|
TANTANGAN EKSTERNAL
Secara umum, lingkungan strategis yang akan berpengaruh pada program pembangunan bidang Pekerjaan Umum terutama :
- Tuntutan sustainable development dengan pilar pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.
- Perlunya memperjelas status penanganan Global Public Goods seperti pemanasan global, P&S internasional, maupun kemiskinan, yang potensial untuk dilakukan antara lain Debt Swap.
- Tuntutan penerapan Good Governance terutama melalui " demokratisasi yang menuntut pelibatan masyarakat dalam proses penyelenggaraan pembangunan Bidang Pekerjaan Umum maupun debirokratisasi yang menggeser peran pusat dari provider ke enabler sehingga lebih dominan dalam pembuatan kebijakan dan perencanaan umum, sedangkan peran Pemda, dunia usaha dan masyarakat meningkat.
- Semakin efektifnya liberalisasi perdagangan barang dan jasa (WTO), AFTA dan KESR, sehingga diperlukan peningkatan profesionalisme keahlian dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan daya saing.
- Komitmen terhadap kesepakatan internasional MDG 2015 serta Protocol Kyoto dalam masalah lingkungan serta Habitat dimana pembangunan perkotaan perlu didorong sebagai mesin pembangunan perdesaan.
- Perkembangan pesat teknologi INFOCOM membawa implikasi adanya Global Village dengan P&S nasional merupakan sub-sistem P&S global. Dalam hal ini dihadapi tuntutan P&S nasional harus sesuai dengan standar internasional, Shelter for All dan City Without Slums.
- Tuntutan pelestarian lingkungan hidup membawa implikasi perlunya pengembangan teknologi ramah lingkungan, konservasi, penerapan tata ruang secara konsisten, penerapan teknologi tepat guna sederhana dan mutakhir.
- Kebutuhan menjaga integrasi nasional melalui jaringan prasarana kePU-an nasional, keseimbangan pembangunan antar wilayah terutama percepatan pembangunan KTI, daerah tertinggal, daerah perbatasan, serta mengurangi kesenjangan dalam pulau maupun antar kota-desa.
- Tuntutan peningkatan ekonomi kerakyatan terutama pemberdayaan UKM dan potensi lokal maupun peningkatan efisiensi ekonomi dengan privatisasi Bidang Pekerjaan Umum.
- Penumpukan kegiatan ekonomi di daerah tertentu saja a.l Kegiatan Industri terkonsentrasi di kota kota besar Jawa yang menyebabkan konversi lahan pertanian ke non pertanian cukup tinggi.
- Kecenderungan pertumbuhan ekonomi masih rendah yaitu sekitar 4% dan masih tergantung konsumsi belum memadai dalam menampung tenaga kerja, sedangkan jumlah pengangguran 31 juta cenderung semakin meningkat serta yang dibawah garis kemiskinan sekitar 16% penduduk Indonesia dan potensial bertambah kalau tak ada solusi konkret.
- Masih adanya gangguan keamanan dan iklim berinvestasi yang kurang kompetitif, sehingga investor kurang tertarik berinvestasi pada prasarana dan sarana.
- Kerawanan sosial akibat tertinggalnya daerah tertentu seperti: perbatasan, kepulauan kecil terpencil, daerah terisolir, pesisir; serta masih banyak daerah tertinggal yang miskin.
|
 |