Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
:
:
:
Data ada 283 record
Kategori Standar : Pedoman Teknis.    Deskripsi: PEDOMAN TEKNIS
No No SNI Judul Ruang Lingkup File SNI
51 Pd T-08-2004-B Penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan Pedoman teknis penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan merupakan acuan dan pegangan bagi perencana maupun instansi yang berwenang dalam pembinaan jalan dan lalu lintas untuk melakukan penanganan kemacetan lalu lintas pada skala lokal. Model-model penanganan yang dicakup dalam pedoman ini merupakan hasil optimalisasi geometrik jalan, lingkungan dan tuntutan lalu lintas yang ada yang dilakukan melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. Pedoman ini meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis, dan cara perencanaan serta penanganan kemacetan jangka pendek sebelum melakukan penanganan dengan rekayasa yang lebih kompleks, seperti penggunaan simpang tak sebidang atau pengaturan sistem jaringan.
52 Pd T-08-2004-C Pemeriksaan konstruksi bangunan beton bertulang pasca kebakaran. Pedoman teknis ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan bangunan pasca kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerusakan struktur dengan melakukan serangkaian pemeriksaan baik secara visual, pengujian elemen struktur dan uji pembebanan, sehingga diperoleh gambaran kondisi fisik bangunan dan keandalan struktur berdasarkan sisa kekuatan yang ada. Petunjuk teknis ini menetapkan metode pemeriksaan bangunan setelah terbakar, untuk mengetahui kelayakan teknis dan derajat kerusakan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menetukan langkah perbaikan, perkuatan atau tindakan teknis lainnya dalam upaya pemanfaatan kembali. Pelaksanaan pemeriksaan bangunan pasca kebakaran harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sesuai dengan bidangnya, dan hasilnya disyahkan oleh instansi yang berwenang.
53 Pd T-08-2005 B Perencanaan campuran lapis pondasi hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen .
54 Pd T-08-2005-B Perencanaan campuran lapis pondasi hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen Pedoman ini menetapkan persyaratan, ketentuan bahan, peralatan laboratorium, perencanaan campuran dan cara penentuan kadar semen campuran hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen, sebagai lapis pondasi dan pondasi bawah. Jenis perkerasan yang di daur ulang mencakup perkerasan beraspal yang telah tua atau perkerasan beton semen.
55 Pd T-08-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 4. Pembiayaan Pedoman ini memuat tata cara pembiayaan dalam kegiatan meliputi biaya penyelenggaraan dan mobilisasi dana penyediaan air minum berbasis masyarakat.
56 Pd T-09-2004-A Perencanaan bendung karet isi udara Pedoman ini berlaku untuk bendung karet isi udara dengan pengempisan secara otomatis, yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan atau menahan intrusi air laut di alur sungai. Isi pedoman mencakup criteria perencanaan, perencanaan tata letak, perencanaan hidraulik, perencanaan stabilitas, dan perencanaan instalasi yang dikaitkan dengan kemudahan dalam operasi.
57 Pd T-09-2004-B Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas ini menguraikan metode penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yang terbagi kedalam empat tahapan penyelidikan, yaitu tahap identifikasi lokasi rawan kecelakaan, tahap analisis data, tahap pemilihan teknik penanganan serta tahap monitoring dan evaluasi. Pedoman ini disusun terdiri atas Ruang Lingkup, Acuan Normatif, Definisi dan istilah, Ketentuan umum, Ketentuan teknis, dan Prosedur Penanganan.
58 Pd T-09-2004-C Pemeliharaan bangunan gedung Tata cara disusun sebagai acuan bagi para pelaksana pemeliharaan bangunan gedung selama gedung dioperasikan, yang memuat cara dan persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk memelihara komponen dan utilitas bangunan.
59 Pd T-09-2005-B Rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan pada tanah residual dan batuan Ruang lingkup pedoman ini menekankan perencanaan penanggulangan keruntuhan lereng pada deposit residual di daerah pegunungan dan perbukitan. Keruntuhan lereng (slope failure) dan stabilitas galian dan timbunan pada tanah lunak dan ekspansif tidak termasuk dalam ruang lingkup pedoman ini. Pedoman ini merupakan pelengkap dari Buku Tata Cara Penanggulangan Longsoran SNI - 03.1962 - 1990.
60 Pd T-09-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 5. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pedoman ini ini meliputi tata cara pemilihan jenis, perencanaan, pelaksanaan fisik dan pengoperasian serta pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan air minum berbasis masyarakat.
61 Pd T-10-2004-B Prediksi kebisingan akibat lalu lintas Tata cara prediksi kebisingan akibat lalu lintas memuat prosedur penghitungan tingkat kebisingan di ruas jalan perkotaan dan antar kota yang diakibatkan oleh lalu lintas dengan menggunakan model prediksi Calcullation of Road Traffic Noise (CoRTN) serta ketentuan-ketentuan umum maupun teknis berkaitan dengan pengukuran dan penghitungan parameter berpengaruh, penyajian hasil dan penilaian dampak kebisingan dari variabel-variabel berpengaruh dalam model prediksi kebisingan.
62 Pd T-10-2004-C Penilaian kesesuaian vertical rencana tata ruang Pedoman ini menetapkan tujuan, proses, substansi, pelaku, keluaran, dan konsekwensi dari penilaian kesesuaian vertical penataan ruang. Penilaian kesesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian penataan ruang guna tercapainya pembangunan yang mensejahterakan masyarakat dan berkelanjutan melalui upaya koordinasi, penyesuaian, pengendalian proses dan dampak dari pembangunan. Penilaian kesesuaian penataan ruang dilakukan oleh seluruh stakeholder pembangunan dan difasilitasi oleh pemerintah melalui Dinas Instansi terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Keluaran dari kegiatan penilaian kesesuaian adalah rekomendasi substansi penyesuaian dan kesepakatan langkah penyesuaian serta penetapan instansi yang bertanggung jawab atas konsekwensi dari penyesuaian yang harus dilakukan.
63 Pd T-10-2005-B Penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan Pedoman ini merupakan tata cara penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan. Pedoman meliputi penjelasan mengenai ciri-ciri kerusakan jalan di atas tanah ekspansif, identifikasi tanah ekspansif, desain konstruksi jalan di atas tanah ekspansif serta teknik penanganan dengan metode penggantian material, manajemen air, stabilisasi, membran, geomembran dan pembebanan. Pedoman ini memberikan informasi dan petunjuk dalam merencanakan desain konstruksi, tetapi bukan merupakan petunjuk yang mendalam untuk desain detail.
64 Pd T-10-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 6. Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pada tahap persiapan, perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan pengembangan PAM BM. Hasilnya dilaporkan pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat.
65 Pd T-11-2004-B Penanganan tanah ekspansif dengan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal. Pedoman ini memberikan panduan untuk menerapkan geomembran sebagai suatu metode untuk mengentrol prilaku tanah ekspansif pada konstruksi jalan. Pedoman ini membahas mengenai spesifikasi material dan metode instalasi yang diperlukan dalam penerapan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal (vertical moisture barrier). Pada lampiran, pedoman ini menguraikan secara ringkas mengenai prilaku dan cara mengidentifikasi tanah ekspansif. Aspek-aspek desain dan instalasi yang dibahas di sini mengacu pada keadaan dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di Indonesia.
66 Pd T-11-2004-C Pemeriksaan awal kerusakan bangunan beton bertulang akibat gempa Petunjuk teknis ini digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi kerusakan bangunan beton bertulang atau bangunan dinding pemikul yang mengalami kerusakan akibat gempa.
67 Pd T-11-2005-B Stabilisasi dangkal tanah lunak untuk konstruksi timbunan jalan (dengan semen dan cerucuk) Pedoman ini memberikan petunjuk mengenai prinsip-prinsip penggunaan stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk dalam pembuatan konstruksi timbunan untuk jalan yang meliputi : kriteria penggunaan stabilisasi dangkal tanah lunak dengan semen atau cerucuk untuk desain timbunan jalan serta evaluasi dan aplikasinya pada timbunan jalan yang mengalami prakompresi; informasi tentang jenis dan karakteristik stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk serta pembahasan parameter tanah; nterpretasi kondisi dan cara pemasangan serta desain stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk.
68 Pd T-11-2005-C Pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung Pedoman ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kelengkapan upaya pencegahan kebakaran yang bersifat aktif, pasif, sehingga diperoleh informasi tingkat keandalan dari bangunan tersebut.
69 Pd T-12-2003 Perambuan Sementara untuk Pekerjaan Jalan Pedoman teknis perencanaan perambuan sementara bagi pekerjaan jalan, jembatan dan fasilitas prasarana perkotaan merupakan acuan atau tata cara untuk penempatan rambu sementara meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis, dan tata cara perencanaan bagi pihak yang terkait dengan pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan tersebut mengambil sebagian atau seluruh dari DAMIJA yang diperkirakan bisa menggangu arus lalu lintas dan keselamatan keselamatan pemakai jalan.
70 Pd T-12-2004-B Tata cara pemasangan rambu dan marka jalan perkotaan Tata cara perencanaan marka jalan imengatur pengelompokkan marka jalan menurut fungsinya, bentuk dan ukuran, penggunaan serta penempatannya. Tata cara perencanaan marka jalan ini diterapkan dalam perencanaan ruas serta persimpangan jalan baik jalan dalam kota maupun jalan luar kota.
71 Pd T-12-2004-C Perancangan komponen arsitektural, mekanikal dan elektrikal terhadap beban gempa. Pedoman ini meliputi persyaratan pada perancangan komponen arsitektural, mekanikal, dan elektrikal dengan batasan sebagai berikut : i. berat komponen sekunder dibatasi di bawah 20 persen dari berat mati total lantai yang dibebani; ii. berat komponen sekunder dibatasi di bawah 10 persen dari berat mati total strukturnya. Untuk komponen sekunder yang beratnya melebihi tersebut di atas harus dihitung secara tersendiri, dan tidak termasuk yang diatur dalam petunjuk teknis ini.
72 Pd T-12-2005-B Perencanaan lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan corrugated steel plate (CSP) Pedoman ini membahas masalah perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP).
73 Pd T-12-2005-C Rencana tindak darurat kebakaran pada bangunan gedung Pedoman ini mencakup petunjuk dalam pembuatan rencana untuk memperkecil kemungkinan timbulnya kebakaran dan meminimalkan dampak keadaan darurat yang ditimbulkannya melalui deteksi dini, peringatan, tindakan penanggulangan, prosedur penyelamatan/evakuasi, serta komunikasi darurat, bagi semua personil yang bekerja atau berada di dalam gedung maupun pihak manajemen dalam melaksanakan tindakan menghadapi keadaan darurat akibat kebakaran di gedung tersebut.
74 Pd T-13-2003 Perhitungan Kapasitas Lingkungan jalan Pedoman kapasitas lingkungan jalan ini merupakan suatu pedoman untuk melakukan perhitungan kapasitas lingkungan jalan di daerah perkotaan baik pada tahap perencanaan maupun pada tahap evaluasi suatu kegiatan peningkatan atau pembangunan jalan.
75 Pd T-13-2004-B Pedoman penempatan utilitas pada daerah milik jalan Pedoman ini mengatur penempatan utilitas pada daerah milik jalan (DAMIJA) dan jembatan, yang untuk utilitas yang sejajar jalan dan melintang jalan baik bawah maupun di atas tanah.
76 Pd T-13-2004-C Perbaikan kerusakan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan pasca kebakaran. Petunjuk teknis ini memberikan penjelasan cara perbaikan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan yang mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat akibat peristiwa gempa atau mengalami kerusakan sejenis akibat peristiwa selain gempa.
77 Pd T-13-2005-B Pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug untuk jembatan Pedoman ini menetapkan proses pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug yang dimulai dari persiapan bahan dan peralatan, proses pencampuran, penghamparan dan pemadatan. Selain itu pedoman ini mengatur tata cara pengendalian dan pengujian mutu bahan maupun siar muai
78 Pd T-14-2004-B Penggunaan tailing untuk lapis pondasi dan lapis pondasi bawah. Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan penggunaan tailing untuk lapis pondasi dan lapis pondasi bawah system perkerasan jalan. Penggunaan tailing yang diatur dalam pedoman ini adalah sebagai bahan tambah untuk memperbaiki gradasi agregat atau sebagai bahan pengganti dari material yang diperlukan.
79 Pd T-14-2004-C Pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tahan gempa berbasis pasangan. Petunjuk teknis ini berisi pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tidak bertingkat tahan gempa dengan pemikul beton bertulang atau pasangan
80 Pd T-14-2005-B Inspeksi dan pemeliharaan drainase jalan Pedoman ini menetapkan ketentuan-ketentuan dan tata cara Inspeksi dan Pemeliharaan Drainase jalan baik yang bersifat rutin maupun khusus. Substansi yang diatur dalam pedoman ini adalah inspeksi dan pemeliharaan saluran beserta sarana pelengkapnya, termasuk gorong-gorong untuk mengembalikan kinerja dan kondisinya sehingga dapat berfungsi sesuai perencanaan awal.
81 Pd T-15-2003 Tata Cara Pemasangan dan Pengoperasian Komposter Individual dan Komunal. Tata cara ini meliputi pendahuluan dan persyaratan pemasangan dan pengoperasian komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 (satu) keluarga (5-7) dan komunal untuk melayani 10 keluarga (50-70 jiwa).
82 Pd T-15-2004-B Tata cara perencanaan pemisah jalan (separator jalan) Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan teknis perencaan pemisah jalan.
83 Pd T-15-2005-B Perhitungan biaya operasi kendaraan Bagian 1. Biaya tidak tetap ( Running cost) Pedoman ini merupakan panduan dalam melakukan perhitungan biaya operasi kendaraan (bok) pada ruas jalan. Dalam bagian i ini disajikan ketentuan-ketentuan dan cara-cara perhitungan komponen biaya tidak tetap (running cost). Pedoman ini mencakup uraian tentang ketentuan umum, ketentuan teknik, dan cara pengerjaan.
84 Pd T-16-2004-B Survei inventarisasi geometri jalan perkotaan Pedoman ini memuat tata cara tentang pelaksanaan survei dalam rangka mendapatkan data geometri dari jalan perkotaan termasuk persimpangan, akses jalan dan akses lahan, selain jalan bebas hambatan, yang meliputi : penampang melintang, alinyemen horisontal, alinyemen vertikal, dan penggunaan lahan sisi jalan.
85 Pd T-16-2005-B Mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan Pedoman ini menetapkan tata cara mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan yang meliputi penanganan pada sumber kebisingan, jalur perambatan, dan penerima kebisingan. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pedoman ini meliputi bahan, dimensi, cara penempatan, dan prosedur mitigasi. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana lapangan dalam upaya penanggulangan dampak kebisingan yang terjadi akibat lalu lintas jalan.
86 Pd T-17-2004-B Perencanaan median jalan Pedoman perencanaan media jalan ini mengatur tentang ketentuan umum yang menyangkut keberadaan dan fungsi serta ketentuan teknis lainnya, penempatan, ukuran dan bukan, serta cara/ prosedur perencanaannya.
87 Pd T-17-2005-B Audit keselamatan jalan Pedoman audit keselamatan jalan ini menetapkan ketentuan dan prosedur pelaksanaan audit keselamatan jalan mulai dari tahap perencanaan awal hingga tahap percobaan atau beroperasinya jalan tersebut secara penuh. Hal-hal yang diatur dalam pedoman ini, termasuk persyaratan umum, administratif, dan teknis pelaksanaan audit. Selain itu pedoman ini menguraikan tahapan pelaksanaan audit yang dilengkapi dengan daftar periksa yang diperlukan dalam pelaksanaan audit.
88 Pd T-18-2004-B Penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan Pedoman ini mencakup tata cara penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan, yang terdiri atas sistem jaringan primer dan sekunder, termasuk sistem jaringan jalan, ciri-ciri dan kriteria untuk fungsi ruas jalan.
89 Pd T-18-2005-B Studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pedoman pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis, dan cara pengerjaan pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan, baik untuk kegiatan peningkatan, maupun pembangunan jalan dan jembatan.
90 Pd T-19-2004-B Survei pencacahan lalu lintas dengan cara manual Pedoman ini mengatur tata cara pencacahan lalu lintas dengan cara manual pada ruas jalan dan persimpangan untuk berbagai tujuan penggunaan data, seperti analisis geometri, kinerja lalu lintas dan struktur perkerasan jalan maupun manajemen lalu lintas. Pedoman ini mencakup tata cara survei, organisasi, peralatan dan langkah-langkah pelaksanaan survei.
91 Pd T-19-2005-B Pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pedoman ini mengatur tentang tindak lanjut dari kegiatan pra studi kelayakan untuk menganalisis secara lebih rinci beberapa alternatif rute terpilih yang diusulkan. Untuk proyek-proyek yang hanya melakukan studi kelayakan tanpa melalui kegiatan pra studi kelayakan, maka pelaksanaannya menggunakan kedua pedoman tersebut.
92 Pd T-20-2004-B Perencanaan bundaran untuk persimpangan sebidang Pedoman ini mengatur kaidah-kaidah perencanaan geometri bundaran pada persimpangan sebidang. Pedoman ini memuat berbagai parameter yang digunakan untuk merancang berbagai jenis bundaran pada persimpangan sebidang. Pedoman ini juga memuat ketentuan berbagai besaran geometri komponen bundaran, seperti diameter bundaran, radius atau jari-jari masuk, lebar jalur masuk dan lajur putaran, dimensi pulau pemisah, ketentuan pemarkaan dan perambutan, fasilitas pejalan kaki dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk penempatan halte dan drainase.
93 Pd T-20-2005-B Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Pedoman ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara pengadaan tanah dalam penyiapan ruang milik jalan (RUMIJA) untuk pembangunan jalan umum maupun jalan tol. Pedoman ini berlaku untuk pengadaan tanah lebih besar dari 1 (satu) hektar maupun kurang dari 1 (satu) hektar.
94 Pd T-21-2004-B Survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan Pedoman ini mencakup tata cara survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan yang melakukan secara manual (visual) termasuk kompilasi data. Tata cara survei ini terdiri dari persiapan survei dan produser pelaksanaannya. Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai pendukung untuk melengkapi pangkalan data (data base) jalan perkotaan.
95 Pd T-21-2005-B Pemeriksaan inventarisasi jembatan Pedoman ini mencakup tata cara pelaksanaan pemeriksaan inventarisasi jembatan, yang digunakan untuk memperoleh data administratif dan data teknis, pada jembatan-jembatan yang belum pernah didata dalam pemutahiran data, dan merupakan bagian dari data kondisi jembatan secara umum.
96 Pd T-22-2005-B Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar jalan tol Pedoman pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol. Kawasan budidaya yang diatur meliputi pengaturan kawasan fungsional yaitu kawasan perumahan, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan industri serta kawasan pariwisata. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol akan menjadi lebih tertata dan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap pelayanan jalan tol. Sedangkan kawasan lain yang memerlukan pengaturan seperti kawasan pendidikan, kawasan cagar budaya, kawasan militer, bandar udara dan sebagainya akan diatur dalam pedoman tersendiri.
97 Pd. M-01-2004-A Uji mutu konstruksi untuk pondasi dan tubuh bendung tipe urugan Pedoman ini membahas tentang uji mutu konstruksi bendungan tipe urugan, dengan memberikan penjelasan prinsip-prinsip yang terdiri dari : 1. Organisasi lapangan dan tanggung jawab 2. Perbaikan fondasi dan ebatmen yang mencakup tinjauan umum; pembersihan, pengupasan dan penggalian, serta pengendalian rembesan; 3. Penggunaan material, peralatan dan proses penggalian di borowarea dan kuari. 4. Peralatan dan proses pelaksanaan pengurugan, serta proses uji mutu konstruksi bendungan tipe urugan (tanah dan batu). 5. Pencatatan dan pelaporan pekerjaan Pedoman ini tidak membahas mengenai metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan kontruksi bendungan, yang rinciannya dapat dilihat pada pedoman PdT-31-2000-03
98 Pd. T-01-2004-A Perencanaan hidraulik bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji Bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji sangat sesuai untuk diterapkan pada kasus yang memerlukan kapasitas pelimpah yang besar pada bentang yang relatif sempit/ terbatas, guna mengendalikan tinggi muka air udik, misalnya : pada kasus bendung untuk pembangkit listrik tenaga air.
99 Pd. T-02-2004-A Perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN Pedoman ini membahas tata cara penghitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN. Indeks kekeringan yang dihasilkan mencakup durasi kekeringan dan jumlah kekeringan dengan berbagai periode ulang, digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan kekeringan dalam suatu seri data hujan dan dan untuk kapasitas bendung. Pedoman ini hanya membahas indeks kekeringan titik pada setiap pos hujan, bukan kekeringan wilayah (regional drought).
100 Pd. T-03-2004-A Pemberian air pada lahan dengan system surjan Pedoman ini membahas prosedur tata cara atau teknik menata lahan dan mengatur pemberian air dengan sistem surjan pada sustu areal yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan lapangan serta operasi dan pemeliharaan.