Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
: SUMBER DAYA AIR
: Pantai
: Pedoman Teknis
: Semua Jenis
Data ada 5 record
Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan
No No SNI Judul Ruang Lingkup
1 SK SNI M-38-1993-03 Metode Pengujian Bathimetri Menggunakan Alat Perum Gema Metode pengukuran bathimetri menggunakan alat perum gema ini : 1) membahas persyaratan ketentuan-ketentuan dan cara pengaturan; 2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 M.
2 Pd. T-08-2004-A Instrumentasi tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul Pedoman ini memberikan prinsip-prinsip tentang pelaksanaan, konsep dan pertimbangan sistem desain instrumentasi untuk tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul, yang meliputi secara rinci tentang : 1. Perilaku bendungan tipe urugan dan ebatmen; 2. Konsep dan pertimbangan sistem desain instrumentasi geoteknik mencakup tinjauan umum; karakteristik dari rekayasa geoteknik; karakteristik tujuan, konsep dasar dan desain sistem instrumentasi, upaya perolehan; kualifikasi personil dan pertanggung jawaban; 3. Tata cara kerja alat dari masing-masing jenis, metode dan penggunaannya; 4. Pertimbangan otomatisasi antara lain meliputi tinjauan umum, penggunaan, batasan deskripsi, desain dan pelaksanaan, serta pemeliharaan sistem otomatisasi; 5. Pemasangan dan pemeliharaan instrumentasi antara lain meliputi tinjauan umum, desain perencanaan penempatan, personil, prosedur, dokumentasi dan pemeliharaan; 6. Pengelolaan data, analisis dan pelaporan. Penilaian ulang secara kontinu untuk pemantauan jangka panjang.
3 06-PRT-M-2009 Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami Pedoman ini menetapkan perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami, dengan kala ulang perencanaan yang perlu diantisipasi yang sering terjadi di daerah pantai dan pesisir pantai. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip umum perencanaan tata guna lahan, perencanaan penempatan/lokasi dan desain bangunan infrastruktur untuk penanggulangan (mitigasi) bahaya bencana tsunami, yang meliputi hal-hal sebagai berikut: a) pengertian risiko tsunami untuk masyarakat umum: bencana, kerawanan dan penyingkapan (dampak) tsunami (Prinsip 1), b) menghindari pembangunan baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi (harta benda) di masa mendatang (Prinsip 2), c) penentuan lokasi dan konfigurasi pembangunan baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi di masa mendatang (Prinsip 3), d) perencanaan umum dan konstruksi bangunan infrastruktur untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 4), e) mitigasi bangunan infrastruktur (prasarana) terhadap risiko bencana tsunami dengan pembangunan kembali dan rencana tata guna lahan dan pembangunan proyek (Prinsip 5), f) perencanaan dan penentuan lokasi bangunan prasarana dan fasilitas kritis, untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 6), g) perencanaan kegiatan evakuasi vertikal dan horisontal (Prinsip 7), pembuatan zonasi tsunami dan aplikasi analisis perhitungan.
4 SE Men PU No 7-SE-M-2010 Pelaksanaan konstruksi bangunan pengawas pantai Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir. Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan pra-persiapan, persiapan, metode pelaksanaan, penyerahan pertama pekerjaan, masa pemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan. Pedoman ini tidak termasuk membahas tentang pelaksanaan supervisi konstruksi.
5 SE Men Pu No.08-SE-M-2010 Penilaian kerusakan pantai dan prioritas penanggulangannya Pedoman ini menetapkan tentang : a. Penilaian kerusakan pantai dan lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh daya rusak alam dan kegiatan manusia. b. Cara menilai kerusakan pantai : yang meliputi kriteria kerusakan pantai, tolok ukur kerusakan pantai, bobot tingkat kerusakan, bobot tingkat kepentingan, prosedur pembobotan dan penentuan urutan prioritas penanganan, yang akan digunakan untuk perencanaan.