ANALISA PERSANDINGAN

PROVINSI JAMBI

DALAM PETA RTRWP, PPWI 2004, PETA CITRA SATELIT

 

 

 

Provinsi Jambi memiliki sektor unggulan perkebunan dan pertanian tanam pangan, beberapa kawasan dalam tata ruang provinsi diarahkan untuk kegiatan tersebut. Dukungan prasarana wilayah untuk merealisasikan kebijakan tersebut di identifikasi melalui analisa persandingan, Data-data yang dipergunakan dalam proses analisa persandingan ini berasal dari :

 

1.  Peta Rencana Tata Ruang Wilayah  ( RTRW ) Provinsi  Jambi tahun 2001

2.  Peta Prasarana Wilayah Indonesia ( PPWI ) 2020  untuk Provinsi Jambi tahun 2004.

3.  Peta Citra Satelit Wilayah Provinsi Jambi tahun 2001.

 

Dalam peta rencana tata ruang Propinsi Jambi,   pemanfaatan ruang dibagi menjadi Kawasan Budidaya hutan produksi tetap, Kawasan budidaya hutan produksi terbatas, kawasan cagar biosfer, kawasan hutan lindung, kawasan hutan lindung gambut, kawasan hutan nasional Kerinci Seblat, kawasan taman nasional berbak, sempadan sungai. Pemukiman, taman hutan raya, kawasan perkebunan. Kawasan lindung sebagian besar terdapat di bagian timur Provinsi serta relatif sedikit di bagian barat serta di bagian tertentu untuk perlindungan setempat. Kawasan budidaya terdapat pada bagian tengah.

 

Arahan kegiatan utama/unggulan Provinsi yakni berupa pertanian, kehutanan dan perkebunan memanfaatkan ruang kegiatan di bagian tengah Provinsi yaitu di wilayah Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Sarolangun di bagian Timur serta di bagian baratnya adalah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muara Jambi. Untuk kawasan lindung sebagian besar terdapat di Kabupaten Menrangin dan Kabupaten Kerinci.

Dalam rencana tata ruang Provinsi maka terlihat Jambi merupakan pusat pelayanan Primer dengan pusat pelayanan sekundernya adalah Ibukota Kabupaten dalam Provinsi Jambi dan selanjutnya kota pelayanan tersier terdapat di Ibukota Kecamatan.

 

Peta prasarana wilayah memperlihatkan penyebaran dan dukungan prasarana wilayah terdapat sebagian besar pada kawasan-kawasan di bagian tengah provinsi, tertutama kawasan yang memiliki fungsi budidaya,  di kawasan lindung di bagian Barat dan Timur relatif sedikit dukungan prasarana, ini mengingat daerah tersebut merupakan kawasan lindung yang bebas dari intervensi kegiatan luar. Bagian kawasan lindung Kerinci Seblat yang terletak di dua Kabupaten; Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Bungo memiliki karakteristik dengan kawasan pemukiman terdapat dalam kawasan lindung, terutama kawasan sekitar danau kerinci dan di Kecamatan Langkat. Kawasan-kawasan ini dihubungkan dengan jaringan jalan yang menghubungkan dengan kawasan pemukiman lain di luar Kawasan Lindung Kerinci Seblat.

 

Di dalam peta RTRW tersebut  terlihat  kawasan-kawasan lindung mendapat pengaruh langsung  dengan wilayah lainnya melalui prasarana jalan, kawasan perkebunan dan hutan produksi terbatas yang memungkinkan adanya interupsi kegiatan ke kawasan yang perlu dijaga kelestariaannya, dan  hal ini dipat dilihat dengan besarnya perubahan disekitar kawasan lindung tersebut melalui peta citra satelit, dimana kawasan disekitar hutan lindung telah banyak terbuka.

 

Selain prasarana jalan yang diperlukan dalam proses produksi tersebut, maka prasarana pelabuhan sebagai jalur ekspor juga sangat dibutuhkan. Dalam prasarana ini maka untuk pelabuhan ekspor di provinsi Jambi telah dikembangkan jalur ekspor melalui pelabuhan laut yang memungkinkan untuk kegiatan tersebut. Pelabuhan ini berada di Kota Jambi yang dikembangkan dari pelabuhan lama yang berada di sungai Batanghari, tetapi dengan semakin besarnya potensi ekspor dari kawasan belakang, yang berupa hasil kayu olahan, perkebunan dan sebagainya maka dikemudian hari akan membutuhkan prasarana yang lebih besar dan efisien. Sedikit perubahan pemanfaatan ruang pada kawasan dibagian utara Kota Jambi, pada RTRWP. Kawasan ini merupakan kawasan lindung sedangkan pada peta Citra satelit perubahan penampilan menjadi kemerah-merahan, sedangkan tampilan warna hijau tua jmengindikasikan kondisi hutan yang baik.