|

Penanganan Jalan Pantura Jawa

Kamis , 25 Apr 2013

Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Jalan nasional sepanjang 1341 Kilometer (Km) tersebut setiap harinya dilalui hingga 40 ribu kendaraan yang sebagian besar truk logistik.


Menyadari vitalnya peran jalan Pantura, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana penanganan cukup besar setiap tahunnya. Pada tahun ini, Kementerian PU menganggarkan Rp1,28 triliun untuk penanganan jalan tersebut.


Penanganan Pantura dilakukan sepanjang tahun tidak hanya ketika menjelang arus mudik Lebaran. Namun, karena Lebaran merupakan hajat nasional Kementerian PU memang memberikan perhatian khusus menyambut hari besar umat Islam tersebut.


Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Djoko Murjanto yang meninjau penanganan Pantura ruas Cirebon-Tegal pada Rabu (24/4), mengatakan pihaknya setiap tahun mengidentifikasi kebutuhan penanganan jalan tersebut untuk program tahun depannya.


"Walau anggaran tahunan lebih dari Rp1 triliun, namun peruntukkannya didominasi untuk pemeliharaan rutin dan berkala, untuk bangun jalan barunya per tahun kira-kira hanya 20 Km," tutur Djoko.


Besarnya alokasi pemeliharaan disebabkan panjang Pantura yang mencapai 1.341 Km. Dengan anggaran senilai Rp4,68 triliun dalam empat tahun terakhir, Kementerian PU berhasil merealisasikan kondisi baik dan sedang (mantap)  Pantura sebesar 97,85 persen.


"Kini Pantura yang kondisinya tidak mantap hanya 2,14 persen atau sepanjang 28 Km. Yang kondisinya rusak berat hanya 500 meter di Banten," lanjutnya.


Dalam peninjauan Pantura ruas Jabar-Jateng kali ini, Djoko diantaranya melihat penanganan Jembatan Bandengan A di Cirebon. Jembatan tersebut merupakan satu dari lima jembatan pada Pantura Jabar yang mendapatkan pemeliharaan berkala pada 2013.


Dirjen Bina Marga menuturkan, pada   penggantian gelagar jembatan Bandengan digunakan teknik pracetak beton. Dengan cara tersebut penanganan berlangsung lebih singkat. Upaya tersebut merupakan terobosan Kementerian PU dalam penanganan Pantura.

 

Selain Bandengan, empat jembatan Pantura Jabar yang mendapat pemeliharaan berkala yaitu Kebarepan, Pilangsari, Waru Dumur dan Rawa Urip. Alokasi dana untuk penanganan seluruh jembatan yang berada pada ruas jalan nasional Palimanan-Cirebon-Losari tersebut senilai Rp6,85 miliar.


Dalam tinjauannya tersebut, Djoko juga mendatangi Jembatan Pemali yang rusak akibat lalu lintas kendaraan berat. Melihat padatnya arus kendaraan yang melalui dan datangnya Hari Raya Lebaran dalam hitungan bulan, upaya Kementeriaan PU saat ini ialah menjaga jembatan fungsional hingga arus Lebaran usai.


"Setelah lebaran, baru kira lakukan perbaikan permanen dengan beton. Kita juga akan membuat jembatan darurat bailey disampingnya, namun masih menunggu pembebasan tanah oleh Dinas daerah," ungkap Djoko.


Lebih lanjut Djoko menyoroti beban berlebih (overloading) dari truk logistik yang melintas di Pantura. Jalur utama di Jawa tersebut didesain dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) sebesar 10 ton, namun bawaan kendaraan yang lewat jauhi melebihinya bahkan hingga 90 ton. Dia menyayangkan hal tersebut karena berakibat memperpendek usia pelayanan jalan. (rnd)


Pusat Komunikasi Publik

240413

 

 

Pusat Komunikasi Publik

250413

 

 

Tag :  

Share