Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
:
:
:
Data ada 283 record
Kategori Standar : Pedoman Teknis.    Deskripsi: PEDOMAN TEKNIS
No No SNI Judul Ruang Lingkup File SNI
1 018-T-BNKT-1990 Tata cara penyusunan program pemeliharaan jalan kota. Tata cara ini membahas ketentuan-ketentuan penyusunan program pemeliharaan jalan perkotaan.
2 02-SE-M-2010 Pedoman perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pekjalan kaki Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki.
3 03-PRT-M-2009 Rekayasa sosial pembangunan bendungan Pedoman ini menetapkan tata cara rekayasa sosial pembangunan bendungan sebagai acuan umum pelaksanaan pembangunan agar para pelaksana pembangunan bendungan dapat memahami permasalahan sosial yang muncul pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi sehingga permasalahan sosial yang terjadi dapat diminimalisasi atau dikurangi. Pedoman ini mendeskripsikan secara jelas para pemangku kepentingan dan perannya, permasalahan sosial yang sering terjadi pada setiap tahapan pembangunan bendungan, cara melaksanakan rekayasa sosial pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi pembangunan bendungan.
4 03-PRT-M-2011 Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Semen Tanah Sebagai Komponen Utama Bangunan Sabo Pedoman ini menetapkan cara pelaksanaan penggunaan semen tanah sebagai komponen utama bangunan Sabo. bangunan sabo semen tanah dibuat dengan mencampur material tanah dengan semen sebagai upaya stabilisasi dn perkuatan tanah
5 03-PRT-M-2011 Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Semen Tanah Sebagai Komponen Utama Bangunan Sabo Pedoman ini menetapkan cara pelaksanaan penggunaan semen tanah sebagai komponen utama bangunan Sabo. bangunan sabo semen tanah dibuat dengan mencampur material tanah dengan semen sebagai upaya stabilisasi dn perkuatan tanah
6 06-PRT-M-2009 Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami Pedoman ini menetapkan perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami, dengan kala ulang perencanaan yang perlu diantisipasi yang sering terjadi di daerah pantai dan pesisir pantai. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip umum perencanaan tata guna lahan, perencanaan penempatan/lokasi dan desain bangunan infrastruktur untuk penanggulangan (mitigasi) bahaya bencana tsunami, yang meliputi hal-hal sebagai berikut: a) pengertian risiko tsunami untuk masyarakat umum: bencana, kerawanan dan penyingkapan (dampak) tsunami (Prinsip 1), b) menghindari pembangunan baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi (harta benda) di masa mendatang (Prinsip 2), c) penentuan lokasi dan konfigurasi pembangunan baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi di masa mendatang (Prinsip 3), d) perencanaan umum dan konstruksi bangunan infrastruktur untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 4), e) mitigasi bangunan infrastruktur (prasarana) terhadap risiko bencana tsunami dengan pembangunan kembali dan rencana tata guna lahan dan pembangunan proyek (Prinsip 5), f) perencanaan dan penentuan lokasi bangunan prasarana dan fasilitas kritis, untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 6), g) perencanaan kegiatan evakuasi vertikal dan horisontal (Prinsip 7), pembuatan zonasi tsunami dan aplikasi analisis perhitungan.
7 07-SE-M-2009 Pemberlakuan pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (Asphalt Finisher) Pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (asphalt finisher) ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan alat penghampar mekanis campuran beraspal
8 08-SE-M-2009 Pedoman peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi Pedoman ini menetapkan tata cara penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi melalui pendampingan kepada P3A pada suatu daerah irigasi. pada dasarnya pelaksanaan TTG ini sepenuhnya dilaksanakan oleh petani pemakai air yang tergabung dalam P3A dan dibimbing oleh pendamping yang mempunyai kemampuan bidang teknis dan kelembagaan pengelolaan irigasi
9 Pd M-01-2004-C Metode penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran perkotaan. Metode ini mencakup langkah-langkah penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran (WMK) perkotaan untuk melengkapi ketentuan pada Kepmeneg PU No. 11/ KPTS/ 2000, yaitu ketentuan teknis manajemen kebakaran perkotaan. Manajemen penanggulangan kebakaran kota meliputi upaya proteksi kebakaran kota yang akan dipenuhi dengan adanya instansi kebakaran kota sebagai suatu public service dalam suatu WMK. Sedangkan Manajemen Penanggulangan kebakaran lingkungan dan manajemen penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung lebih merupakan partisipasi masyarakat dalam menyediakan proteksi kebakaran di sekitarnya.
10 Pd M-18-1995-03 Metode pengolahan data klimatologi Metode ini bertujuan untuk mengolah dan menyajikan data klimatologi secara tepat dan akurat dan mendapatkan data klimatologi yang andal dan siap pakai.
11 Pd M-18-2000-03 Metode Pengujian Lentur Panel Kayu Struktural Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, papan lapis, papan serat teratur, venir komposit dan lapisan komposit.
12 Pd M-19-1995-03 Metode penentuan lokasi dan pembangunan pos klimatologi Metode ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi pos klimatologi yang tepat serta pembangunan pos klimatologi yang baik dan benar agar diperoleh hasil pengamatan yang akurat bagi perencana dan pengguna data.
13 Pd S-01-2004-B Kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota. Pedoman ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis, kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota pada kawasan budidaya. Kriteria yang ada dalam pedoman ini merupakan perangkat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten.
14 Pd S-01-2004-C Spesifikasi instalasi pengolahan air system berpindah-pindah (Mobile) kapasitas 0,5 L/detik. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis tentang bentuk, ukuran, bahan, dan fungsi. Spesifikasi teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana untuk pembuatan instalasi pengolahan air system berpindah-pindah, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam pelaksanaannya.
15 Pd S-01-2005-C Spesifikasi kelas kekuatan kayu bangunan struktural yang dipilah secara masinal Spesifikasi ini memuat ketentuan mengenai jenis, ukuran, persyaratan modulus elastisitas dan keteguhan lentur mutlak untuk kayu bangunan yang dipilah secara masinal.
16 Pd S-02-2004-C Spesifikasi sarana umum mandi, kakus prefab. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, bahan dan konstruksi serta dimensi dari sarana umum mandi kakus prefab rangka besi/ baja dan kapsul.
17 Pd T-01-2003 Tata Cara Desain Hidrulik Bangunan Tipe Tyroll Tata cara ini digunakan untuk mendesain hidraulik bangunan pengambil pada bendung Tyrol. Jenis bangunan ini digunakan terutama di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung.
18 Pd T-01-2004-C Tata cara perencanaan instalasi pengolahan air system berpindah-pindah (mobile) Tata cara ini meliputi istilah dan definisi serta persyaratan yang berlaku untuk instalasi pengolahan air untuk air minum sistem berpindah-pindah kapasitas 0,5 - 1 Liter/ detik yang dapat memenuhi kebutuhan masak dan minum bagi 500-1000 orang.
19 Pd T-01-2005-A Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Pedoman analisis harga satuan pekerjaan ini memuat indeks bahan bangunan, indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan persiapan, pembersihan, galian tanah, timbunan tanah, pasangan batu belah, plesteran, beton, pembesian, cetakan beton dan pintu air sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan jaringan irigasi tersier yang dikerjakan dengan cara manual.
20 Pd T-01-2005-B Analisis resiko investasi jalan tol Pedoman ini menetapkan ketentuan dan tata cara dalam menilai resiko investasi jalan tol, yang mencakup hal-hal antara lain jenis-jenis resiko, pengelompokan resiko, analisis resiko dan penetapan faktor resiko investasi. Di samping itu dibahas pula mengenai teknik pengelolaan resiko dan alokasi resiko antara pemerintah dan swasta. Tata cara yang diuraikan dalam pedoman ini termasuk tahapan persiapan, pengumpulan data, perhitungan dan pelaporan serta contoh-contoh penggunaannya.
21 Pd T-01-2005-C Perencanaan rumah maisonet Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam perencanaan rumah maisonet, sebagai arahan desain dan spesifikasi teknis yang diperuntukkan bagi para perencana pembangunan perumahan. Pedoman ini tidak digunakan untuk acuan perencanaan rumah maisonet split, maupun untuk rumah maisonet susun tumpuk.
22 Pd T-02-2004-C Pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Pedoman teknis ini memuat pengertian, persyaratan umum, pengoperasian, dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan tangki biofilter.
23 Pd T-02-2005-A Analisis daya dukung tanah pondasi dangkal bangunan air Pedoman ini menetapkan analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air untuk keperluan desain bangunan dan fondasi bangunan air. Dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip analisis daya dukung sebagai berikut.
24 Pd T-02-2005-B Perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan metode the gross output (human capital) Pedoman ini menetapkan prosedur untuk melakukan perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan kota dan jalan antar kota berdasarkan metode the gross output atau human capital. Pedoman ini menguraikan formula yang dipergunakan dalam perhitungan, ketentuan, dan asumsi yang diberlakukan untuk faktor-faktor dalam penghitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pedoman ini memberikan tuntunan untuk menghitung faktor-faktor penting yang digunakan dalam formula penghitungan biaya, berikut contoh penggunaannya.
25 Pd T-02-2005-C Perencanaan rambu-rambu di dalam bangunan gedung Pedoman ini digunakan sebagai petunjuk dalam perancangan rambu-rambu di dalam bangunan gedung umum, supaya memudahkan pejalan kaki berjalan menuju area ruang, ruang atau tempat tertentu, serta mendapatkan pesan tentang peraturan, peringatan dan informasi yang diperlukan. Pedoman ini meliputi tata cara : peletakan, penentuan dimensi, penggunaan huruf, penggunaan simbol, penggunaan warna.
26 Pd T-03-2004-C Tata cara pelaksanaan dokumentasi bangunan dan kawasan yang dilestarikan Tata cara ini mencakup cara dan lingkup dalam melaksanakan pendokumentasian bangunan dan kawasan yang memiliki nilai untuk dilestarikan, mencakup: gambar arsitektural berikut cara pengukuran, format photo dan gambar, dan penulisan serta penyimpanan data, yang dapat digunakan bagi kegiatan penelitian. Laporan histories juga merupakan upaya untuk menyatukan informasi, membuat kesimpulan mengenai bangunan yang akan didokumentasikan, baik melalui analisa terhadap bangunan itu sendiri dan sejarahnya, atau dengan memposisikan pada konteks yang tepat. Pendokumentasian bangunan dapat merupakan langkah awal dalam menentukan pelestarian bangunan, maupun merupakan aktivitas dari pelestarian itu sendiri (preserve by documenting).
27 Pd T-03-2005-B Pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal ( asphalt mixing plant) Pedoman pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal jenis timbangan, jenis menerus, jenis drum, dan tata cara kalibrasi bukaan bin dingin. Pedoman ini sebagai acuan dan pegangan bagi pelaksana, pengawas lapangan dan pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan campuran beraspal panas agar pengguna dapat mengetahui kondisi peralatan.
28 Pd T-03-2005-C Tata cara pemilihan lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan Tata cara ini merupakan pedoman dalam menentukan lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman yang meliputi: acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk penataan kawasan permukiman yang sudah ada serta acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk pembangunan lokasi perumahan - permukiman baru pada lahan kosong atau lahan yang sebelumnya tidak dipergunakan sebagai fungsi hunian, mencakup perumahan - permukiman tidak bersusun dan bersusun.
29 Pd T-03.1-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air volume 1 ; penyusunan program penyelidikan metode pengeboran dan deskripsi log bor Pedoman ini menetapkan penyusunan program penyelidikan, metode pengeboran dan deskripsi log bor, untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air.
30 Pd T-03.2-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air volume 2. pengujian lapangan dan laboratorium Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan laboratorium, yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing), penyelidikan air tanah, pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu, pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu.
31 Pd T-03.3-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 3. interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan laboratorium, yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing), penyelidikan air tanah, pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu, pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu.
32 Pd T-04-2003 Tata cara operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi teknis -Tata cara ini membahas tentang prosedur tata cara operasi jaringan irigasi teknis dalam satu wilayah pengelolaan, yang meliputi: rencana operasi dan prosedur operasi jaringan irigasi teknis. -Tata cara ini juga mencakup jenis dan penggunaan blangko-blangko dalam rangka pengoperasian jaringan irigasi teknis.
33 Pd T-04-2004-C Tata cara pembuatan dan pelaksanaan beton berkekuatan tinggi a. Tata cara ini mencakup langkah-langkah pembuatan beton kekuatan tinggi yang dimaksudkan untuk memperoleh beton dengan kekuatan tekan optimum dan memenuhi persyaratan untuk beton kekuatan tinggi; b. Tata cara ini menetapkan metode pemilihan dan pemeriksaan bahan baku, rancang campuran, cara pelaksanaan dan pemeriksaan hasil percobaan susunan campuran beton kekuatan tinggi; c. Pelaksanaan pembuatan beton kekuatan tinggi harus diawasi oleh tenaga ahli, dan hasil pengujian sebagai pengendali mutu harus disahkan oleh laboratorium uji yang terakreditasi.
34 Pd T-04-2005-A Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. Pedoman ini merupakan bagian yang rinci dari pd t-07-2004-a, yaitu khusus untuk jeti tipe rubble mound. Pedoman ini dapat digunakan untuk perbaikan muara sungai dengan luas daerah aliran sungai lebih kecil 500 km2 atau sungai dengan lebar lebih kecil 200 m.
35 Pd T-04-2005-B Penggunaan agregat slag besi dan baja untuk campuran beraspal panas Pedoman ini mengatur tata cara penggunaan agregat slag besi dan baja pada proses pembuatan campuran beraspal panas yang meliputi persyaratan agregat slag besi dan baja, persyaratan bahan lainnya, perencanaan campuran dan pelaksanaan campuran.
36 Pd T-04-2005-C Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter Pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Tata cara ini mencakup persyaratan, kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas sampai 50 orang.
37 Pd T-05-2004-B Pedoman pelaksanaan perkerasan jalan beton semen Pedoman ini menguraikan prosedur pelaksanaan perkerasan jalan beton semen, baik pada jalan baru maupun pada jalan lama (lapis tambah beton semen). Pedoman mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu lintas.
38 Pd T-05-2004-C Tata cara pemilahan kayu konstruksi secara masinal. Tata cara ini memuat tentang pelaksanaan pemilihan kayu konstruksi secara masinal dan ketentuan yang harus digunakan meliputi istilah dan definisi, ketentuan, pelaksanaan, penentuan hasil pemilahan kayu konstruksi, penandaan dan pengelompkkan.
39 Pd T-05-2005-A Pedoman operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara Pedoman ini menetapkan tata cara operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara (khusus tabung karet) dengan pengempisan secara otomatis, yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan menahan intrusi air laut yang di bangun pada alur sungai
40 Pd T-05-2005-B Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan Pedoman ini menetapkan kaidah-kaidah dan tata cara perhitungan lapis tambah perkerasan lentur berdasarkan kekuatan struktur perkerasan yang ada yang diilustrasikan dengan nilai lendutan. Pedoman ini memuat deskripsi berbagai faktor dan parameter yang digunakan dalam perhitungan serta memuat contoh perhitungan. Perhitungan tebal lapis tambah yang diuraikan dalam pedoman ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan lentur atau konstruksi perkerasan dengan lapis pondasi agregat dengan lapis permukaan menggunakan bahan pengikat aspal. Penilaian kekuatan struktur perkerasan yang ada, didasarkan atas lendutan yang dihasilkan dari pengujian lendutan langsung dengan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) dan lendutan balik dengan menggunakan alat Benkelman Beam (BB).
41 Pd T-05-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 1. Pedoman Umum Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan, kelembagaan, pembiayaan, pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat.
42 Pd T-06-2004-B Perencanaan konstruksi timbunan jalan di atas gambut dengan metode prapembebanan Pedoman ini dimaksudkan sebagai penuntun bagi praktisi di dalam mendesain timbunan jalan di atas tanah gambut dengan metode prapembebanan. Berbagai teknik analisis stabilitas dan penurunan timbunan yang umum digunakan oleh perekayasa diuraikan terlebih dahulu. Kemudian kriteria desain penimbunan dan evaluasi performa timbunan dengan pemantauan (monitoring) secara praktis dibahas.
43 Pd T-06-2004-C Pengawetan kayu pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pasak dan pentil injeksi. Standar ini meliputi tata cara untuk pengawetan kayu balok dengan ukuran tebal 5 cm dan lebar 10 cm dari serangan organisme perusak pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pestisida, yang mencakup definisi, ketentuan-ketentuan dan cara pengawetan.
44 Pd T-06-2005-A Penguatan masyarakat petani pemakai air dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Pedoman ini menetapkan tata cara pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi pada suatu daerah irigasi dalam hal ini, perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta. Pedoman ini berlaku khusus untuk irigasi tanaman pangan atau pertanian bukan rawa dan tambak.
45 Pd T-06-2005-B Pelaksanaan pemasangan bantalan karet pada jembatan Pedoman ini mengatur langkah-langkah dalam pemesangan bantalan karet agar tidak terjadi kerusakan akibat pemasangan yang salah. Selain itu pedoman ini memberikan petunjuk mengenai tata cara pemilihan bahan-bahan/produksi bantalan karet agar bantalan karet dapat berfungsi secara optimal.
46 Pd T-06-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 2. Pedoman penyelenggaraan Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan.
47 Pd T-07-2004-B Pedoman asbuton campuran panas Pedoman ini meliputi penyiapan campuran asbuton dengan cara panas terdiri dari campuran asbuton, agregat dan peremaja yang dicampur di Unit Pencampur Aspal. Pedoman ini juga meliputi penghamparan dan pemadatan campuran pada lapis pondasi antara dan lapis aus.
48 Pd T-07-2004-C Tata cara pengawetan bambu dengan cara tekanan. Petunjuk teknis ini meliputi istilah, definisi, ketentuan, dan pelaksanaan pengawetan.
49 Pd T-07-2005-B Pelaksanaan pekerjaan beton untuk jalan dan jembatan Pedoman ini merupakan acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembetonan jalan dan jembatan. Cakupan beton yang dimaksud dalam pedoman ini adalah beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland yang mempunyai berat isi sekitar 22 kN/mm3 (2200 kg/m3) sampai dengan 24 kN/mm3 (2400 kg/m3) dan mempunyai kuat tekan (berdasarkan benda uji silinder) antara 10 MPa sampai dengan 65 MPa (setara dengan K-125 sampai dengan K-800 berdasarkan benda uji kubus).
50 Pd T-07-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 3. Kelembagaan Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku terkait, proses pembentukan organisasi/ kepengurusan dan perangkat pendukung yang diperlukan dalam organisasi penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM). Pedoman ini merupakan buku ketiga dari Pedoman penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).