ANALISA PERSANDINGAN

PROVINSI SUMATERA SELATAN

DALAM PETA RTRWP, PPWI 2004, PETA CITRA SATELIT 2003

 

 

Pada waktu disusunnya PPI 1998,  Pulau Bangka dan Belitung masih masuk dalam kesatuan Wilayah Provinsi Sumatera Selatan berdiri sebagai wilayah administrasi Kabupten Bangka dan Kabupaten Belitung.  Melalui pemekaran wilayah maka kedua (2) kabupaten tersebut terpisah dari Provinsi Sumatera Selatan sebagai Provinsi Induknya dengan demikian maka terjadi pemisakan prasarana wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung demikian juga maka dibutuhkan Rencana Tata Ruang Provinsi sebagai perwujudan kebijakan dan arahan pembangunan kawasan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Analisa persandingan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana dukungan prasarana wilayah dalam upaya perwujudan pembangunan melalui Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah.

 

Data-data yang dipergunakan dalam proses analisa persandingan ini berasal dari :

 

  1. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Provinsi  Sumatera Selatan

2.      Peta Prasarana Wilayah Indonesia ( PPWI ) 2020  untuk Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2004.

3.      Peta Citra Satelit Wilayah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2003.

 

Dari Peta Rencana Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan tersebut  maka pemanfaatan ruang kawasan terdiri dari:

 

    1. Kawasan Non Budidaya yang terdiri dari : Hutan Lindung, Hutan Suaka Alam, Lahan Konservasi. Kawasan ini tersebar di beberapa kawasan sebagaimana terlihat dalam Peta Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan
    2. Kawasan Budidaya yang terdiri dari:  Kawasan Transmigrasi, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi yang dapat di konversi, Hutan Produksi Tetap untuk Hankam, lokasi Perkebunan yang sudah ada HGU. Lokasi yang dicadangkan untuk Perkebunan, Areal Pengunaan Tanah lainnya.

 

Pemanfaatan untuk kawasan lindung terdapat di bagian Barat kawasan provinsi Sumatera Selatan dan di beberapa kawasan dengan penyebaran secara sporadis. Kawasan budidaya terdapat di bagian Timur, Tengah, Utara dalam wilayah Provinsi ini. Penyebaran demikian diakibatkan bentuk fisik lahan kawasan yang berbukit di bagian Barat dan dataran rendah di bagian Tengah dan Timur kawasan.

Struktur Ruang yang terbentuk  berdasarkan Hirarki Kota adalah: Pusat Pelayanan Utama terdapat di Kota Palembang dan pusat pelayanan sekunder di Ibukota kabupaten dalam provinsi ini dan seterusnya Pusat Pelayanan Tersiernya adalah Ibukota Kecamatan.

Semua pusat-pusat pelayanan dari pelayanan primer, sekunder sampai tersier dalam kawasan provinsi ini dihubungkan dengan prasarana jalan sesuai dengan tingkatan dan fungsi jalan.. Penyebaran prasarana bendung terdapat di wilayah dataran di sebelah Barat  mengingat daerah tersebut memiliki jumlah sungai yang besar, sedangkan di Wilayah Timur kondisi fisik kawasan terdiri dari rawa-rawa yang perlu pengelolaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Pertanian. Kawasan Industri terdapat di sekitar Kota Pelembang dengan kelengkapan pelayanan prasarana wilayah yang cukup memadai seperti jalur jaringan listrik, telepon dan beberapa hotel yang di bangun dalam kota ini.

Identifikasi kawasan melalui tampilan Peta Citra menunjukan  bahwa wilayah di bagian Barat masih ditutupi oleh vegetasi yang cukup baik sedangkan untuk Wilayah Timur telah terdapat kegiatan-kegiatan sesuai dengan tampilan wilayahnya.

Sektor unggulan dan potensial yang dikembangkan di Provinsi Sumatera Selatan adalah Sektor Pertanian baik untuk Lahan Basah dan Lahan Kering, Perkebunan dan Produksi Hasil Hutan. Bila ditinjau lebih detail kawasan-kawasan untuk pengembangan sektor unggulan dan potensial ini tersebar di berbagai kawasan dalam Provinsi Sumatera Selatan sebagaimana dijelaskan dalam Peta RTRWP yang kondisi riilnya dari tampilan peta citra merupakan kawasan hijau. Dukungan prasarana ke arah kawasan pertanian, perkebunan dan hutan produksi dari dalam PPWI cukup memadai. Akan tetapi jika prasarana ini diurutkan maka prasarana ini tidak menghubungkan langsung dengan kawasan pelabuhan eksport dengan lokasi di Sungai Musi. Hambatan ini merupakan kendala yang telah lama dihadapi terlebih jika telah terjadi pendangkalan di alur pelayaran Sungai Musi. Alternatif lain untuk import dan ekspor barang ke dan dari wilayah provinsi dapat menggunakan prasarana yang ada provinsi tetangga (Lampung/Jambi) dengan konsekuensi harga relatif lebih tinggi.

Prasarana irigasi untuk Tanaman Pangan Lahan Basah banyak tersebar di kabupaten-kabupaten di bagian Selatan provinsi ini, tetapi pada bagian Wilayah Timur dikembangkan Irigasi Rawa Pasang Surut dengan komoditas padi. Sektor produksi kehutanan umum mengolah bahan baku dilingkungan/kawasan hutannya dengan mendirikan berbagai fasilitas untuk pengolahannya, prasarana yang dibutuhkan guna mendorong perkembangan sektor ini adalah jaringan jalan, pelabuhan eksport/import, sampai saat ini merupakan kendala yang harus di atasi melalui pembangunan prasarana pelabuhan di Provinsi Sumatera Selatan.

Dukungan prasarana untuk pengembangan Sektor Pariwisata selain jaringan jalan, pelabuhan udara maka hotel dan penginapan masih terakumulasi di Kota Palembang, objek-objek Wisata Andalan dengan potensi daya tarik wisata alam yang tersebar di seluruh kabupaten dalam provinsi ini diperkirakan kurang berkembang disebabkan dukungan prasarana hotel dan penginapan yang mendekati objek wisata tidak berkembang di kawasan yang memiliki potensi tersebut.

Terbentuknya kawasan Pemukiman baru melalui program transmigrasi  juga memerlukan dukungan prasarana jalan yang memadai sehingga arus barang dan jasa sebagai hasil produksi wilayah dapat lancar sampai ke kota dan lokasi pemukiman-pemukiman baru.