPAK di Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Barat kepada beberapa pemangku kepentingan.

 

Peserta juga berkesempatan untuk bertemu dengan para penerima manfaat proyek di hunian tetap Pager Jurang, Karang Kendal, dan Batur di kawasan Merapi serta Hunian Tetap Jejeran I dan Wonokromo I di Bantul yang terdampak bencana gempa bumi.

 

Sebagai informasi, REKOMPAK telah membangun kembali atau merehabilitasi ribuan rumah dan prasarana masyarakat yang terkena dampak bencana dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, Rekompak telah mengintegrasikan elemen-elemen pemastian mutu yang ketat, pengurangan risiko bencana, pelestarian lingkungan, dan konservasi warisan budaya dalam model ini. Pendekatan berbasis masyarakat juga jauh lebih ekonomis ketimbang penggunaan kontraktor untuk rekonstruksi perumahan dan prasarana yang berskala besar. (meizar-rekompak/bcr)

 

Pusat Komunikasi Publik

110413

Index Berita

Pusat Komunikasi Publik
Tag :  

Share