Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
:
:
:
Data ada 735 record
Kategori Standar : SNI.    Deskripsi: STANDAR
No No SNI Judul Ruang Lingkup File SNI
121 SNI 03-3418-1994 Metode Pengujian Kandungan Udara Pada Beton Segar. Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume.
122 SNI 03-3420-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Langsung Tanah Tidak terkonsolidasi tanpa Drainase Metode ini digunakan untuk memperoleh data parameter mengenai kuat geser langsung tanah yang tidak terkonsolidasi tanpa drainase.
123 SNI 03-3421-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Isolasi Ringan di Lapangan Judul Di Revisi Menjadi: Cara Uji Kuat Tekan Beton Ringan Isolasi Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak lebih dari 800 kg/m3. Cara uji ini mencakup persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm.
124 SNI 03-3424-1994 Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan struktur Drainase permukaan jalan
125 SNI 03-3425-1994 Tata Cara Pelaksanaan Lapis Tipis Beton Aspal untuk Jalan Raya. Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan
126 SNI 03-3426-1994 Tata Cara Survai Kerataan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Ukur Kerataan NAASRA Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai permukaan perkerasan jalan untuk mendapatkan keseragaman nilai kerataan.
127 SNI 03-3427-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Kolam Renang Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum
128 SNI 03-3428-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. (sedang direvisi) Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki.
129 SNI 03-3429-1994 Tata Cara Pelaksanaan Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. judul direvisi menjadi: pedoman perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki.
130 SNI 03-3430-1994 Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan Blok Beton Berongga Bertulang Untuk Bangunan Rumah dan Gedung Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang
131 SNI 03-3431-1994 Tata Cara Pemantauan Gerakan Horizontal Batuan dan Bangunan Dengan Alat Inklinometer. Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton.
132 SNI 03-3432-1994 Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung. Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing
133 SNI 03-3433-2002 Tata Cara Pengecatan Genteng Keramik *Tata cara ini memuat persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik, serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan; *Tata cara ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para pelaksana dalam melaksanakan pengecatan genteng keramik sebagai penutup atap pada bangunan gedung dan perumahan; *Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap cuaca.
134 SNI 03-3435-1994 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Langit-langit Untuk Bangunan dan Gedung Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit
135 SNI 03-3436-1994 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Atap Untuk Bangunan dan Gedung Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap
136 SNI 03-3437-1994 Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Kapur untuk Jalan. (sedang di revisi) Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
137 SNI 03-3438-1994 Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland. Judul direvisi menjadi:Pedoman Perencanaan stabilisasi tanah untuk bahan jalan dengan bahan pengikat serbuk Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
138 SNI 03-3439-1994 Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan kapur untuk Jalan Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.
139 SNI 03-3440-1994 Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan. judul direvisi menjadi:pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung ditempat dengan bahan serbuk pengikat Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.
140 SNI 03-3441-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu. Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing.
141 SNI 03-3442-1994 Tata Cara Pemasangan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande Tata cara ini digunakan dalam pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup teliti tentang perilaku tekanan air pori.
142 SNI 03-3443-1994 Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan pisometer pipa terbuka Casagrande.
143 SNI 03-3445-1994 Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular.
144 SNI 03-3446-1994 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung Untuk Jembatan. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi langsung untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan, keawetan dan effisiensi.
145 SNI 03-3447-1994 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Sumuran Untuk Jembatan. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan, keawetan dan effisiensi.
146 SNI 03-3448-1994 Tatacarapenyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy Judul direvisi menjadi: Pedoman penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik.
147 SNI 03-3449-2002 Tata Cara Perancangan Campuran Beton Ringan dengan Agregat Ringan Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural, struktural ringan dan sagat ringan. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran, rancangan campuran, tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran, bahan yang dipergunakan, pemilihan proporsi campuran beton ringan, perhitungan proporsi campuran, koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan.
148 SNI 03-3452-1994 Tata Cara Pemasangan Pisometer Penumatik Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pemasangan pisometer penumatik untuk memperoleh data pengamatan tentang perilaku tekanan air pori.
149 SNI 03-3453-1994 Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Alat Pisometer Penumatik Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai tekanan air pori menggunakan alat pisometer penumatik.
150 SNI 03-3455-1994 Tata Cara Pemantauan Gerakan Vertikal Tanah Dengan Menggunakan Instrumen Magnetis. Tata cara ini digunakan dalam melakukan pemantauan gerakan vertikal tanah.
151 SNI 03-3456-1994 Spesifikasi Bahan Elastis Perapat Celah Sambungan Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung.
152 SNI 03-3637-1994 Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan Benda Uji Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji.
153 SNI 03-3638-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Bebas Tanah Kohesif Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif.
154 SNI 03-3639-2002 Metode Penentuan Kadar Parafin Lilin dalam Aspal Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan dengan pelarut-pelarut tertentu.
155 SNI 03-3640-1994 Metode Pengujian Kadar aspal dalam campuran Beraspal dengan Cara Ekstraksi Menggunakan Alat Soklet Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet.
156 SNI 03-3641-1994 Metode Pengujian Kadar Air Aspal Emulsi. Metode ini digunakan untuk menentukan persentase kadar air aspal emulsi.
157 SNI 03-3642-1994 Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Penyulingan. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi
158 SNI 03-3643-1994 Metode Pengujian Aspal Emulsi Tertahan Saringan No.20. Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20.
159 SNI 03-3644-1994 Metode Pengujian Jenis Muatan Partikel Aspal Emulsi. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi.
160 SNI 03-3645-1994 Metode Pengujian pelekatan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air judul direvisi menjadi:Cara uji uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air.
161 SNI 03-3646-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Stadion Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan peren-canaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum
162 SNI 03-3647-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olah Raga Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum
163 SNI 03-3958-1995 Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu di Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan kayu
164 SNI 03-3959-1995 Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu di Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur kayu
165 SNI 03-3960-1995 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu di Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan modulus elastisitas lentur kayu
166 SNI 03-3961-1995 Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri Dengan Pengendapan Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan
167 SNI 03-3962-1995 Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri Dengan Ayakan Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri dengan ayakan
168 SNI 03-3966-1995 Metode Pengujian Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan.
169 SNI 03-3968-1995 Metode Pengukuran Kelulusan Air pada Tanah Zone Tak Jenuh dengan Lubang Auger Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh.
170 SNI 03-3969-1995 Metode Pemboran Air Tanah Dengan Alat Bor Putar Sistem Sirkulasi Langsung Metode ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air tanah dengan alat bor putar, sistem sirkulasi langsung.