Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
:
:
:
Data ada 283 record
Kategori Standar : Pedoman Teknis.    Deskripsi: PEDOMAN TEKNIS
No No SNI Judul Ruang Lingkup File SNI
0 RSNI T-03-2004 Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor dengan sumur pantau (D 4750-87) Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur tinggi muka air di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau yang menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Ada tiga pilihan cara pengukuran yaitu : 1. Alat ukur dengan pemberat 2. Alat ukur dengan tanda bunyi 3. Alat ukur dengan tanda nyala (Elektrik) Cara pengukuran dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur dengan muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air static pada lubang bor atau sumur pantau.
1 RSNI T-03-2005 Perencanaan struktur baja untuk jembatan Standar Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan ini digunakan untuk merencanakan jembatan jalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia, yang menggunakan bahan baja dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter.
2 RSNI T-04-2004 Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode Penduga Neutron Standar ini membahas mengenai tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, metode pemeriksaan dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan. Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini : a. Sebagai suatu teknik yang cepat dalam menguji kadar air batuan dan tanah di tempat secara tidak langsung pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. b. Dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik, karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama.
3 RSNI T-04-2005 Pembuangan asap dan panas akibat kebakaran Standar ini mencakup tata cara perancangan sistem pembuangan darurat produk pembakaran dari kebakaran dalam bangunan gedung. Pasal 4 sampai dengan 10 berlaku untuk bangunan satu lantai tanpa springkler dengan metode perhitungan secara manual maupun berbasis komputer, sedangkan pasal 11 berlaku bagi bangunan yang menggunakan springkler.
4 RSNI T-05-2002 Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yangmerupakan bagian dari bangunan air. Tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dapat digunakan untuk jenis banuan air seperti bottom controller, bangunan utama, bendung, pelimpah, waduk, bengunan pembagi debit, bangunan plimpah samping, bangunan terjun, bangunan pelimpah kantong lahar, cause way dan submersile bridge.
5 RSNI T-05-2004 Tata cara penentuan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal dan long normal dalam rangka eksplorasi air tanah. Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan ke dalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahanan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, ke dalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan.
6 RSNI T-05-2005 Metode pengujian penyerapan bunyi pada bahan akustik dengan metode tabung Standar ini meliputi ketentuan metode uji untuk mengukur faktor penyerapan bunyi yang datang tegak lurus terhadap suatu bahan akustik.
7 RSNI T-06-2002 Tata cara analisis data pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan Metode Hantush Beirschenk Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan semur tersebut melalui analisis dara uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) menggunakan metode Hantush-Bierschenk).
8 RSNI T-06-2004 Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (D 3385-88) Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Tata cara ini dapat dilakukan : a. di permukaan tanah atau pada kedalaman tertentu dalam galian, pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi; b. pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10 -6m/s sampai 10-2m/s c. untuk mempelajari pembuangan limbah cair, evaluasi tangki septic, efisiensi drainase, kebutuhan irigasi, imbuhan air tanah, kebocoran saluran dan bendungan.
9 RSNI T-06-2005 Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu T Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur untuk penurunan kekuatan tarik aksial kayu yang dipilah secara masinal dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang digunakan secara struktural.
10 RSNI T-07-2004 Tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer. Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer , pemilihan jenis tensiometer, pemasangan serta pengoperasian tensiometer Tata cara pengukuran ini meliputi: a. Batas pengukuran tensiometer buku adalah 0 m sampai dengan -8,67 m air, atau tergantung spesifikasi tensiometer yang didesain khusus dapat mengukur sampai dengan -153 m; b. Penggunaan hasil pengukuran untuk memperkirakan kadar air tanah; Penggunaan hasil pengukuran untuk kepentingan penelitian dalam mempelajari arah dan gerakan air zona tak jenuh, studi imbuhan air tanah, manajemen irigasi.
11 RSNI T-07-2005 Metode pengujian lentur posisi tegak kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu Metode pengujian ini menyediakan penurunan sifat lentur posisi tidak kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang dipilah secara maksimal berdasarkan kekuatannya dengan pembebanan dua titik.
12 RSNI T-08-2004 Tata cara membandingkan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan. Standar ini membahas teknik kuantitatif, dan kualitatif yang menghasilkan ukuran derajat keterkaitan antara hasil simulasi model aliran air tanah, dan informasi lapangan berupa data pengukuran, yang digunakan dalam proses kalibrasi model aliran air tanah.
13 RSNI T-08-2005 Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan pembebanan titik ketiga Metode pengujian ini mencakup penurunan keteguhan lentur dan modulus elastisitas posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang dipilah secara maksimal pada pengujian lentur posisi tidur dengan pembebanan titik ketiga.
14 RSNI T-09-2004 Tata cara penerapan model aliran air tanah Standar ini menguraikan prinsip umum mengenai pengembangan, penerapan dan pendokumentasian model aliran air tanah, yang dalam konteks ini merujuk kepada model matematik, untuk memecahkan persoalan spesifik aliran air tanah setempat. Secara garis besar diuraikan langkah-langkah pengembangan suatu model aliran air tanah untuk menirukan perilaku sistem akuifer yang telah dipelajari di lapangan. Standar ini tidak mengidentifikasi perangkat lunak tertentu berupa program komputer spesifik atau algoritma. Standar ini merupakan salah satu dari rangkaian standar-standar yang dibuat mengenai model air tanah dan tidak dimaksudkan bahwa semua hal telah tercakup dengan lengkap.
15 RSNI T-09-2005 Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan beban terpusat di tengah bentang Metode pengujian ini menyediakan prosedur, penurunan modulus elastisitas bentang panjang dari kayu dan dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang mengalami lentur terpusat ditengah bentang.
16 RSNI T-10-2004 Tata cara penentuan gradient bahan filter pelindung pada bangunan tipe urugan Tata cara ini digunakan untuk menguraikan ketentuan tentang gradasi bahan filter pelindung yang tepat guna pembuatan filter dari bahan alami pada bendungan urugan, atau yang disiapkan dari bahan alami (missal : batuan) dengan cara penghancuran, pengayakan, uji gradasi dan pencampuran, agar keamanan bendungan urugan tersebut dapat dipelihara dengan baik.
17 RSNI T-11-2002 Tata cara pengklasifikasian jenis penggunaan bangunan berdasarkan peringkat ancaman bahaya kebakaran Standar ini menjelaskan suatu cara untuk mengestimasi ancaman bahaya relatif terhadap keselamatan jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran sesuai jenis penggunaan bangunan
18 RSNI T-11-2004 Tata cara pengukuran lapangan laju infiltrasi menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin bagian dalam yang tersumbat Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur laju infiltrasi dari air yang melewati permukaan tanah lempung dengan laju infiltrasi berkisar antara 1x10-10 m/s sampai 1x10-7 m/s menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin dalam tertutup.
19 RSNI T-12-2002 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan pondasi batu kali dalam berbagai komposisi spesi - Pemasangan anstamping/batu kosong - Pembuatan pondasi sumuran - Pembuatan tiang pancang Tata cara inimemuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yng dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
20 RSNI T-13-2004 Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan.
21 RSNI T-14-2004 Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan.
22 RSNI T-15-2002 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pipa dan saniter Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan kloset duduk, klosest jongkok, badcuip, urinoir, bak mandi fibreglas, bak cuci piring, wastafel dan floor drain - Pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso - Pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
23 RSNI T-15-2004 Tata cara pemeliharaan system plambing Tata cara ini mencakup persyaratan umum, persyaratan teknik, cara pemeliharaan berupa tindakan pemeriksaan dan pembersihan pada system plambing air minum, air limbah, air hujan, dan perlengkapannya.
24 RSNI T-16-2004 Tata cara pengadaan, pemasangan dan pengujian pipa pvc untuk air limbah di dalam bangunan gedung Tata cara ini memuat : a) cara pengadaan dan pemasangan pada jaringan pipa air limbah rumah tangga, air hujan dan fitingnya, tidak termasuk air limbah non rumah tangga; b) pemasangan pipa PVC dan fitingnya dapat disambungkan dengan bahan pipa jenis lain.
25 RSNI T-17-2004 Tata cara pengadaan, pemasang-an dan pengujian pipa pvc untuk penyediaan air minum Tata cara ini mencakup : a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara penyimpanan dan pengangkutan; b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum; c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air minum; d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan.
26 RSNI T-20-2004 Tata cara perencanaan ruang dan aksesibilitas bangunan bagi pengguna kursi roda Standar ini memuat persyaratan perencanaan dan perancangan bangunan dan fasilitasnya untuk memberikan pelayanan bagi pengguna kursi roda. Persyaratan bangunan sesuai fungsi ruang dan perletakan benda-benda di dalamnya. Ruang bangunan dapat memberikan kemudahan jangkauan vertical, horizontal dan memutar, serta memberikan keleluasaan gerak atau sirkulasi antara pengguna kursi roda dengan pengunjung lainnya.
27 SE Men PU No 7-SE-M-2010 Pelaksanaan konstruksi bangunan pengawas pantai Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir. Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan pra-persiapan, persiapan, metode pelaksanaan, penyerahan pertama pekerjaan, masa pemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan. Pedoman ini tidak termasuk membahas tentang pelaksanaan supervisi konstruksi.
28 SE Men Pu No.08-SE-M-2010 Penilaian kerusakan pantai dan prioritas penanggulangannya Pedoman ini menetapkan tentang : a. Penilaian kerusakan pantai dan lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh daya rusak alam dan kegiatan manusia. b. Cara menilai kerusakan pantai : yang meliputi kriteria kerusakan pantai, tolok ukur kerusakan pantai, bobot tingkat kerusakan, bobot tingkat kepentingan, prosedur pembobotan dan penentuan urutan prioritas penanganan, yang akan digunakan untuk perencanaan.
29 SE Men PU No.10-SE-M-2010 Pemberlakuan Pedoman Penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan Tata cara ini meliputi penyambungan tiang pancang beton pracetak dengan epoksi atau las untuk fondasi jembatan, persyaratan struktur sambungan, dan cara penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan. Pedoman ini tidak mencantumkan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja. Ketentuanketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan.
30 SE Men Pu No.4-SE-M-2010 Pemberlakuan Pedoman Cara uji California Bearing Ratio dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Pedoman ini menetapkan cara uji kekuatan atau daya dukung (CBR) di lapangan secara cepat dengan menggunakan alat penetrometer konus dinamis (Dynamic Cone Penetrometer, DCP). Peralatan dan prosedur yang diuraikan dibatasi untuk pengujian tanah dasar dan atau lapis fondasi jalan dengan ukuran butir maksimum 4 cm.
31 SE.01-SE-M-2010 Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Stabilisasi Bahan Jalan Langsung di Tempat Dengan Bahan Serbuk Pengikat Pedoman ini meliputi ketentuan umum ( bahan, peralatan, personil, termasuk ketentuan pengamanan dan keselamatan kerja). ketentuan khusus (persyaratan lapis terstabilisasi yang harus dicapai), cara atau prosedur pelaksanaan stabilisasi dilapangan dan prosedur pengendalian mutu
32 SK SNI M-38-1993-03 Metode Pengujian Bathimetri Menggunakan Alat Perum Gema Metode pengukuran bathimetri menggunakan alat perum gema ini : 1) membahas persyaratan ketentuan-ketentuan dan cara pengaturan; 2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 M.