Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
:
:
:
Data ada 735 record
Kategori Standar : SNI.    Deskripsi: STANDAR
No No SNI Judul Ruang Lingkup File SNI
431 SNI 03-6877-2002 Metode Pengujian Kadar Rongga Agregat Halus yang Tidak Dipadatkan Metode ini adalah untukmenentukan kadar rongga agregat halus dalam keadaan lepas (tidak dipadatkan). Bila pengujian dilakukan pada agregat yang gradasinya diketahui, kadar rongga dapat menjadi indikator angularitas, bentuk butir dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat halus lain dengan gradasi yang sama. Bila pengujian permukaan terhadap agregat halus sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan, kadar rongga merupakan indikator terhadap kemudahan pengerjaan suatu campuran.
432 SNI 03-6879-2002 Metode pengujian pH tanah untuk korosi logam 1. Metode ini meliputi penentuan pH tanah. Penggunaan utama pengujian ini adalah untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis kelistrikan tanah, sehingga metode ini dapat mengidentifikasikan kondisi korosi logam dalam tanah dengan baik. 2. Standar ini tidak dimaksudkan untuk semua permasalahan keamanan yang berkaitan dengan penggunaannya. Merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menerapkan tindakan-tindakan yang sesuai dengan keamanan dan kesehatan, dan menentukan penerapan dari batas-batas yang harus ditaati sebelum menggunakan standar ini.
433 SNI 03-6880-2002 Spesifikasi beton struktural Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton, baja tulangan dan prategang, produksi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi cetakan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam, perbaikan permukaan beton, dan finising permukaan yang tercetak. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya, beton arsitektural, beton masif, dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian, evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya.
434 SNI 03-6881-2002 Tata Cara Evaluasi Besaran Izin Untuk Klasifikasi Mutu kayu Struktural Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh dan cara analisis untuk penyelidikan populasi tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara mekanis, yang meliputi metodologi statistik analisis dan penyajian serta cara penerapannya
435 SNI 03-6882-2002 Spesifikasi mortar untuk pekerjaan pasangan Standar ini menetapkan spesifikasi mortar yang digunakan untuk pekerjaan pasangan baik bertulang maupun tidak bertulang. Terdapat 4 mortar yang tercakup dalam standar ini yaitu berdasarkan proporsi dan sifat. Spesifikasi ini tidak berlaku untuk menentukan kekuatan mortar melalui pengujian lapangan.
436 SNI 03-6883-2002 Spesifikasi toleransi untuk konstruksi dan bahan beton Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau ahli teknik dalam menentukan toleransi untuk bahan dan konstruksi beton sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi proyek, kecuali tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti reaktor nuklir, kontainer berbentuk bulat dan silo-silo; 2) struktur prateken berbentuk bulat; 3) prosedur konstruksi khusus beton semprot. pesifikasi ini mencantumkan daftar kendali sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik dalam memilih persyaratan yang cocok antara spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan lain yang ada dalam spesifikasi proyek.
437 SNI 03-6884-2002 Metode Pengujian Analisis Saringan Bahan Pengisi untuk Perkerasan Jalan Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, cara uji dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji, 2) persiapan peralatan, 3) cara uji, dan 4) pelaporan.
438 SNI 03-6885-2002 Metode pengujian noda untuk aspal minyak Metode pengujian ini membahas ketentuan dan prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari petroleum dan seharusnya tidak digunakan terhadap aspal alam yang mengandung bahan tetap yang tidak larut dalam xylen.
439 SNI 03-6886-2002 Metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah - semen 1. Metode ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; 2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan metode B, menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49 kg dengan tinggi jatuh 304,8; 3. Metode A, digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan no. 4 (4,75 mm), metode B, digunakan untuk material tanah lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan no. 4 (4,75 mm).
440 SNI 03-6887-2002 Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah-semen Metode pengujian ini meliputi pekerjaan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji campuran tanah-semen yang dicetak dalam cetakan silinder setelah benda uji tersebut diperam.
441 SNI 03-6888-2002 Tata cara pemeriksaan pengolah campuran aspal Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Tugas-tugas tersebut ditetapkan untuk menjamin pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap kontrak, pekerjaan dan sama sekali tidak untuk membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya dalam menghasilkan campuran yang sesuai dengan kontrak.
442 SNI 03-6889-2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat Tata cara ini meliputi pengambilan contoh (sampling) agregat kasar dan halus ini digunakan untuk tujuan : - Penyelidikan pendahuluan sumber potensial - Pengendalian produksi pada sumber persediaan - Pengendalian pelaksanaan lapangan - Penerimaan atau penolakan bahan (material).
443 SNI 03-6890-2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Campuran Beraspal Tata cara ini membahas tentang ketentuan cara pengambilan contoh campuran beraspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan
444 SNI 03-6891-2002 Spesifikasi bahan graut untuk pekerjaan pasangan Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut halus dan kasar, untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan spesifikasi berikut: a) persyaratan komposisi campuran, atau b) persyaratan kekuatan.
445 SNI 03-6893-2002 Metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal yang tidak dipadatkan. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan.
446 SNI 03-6894-2002 Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara sentrifus Metode pengujian ini membahas ketentuan cara uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal dari campuran beraspal dengan cara sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pengujian analisa saringan menggunakan SNI 03-1968-1990.
447 SNI 03-6895-2002 Tata Cara Pemulihan Aspal dari Larutan dengan Cara Abson Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson.
448 SNI 03-6896-2002 Tata Cara Pengecatan Genteng Beton Standar ini menetapkan cara pengecatan genteng beton yang memuat persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi baru dan lama, cat tipe A yang memakai pelarut pengencer organik dan cat tipe B yang memekai pelarut pengencer air serta cara penanngulangi bila ada kegagalan
449 SNI 03-6898-2002 Tata cara pelaksanaan dan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti. Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur pengambilan beton inti; 2) prosedur pengujian kuat tekan beton inti; 3) perhitungan kuat tekan beton inti.
450 SNI 03-6966-2003 Spesifikasi Saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Standar ini menetapkan Spesifikasi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman yang meliputi persyaratan umum, persyaratan teknis mengenai bentuk dan ukuran bahan serta konstruksi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman.
451 SNI 03-6967-2003 Sistem jaringan dan geometri jalan perumahan - Persyaratan Umum Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan.
452 SNI 03-6968-2003 Spesifikasi Fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana Standar ini menetapkan spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka Lingkungan rumah susun sederhana yang rnencakup uraian tentang bentuk, dimensi, fungsi, struktur dan kinerja dari komponen dan elernen fasilitas tempat bermain di ruang terbuka rumah susun Sederhana untuk usia I - 5 tahun dan usia 6 12 tahun, pada Lingkungan : Rumah susun yang mempunyai KDB 50% dan KLB 1,25 atau dengan kepadatan maksirnum = 1.736 jiwa/Ha.
453 SNI 03-6969-2003 Metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengeboran Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil pengeboran dari struktur beton
454 SNI 03-6981-2004 Tata cara perencanaan Lingkungan Perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan. Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta ketentuan-ketentuan teknis secara minimal untuk pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun, dengan batasan : keimiringan tanah rata-rata 0-15 % kepadatan 120-444 jiwa/Ha. (Pt-T-12-2000-C)
455 SNI 03-7011-2004 Keselamatan pada Bangunan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Standar ini menetapkan kriteria untuk meminimalkan bahaya kebakaran, ledakan, dan kelistrikan pada bangunan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan untuk manusia. Apendiks D mencakup prinsip perancangan dan penggunaan elektrikal dan peralatan elektronik yang membangkitkan arus berfrekuensi tinggi untuk pengobatan medik di rumah sakit, klinik, fasilitas ambulatori, dan klinik gigi, baik yang tetap atau bergerak (mobile). Standar ini memuat persyaratan minimum untuk kinerja, pemeliharaan, pengujian, dan tindakan yang aman untuk fasilitas, bahan, peralatan, dan peranti, termasuk bahaya lain yang terkait dengan bahaya prime.
456 SNI 03-7012-2004 Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar Standar ini menetapkan metodologi untuk memperkirakan lokasi asap di dalam ruangan bervolume besar, yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan. Metodologi ini meliputi dasar teknik untuk membantu perancangan, pemasangan, pengujian, pengoperasian, dan pemeliharaan dari sistem manajemen asap yang baru atau pembaharuan (retrofit) yang dipasang dalam bangunan yang mempunyai ruangan bervolume besar untuk manajemen asap di dalam ruangan yang terjadi kebakaran atau antara ruangan yang tidak dipisahkan oleh penghalang asap. Bangunan yang termasuk di dalam lingkup standar ini adalah atrium, mal tertutup, dan ruangan bervolume besar yang sejenis (lihat SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung). Standar ini tidak ditujukan untuk gudang, fasilitas manufaktur, atau ruangan serupa lainnya. Standar ini tidak menetapkan metodologi untuk menilai pengaruh asap terhadap orang, harta milik ataupun kelangsungan usaha atau proses.
457 SNI 03-7013-2004 Tata Cara Perencanaan Fasilitas Lingkungan Rumah Susun Sederhana Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun yang dibangun dilingkungan baru, mempunyai KDB 50 %, KLB 1,25 atau kepadatan maksimal 1.736 jiwa/Ha, pada lahan dengan kemiringan sampai 5 % mencakup cara pencapaian , tata letak pada lahan lingkungan dan atau posisi pada lantai bangunan rumah susun. (Pt-T-11-2000-C)
458 SNI 03-7015-2004 Sistem proteksi petir pada bangunan Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem proteksi petir yang berlaku secara umum pada bangunan gedung dan peralatan yang ada di dalamnya. Tujuan standar ini adalah memberikan petunjuk untuk perancangan, instalasi, pemeliharaan sistem efektif untuk proteksi bangunan gedung dan peralatan listrik terhadap petir dan inspeksi sistem proteksi petir. Standar ini tidak mencakup penerapan pada : a) sistem rel kereta api; b) sistem transmisi, distribusi, dan pembangkitan listrik di luar bangunan; c) sistem telekomunikasi di luar bangunan ; dan d) instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat udara, dan lepas pantai. Perlu diperhatikan bahwa sistem proteksi petir tidak dapat mencegah terjadinya petir. Suatu sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang sesuai dengan standar ini, tidak dapat menjamin proteksi terhadap bangunan gedung, manusia atau obyek secara mutlak; namun demikian penggunaan Standar ini akan mengurangi secara nyata risiko kerusakan yang disebabkan petir terhadap bangunan gedung yang diproteksinya.
459 SNI 03-7016-2004 Tata Cara Pengambilan Contoh dalam Rangka Pemantauan Kualitas Air pada Suatu Daerah Pengaliran Sungai Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi, penentuan frekuensi, cara pengambilan dan pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air. (RSNI T-02-2002-03)
460 SNI 03-7017.1-2004 Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung - Bagian 1: Pemeriksaan dan pengujian serah terima Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan, dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan.
461 SNI 03-7017.2-2004 Tata Cara Pemeriksaan dan Pengujian Lift traksi listrik pada bangunan gedung - bagian 2: Pemeriksaan dan Pengujian berkala Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan, dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan. (RSNI T-25-2004).
462 SNI 03-7043-2004 Tata Cara Desain Hidraulik Tubuh Bendung Tetap Dengan Peredam Energi Tipe MDL. Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL dan kelengkapannya yang merupakan bagian dari bangunan air
463 SNI 03-7065-2005 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil; 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan.
464 SNI 03-7565-2002 Spesifikasi Bahan Bangunan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung Spesifikasi ini digunakan sebagai ketentuan teknis untuk pemilihan dan penggunaan bahan bangunan dalam upaya mengurangi resiko terhadap bahaya kebakaran, serta memperkecil resiko timbulnya kebakaran dan menyebarluasnya api
465 SNI 03-7566-2002 Metode Pengujian Proteksi Kebakaran Terhadap Pintu Kebakaran Pada Bangunan. Metode ini digunakan untuk melaksanakan pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan.
466 SNI 04-7018-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem daya yang menyediakan sumber penggantif daya listrik untuk beban dalam bangunan dan fasilitasnya dalam peristiwa kegagalan sumber daya utama. Sistem daya yang tercakup dalam standar ini termasuk sumber daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengawas, dan keseluruhan peralatan tambahan dan asesori yang diperlukan memasok daya listrik menuju terminal beban dari peralatan pemindah tersebut. Standar ini mencakup ketentuan instalasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan pengujian menyangkut kinerja sistem pasokan daya darurat (SPDD). Standar ini tidak mencakup hal-hal berikut : (1) Penerapan SPDD (2) Peralatan unit percahayaan darurat (3) Perkabelan distribusi (4) Layanan utilitas, bilamana layanan tersebut diijinkan sebagai suatu SPDD (5) Parameter untuk alat penyimpan energi Standar ini tidak menetapkan kriteria untuk sistem penyimpan energi, dan pemilihan dari setiap hal berikut di bawah ini tidak termasuk dalam lingkup standar, yaitu : (1) Bangunan atau fasilitas khusus, atau keduanya, yang membutuhkan SPDD (2) Beban tertentu untuk dilayani oleh SPDD (3) Penetapan jenis, kelas, atau level setiap beban yang tertentu
467 SNI 04-7019-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan (SPDDT) Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem energi listrik tersimpan yang menyediakan sumber daya listrik pengganti dalam bangunan dan fasilitas pada peristiwa kegagalan sumber daya listrik normal. Catatan: Untuk sistem pasokan daya darurat menggunakan generator darurat, lihat bagian 1 dari standar ini. Sistem yang dicakup dalam standar ini, sumber daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengendalian/ pengawasan, dan peralatan tambahan, termasuk peralatan tambahan integral, yang dibutuhkan untuk memasok daya listrik kepada sirkit/ beban yang terseleksi. Standar ini meliputi pemasangan/ instalasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan persyaratan pengujian yang berhubungan dengan kinerja dari Sistem Pasokan Daya Darurat Tersimpan/ SPDDT. (RSNI S-21-2004)
468 SNI 05-2418-1991 Metode Pengujian Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm). Metode ini digunakan untuk pengujian meter air dengan ukuran 13 mm - 40 mm
469 SNI 05-2419-1991 Metode Pengambilan Contoh Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm) Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh meter air dengan ukuran 13 mm - 40 mm
470 SNI 05-6375-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Air dari Saluran Tertutup Tata cara ini mencakup tentang peralatan dan cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup seperti aliran pada stasiun pembangkit, untuk analisis kimia, fisika, mikrobiologi dan radiologi
471 SNI 05-6437-2000 Metode Pengujian Kinerja Pompa dengan menggunakan Model Metode ini digunakan untuk uji kinerja (termasuk uji kavitasi) menggunakan model pompa prototip dan untuk penentuan klasifikasi pompa sentrifugal berukuran besar, pompa aliran campur, pompa aliran aksial kecuali pompa untuk pembangkit tenaga.
472 SNI 06-2420-1991 Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Titrimetrik. Metode ini digunakan dalam menentukan kadar kelindian dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret.
473 SNI 06-2421-1991 Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Potensiometrik. Metode ini digunakan dalam menentukan besarnya kadar kelindian dalam air dengan metode potensiometrik dengan alat pH meter.
474 SNI 06-2422-1991 Metode Pengujian Keasaman dalam Air dengan Titrimetrik. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret atau alat titrasi lain.
475 SNI 06-2423-1991 Metode Pengujian Keasaman dalam Air dengan Potensiometrik Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan Potensiometrik
476 SNI 06-2425-1991 Metode Pengujian Oksigen Terlarut dalam Air dengan Elektrokimia. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Elektrometrik
477 SNI 06-2428-1991 Metode Pengujian Natrium dalam Air dengan Alat Spek-trofotometer Serapan Atom Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Natrium dalam air dengan alat Spektrofotometer.
478 SNI 06-2430-2002 Metode Pengujian Magnesium dalam Air dengan Titrimetrik EDTA. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Magnesium dalam air dengan Titrimetrik EDTA
479 SNI 06-2431-1991 Metode Pengujian Klorida dalam Air dengan Argentometrik Mohr. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Klorida dalam air dengan Alat Argentometrik Mohr
480 SNI 06-2432-1991 Metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal Judul direvisi menjadi :Cara uji daktilitas bahan-bahan aspal Metode ini digunakan untuk menentukan daktilitas dari bahan-bahan aspal.