DAFTAR ISTILAH BIDANG PERMUKIMAN

 

 

3 R adalah menerapkan reuse, reduce, dan recycling artinya menggunakan kembali, mengurangi dan mendaur ulang sampah (SNI 3242:2008)

agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil disintegrasi ‘alami’ batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 4,75 mm (No.4) (SNI 1969:2008)

agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil disintegrasi ’alami’ batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 4,75 mm (No.4) (SNI 1970:2008)

agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi ‘alami’ dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No.4) sampai 40 mm (No. 1½ inci) (SNI 1969:2008)

agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi ‘alami’ dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No.4) sampai 40 mm (No. 1½ inci) (SNI 1970:2008)

agregat ringan adalah agregat dengan berat isi kering oven gembur maksimum 1100 N  (SNI 3402:2008)

agregat ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat isi sebesar 1 100 kg/m 3  atau kurang (SNI 1969:2008)

agregat ringan agregat dengan berat isi kering oven gembur maksimum 1100 N (Revisi SNI 03-3402-1994)

agregat ukuran tunggal (single sized) adalah agregat yang ukuran butirannya sama (SNI 1970:2008)

air baku adalah air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut sebagai air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. (SNI 6773:2008)

air baku adalah air yang mutunya memenuhi ketentuan baku mutu air baku yang berlaku (SNI 3981:2008)

air baku adalah untuk air minum yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi ketentuan baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum (SNI 0004:2008)

air baku adalah untuk air minum yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi ketentuan baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum (SNI 6774:2008)

air minum

air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (SNI 0004:2008)

air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. (SNI 6773:2008)

air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (SNI 6774:2008)

air yang mutunya memenuhi ketentuan baku mutu air minum yang berlaku (SNI 3981:2008)

alat hitung adalah bagian dari meter air yang menerima sinyal dari transduser, bila memungkinkan dari alat ukur yang disertakan, merubahnya ke dalam hasil pengukuran  dan, jika sesuai, menyimpan hasilnya dalam memori sampai hasil ini digunakan (SNI 2547:2008)

alat koreksi adalah peralatan yang dihubungkan atau menyatukan pada meter air, secara otomatis melakukan koreksi terhadap volume air pada kondisi ukur, dan/atau karakteristik air menjadi terukur (sebagai contoh temperatur dan tekanan) dan kurva kalibrasi yang ditetapkan sebelumnya (SNI 2547:2008)

alat Pengomposan rumah tangga adalah alat yang digunakan untuk mengolah sampah organik dapur menjadi kompos (SNI 3242:2008)

alat penunjuk adalah bagian dari meter air yang menunjukkan hasil pengukuran, dapat secara kontinu atau atas permintaan (SNI 2547:2008)

alat penyetel adalah peralatan yang menyatu dalam meter air, yang memperbolehkan pergeseran kurva kesalahan secara paralel terhadap kurva itu sendiri, dengan maksud untuk membawa kesalahan indikasi relatif dalam batas kesalahan maksimum yang diijinkan (SNI 2547:2008)

alat transduser/pengukur adalah bagian dari meter air yang mengubah bentuk aliran atau volume air yang diukur  ke dalam sinyal yang disampaikan ke alat hitung (SNI 2547:2008)

ambang bebas adalah jarak antara tinggi bangunan unit paket instalasi pengolah air dengan muka air maksimum. (SNI 6773:2008)

Angker adalah pengikat antara komponen struktur.

back wash adalah sistem pencucian media filter dengan aliran air yang berlawanan arah dengan aliran air pada saat penyaringan (SNI 0004:2008)

back wash adalah sistem pencucian media filter dengan aliran air yang berlawanan arah dengan aliran air pada saat penyaringan (SNI 6774:2008)

badan meter air adalah bagian utama yang ditengahnya merupakan ruang untuk menempatkan alat hitung dan mempunyai saluran masuk dan saluran keluar pada sisi yang berlawanan (SNI 2547:2008)

bahan agak menghambat api (M4) adalah bahan yang bersifat agak menghambat api, sifat pembakarannya cepat, nyala yang ditimbulkan cepat menjalar, dan panas yang dihasilkan tinggi disertai asap (SNI 1739:2008)

bahan agak menghambat api (M4) bahan yang bersifat agak menghambat api, sifat pembakarannya cepat, nyala yang ditimbulkan cepat menjalar, dan panas yang dihasilkan tinggi disertai asap (Revisi SNI 03-1739-1989)

bahan menghambat api (M3) adalah bahan yang bersifat menghambat api, sifat pembakarannya agak cepat, nyala yang ditimbulkan agak cepat menjalar, dan panas yang dihasilkan tinggi (SNI 1739:2008)

bahan menghambat api (M3) bahan yang bersifat menghambat api, sifat pembakarannya agak cepat, nyala yang ditimbulkan agak cepat menjalar, dan panas yang dihasilkan tinggi (Revisi SNI 03-1739-1989)

bahan mudah terbakar (M5) adalah sifat dari bahan yang mudah terbakar, sifat pembakarannya sangat cepat, nyala yang

bahan mudah terbakar (M5) sifat dari bahan yang mudah terbakar, sifat pembakarannya sangat cepat, nyala yang ditimbulkan cepat sekali menjalar, dan panas yang dihasilkan sangat tinggi disertai asap tebal (Revisi SNI 03-1739-1989)

bahan sukar terbakar (M2) adalah salah satu sifat bahan yang termasuk jenis dapat terbakar (combustible) lambat terbakar bila dikenai sumber api (SNI 1739:2008)

bahan sukar terbakar (M2) salah satu sifat bahan yang termasuk jenis dapat terbakar (combustible) lambat terbakar bila dikenai sumber api (Revisi SNI 03-1739-1989)

bahan tambahan pembentuk gelembung udara adalah bahan yang digunakan sebagai bahan beton, yang ditambahkan segera ke dalam campuran beton sebelum atau selama pencampuran, untuk membentuk gelembung udara (SNI 2496:2008)

bahan tambahan pembentuk gelembung udara bahan yang digunakan sebagai bahan beton, yang ditambahkan segera ke dalam campuran beton sebelum atau selama pencampuran, untuk membentuk gelembung udara (Revisi SNI 03-2496-1991)

bahan tidak terbakar (M1) adalah sifat bahan yang tidak terbakar bila terkena panas/api tidak akan menyebarkan/ menjalarkan api pada waktu kebakaran terjadi (SNI 1739:2008)

bahan tidak terbakar (M1) sifat bahan yang tidak terbakar bila terkena panas/api tidak akan menyebarkan/ menjalarkan api pada waktu kebakaran terjadi (Revisi SNI 03-1739-1989)

Balok lintel adalah balok pengikat diatas kusen pintu atau jendela yang digunakan pada dinding pasangan baik dengan atau tanpa kolom.

bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya maupun kegiatan khusus. (SNI 7392:2008)

bangunan gedung dan perumahan adalah bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat (SNI 2835:2008)

bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat (Revisi RSNI T-13-2002)

bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat (Revisi RSNI T-16-2002)

bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat (Revisi SNI 03-2835-2002)

bangunan gedung wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya maupun kegiatan khusus (RSNI PJKB-3D)

Bangunan sederhana adalah bangunan yang dibangun menurut kebiasaan-kebiasaan yang ada tanpa perencanaan dan pengawasan dari ahli bangunan.

bangunan sementara adalah bangunan yang digunakan dalam jangka pendek (selama keadaan darurat). (SNI 7392:2008)

bangunan sementara bangunan yang digunakan dalam jangka pendek (selama keadaan darurat) (RSNI PJKB-3D)

batang penusuk adalah batang yang terbuat dari logam yang digunakan untuk memadatkan beton (SNI 4156:2008)

batang penusuk batang yang terbuat dari logam yang digunakan untuk memadatkan beton (Revisi SNI 03-0369-2000)

beaker adalah alat ukur volume air, terbuat dari metal berkapasitas 1000 cc (SNI 4156:2008)

beaker alat ukur volume air, terbuat dari metal berkapasitas 1000 cc (Revisi SNI 03-0369-2000)

Beban Gempa Nominal Rencana adalah beban gempa nominal statik ekuivalen yang bekerja pada komponen nonstruktural pada pusat massanya dengan arah yang paling berbahaya.

beban pelimpah adalah debit air yang diolah persatuan panjang pelimpah dalam bak pengendap (SNI 6774:2008)

beban permukaan adalah debit air yang diolah persatuan luas permukaan (SNI 6774:2008)

benda uji adalah elemen atau bagian dari suatu konstruksi bangunan yang ditujukan untuk diuji tingkat

benda uji elemen atau bagian dari suatu konstruksi bangunan yang ditujukan untuk diuji tingkat ketahanan apinya (Revisi SNI 03-1741-2000)

bentuk geotekstil lainnya definisi bentuk lain yang berkaitan dengan geotekstil yang digunakan dalam standard ini, merujuk kepada terminologi ASTM D 4439 atau padanannya (RSNI M-02-2005)

bentuk tekstil lainnya definisi dari bentuk tekstil lainnya yang digunakan dalam standard ini, merujuk kepada terminologi ASTM D 123 atau padanannya (RSNI M-02-2005)

berat isi adalah berat per satuan volume

berat isi dalam keadaan seimbang adalah berat isi yang ditentukan menurut pasal 8.2. tentang pengukuran berat isi dalam keadaan seimbang, dicapai oleh beton ringan struktural setelah disimpan dalam ruangan dengan kelembaban relatif 50 % ± 5 % dan temperatur 23o C ± 2o C selama jangka waktu yang cukup sampai berat konstan tercapai (SNI 3402:2008)

berat isi dalam keadaan seimbang berat isi yang ditentukan menurut pasal 8.2. tentang pengukuran berat isi dalam keadaanseimbang, dicapai oleh beton ringan struktural setelah disimpan dalam ruangan dengan kelembaban relatif 50 % ± 5 % dan temperatur 23o C ± 2o C selama jangka waktu yang cukup sampai berat konstan tercapai (Revisi SNI 03-3402-1994)

berat isi kering oven adalah berat seperti yang ditentukan dalam pasal 8.3. tentang pengukuran berat isi kering oven, dicapai oleh beton ringan struktural setelah dimasukkan dalam oven pengering pada 110o C ± 5o C selama periode waktu cukup sampai berat konstan tercapai  (SNI 3402:2008)

berat isi kering oven berat seperti yang ditentukan dalam pasal 8.3. tentang pengukuran berat isi kering oven, dicapai oleh beton ringan struktural setelah dimasukkan dalam oven pengering pada 110o C ± 5o C selama periode waktu cukup sampai berat konstan tercapai (Revisi SNI 03-3402-1994)

berat isi teoritis beton adalah biasanya ditentukan di laboratorium, nilainya diasumsikan tetap untuk semua campuran yang dibuat dengan komposisi dan bahan yang identik. Hal ini diperhitungkan dengan cara berat total material dalam campuran (kg) dibagi dengan total volume absolut (m3). Berat isi teoritis beton (kg/m3) dihitung pada keadaan bebas udara  (SNI 1973:2008)

berat jenis adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi (SNI 1969:2008)

berat jenis adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi (SNI 1970:2008)

berat jenis curah (jenuh kering permukaan) adalah perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk berat air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama (24+4) jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1969:2008)

berat jenis curah (jenuh kering permukaan) adalah perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk berat air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama (24+4) jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1970:2008)

berat jenis curah kering adalah perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk rongga yang _ermeable_e dan _ermeable di dalam butir partikel, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1969:2008)

berat jenis curah kering adalah perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk rongga yang impermeabel dan permeabel di dalam butir partikel, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1970:2008)

berat jenis semu (apparent) adalah perbandingan antara berat dari satuan volume suatu bagian agregat yang impermiabel pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1969:2008)

berat jenis semu (apparent) adalah perbandingan antara berat dari satuan volume suatu bagian agregat yang impermiabel pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu (SNI 1970:2008)

berat total semua material yang digunakan adalah penjumlahan dari berat semen, agregat halus, agregat kasar, air pencampur, dan bahanbahan padat atau cair lainnya yang digunakan (SNI 1973:2008)

berubah (masih plastis dan belum terjadi pengikatan awal) (SNI 2458:2008)

beton agregat ringan adalah beton yang dibuat dengan menggunakan agregat ringan  (SNI 3402:2008)

beton agregat ringan beton yang dibuat dengan menggunakan agregat ringan (Revisi SNI 03-3402-1994)

beton isolasi beton yang mempunyai berat isi kering oven maksimum 1440 kg/m3 (Revisi SNI 03-3421-1994)

beton ringan isolasi beton ringan yang mempunyai berat isi kering oven maksimum 800 kg/m3 (Revisi SNI 03-3421-1994)

beton ringan structural beton yang memakai agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir alam sebagai pengganti agregat ringan halus ringan dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat maksimum beton 1840 kg/m3 dan harus memenuhi ketentuan kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan untuk tujuan struktural. (Kuat tekan minimum 28 Mpa untuk berat isi maksimum 1840 kg/m3, dengan kuat tarik 2,3 Mpa dan kuat tekan 21 Mpa untuk berat isi maksimum 1780 dengan kuat tarik rata-rata 2,1 Mpa) (Revisi SNI 03-3402-1994)

beton ringan struktural adalah beton yang memakai agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir alam sebagai pengganti agregat ringan halus ringan dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat maksimum beton 1840 kg/m3 dan harus memenuhi ketentuan kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan untuk tujuan struktural. (Kuat tekan minimum 28 Mpa untuk berat isi maksimum 1840 kg/m3, dengan kuat tarik 2,3 Mpa dan kuat tekan 21 Mpa untuk berat isi maksimum 1780 dengan kuat tarik rata-rata 2,1 Mpa) (SNI 3402:2008)

beton segar adalah adukan beton yang bersifat plastis yang terdiri dari agegat halus, agregat kasar, semen, dan air, dengan atau tanpa bahan tambah atau bahan pengisi (SNI 1972:2008)

beton segar adalah campuran beton setelah selesai diaduk hingga beberapa saat dimana karakteristiknya belum berubah (SNI 4156:2008)

beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai beberapa saat karakteristiknya tidak

beton segar campuran beton setelah selesai diaduk hingga beberapa saat dimana karakteristiknya belum berubah (Revisi SNI 03-3421-1994)

beton segar campuran beton setelah selesai diaduk hingga beberapa saat dimana karakteristiknya belum berubah (Revisi SNI 03-0369-2000)

beton segar campuran beton yang telah selesai diaduk sampai beberapa saat karakteristiknya tidak berubah (masih plastis dan belum terjadi pengikatan awal) (Revisi SNI 03-2458-1991)

beton yang disaring basah adalah proses memisahkan agregat yang lebih besar dari ukuran agregat nominal dari campuran beton segar dengan cara penyaringan menggunakan saringan ukuran standar, agar agregat yang tidak sesuai dapat dipisahkan (SNI 2458:2008)

beton yang disaring basah proses memisahkan agregat yang lebih besar dari ukuran agregat nominal dari campuran beton segar dengan cara penyaringan menggunakan saringan ukuran standar, agar agregat yang tidak sesuai dapat dipisahkan (Revisi SNI 03-2458-1991)

bidang aksial bidang horisontal yang tegak lurus melalui sumbunya (Revisi SNI 03-3421-1994)

bidang tekanan netral adalah elevasi dimana tekanan di dalam dan di luar tungku pembakaran adalah sama  (SNI 1741:2008)

bidang tekanan netral elevasi dimana tekanan di dalam dan di luar tungku pembakaran adalah sama (Revisi SNI 03-1741-2000)

bliding adalah peristiwa keluarnya air dari dalam beton segar ke permukaan akibat proses pengendapan bahan-bahan padat dari beton (SNI 4156:2008)

bliding peristiwa keluarnya air dari dalam beton segar ke permukaan akibat proses pengendapan bahan-bahan padat dari beton (Revisi SNI 03-0369-2000)

cara uji bakar bahan bangunan adalah pengujian dasar untuk mengetahui sifat atau karakteristik bahan bangunan, apakah tidak terbakar atau mudah terbakar (SNI 1739:2008)

cara uji bakar bahan bangunan pengujian dasar untuk mengetahui sifat atau karakteristik bahan bangunan, apakah tidak terbakar atau mudah terbakar (Revisi SNI 03-1739-1989)

cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan adalah pengujian lanjutan setelah diketahui sifat atau karakteristik bahan bangunan yang dapat terbakar berdasarkan cara uji bakar, menggunakan cara uji jalar api untuk mengetahui apakah sifat bahan bangunan tersebut sukar terbakar, menghambat api, agak menghambat api atau mudah terbakar (SNI 1739:2008)

cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan pengujian lanjutan setelah diketahui sifat atau karakteristik bahan bangunan yang dapat terbakar berdasarkan cara uji bakar, menggunakan cara uji jalar api untuk mengetahui apakah sifat bahan bangunan tersebut sukar terbakar, menghambat api, agak menghambat api atau mudah terbakar (Revisi SNI 03-1739-1989)

cat dasar adalah cat dasar digunakan sebelum cat akhir untuk meningkatkan daya rekat cat dengan kayu dan menyeragamkan warna pada cat akhir  (SNI 2407:2008)

cat dasar cat dasar digunakan sebelum cat akhir untuk meningkatkan daya rekat cat dengan kayu dan menyeragamkan warna pada cat akhir (Revisi SNI 03-2407-1991)

cat dasar cat dasar digunakan sebelum cat akhir untuk meningkatkan daya rekat cat dengan kayu dan menyeragamkan warna pada cat akhir (Revisi SNI 03-2407-1991)

cat tutup untuk kayu adalah cat yang campuran utamanya, terdiri dari bahan pengikat (yang larut dalam pelarut organik), pigmen dan pelarut organik. Cat ini membentuk lapisan film (tipis, padat, kering) setelah pelarutnya menguap dan berfungsi sebagai pelindung serta memperindah permukaan  (SNI 2407:2008)

cat tutup untuk kayu cat yang campuran utamanya, terdiri dari bahan pengikat (yang larut dalam pelarut organik), pigmen dan pelarut organik. Cat ini membentuk lapisan film (tipis, padat, kering) setelah pelarutnya menguap dan berfungsi sebagai pelindung serta memperindah permukaan (Revisi SNI 03-2407-1991)

cat tutup untuk kayu cat yang campuran utamanya, terdiri dari bahan pengikat (yang larut dalam pelarut organik), pigmen dan pelarut organik. Cat ini membentuk lapisan film (tipis, padat, kering) setelah pelarutnya menguap dan berfungsi sebagai pelindung serta memperindah permukaan (Revisi SNI 03-2407-1991)

clarifier adalah gabungan pengaduk lambat (flokulator) dan pengendap (SNI 0004:2008)

clarifier adalah gabungan pengaduk lambat (flokulator) dan pengendap. (SNI 6773:2008)

clarifier adalah gabungan pengaduk lambat (flokulator) dan pengendap (SNI 6774:2008)

commissioning adalah proses penilaian kinerja IPA oleh suatu tim yang dibentuk khusus setelah selesai dibangun dan sebelum diserahterimakan dari penyedia jasa kepada pengguna jasa (SNI 0004:2008)

contoh grab adalah contoh yang diperoleh dari sekali ambil operasi tunggal (SNI 2496:2008)

contoh grab contoh yang diperoleh dari sekali ambil operasi tunggal (Revisi SNI 03-2496-1991)

contoh komposit/ gabungan adalah contoh yang diperoleh dari 3 atau lebih contoh grab (SNI 2496:2008)

contoh komposit/ gabungan contoh yang diperoleh dari 3 atau lebih contoh grab (Revisi SNI 03-2496-1991)

contoh lot satu unit pengiriman atau lebih, diambil secara acak untuk mewakili contoh pengiriman yang digunakan untuk contoh laboratorium (RSNI M-02-2005)

contoh uji adalah unit IPA yang dipilih dapat mengolah air dengan kondisi air baku yang mempunyai kuantitas dan kualitas, sesuai ketentuan untuk diuji (SNI 0004:2008)

corrugated adalah bentuk kontruksi dinding bak pada unit proses pada Instalasi Pengolahan Air (SNI 6773:2008)

daerah komersial adalah daerah perniagaan seperti pertokoan, pasar dan pusat- pusat kegiatan ekonomi lainnya (SNI 3242:2008)

debit ()adalah hasil dari volume air aktual yang melewati meter air dalam satuan waktu  (SNI 2547:2008)

debit maksimum () adalah debit paling tinggi yang dioperasikan untuk jangka waktu pendek pada meter air yang telah ditetapkan dalam kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE), dan kinerja metrologikal nya harus dijaga bila debit ini secara berurutan dilaksanakan di dalam kondisi kerja operasi (ROC) nya (SNI 2547:2008)

debit minimum () adalah debit paling rendah yang dioperasikan pada meter air yang ditetapkan dalam kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE) (SNI 2547:2008)

debit nominal () adalah debit tertinggi dalam kondisi kerja operasi (ROC) yang harus dioperasikan dengan baik pada sebuah meter air yang  ditetapkan dengan kesalahan maksimum yang diijinkan (SNI 2547:2008)

debit transisi () adalah debit yang terjadi antara debit nominal, , dan debit minimum, , dimana membagi rentang debit dalam dua zona, "zona teratas" dan "zona terendah", masing-masing di karakteristik kan dengan kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE) nya sendiri (SNI 2547:2008)

debit uji adalah berarti debit selama suatu pengujian, dihitung dari indikasi suatu alat referensi yang dikalibrasi, sama dengan hasil bagi volume aktual yang melewati meter air dibagi waktu volume saat lewat meter air (SNI 2547:2008)

deformasi adalah perubahan bentuk atau dimensi apapun dari suatu unsur konstruksi dalam kaitan dengan pengaruh panas dan atau struktural yang meliputi defleksi, ekspansi atau kontraksi elemen  (SNI 1741:2008)

Deformasi perubahan bentuk atau dimensi apapun dari suatu unsur konstruksi dalam kaitan dengan pengaruh panas dan atau struktural yang meliputi defleksi, ekspansi atau kontraksi elemen (Revisi SNI 03-1741-2000)

Delatasi adalah jarak antara komponen bangunan yang disiapkan sebagai antisipasi adanya simpangan atau deformasi akibat beban gempa.

dempul kayu adalah suatu bahan berupa pasta mengandung kadar pigmen tinggi dan akan mengeras sesudah dibiarkan di udara, yang berfungsi untuk menutup lubang-lubang pada kayu  (SNI 2407:2008)

dempul kayu suatu bahan berupa pasta mengandung kadar pigmen tinggi dan akan mengeras sesudah dibiarkan di udara, yang berfungsi untuk menutup lubang-lubang pada kayu (Revisi SNI 03-2407-1991)

dempul kayu suatu bahan berupa pasta mengandung kadar pigmen tinggi dan akan mengeras sesudah dibiarkan di udara, yang berfungsi untuk menutup lubang-lubang pada kayu (Revisi SNI 03-2407-1991)

desinfeksi adalah proses mematikan bakteri pathogen dan memperlambat pertumbuhan lumut dengan pembubuhan bahan kimia (SNI 6774:2008)

desinfeksi adalah proses pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi zat organik pada air baku dan mematikan kuman/organisme (SNI 0004:2008)

desinfektan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk mematikan bakteri pathogen dan memperlambat

desinfektan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk mematikan bakteri pathogen dan memperlambat pertumbuhan lumut (SNI 6774:2008)

diameter nominal adalah rancangan alphanumeric pada ukuran komponen suatu sistem pipa kerja, di mana digunakan untuk tujuan referensi (SNI 2547:2008)

Dinding Pasangan adalah dinding yang terbuat dari pasangan bata merah atau pasangan batako.

Dinding pemikul adalah pasangan bata/batako yang berfungsi sebagai pemikul beban.

Dinding pengisi adalah pasangan bata/batako yang dibangun antara kolom dan balok.

ditimbulkan cepat sekali menjalar, dan panas yang dihasilkan sangat tinggi disertai asap tebal (SNI 1739:2008)

ekspansi adalah penambahan panjang lapisan media berbutir/penyaring (Le) yang terangkat ke atas pada waktu pencucian media karena penambahan tekanan(SNI 0004:2008)

ekspansi adalah penambahan panjang lapisan media berbutir/penyaring (Le) yang terangkat ke atas pada waktu pencucian media karena penambahan tekanan (SNI 6774:2008)

elektronik sub-assembly adalah bagian dari peralatan elektronik yang terdiri dari komponen elektronik dan mempunyai fungsi tertentu pada komponen elektronik itu sendiri  (SNI 2547:2008)

elemen pertama dari peralatan penunjuk adalah elemen di dalam suatu peralatan penunjuk berisi beberapa elemen, memberi pembagian skala dengan verifikasi interval skala (SNI 2547:2008)

expanded polystyrene (EPS) adalah bahan ringan pengisi ruang diantara dua panel plaster bertulang jaring kawat baja tiga dimensi las pabrikan yang berfungsi sebagai pengatur momen inersia panel, insulasi dan cetakan shotcrete (SNI 7392:2008)

expanded polystyrene (EPS) bahan ringan pengisi ruang diantara dua panel plaster bertulang jaring kawat baja tiga dimensi las pabrikan yang berfungsi sebagai pengatur momen inersia panel, insulasi dan cetakan shotcrete (RSNI PJKB-3D)

faktor pengaruh adalah kwantitas pengaruh yang mempunyai sebuah nilai dalam kondisi kerja operasi (ROC) pada meter air, seperti disyaratkan dalam spesifikasi ini (SNI 2547:2008)

Fasada adalah permukaan bagian depan bangunan biasanya untuk tampak bangunan.

fasilitas pengontrol  adalah fasilitas yang disatukan dalam meter air dengan peralatan elektronik dan yang memungkinkan kesalahan penting terdeteksi dan untuk di koreksi (SNI 2547:2008)

fasilitas pengontrol otomatis  adalah fasilitas pengontrol yang beroperasi tanpa intervensi operator (SNI 2547:2008)

fasilitas pengontrol otomatis permanen tipe P  adalah fasilitas pengontrol otomatis permanen yang beroperasi selama pelaksanaan pengukuran(SNI 2547:2008)

fasilitas pengontrol otomatis sewaktu-waktu tipe I   adalah fasilitas pengontrol otomatis sewaktu-waktu yang beroperasi pada interval waktu tertentu atau per jumlah siklus pengukuran yang ditetapkan (SNI 2547:2008)

fasilitas pengontrol tipe N non-otomatik adalah fasilitas pengontrol non-otomatik yang membutuhkan intervensi operator (SNI 2547:2008)

filtrasi adalah proses memisahkan padatan dari supernatran melalui media penyaring (SNI 0004:2008)

filtrasi adalah proses memisahkan padatan dari supernatran melalui media penyaring (SNI 6774:2008)

flok adalah gumpalan lumpur yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi (SNI 0004:2008)

flok adalah partikel koloid yang menggumpal (SNI 6774:2008)

flokulasi adalah proses pembentukan partikel flok yang besar dan padat agar dapat diendapkan (SNI 0004:2008)

flokulasi adalah proses pembentukan partikel flok yang besar dan padat agar dapat diendapkan (SNI 6774:2008)

flotasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara diapungkan (SNI 0004:2008)

flotasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara diapungkan. (SNI 6773:2008)

flotasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara diapungkan (SNI 6774:2008)

gangguan adalah pengaruh kwantitas yang mempunyai nilai dalam batas yang disyaratkan spesifikasi ini, di luar  yang disyaratkan kondisi kerja operasi (ROC) pada meter air (SNI 2547:2008)

Geomembran suatu membran sinttetis penyekat yang bersipat kedap air digunakan dalam rekayasa geoteknik yang berhubungan dengan bahan untuk mengontrol perpindahan zat cair dalam suatu pembangunan proyek, struktur, atau system (RSNI M-02-2005)

Geotekstil setiap bahan tekstil kedap air yang digunakan bersama fondasi, timbunan, tanah, batuan atau matrial geoteknik lainnya sebagai bagian dari kesatuan sistim struktur, atau produk buatan manusia (RSNI M-02-2005)

geotekstil tipe anyaman geotekstil yang dianyam dengan komposisi 2 elemen yang saling tegak lurus dengan sistimatis membentuk struktur satu bidang (RSNI M-02-2005)

gravitasi serempak, terjadi proses fisis, proses biokimia dan proses biologis (SNI 3981:2008)

harga satuan bahan adalah harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan (SNI 2835:2008)

harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan (Revisi RSNI T-13-2002)

harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan (Revisi RSNI T-16-2002)

harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan (Revisi SNI 03-2835-2002)

harga satuan pekerjaan adalah harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah (SNI 2835:2008)

harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah (Revisi RSNI T-13-2002)

harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah (Revisi RSNI T-16-2002)

harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah (Revisi SNI 03-2835-2002)

indek pengujian suatu prosedur pengujian yang boleh jadi berisikan prasangka pengenalan atau dapat juga digunakan dalam menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan terhadap satu set benda uji, guna mengetahui sifat-sifat dari benda uji tersebut sesuai kepentingan dan persyaratan yang harus dipenuhi (RSNI M-02-2005)

indeks adalah faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (SNI 2835:2008)

indeks bahan adalah indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan (SNI 2835:2008)

indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi RSNI T-13-2002)

indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi RSNI T-16-2002)

indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi SNI 03-2835-2002)

indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (Revisi RSNI T-13-2002)

indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (Revisi RSNI T-16-2002)

indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (Revisi SNI 03-2835-2002)

indeks tenaga kerja adalah indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan (SNI 2835:2008)

indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi RSNI T-13-2002)

indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi RSNI T-16-2002)

indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan (Revisi SNI 03-2835-2002)

indikasi primer adalah indikasi (ditampilkan/displayed, dicetak/printed atau dimasukan dalam memori) yang dilakukan untuk  kontrol metrologikal yang sah (SNI 2547:2008)

inner adalah peralatan bagian dalam meter air terdiri dari alat penghitung, sensor, tranduser dan alat penunjuk (SNI 2547:2008)

instalasi pengolahan air yang selanjutnya disebut IPA adalah suatu IPA yang dapat mengolah air baku melalui proses tertentu dalam bentuk yang kompak sehingga menghasilkan air minum yang memenuhi baku mutu yang berlaku (SNI 0004:2008)

instalasi saringan pasir lambat adalah bak yang direncanakan dengan kriteria tertentu dan diisi dengan media penyaring dengan ukuran butiran tertentu (SNI 3981:2008)

instrumen yang dihubungkan dengan pengukur  adalah  instrumen yang dihubungkan ke peralatan penghitung, peralatan koreksi atau peralatan konversi, untuk mengukur kwantitas karakteristik air, dengan melakukan koreksi dan/atau konversi (SNI 2547:2008)

insulasi adalah kemampuan elemen pemisah konstruksi bangunan ketika diekspos api pada satu sisi, untuk membatasi kenaikan temperatur pada sisi tak terekspos dibawah level tertentu  (SNI 1741:2008)

insulasi adalah penghambat aliran suhu dan suara dari plaster bertulang (wythe) sisi satu ke plaster bertulang sisi lainnya  (SNI 7392:2008)

Insulasi kemampuan elemen pemisah konstruksi bangunan ketika diekspos api pada satu sisi, untuk membatasi kenaikan temperatur pada sisi tak terekspos dibawah level tertentu (Revisi SNI 03-1741-2000)

insulasi penghambat aliran suhu dan suara dari plaster bertulang (wythe) sisi satu ke plaster bertulang sisi lainnya (RSNI PJKB-3D)

integritas adalah kemampuan elemen pemisah konstruksi bangunan, ketika diekspos ke api pada satu sisi, untuk menjaga jangan sampai nyala api dan gas panas terjadi pada sisi tak terekspos  (SNI 1741:2008)

Integritas kemampuan elemen pemisah konstruksi bangunan, ketika diekspos ke api pada satu sisi, untuk menjaga jangan sampai nyala api dan gas panas terjadi pada sisi tak terekspos (Revisi SNI 03-1741-2000)

interval skala verifikasi  adalah divisi skala nilai terendah pada elemen pertama dari peralatan penunjuk (SNI 2547:2008)

IPA adalah Instalasi Pengolahan Air (SNI 0004:2008)

IPA adalah Instalasi Pengolahan Air (SNI 6773:2008)

IPA adalah Instalasi Pengolahan Air (SNI 6774:2008)

Isolator Getar adalah suatu sistem peredam getaran terhadap komponen sekunder pergerakan

kabel berisolasi adalah kabel yang terdiri atas pelindung rakitan/satu inti/selubung individual (SNI 6773:2008)

kadar air keseimbangan kondisi kadar air keseimbangan adalah kadar air yang memberikan pertambahan massa dalam setiap interval tidak kurang dari 2 jam, tidak melebihi 0,1 % dari massa benda uji tersebut (RSNI M-02-2005)

kadar semen adalah jumlah semen yg digunakan perkubikasi beton (SNI 1973:2008)

kadar udara adalah jumlah udara yang terperangkap dalam beton segar (SNI 1973:2008)

kapasitas produksi adalah volume air hasil olahan persatuan waktu (SNI 0004:2008)

kapasitas produksi adalah volume air hasil olahan persatuan waktu (SNI 6774:2008)

kape dan skrap  berupa plat baja yang lentur dan ujungnya rata untuk meratakan dempul atau plamir (Revisi SNI 03-2407-1991)

kape dan skrap adalah berupa plat baja yang lentur dan ujungnya rata untuk meratakan dempul atau plamir  (SNI 2407:2008)

kape dan skrap berupa plat baja yang lentur dan ujungnya rata untuk meratakan dempul atau plamir (Revisi SNI 03-2407-1991)

kaping pemberian lapisan perata pada permukaan bidang tekan benda uji (Revisi SNI 03-3421-1994)

kecepatan penjalaran nyala api di permukaan bahan bangunan adalah hasil uji jalar api menempatkan bahan bangunan dalam klasifikasi yang berbeda, M1 = tidak terbakar, M2 = sukar terbakar, M3 = menghambat api, M4 = agak menghambat api, M5 = mudah terbakar (SNI 1739:2008)

kecepatan penjalaran nyala api di permukaan bahan bangunan hasil uji jalar api menempatkan bahan bangunan dalam klasifikasi yang berbeda ; M1 = tidak terbakar, M2 = sukar terbakar, M3 = menghambat api, M4 = agak menghambat api dan M5 = mudah terbakar (Revisi SNI 03-1739-1989)

kedalaman bak saringan adalah jumlah dari tinggi bebas, tinggi air di atas media pasir, tebal pasir penyaring, tebal kerikil penahan dan underdrain (SNI 3981:2008)

kehilangan tekanan () adalah kehilangan tekanan, pada  debit alir yang ditentukan akibat adanya meter air di saluran pipa (SNI 2547:2008)

kekangan adalah pembatas ekspansi atau rotasi (yang dipengaruhi oleh tindakan mekanis dan atau panas) yang diusahakan pada kondisi-kondisi bagian ujung, pinggir atau pendukung suatu benda uji  (SNI 1741:2008)

Kekangan pembatas ekspansi atau rotasi (yang dipengaruhi oleh tindakan mekanis dan atau panas) yang diusahakan pada kondisi-kondisi bagian ujung, pinggir atau pendukung suatu benda uji (Revisi SNI 03-1741-2000)

kepala meter air adalah bagian yang mengencangkan duduknya alat hitung (SNI 2547:2008)

kesalahan adalah perbedaan antara kesalahan indikasi dan kesalahan yang hakiki pada meter air (SNI 2547:2008)

kesalahan hakiki adalah kesalahan indikasi pada sebuah meter air yang ditentukan sesuai kondisi referensi (SNI 2547:2008)

kesalahan intrinsic initial adalah kesalahan yang hakiki pada meter air yang ditentukan sebelum melakukan semua uji kinerja (SNI 2547:2008)

kesalahan maksimum yang diijinkan (maximum permissible error/MPE) adalah nilai-nilai ekstrim kesalahan indikasi relatif pada meter air yang diijinkan dari spesifikasi ini (SNI 2547:2008)

kesalahan penting adalah kesalahan yang  dinyatakan berlebihan, bila kesalahan yang ditunjuk lebih besar dari setengah kesalahan maksimum yang diijinkan dalam " zona  teratas" (SNI 2547:2008)

kesalahan penunjukan adalah volume aktual yang ditunjukkan dikurangi dengan volume sebenarnya (SNI 2547:2008)

kesalahan relatif adalah kesalahan penunjukan volume dibagi dengan volume aktual, dinyatakan dalam persen (SNI 2547:2008)

ketahanan apinya (SNI 1741:2008)

koagulan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk pembentukan flok pada proses pencampuran (SNI 0004:2008)

koagulan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk pembentukan flok pada proses pencampuran (SNI 6774:2008)

koagulasi adalah proses pencampuran bahan kimia (koagulan) dengan air baku sehingga membentuk campuran yang homogen(SNI 0004:2008)

koagulasi adalah proses pencampuran bahan kimia (koagulan) dengan air baku sehingga membentuk campuran yang homogen (SNI 6774:2008)

Kolom pilaster adalah tiang kolom yang dibangun dari pasangan bata/batako.

Komponen Arsitektural adalah komponen bangunan yang berfungsi sebagai penyekat antar ruang, penutup antar ruang pada bidang horizontal maupun vertikal yang meliputi bukaan, pencahayaan ruangan, misalnya dinding pasangan, dinding panel, langit-langit/plafond.

Komponen Elektrikal adalah peralatan pada bangunan yang berfungsi sebagai pembangkit listrik darurat, instalasi pendistribusian listrik dan sistem penerangan.

komponen elektronik adalah kesatuan phisik terkecil, yang menggunakan elektron atau lubang konduksi dalam semi-konduktor, gas, atau dalam suatu ruang hampa (SNI 2547:2008)

Komponen Mekanikal adalah peralatan pada bangunan yang mempunyai fungsi sebagai sistem pemanas dan pendingin ruang, pengangkut barang dan manusia baik vertikal maupun horizontal.

komponen pemikul beban adalah suatu komponen yang dimaksudkan untuk memikul atau mendukung suatu beban eksternal bangunan dan mempertahankan daya dukung tersebut dalam hal terjadi kebakaran  (SNI 1741:2008)

komponen pemikul beban suatu komponen yang dimaksudkan untuk memikul atau mendukung suatu beban eksternal bangunan dan mempertahankan daya dukung tersebut dalam hal terjadi kebakaran (Revisi SNI 03-1741-2000)

komponen pemisah atau partisi adalah komponen bangunan yang dimaksudkan untuk memisahkan antara dua area bersebelahan  (SNI 1741:2008)

komponen pemisah atau partisi komponen bangunan yang dimaksudkan untuk memisahkan antara dua area bersebelahan (Revisi SNI 03-1741-2000)

Komponen sekunder adalah komponen-komponen bangunan yang tidak direncanakan/diperhitungkan untuk menerima beban namun dapat mengalami tegangan akibat beban yang bekerja langsung padanya akibat perubahan bentuk komponen struktural, seperti komponen arsitektural, mekanikal dan elektrikal.

komponen stuktur bangunan adalah komponen struktur yang telah terdefinisi, seperti dinding, lantai, atap, balok atau kolom  (SNI 1741:2008)

komponen stuktur bangunan komponen struktur yang telah terdefinisi, seperti dinding, lantai, atap, balok atau kolom (Revisi SNI 03-1741-2000)

kondisi kerja operasi (rated operating conditions/ROC) adalah kondisi penggunaan yang memberi rentang pada nilai faktor pengaruh, agar kesalahan indikasi meter air yang diperlukan dalam batas kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE) (SNI 2547:2008)

kondisi pembatas (limiting conditions/LC) adalah kondisi ekstrim pada debit, temperatur, tekanan, kelembaban dan interferensi pengaruh magnet, dimana kinerja meter air pada saat operasional tidak mengalami kerusakan, degradasi atau kesalahan penunjukan saat dioperasikan dalam kondisi kerja operasi (ROC) (SNI 2547:2008)

kondisi referensi adalah satuan dari nilai referensi, atau rentang referensi, dari kwantitas pengaruh, menjelaskan uji kinerja sebuah meter air, atau untuk pembanding hasil pengukuran (SNI 2547:2008)

kondisi ruang pengujian geotekstil kondisi udara pada ruang uji dijaga untuk memiliki kelembaban relatif 65 5 % dan temperatur 21 2o C (RSNI M-02-2005)

konstruksi pengujian adalah susunan lengkap benda uji dan konstruksi pendukungnya  (SNI 1741:2008)

konstruksi pengujian susunan lengkap benda uji dan konstruksi pendukungnya.

level lantai acuan adalah tingkat permukaan lantai yang dijadikan acuan relatif terhadap posisi komponen bangunan  (SNI 1741:2008)

level lantai acuan tingkat permukaan lantai yang dijadikan acuan relatif terhadap posisi komponen bangunan (Revisi SNI 03-1741-2000)

lot suatu unit produksi, atau kumpulan dari unit lainnya yang sejenis, atau berupa paket-paket, diambil untuk contok yang memenuhi uji statistik. Unit produksi tersebut mempunyai satu atau beberapa sifat umum yang sama atau berbeda dari unit lainnya (RSNI M-02-2005)

M1 adalah mutu bahan 1atau kelas 1yaitu bahan tidak terbakar, artinya sifat bahan yang tidak terbakar bila terkena panas/api tidak akan menyebarkan/ menjalarkan api pada waktu kebakaran terjadi (SNI 1740:2008)

M1 mutu bahan 1atau kelas 1yaitu bahan tidak terbakar, artinya sifat bahan yang tidak terbakar bila terkena panas/api tidak akan menyebarkan/ menjalarkan api pada waktu kebakaran terjadi (Revisi SNI 03-1740-1989)

M5 adalah mutu bahan 5 atau kelas 5 yaitu bahan mudah terbakar, artinya sifat dari bahan yang mudah terbakar, sifat pembakarannya sangat cepat, nyala yang ditimbulkan cepat sekali menjalar, dan panas yang dihasilkan sangat tinggi disertai asap tebal (SNI 1740:2008)

M5 mutu bahan 5 atau kelas 5 yaitu bahan mudah terbakar, artinya sifat dari bahan yang mudah terbakar, sifat pembakarannya sangat cepat, nyala yang ditimbulkan cepat sekali menjalar, dan panas yang dihasilkan sangat tinggi disertai asap tebal (Revisi SNI 03-1740-1989)

manifold adalah instalasi pengolahan air utama yang dinstalasi pengolahan air pada dasar saringan pasir sebagai instalasi pengolahan air instalasi pengolahan air masuk (SNI 6774:2008)

meni kayu adalah berfungsi memberikan proteksi terhadap noda yang dihasilkan oleh getah kayu (SNI 2407:2008)

meni kayu berfungsi memberikan proteksi terhadap noda yang dihasilkan oleh getah kayu (Revisi SNI 03-2407-1991)

meni kayu berfungsi memberikan proteksi terhadap noda yang dihasilkan oleh getah kayu (Revisi SNI 03-2407-1991)

meter air adalah alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor, unit penghitung, dan unit indikator pengukur untuk menyatakan volume air yang lewat (SNI 2547:2008)

meter air horizontal adalah tipe meter air langsung ditetapkan ke dalam saluran tertutup dengan melakukan sambungan pada ujung meter air (ulir atau flanged) , yang dipasang secara horizontal (SNI 2547:2008)

meter air kombinasi adalah tipe meter air kombinasi horizontal yang mempunyai satu debit besar, satu debit kecil dan mempunyai alat yang bisa berganti sistem kerja, tergantung pada besar debit yang lewat meter air, baik  kecil maupun  besar atau kedua-duanya dapat mengalir otomatis secara langsung (SNI 2547:2008)

meter air lengkap adalah meter air yang mempunyai transduser pengukur (mencakup sensor alir) dan alat hitung (termasuk peralatan indikasi) tidak terpisah (SNI 2547:2008)

metode magnifikasi momen adalah metode perhitungan beton bertulang dengan perbesaran momen  (SNI 7392:2008)

metode magnifikasi momen metode perhitungan beton bertulang dengan perbesaran momen (RSNI PJKB-3D)

mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 135 – 1800C  (SNI 2407:2008)

netralisan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada suatu proses tertentu (SNI 0004:2008)

netralisan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada suatu proses pengolahan air (SNI 6774:2008)

netralisasi adalah proses untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada air (SNI 0004:2008)

netralisasi adalah proses untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada air (SNI 6774:2008)

nilai gradien kecepatan ,G adalah laju penurunan kecepatan persatuan waktu (/detik) (SNI 0004:2008)

nilai gradien kecepatan ,G adalah laju penurunan kecepatan persatuan waktu (/detik) (SNI 6774:2008)

nozzle adalah perlengkapan yang dipasang pada dasar saringan pasir untuk meratakan aliran air (SNI 6774:2008)

nozzle man adalah orang yang mengerjakan penyemprotan plaster/shotcrete/shotcreting  (SNI 7392:2008)

nozzle man orang yang mengerjakan penyemprotan plaster/shotcrete/shotcreting (RSNI PJKB-3D)

panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan adalah dua panel jaring kawat baja polos las pabrikan yang dihubungkan dengan rangka kawat baja polos penghubung yang dilas secara pabrikan, ruang diantara dua jaring kawat diisi dengan bahan gabus plastik (expended polystyrene) (SNI 7392:2008)

panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan dua panel jaring kawat baja polos las pabrikan yang dihubungkan dengan rangka kawat baja polos penghubung yang dilas secara pabrikan, ruang diantara dua jaring kawat diisi dengan bahan gabus plastik (expended polystyrene) (RSNI PJKB-3D)

Partisi adalah dinding pemisah antar ruang.

pelaksana pembangunan gedung dan perumahan adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan (SNI 2835:2008)

pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan (Revisi RSNI T-13-2002)

pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan (Revisi RSNI T-16-2002)

pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan (Revisi SNI 03-2835-2002)

pelat baja adalah pelat dari bahan baja yang digunakan untuk konstruksi umum (SNI 6773:2008)

pengaduk beton adalah drum pengaduk yang digerakkan dengan tenaga pengaduk/mekanik yang digunakan untuk mengaduk campuran beton (SNI 4156:2008)

pengaduk beton drum pengaduk yang digerakkan dengan tenaga pengaduk/mekanik yang digunakan untuk mengaduk campuran beton (Revisi SNI 03-0369-2000)

pengaruh kwantitas adalah kwantitas yang tidak terukur tetapi mempengaruhi hasil pengukuran (SNI 2547:2008)

penggetar eksternal adalah penggetar berbentuk meja/papan yang dalam pengunaannya beton yang dipadatkan disimpan di atasnya (SNI 4156:2008)

penggetar eksternal penggetar berbentuk meja/papan yang dalam pengunaannya beton yang dipadatkan disimpan di atasnya (Revisi SNI 03-0369-2000)

penggetar internal adalah penggetar berbentuk batang yang dalam penggunaannya dimasukkan ke dalam beton yang dipadatkan (SNI 4156:2008)

penggetar internal penggetar berbentuk batang yang dalam penggunaannya dimasukkan ke dalam beton yang dipadatkan (Revisi SNI 03-0369-2000)

penyerapan air adalah penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya; agregat dikatakan ”kering” ketika telah dijaga pada suatu temperatur (110±5) oC dalam rentang waktu yang cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (sampai beratnya tetap) (SNI 1969:2008)

penyerapan air penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapibelum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagaipersentase dari berat keringnya. Agregat dikatakan “kering” ketika telah dijaga pada suatu temperatur (110±5)oC dalam rentang waktu yang cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (sampai beratnya tetap) (SNI 1970:2008)

penyimpangan kerataan permukaan besarnya celah antara permukaan benda uji dan mistar yang diletakkan di atas permukaannya diukur dengan alat peraba(Revisi SNI 03-3421-1994)

peralatan ancillary adalah peralatan yang bertujuan untuk melaksanakan fungsi tertentu, secara langsung dilibatkan dalam ketelitian, pemancaran atau tampilan yang memperlihatkan hasil pengukuran (SNI 2547:2008)

peralatan elektronik adalah alat yang memanfaatkan elektronik sub-assemblies dan melakukan suatu fungsi spesifik (SNI 2547:2008)

peralatan konversi adalah alat yang secara otomatis mengkonversi volume yang diukur pada kondisi metering ke dalam suatu volume pada kondisi-kondisi dasar, atau ke satuan berat, dengan memperhitungkan karakteristik air (temperatur, tekanan, berat jenis (density), berat jenis relatif) diukur menggunakan instrumen pengukur yang dihubungkan, atau disimpan dalam memori oleh fasilitas pengontrol otomatis yang beroperasi pada interval waktu tertentu atau per  jumlah yang ditetapkan pada siklus pengukuran (SNI 2547:2008)

peralatan sumber tenaga (power supply) adalah peralatan yang mempunyai peralatan elektronik dengan energi elektrikal yang dibutuhkan, menggunakan satu atau beberapa sumber a.c. atau d.c. (SNI 2547:2008)

peralatan yang sedang diuji (EUT) adalah meter air lengkap, bagian dari meter air (sub-assembly) atau peralatan ancillary (SNI 2547:2008)

Perbaikan adalah tindakan untuk mengembalikan kondisi struktur dan komponen struktur kepada kondisi semula.

Perbaikan arsitektural (repair) adalah tindakan untuk mengembalikan bentuk arsitektur bangunan, sehingga semua perlengkapan bangunan dapat berfungsi kembali seperti semula.

perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi (SNI 2835:2008)

perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi (Revisi RSNI T-13-2002)

perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi (Revisi RSNI T-16-2002)

perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi (Revisi SNI 03-2835-2002)

Perkuatan (strengthening) elemen struktur adalah tindakan untuk meningkatkan kondisi struktur bangunan sehingga melebihi kondisi semula.

Perkuatan adalah tindakan untuk meningkatkan kondisi struktur atau komponen struktur melebihi kondisi semula.

permukiman adalah bagian dari kawasan budidaya dalam lingkungan hidup, baik yang bersifat perkotaan maupun perdesaan, terdiri dari beberapa jenis kawasan dengan prasarana dan sarana lingkungan yang lengkap dengan fungsi utama sebagai pusat pelayanan bagi kebutuhan penghuninya  (SNI 3242:2008)

pertumbuhan lumut (SNI 0004:2008)

pewadahan individual adalah aktivitas penanganan penampungan sampah sementara dalam suatu wadah khusus untuk dan dari sampah individu (SNI 3242:2008)

pewadahan komunal adalah aktivitas penanganan sampah sementara dalam suatu wadah bersama baik dari berbagai sumber maupun sumber umum  (SNI 3242:2008)

pigmen adalah senyawa berupa serbuk sangat halus atau pasta cat berupa suspensi gunanya untukmemperkuat selaput cat dan memberikan warna serta daya tutup  (SNI 2407:2008)

pigmen senyawa berupa serbuk sangat halus atau pasta cat berupa suspensi gunanya untuk memperkuat selaput cat dan memberikan warna serta daya tutup (Revisi SNI 03-2407-1991)

pigmen senyawa berupa serbuk sangat halus atau pasta cat berupa suspensi gunanya untuk memperkuat selaput cat dan memberikan warna serta daya tutup (Revisi SNI 03-2407-1991)

pipa baja saluran air adalah pipa baja dengan proses kampuh lurus lasan tumpul (butt-welded strightseam) atau kampuh spiral (spiral seam) dan pipa baja tanpa kampuh (seamless) dengan ukuran diameter nominal 152,4 mm atau lebih yang digunakan untuk penyaluran air (SNI 6773:2008)

pipa PVC adalah pipa PVC yang tidak diplastisizer

plamir kayu adalah suatu bahan berupa pasta terdiri dari bahan pengisi pigmen dan bahan pengikat, yang berfungsi sebagai cat dasar untuk menutup pori-pori pada permukaan kayu dan celah-celah sambungan serta memberi suatu lapisan yang kuat untuk pengecatan berikutnya (SNI 2407:2008)

plamir kayu suatu bahan berupa pasta terdiri dari bahan pengisi pigmen dan bahan pengikat, yang berfungsi sebagai cat dasar untuk menutup pori-pori pada permukaan kayu dan celah-celah sambungan serta memberi suatu lapisan yang kuat untuk pengecatan berikutnya(Revisi SNI 03-2407-1991)

plamir kayu suatu bahan berupa pasta terdiri dari bahan pengisi pigmen dan bahan pengikat, yang berfungsi sebagai cat dasar untuk menutup pori-pori pada permukaan kayu dan celah-celah sambungan serta memberi suatu lapisan yang kuat untuk pengecatan berikutnya (Revisi SNI 03-2407-1991)

Portal adalah suatu sistem rangka bangunan yang terdiri dari sejumlah kolom dan balok yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai suatu kesatuan lengkap, berdiri sendiri dengan atau tanpa dibantu oleh diafragma-diafragma horisontal atau sistem-sistem ikatan lantai

profil hidrolis adalah gambaran yang menunjukkan garis ketinggian muka air bebas dalam tiap unit paket IPA ketika proses berlangsung (SNI 0004:2008)

rangka kawat baja penghubung adalah rangka kawat baja polos berlapis penahan karat (galvanized) yang menghubungkan dua panel jaring kawat baja las pabrikan  (SNI 7392:2008)

rangka kawat baja penghubung rangka kawat baja polos berlapis penahan karat (galvanized) yang menghubungkan dua panel jaring kawat baja las pabrikan (RSNI PJKB-3D)

Restorasi (restoration) elemen struktur adalah tindakan untuk mengembalikan kondisi struktur bangunan seperti kondisi semula.

Restorasi adalah tindakan untuk menjadikan sebuah bangunan atau bagian-bagiannya supaya dapat lebih berfungsi lagi setelah dilakukan perbaikan dan perkuatan.

Retak besar adalah retak yang mempunyai lebar celah lebih besar dari 0,6 cm.

Retak halus adalah retak yang mempunyai lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm.

Retak kecil adalah retak yang mempunyai lebar celah antara 0,075 - 0,600 cm.

Retrofiting adalah perbaikan, perkuatan, dan restorasi.

ruang ukur adalah bagian badan meter yang berfungsi sebagai wadah untuk menempatkan unit penghitung untuk menentukan besarnya volume air (SNI 2547:2008)

Rumah sederhana adalah Rumah yang dibangun oleh masyarakat berdasarkan pengalaman praktis.

saluran pengumpul bawah (underdrain) adalah saluran yang direncanakan untuk mengumpulkan dan mengalirkan air hasil penyaringan ke dalam saluran keluaran (outlet) (SNI 3981:2008)

sampah anorganik adalah sampah seperti kertas, kardus, kaca/gelas, plastik, besi dan logam lainnya  (SNI 3242:2008)

sampah domestik B3 adalah sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga, mengandung bahan dan atau bekas kemasan suatu jenis bahan berbahaya dan atau beracun, karena sifat atau konsentarsinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan atau mencemarkan lingkungan hidup dan atau membahayakan kesehatan manusia (SNI 3242:2008)

sampah jalan adalah sampah yang berasal dari penyapuan jalan dan pejalan kaki (SNI 3242:2008)

sampah organik adalah sampah organik yang mudah membusuk terdiri dari bekas makanan, bekas sayuran, kulit buah lunak, daun-daunan dan rumput  (SNI 3242:2008)

sampah organik halaman adalah sampah yang berasal dari penyapuan halaman seperti daun dan rumput  (SNI 3242:2008)

sampah taman adalah sampah yang berasal dari taman berupa daun, rumput, pangkasan tanaman, dan sampah yang berasal dari pengunjung taman seperti bekas bungkus makanan dan sisa makanan (SNI 3242:2008)

saringan pasir lambat adalah salah satu cara pengolahan air baku untuk menghasilkan air bersih, beroperasi secara

satu siklus adukan (batch) adalah sejumlah campuran beton dalam satu siklus langkah kerja dari satu satuan peralatan pengaduk, atau sejumlah beton yang diangkut oleh sebuah mobil angkut beton siap pakai, atau sejumlah beton yang dikeluarkan selama satu menit dari pengaduk yang bekerja terus menerus (SNI 2458:2008)

satu siklus adukan (batch) sejumlah campuran beton dalam satu siklus langkah kerja dari satu satuan peralatan pengaduk, atau sejumlah beton yang diangkut oleh sebuah mobil angkut beton siap pakai, atau sejumlah beton yang dikeluarkan selama satu menit dari pengaduk yang bekerja terus menerus (Revisi SNI 03-2458-1991)

satuan pekerjaan adalah satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (SNI 2835:2008)

satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (Revisi RSNI T-13-2002)

satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (Revisi RSNI T-16-2002)

satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (Revisi SNI 03-2835-2002)

sedimentasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara pengendapan (SNI 0004:2008)

sedimentasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara pengendapan (SNI 6774:2008)

semen portland tipe I semen Portland yang umum digunakan tanpa persyaratan khusus (Revisi RSNI T-13-2002)

sensor aliran dan volume adalah bagian dari meter air (seperti disc, piston, roda, elemen turbin atau coil elektromagnetis), yang mengubah aliran air yang diukur menjadi suatu besaran ukur atau volume air melewati meter air (SNI 2547:2008)

seperti yang disyaratkan, tanpa melebihi kriteria yang ditetapkan berkenaan dengan tingkat dan laju deformasi  (SNI 1741:2008)

shotcrete adalah adukan campuran PC dan pasir yang dipasang dengan menggunakan alat semprot sehingga plasteran mencapai ketebalan tertentu  (SNI 7392:2008)

Shotcrete Adukan campuran PC dan pasir yang dipasang dengan menggunakan alat semprot sehingga plasteran mencapai ketebalan tertentu (RSNI PJKB-3D)

sifat material actual sifat bahan yang ditentukan dari contoh yang mewakili untuk pengujian api sesuai dengan persyaratan standar produk terkait (Revisi SNI 03-1741-2000)

sifat material aktual adalah sifat bahan yang ditentukan dari contoh yang mewakili untuk pengujian api sesuai dengan persyaratan standar produk terkait  (SNI 1741:2008)

Sloof adalah balok yang terbuat dari beton bertulang yang berfungsi sebagai pengikat kolom bagian bawah

slump beton adalah penurunan ketinggian pada pusat permukaan atas beton yang diukur segera setelah cetakan uji slump diangkat (SNI 1972:2008)

stabilitas adalah kemampuan benda dari suatu komponen pemikul beban untuk mendukung beban ujinya

Stabilitas kemampuan benda dari suatu komponen pemikul beban untuk mendukung beban ujinya seperti yang disyaratkan, tanpa melebihi kriteria yang ditetapkan berkenaan dengan tingkat dan laju deformasi (Revisi SNI 03-1741-2000)

struktur pendukung adalah struktur yang disyaratkan untuk pelaksanaan pengujian beberapa elemen bangunan, tempat dimana benda uji yang dirakit, contohnya dinding dimana pintu yang akan diuji dipasang  (SNI 1741:2008)

struktur pendukung struktur yang disyaratkan untuk pelaksanaan pengujian beberapa elemen bangunan, tempat dimana benda uji yang dirakit, contohnya dinding dimana pintu yang akan diuji dipasang (Revisi SNI 03-1741-2000)

sub-assembly adalah transduser pengukur, (mencakup sensor alir) dan peralatan indikasi (mencakup alat hitung) dari meter kombinasi (SNI 2547:2008)

subsidi silang adalah bantuan pembiayaan yang diberikan dari golongan daerah mampu ke golongan kurang mampu melalui pembayaran retribusi  (SNI 3242:2008)

surface wash adalah sistem pencucian dengan menyemprotkan air pada permukaan media saringan (SNI 0004:2008)

surface wash adalah sistem pencucian dengan menyemprotkan air pada permukaan media saringan (SNI 6774:2008)

tahanan tusuk (F) mekanisme tahanan yang menjadi sifat dari suatu benda uji terhadap keruntuhan akibat suatu penetrasi atau penusukan (RSNI M-02-2005)

tekanan kerja () adalah tekanan air rata-rata dalam pipa, diukur pada upstream dan downstream meter air (SNI 2547:2008)

tekanan kerja maksimum yang dapat diterima (maximum admissible working pressure/MAP) adalah tekanan maksimum pada meter air yang dapat dihubungkan secara nominal dalam kondisi kerja operasi (ROC), tanpa penurunan kinerja metrologikal nya (SNI 2547:2008)

tekanan kerja minimum yang dapat diterima (minimum admissible working pressure/mAP) adalah tekanan minimum pada meter air yang dapat terukur secara nominal dalam kondisi kerja operasi (ROC), tanpa penurunan kinerja  metrologikal nya (SNI 2547:2008)

temperatur kerja () adalah temperatur air rata-rata dalam pipa, diukur pada upstream meter air dan pada downstream meter air (SNI 2547:2008)

temperatur kerja maksimum yang dapat diterima (maximum admissible working temperature/MAT) adalah  temperatur maksimum pada meter air yang dapat terukur secara nominal pada saat pemberian tekanan internal, tanpa penurunan kinerja metrologikal nya 

temperatur kerja minimum yang dapat diterima (minimum admissible working temperature/mAT) adalah temperatur minimum pada meter air yang dapat terukur secara nominal pada saat pemberian  tekanan internal, tanpa penurunan kinerja  metrologikal nya (SNI 2547:2008)

termokopel jelajah (roving thermocouple) adalah termokopel dengan desain khusus dimana sambungan pengukuran (hot junction) disolder atau dilas pada cakram tembaga, digunakan untuk mengukur temperatur di titik-titk yang diduga terjadi pemanasan berlebih (hot spot) pada sisi permukaan benda uji yang tidak terekspos api  (SNI 1741:2008)

termokopel jelajah (roving thermocouple) termokopel dengan desain khusus dimana sambungan pengukuran (hot junction) disolder atau dilas pada cakram tembaga, digunakan untuk mengukur temperatur di titik-titk yang diduga terjadi pemanasan berlebih (hot spot) pada sisi permukaan benda uji yang tidak terekspos api (Revisi SNI 03-1741-2000)

terpentin adalah pengencer cat yang dibuat dari getah pohon pinus, warnanya jernih, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 150 – 1800C  (SNI 2407:2008)

terpentin pengencer cat yang dibuat dari getah pohon pinus, warnanya jernih, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 1500C s.d 1800C (Revisi SNI 03-2407-1991)

terpentin pengencer cat yang dibuat dari getah pohon pinus, warnanya jernih, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 1500C s.d 1800C (Revisi SNI 03-2407-1991)

tiner (white spirit, solvent naphta) adalah pengencer cat yang dibuat dari minyak bumi, merupakan hasil sulingan minyak tanah,

tiner (white spirit, solvent naphta) pengencer cat yang dibuat dari minyak bumi, merupakan hasil sulingan minyak tanah, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 1350C s.d 1800C (Revisi SNI 03-2407-1991)

tiner (white spirit, solvent naphta) pengencer cat yang dibuat dari minyak bumi, merupakan hasil sulingan minyak tanah, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 1350C s.d 1800C (Revisi SNI 03-2407-1991)

tinggi bebas (freeboard) adalah ruang atau jarak antara permukaan air maksimum dengan dinding teratas (SNI 3981:2008)

Tingkat kerusakan adalah tingkat kerusakan secara fisik keseluruhan atau bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Tingkat kerusakan komponen struktur adalah tingkat kerusakan komponen struktur yang dibuat dalam 5 tingkat kerusakan yaitu : tingkat 1 sampai dengan 5 yang digunakan untuk pemeriksaan darurat dan pemeriksaan klasifikasi kerusakan.

Tingkat resiko adalah tingkat kerusakan struktur, kemungkinan benda terjatuh atau terguling setelah terjadinya kerusakan akibat gempa.

TPS adalah tempat pemindahan sampah dari alat pengumpul ke alat angkut sampah yang dapat dipindahkan secara langsung atau melalui tempat penampungan sampah sementara  (TPS) (SNI 3242:2008)

tungku bakar adalah alat pembakar benda uji berbentuk tabung dilengkapi alat pemanas listrik dan deflektor udara (SNI 1740:2008)

tungku baker adalah alat pembakar benda uji berbentuk tabung dilengkapi alat pemanas listrik dan deflector udara (Revisi SNI 03-1740-1989)

tutup meter air adalah tutup yang melindungi bagian atas alat hitung (SNI 2547:2008)

uji kalibrasi adalah prosedur untuk menilai kondisi-kondisi pengujian secara eksperimen  (SNI 1741:2008)

uji kalibrasi prosedur untuk menilai kondisi-kondisi pengujian secara eksperimen (Revisi SNI 03-1741-2000)

ukuran (gages) adalah ukuran/diameter dari kawat baja  (SNI 7392:2008)

ukuran (gages) ukuran/diameter dari kawat baja (RSNI PJKB-3D)

unit paket instalasi pengolahan air adalah unit paket instalasi pengolahan air yang selanjutnya disebut unit paket instalasi pengolahan air adalah unit paket yang dapat mengolah air baku melalui proses fisik, kimia dan atau biologi tertentu dalam bentuk yang kompak sehingga menghasilkan air minum yang memenuhi baku mutu yang berlaku, didesain dan dibuat pada suatu tempat yang selanjutnya dapat dirakit di tempat lain dan dipindahkan, yang terbuat dari bahan plat baja, dan plastik atau fiber (SNI 6774:2008)

unit paket instalasi pengolahan air selanjutnya disebut Unit Paket IPA adalah unit paket instalasi pengolahan air yang selanjutnya disebut unit paket IPA adalah unit paket yang dapat mengolah air baku melalui proses fisik, kimia dan atau biologi tertentu dalam bentuk yang kompak sehingga menghasilkan air minum yang memenuhi baku mutu yang berlaku, didesain dan dibuat pada suatu tempat yang selanjutnya dapat dirakit di tempat lain dan dipindahkan, yang terbuat dari bahan plat baja, dan plastik atau fiber. (SNI 6773:2008)

unit sensor adalah  bagian meter air yang mengubah aliran air yang diukur menjadi suatu besaran ukur yang dikirim ke bagian indikator/penunjuk setelah melalui unit penghitung/transmisi (SNI 2547:2008)

volume absolut adalah volume absolut untuk masing-masing bahan dalam m3 sama dengan berat bahan dalam kg dibagi dengan 1000 x berat jenisnya. Untuk komponen agregat, berat jenis jenuh dan massa harus didasarkan pada kondisi jenuh dan kering permukaan. Berat jenis semen harus berdasarkan pada cara uji C 188, berat jenis semen sebesar 3.15 dapat digunakan untuk semen yang dibuat di pabrik sesuai dengan persyaratan pada spesifikasi C 150 (SNI 1973:2008)

volume absolut total adalah penjumlahan dari volume absolut untuk masing-masing bahan dalam campuran (m3) (SNI 1973:2008)

volume aktual () adalah total volume air yang melewati meter air, tanpa memperhatikan waktu yang seharusnya terekam (SNI 2547:2008)

volume indikasi () adalah volume air yang ditunjuk oleh meter air, sesuai dengan volume aktual (SNI 2547:2008)

volume produksi campuran adalah volume beton segar per campuran yang didefinisikan sebagai volume beton yang diproduksi dari suatu adukan yang terdiri dari beberapa material (SNI 1973:2008)

Waktu Getar Resonansi adalah waktu getar alami bangunan yang sama dengan waktu getar komponen sekunder

waktu tinggal, td adalah waktu yang diperlukan oleh air selama proses tertentu berlangsung (SNI 0004:2008)

waktu tinggal, td adalah waktu yang diperlukan selama proses tertentu berlangsung pada unit operasi (SNI 6774:2008)

workability beton adalah kemudahan pengerjaan beton segar (SNI 1972:2008)

wythe adalah plaster bertulang panel jaring kawat baja polos  (SNI 7392:2008)

Wythe plaster bertulang panel jaring kawat baja polos (RSNI PJKB-3D)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISTILAH SPM BIDANG JALAN DAN JEMBATAN

 

 

 

NO.

ISTILAH

DEFINISI

1

AB (asphaltic binder)

bahan pengikat aspal

2

abutment

bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban pada ujung bentang dan gaya-gaya lainnya yang didistribusikan pada tanah pondasi.

3

acuan gelincir (slip form)

jenis acuan yang biasanya terbuat dari baja dan bersatu dengan mesin penghampar pada waktu penghamparan beton semen

4

acuan tetap (fixed form)

jenis acuan yang umumnya terbuat dari baja dan dipasang di lokasi penghamparan sebelum pengecoran beton semen

5

adukan

campuran antara agregat halus, semen Portland atau jenis semen hidraulik yang lain dan air

6

adukan beton

campuran antara agregat halus dan semen portland atau jenis semen hidraulik yang lain dan air

7

agregat

sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lainnya, baik berupa hasil alam maupun hasil buatan

8

agregat

material granular misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku pijar yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan

9

agregat

material granular misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidraulik

10

agregat halus

merupakan agregat yang lolos ayakan No. 4 (4.75 mm)

11

agregat halus

pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm

12

agregat halus

merupakan agregat yang lolos saringan No.4 (4,75 mm)

13

agregat halus

agregat yang susunan butirannya lolos saringan No. 4 (4,75 mm)

14

agregat halus

pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm

15

agregat kasar

merupakan agregat yang tertahan pada ayakan No. 4 (4.75 mm)

16

agregat kasar

kerikil sebagai hasil desintegrasi ‘alami’ batuan atau berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 – 40,0 mm

17

agregat kasar

merupakan agregat yang tertahan saringan No.4 (4,75 mm)

18

agregat kasar

agregat yang susunan butirannya tertahan saringan No. 4 (4,75 mm)

19

agregat kasar

kerikil sebagai hasil desintegrasi alami batuan atau berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5,0 mm – 40,0 mm

20

agregat ringan

agregat yang memiliki berat jenis lebih kecil dari 2

21

agregat ringan

agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai massa jenis 1100 kg/m3 atau kurang

22

agregat slag

limbah besi dan baja berbentuk bongkah panas yang telah diproses melalui penyemprotan  air tekanan tinggi sehingga bongkahan slag  pecah menjadi ukuran butir tertentu

23

agregat standar

batu kapur (setara dengan batu kapur Monon Stone Co) berukuran lolos saringan 19,0 mm dan tertahan saringan No. 4 (4,75 mm) 

24

akses jalan

merupakan pertemuan jalan yang mempunyai tingkat hirarki yang lebih rendah dengan jalan yang mempunyai tingkat hirarki yang lebih tinggi

25

akses persil

merupakan jalan masuk ke setiap persil atau ke setiap rumah

26

aksi

penyebab tegangan atau deformasi dalam struktur

27

aksi lingkungan

pengaruh yang timbul akibat temperatur, angin, aliran air, gempa dan penyebab-penyebab alamiah lainnya

28

aksi nominal

nilai beban rata-rata berdasarkan statistik untuk periode ulang 50 tahun

29

alat daktilitas

alat yang digunakan untuk melakukan pengujian daktilitas aspal

30

alat penetrometer konus dinamis (Dynamic Cone Penetrometer, DCP)

suatu alat yang terdiri dari tiga bagian utama, yang satu sama lain harus disambung sehingga cukup kaku

31

alat pengering (dryer)

alat pengering yang menggunakan pembakaran untuk mengeringkan agregat

32

alat saybolt furol

alat untuk menentukan viskositas aspal cair dan aspal keras dalam detik yang dikonversikan ke dalam sentistoke

33

alat sentrifus

alat yang berfungsi memisahkan larutan dan bagian yang tak larut dengan cara diputar dengan kecepatan tertentu yang sesuai kebutuhan 

34

alinyemen horizontal

proyeksi garis sumbu jalan pada bidang horizontal [RSNI T-14-2004]

35

alinyemen vertikal

proyeksi garis sumbu jalan pada bidang vertikal yang melalui sumbu jalan[RSNI T-14-2004]

36

alkohol anhidrous

senyawa kimia hidrokarbon yang disebut juga etil alkohol atau etanol dengan rumus kimia C2H5OH dengan kandungan air sangat rendah sehingga dapat berfungsi sebagai bahan bakar

37

alokasi resiko

pembebanan atau pengalokasian resiko-resiko yang ada terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan/ proyek yang akan dikerjakan yang didasarkan pada prinsip pihak yang menanggung resiko sebaiknya adalah pihak yang paling mampu mengendalikan resiko tersebut

38

alur (ruts)

penurunan memanjang yang terjadi pada lajur jejak roda kiri (JRKI) dan jejak roda kanan (JRKA)

39

ambles

penurunan setempat pada suatu bidang perkerasan yang biasanya berbentuk tidak menentu tanpa terlepasnya material perkerasan

40

analisis dampak lalu lintas jalan (andalalin)

suatu studi khusus yang dilakukan untuk menilai dampak lalu lintas jalan

41

analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL)

kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan

42

Analisis modal

Analisis perhitungan ulang dari frekuensi alami.

43

Analisis modal

Analisis perhitungan ulang dari frekuensi alami.

44

analisis produk (product analysis)

analisis produk untuk setiap peleburan dimana pemesan memberikan pilihan untuk menganalisis contoh yang mewakili yang diambil dari produk struktur yang telah selesai

45

analisis resiko

proses identifikasi resiko, perkiraan kemungkinan kejadian serta evaluasi dampak potensial yang akan muncul dari suatu rencana kegiatan/ proyek secara kualitatif dan kuantitatif

46

analisis saringan

suatu usaha untuk mendapatkan distribusi ukuran butir tanah dengan menggunakan analisis saringan

47

analisis satu peleburan (heat analysis)

analisis kimia dari suatu contoh termasuk di dalamnya penentuan karbon, mangan, belerang, nikel, kromium, molibdenum, tembaga, vanadium, kolumbium, unsur lain yang dispesifikasikan atau yang tidak boleh ada oleh spesifikasi produk yang akan dipakai untuk  kelas, dan tipe yang akan diterapkan, dan unsur butiran austenitik yang dimurnikan yang  kandungannya digunakan dalam pengujian ukuran butiran austenitik dari satu peleburan.

48

Angka Ekivalen Beban Gandar Sumbu Kendaraan (E)

Angka yang menyatakan perbandingan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh  lintasan beban gandar sumbu tunggal kendaraan terhadap tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh satu lintasan beban standar sumbu tunggal seberat 8,16 ton (18.000 lb).

49

angka ekivalen beban sumbu kendaraan (E)

angka yang menyatakan perbandingan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh suatu lintasan beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh satu lintasan beban sumbu standar

50

angka ekivalen kecelakaan (AEK)

angka yang digunakan untuk pembobotan kelas kecelakaan, angka ini didasarkan kepada nilai kecelakaan dengan kerusakan atau kerugian materi

51

angkur

suatu alat yang digunakan untuk menjangkarkan tendon kepada komponen struktur beton dalam sistem pasca tarik atau suatu alat yang digunakan untuk menjangkarkan tendon selama proses pengerasan beton dalam sistem pratarik

52

anil (annealing)

suatu proses perlakuan panas dimana ukuran butir mikrostruktur suatu bahan meningkat, menyebabkan perubahan pada sifatnya seperti kekuatan dan kekerasan.

53

anoda

bagian logam bermuatan negatif yang berfungsi menarik elektron dari suatu katoda

54

anoda korban

anoda yang dikorbankan untuk melindungi baja yang mudah terkorosi dari lingkungan yang korosif

55

antara bukaan

jarak antara bukaan satu dengan bukaan berikutnya, diukur dari as lebar bukaan 

56

APIL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas)

perangkat peralatan teknis yang menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalu lintas orang dan atau kendaraan di jalan

57

APIL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas)

Perangkat peralatan teknis yang menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalu lintas orang dan atau kendaraan di jalan.

58

APILL

singkatan dari Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat peralatan teknis yang menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalu lintas orang dan atau kendaraan di jalan.

59

apron

Pemasok agregat dari bin dingin dengan mengunakan rantai sebagai alat penggerak dan pemasok

60

arah melintang mesin

arah bidang bahan tegak lurus terhadap arah serat

61

arah melintang mesin

arah pada bidang geotekstil yang tegak lurus terhadap arah pembuatan di pabrik

62

Arah Memanjang  Potongan Longsoran

Arah longsoran bergerak.

63

arah mesin

arah bidang bahan sejajar dengan arah serat

64

arah mesin

arah pada bidang geotekstil yang sejajar dengan arah pembuatan di pabrik

65

area terburuk

spesifik area atau kawasan yang memiliki angka kecelakaan yang tinggi

66

arloji pengukur (dial gauge)

pengukur lendutan berskala milimeter (mikrometer) dengan ketelitian 0,025 mm atau dengan ketelitian yang lebih baik

67

arus lalu lintas

jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan per satuan waktu (Manual Kapasitas Jalan Indonesia,1997)

68

asam

suatu larutan yang mengandung konsentrasi ion Hidrogen ( H+) yang melebihi konsentrasi ion Hidroksil (OH-)

69

Asbuton

aspal alam dari Pulau Buton yang berbentuk butiran dengan kadar bitumen tertentu

70

asbuton

bahan aspal alam yang tersedia di Pulau Buton yang digunakan sebagai bahan substitusi aspal keras dan aditif dalam campuran beraspal

71

aspal

material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi

72

aspal

material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi

73

aspal

material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi

74

aspal

material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi

75

aspal

material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi

76

aspal  keras

aspal yang diperoleh dari proses penyulingan minyak bumi.

77

aspal  keras

aspal yang bersifat viskoelastik termasuk aspal alam atau aspal modifikasi (aspal yang diberi bahan tambah seperti polimer, latek)

78

aspal alam

aspal yang merupakan hasil destilasi secara alam  

79

aspal cair

campuran aspal padat dengan pelarut dari minyak bumi jenis tertentu

80

aspal cair

aspal  yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal keras dengan pelarut yang berasal dari penyulingan minyak bumi

81

aspal cair (cutback asphalt)

aspal cair yang terdiri atas campuran dengan pelarut jenis tertentu yang masing-masing mempunyai daya menguap tinggi, sedang atau rendah : aspal cair mantap sedang (medium curing, MC), aspal cair mantap cepat (rapid curing, RC), aspal cair mantap lambat (slow curing, SC) 

82

aspal cair (cutback asphalt)

material yang terdiri atas campuran aspal padat dengan pelarut jenis tertentu yang masing-masing mempunyai daya menguap tinggi, sedang atau rendah : aspal cair mantap sedang (medium curing, MC); aspal cair mantap cepat (rapid curing, RC); aspal cair mantap lambat (slow curing, SC).

83

aspal cair jenis menguap cepat (Rapid Curing/RC)

aspal cair yang terdiri dari campuran antara aspal keras dan pelarut yang mempunyai daya menguap tinggi, contohnya premium

84

aspal cair jenis menguap lambat (Slow Curing / SC)

aspal cair yang terdiri dari campuran antara aspal keras dan pelarut (solar) yang mempunyai daya menguap lambat, contohnya minyak diesel (solar)

85

aspal cair jenis menguap sedang (Medium Curing/MC)

aspal cair yang terdiri dari campuran antara aspal keras dan pelarut yang mempunyai daya menguap sedang, contohnya minyak tanah

86

aspal emulsi

aspal yang didespersikan dalam air atau air yang didespersikan dalam aspal yang keduanya dengan bantuan emulgator (bahan pengemulsi)

87

aspal emulsi

aspal yang didispersikan dalam air atau air yang didispersikan dalam aspal dengan bantuan  bahan pengemulsi (emulgator)

88

aspal emulsi

aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik

89

aspal emulsi

aspal berbentuk cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif (kationik), negatif (anionik) atau tidak bermuatan listrik (nonionik)

90

aspal emulsi

material yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal semi padat ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi : aspal emulsi anionik, aspal emulsi kationik.

91

aspal emulsi

material yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal semi padat ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi : aspal emulsi anionik dan aspal emulsi kationik

92

aspal emulsi

aspal semi padat yang didispersikan ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi

93

aspal emulsi anionik

aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi anionik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan ion-negatif

94

aspal emulsi anionik mengikat cepat (Rapid setting, RS)

aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara cepat setelah kontak dengan agregat

95

aspal emulsi anionik mengikat lambat (Slow setting, SS)

aspal emulsi bermuatan negatif yang mengikat agregat secara lambat setelah kontak dengan agregat

96

aspal emulsi anionik mengikat lebih cepat (Quick setting, QS)

aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara lebih cepat setelah kontak dengan agregat. Meliputi   :  QS-1h (quick setting-1): Mengikat lebih cepat-1 keras (Pen 40-90)

97

aspal emulsi anionik mengikat sedang (Medium setting, MS)

aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara sedang setelah kontak dengan agregat

98

aspal emulsi jenis mantap sedang

aspal emulsi dengan kecepatan memisah sedang setelah melekat dengan agregat

99

aspal emulsi kationik

aspal emulsi yang butir-butir aspalnya bermuatan listrik positip

100

aspal emulsi kationik

aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi jenis kationik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan ion positif

101

aspal emulsi kationik mengikat cepat (CRS)

aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara cepat setelah kontak dengan agregat

102

aspal emulsi kationik mengikat lambat (CSS)

aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lambat setelah kontak dengan agregat

103

aspal emulsi kationik mengikat lebih cepat (CQS)

aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lebih cepat setelah kontak dengan agregat

104

aspal emulsi kationik mengikat sedang (CMS)

aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara sedang setelah kontak dengan agregat

105

aspal emulsi mantap cepat (Cationic Rapid Setting - CRS)

aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah cepat dari air setelah kontak dengan aggregate

106

aspal emulsi mantap cepat (cationic rapid setting, CRS)

aspal emulsi jenis kationik yang partikel aspalnya memisah dengan cepat dari air setelah kontak dengan udara

107

aspal emulsi mantap lambat (Cationic Slow Setting – CSS)

aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah lambat dari air setelah kontak dengan aggregat/semen

108

aspal emulsi mantap lambat (cationic slow setting, CSS)

aspal emulsi jenis kationik yang partikel aspalnya memisah dengan lambat dari air setelah kontak dengan udara

109

aspal emulsi mantap sedang (Cationic Medium Setting – CMS)

aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah sedang dari air setelah kontak dengan aggregate

110

aspal emulsi mantap sedang (cationic medium setting, CMS)

aspal emulsi jenis kationik yang partikel aspalnya memisah dengan sedang dari air setelah kontak dengan udara

111

aspal emulsi non-ionik

aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi non-ionik sehingga partikel-partikel aspal tidak bermuatan

112

aspal keras

aspal keras merupakan  residu destilasi minyak bumi yang bersifat viskoelastik

113

aspal keras

residu destilasi minyak bumi yang bersifat viscoelastik

114

aspal keras

aspal yang bersifat viskoelastik termasuk aspal alam atau aspal modifikasi (aspal yang diberi bahan tambah seperti polimer, latek)

115

aspal keras

aspal yang bersifat viskoelastik dapat berupa aspal alam, aspal buatan (aspal hasil pengilangan minyak bumi) atau aspal modifikasi (aspal yang diberi bahan tambah seperti polimer)

116

aspal keras  

suatu jenis aspal yang diperoleh dari hasil proses penyulingan minyak bumi.

117

aspal keras (Asphalt Cement, AC)

aspal yang diperoleh dari residu pengilangan minyak bumi pada keadaan hampa udara.

118

aspal modifikasi

aspal keras yang ditingkatkan mutunya dengan cara menambahkan bahan tambah seperti polimer, latek, bitumen asbuton dan lainnya

119

aspal modifikasi

aspal keras yang ditingkatkan mutunya dengan cara menambahkan bahan tambah seperti polimer, latek, bitumen asbuton dan lainnya

120

aspal padat (solid)

suatu jenis aspal dengan nilai penetrasi kurang dari 10

121

aspal padat (solid)

suatu jenis aspal keras dengan nilai penetrasi kurang dari 10

122

aspal polimer

aspal yang dimodifikasi dengan menambahkan polimer

123

aspal polimer

aspal yang ditingkatkan mutunya (dimodifikasi) dengan cara menambahkan polimer ke dalam aspal keras

124

aspal semi-padat (semi-solid)

suatu jenis aspal dengan nilai penetrasi dari 10 sampai dengan 300

125

aspal semi-padat (semi-solid)

suatu jenis aspal keras dengan nilai penetrasi 10 sampai dengan 300

126

asphaltic plug

bahan sambungan siar muai tipe tertutup jenis yang dibuat dari bahan agregat yang dicampur dengan bahan pengikat binder, pelat baja dan angkur, dibuat pada temperatur tertentu yang berfungsi sebagai bahan pengisi pada sambungan (joint)

127

asphaltic plug joint (APJ)

segmen aspal fleksibel yang membentang antara kepala jembatan dan lantai jembatan yang berfungsi sebagai sambungan siar-muai jembatan. sambungan yang dibuat di tempat yang terdiri dari bagian bahan fleksibel yang didukung di atas celah sambungan lantai oleh pelat metal tebal atau komponen yang cocok lainnya

128

atmosfir standar

udara ruang pengujian, dipertahankan dengan kelembaban relatif (65 ± 5)% dan dengan temperatur pada (21 ± 2) °C

129

audit keselamatan jalan

suatu bentuk pengujian formal dari suatu ruas jalan yang ada dan yang akan datang atau proyek lalu lintas, atau berbagai pekerjaan yang berinteraksi dengan pengguna jalan, yang dilakukan secara independen, oleh penguji yang dipercaya di dalam melihat potensi kecelakaan dan penampilan keselamatan suatu ruas jalan [Austroads, 1993]  

130

austenitik / besi fasa gama (austenitic)

larutan padat non-magnetik dalam besi dan unsur pemadu.

131

badan jalan

bagian jalan yang meliputi seluruh jalur  lalu-lintas, median dan bahu jalan

132

badan jalan

bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median dan bahu jalan

133

badan jalan

bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median, dan bahu jalan

134

badan jalan

bagian jalan yang meliputi jalur lalu lintas, dengan atau tanpa jalur pemisah, dan bahu jalan [RSNI T-14-2004]

135

Badan Jalan

Bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median, dan bahu jalan.

136

badan jalan

bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median, dan bahu jalan

137

Badan Longsoran (debris material)

Material longsoran yang mengalami pergerakan.

138

Bagian Jalinan

Bagian antara dua gerakan lalu lintas, yaitu yang menyatu (converging) dan memencar (diverging).

139

bahan

tanah atau campuran agregat tanah

140

bahan anti lengket

jenis bahan untuk mencegah lengket antara adukan beton semen dengan acuan

141

bahan backfill

suatu campuran yang terdiri dari 75% Gypsum (CaSO4),  20% Bentonite Clay, dan 5% Sodium Sulfat (Na2SO4)

142

bahan butiran halus

tanah atau campuran agregat tanah yang lolos saringan No. 4 (4,75 mm) untuk cara A dan cara B atau lolos saringan 3/4” (19,0 mm) untuk cara C dan cara  D

143

bahan butiran kasar

tanah atau campuran agregat tanah yang tertahan saringan No. 4 (4,75 mm) untuk cara A dan cara B atau tertahan saringan 3/4” (19,0 mm) untuk cara C dan cara D

144

bahan jalan

material yang dapat digunakan untuk jalan berupa tanah, aggregat dan material perkerasan lama yang telah dihancurkan

145

bahan jalan

bahan yang digunakan untuk pembuatan jalan baik berupa tanah, tanah berbutir dan ataupun batuan, serta campuran beraspal atau bahan pengikat lainnya

146

bahan pengikat

merupakan campuran aspal yang dipatenkan, polimer sintentik, pengisi dan agen aktif pelapis permukaan dan harus diformulasikan untuk dikombinasikan dengan kemudahan yang diperlukan untuk proses pemasangan, fleksibel pada suhu yang rendah, dan ketahanan aliran pada suhu lingkungan yang tinggi

147

bahan pengikat (binder)

bahan serbuk yang mengandung bahan yang bersifat semen (semen portland, kapur dan atau campuran dari berbagai jenis serbuk) untuk meningkatkan sifat teknis bahan jalan

148

Bahan Pengikat (Cementious Material)

Bahan yang digunakan dalam campuran BPG terdiri atas semen portland saja atau semen portland ditambah dengan bahan  pozzolan.

149

bahan pengisi sambungan (joint filler)

suatu bahan yang bersifat plastis yang dipasang pada celah sambungan muai, guna mencegah masuknya benda-benda asing ke dalam celah.

150

bahan penutup sambungan (joint sealer)

suatu bahan yang bersifat elastis yang dipasang pada bagian atas dari sambungan yang dimaksudkan untuk mencegah masuknya benda-benda asing ke dalam celah.

151

bahan penyokong celah

poliolefin atau poliutiren sebagai bahan penutup celah kecil tertutup atau batang penyokong yang mempunyai diameter sama dengan 150 persen bukaan sambungan yang harus disediakan

152

bahan serbuk pengikat

material serbuk yang bersifat sebagai bahan pengikat (semen portland, kapur dan/atau berbagai jenis serbuk sesuai persyaratan penggunaannya) untuk campuran bahan jalan sehingga memperbaiki sifat teknisnya

153

bahan tambahan

suatu bahan berupa bubuk atau cair, yang ditambahkan ke dalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya

154

bahan tambal (patching material)

bahan pelapis epoksi yang terdiri dari dua bahan cair yang digunakan untuk memperbaiki permukaan yang rusak atau terkelupas

155

bahan yang larut

bagian dari benda uji yang dapat larut dalam pelarut trichloroethylene atau 1,1,1 trichloroethane

156

bahan yang tidak larut

bagian dari benda uji yang tidak dapat larut dalam pelarut trichloroethylene atau 1,1,1 trichloroethane

157

bahu dalam

bahu jalan yang dibuat terbagi pada tepi dalam dari jalur lalu lintas

158

bahu jalan

bagian dari jalan yang terletak pada tepi kiri dan atau kanan jalan dan berfungsi sebagai : jalur lalu-lintas darurat, tempat berhenti sementara, ruang bebas samping, penyangga  kestabilan badan jalan, jalur sepeda (bahu diperkeras)

159

bahu jalan

bagian daerah manfaat jalan yang berdampingan dengan jalur lalu lintas untuk menampung kendaraan yang berhenti, keperluan darurat, dan untuk pendukung samping bagi lapis pondasi bawah, pondasi atas, dan permukaan

160

bahu jalan

bahu jalan yang dibuat pada tepi kiri dan kanan/dalam dari jalur lalu lintas

161

bahu jalan

bagian daerah manfaat jalan yang berdampingan dengan jalur lalu lintas untuk menampung kendaraan yang berhenti, keperluan darurat, dan untuk pendukung samping bagi lapis pondasi bawah, dan lapis permukaan [RSNI T-14-2004]

162

Bahu Jalan

Bagian daerah manfaat jalan yang berdampingan dengan jalur lalu lintas untuk menampung kendaraan yang berhenti, keperluan darurat, dan untuk pendukung samping bagi lapis pondasi bawah, pondasi atas, dan permukaan.

163

bahu jalan

jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas, merupakan bagian ruang manfaat jalan dengan atau tanpa diperkeras

164

bahu kanan

bahu jalan yang dibuat pada tepi kanan

165

Bahu kanan/Bahu Dalam 

Bahu jalan yang dibuat pada tepi kanan/dalam dari jalur lalu lintas.

166

bahu kiri

bahu jalan yang berada pada tepi kiri

167

Bahu Kiri/Bahu Luar

Bahu jalan yang dibuat pada tepi kiri/luar dari jalur lalu lintas.

168

bahu luar

bahu jalan yang dibuat terbagi pada tepi luar dari jalur lalu lintas

169

bainit (bainite)

substansi logam yang umumnya timbul pada baja sesudah perlakukan panas.

170

baja dikil (killed steel)

baja yang dideoksidasi dengan baik melalui penambahan zat deoksidan yang kuat atau dengan proses vakum, untuk mereduksi kandungan oksigen sampai suatu tingkatan dimana tidak ada reaksi yang muncul antara karbon dan oksigen selama solidifikasi

171

baja semi dikil (semi-killed steel)

baja yang tidak lengkap dideoksidasi dengan pemberian oksigen yang cukup untuk membentuk karbon monoksida selama proses solidifikasi.

172

baja ulir pembagi (auger)

batang baja yang berbentuk ulir untuk membagi rata penyebaran campuran beraspal,

173

bak kontrol

bangunan pelengkap drainase yang didesain khusus sebagai tempat bertemunya jaringan pipa yang berasal dari saluran drainase lainnya dan juga berfungsi sebagai tempat untuk menginspeksi/memeriksa kondisi saluran

174

bak kontrol

salah satu bagian dari saluran samping yang tertutup dan berfungsi sebagai tempat kontrol pada saat pemeliharaan

175

bak penampung (hopper)

wadah untuk menampung campuran beraspal yang ditumpahkan dari truk

176

baku mutu lingkungan hidup

ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup

177

balok angker melintang (transverse log)

sistem konstruksi sambungan yang dibuat pada ujung-ujung perkerasan beton bertulang menerus dengan balok beton ditanamkan ke dalam tanah dasar guna memegang gerakan dari pelat.

178

ban berjalan

Pemasok agregat dari bin dingin dengan mengunakan ban berjalan (belt conveyor)

179

ban berjalan (bar feeder)

alat pemasok campuran beraspal dari bak penampung ke baja ulir pembagi

180

bangkitan perjalanan

jumlah perjalanan orang dan/atau kendaraan yang keluar-masuk suatu kawasan, rata-rata per hari atau selama jam puncak, yang dibangkitkan oleh kegiatan dan/atau usaha yang ada di dalam kawasan tersebut

181

bangunan bawah jembatan

bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi memikul bangunan atas serta menyalurkan seluruh beban dan gaya-gaya yang bekerja ke fondasi jembatan

182

bangunan pelengkap jalan

bangunan pelengkap antara lain jembatan, ponton, lintas atas, lintas bawah, tempat parkir, gorong-gorong, tembok penahan dan saluran tepi yang dibangun sesuai dengan persyaratan teknik

183

bangunan peredam bising

bangunan peredam bising yang dimaksud dalam pedoman ini adalah bangunan berupa dinding dengan bentuk dan bahan tertentu yang berfungsi sebagai alat untuk mengurangi dan meredam tingkat kebisingan karena bising lalu lintas

184

bangunan peredam bising (BPB)

bangunan berupa penghalang pada jalur perambatan suara dengan bentuk dan bahan tertentu yang diperuntukan sebagai alat untuk menurunkan tingkat kebisingan yang diakibatkan   lalu lintas kendaraan bermotor

185

bantalan berlapis (laminasi)

bantalan elastomer yang terdiri dari karet dan menggunakan lapisan pelat baja atau lapisan anyaman (fabric)

186

bantalan elastomer

suatu elemen jembatan yang terbuat dari karet alam atau karet sintetis (neoprene) yang berfungsi untuk meneruskan beban dari bangunan atas ke bangunan bawah

187

bantalan karet

bantalan karet adalah penghubung antara bangunan atas dan bangunan bawah jembatan yang terbuat dari bahan karet, berfungsi meneruskan gaya-gaya dari bangunan atas ke bangunan bawah

188

bantalan karet (bearing)

bantalan karet pada roda pendorong yang berfungsi menahan gesekan langsung

189

bantalan polos

bantalan elastomer yang hanya terdiri dari karet saja

190

basa

suatu larutan yang mengandung konsentrasi ion Hidroksil (OH-) yang melebihi konsentrasi ion Hidrogen (H+)

191

batang baja mutu tinggi

baja berpenampang bundar yang dicanai (hot rolled) dari baja tuang dan memiliki tegangan tarik ultimit batang baja minimum 1035 MPa

192

batang pengikat (tie bar)

sepotong baja ulir yang dipasang pada sambungan memanjang dengan maksud untuk mengikat pelat agar tidak bergerak horizontal

193

batang pengikat (tie bars)

sepotong baja ulir yang dipasang pada sambungan memanjang dengan maksud untuk mengikat pelat agar tidak bergerak horizontal.

194

batang polos

baja beton prategang berpenampang bundar dengan permukaan rata tidak bersirip

195

batang pratekan

batang baja kuat tarik tinggi yang akan diberikan gaya tarik padanya

196

batang pratekan

batang baja khusus dengan dimensi dan kuat bahan tertentu yang akan diberikan gaya tarik padanya

197

batang ulir

baja beton prategang dengan bentuk khusus yang permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton

198

batang ulir (deformed bars)

batang tulangan prismatis atau yang diprofilkan berbentuk alur atau spiral yang terpasang tegak lurus atau miring terhadap muka batang, dengan jarak antara rusuk-rusuk tidak lebih dari 0,7 diameter batang pengenalnya/nominal.

199

batas  plastis tanah

batas terendah kadar air, ketika tanah masih dalam keadaan plastis

200

batas cair (liquid limit/LL)

kadar air ketika sifat tanah pada batas dari keadaan cair menjadi plastis

201

batas cair tanah

kadar air, ketika sifat tanah pada batas dari keadaan cair menjadi plastis

202

batas elastis

tegangan terbesar yang mana suatu jenis material sanggup bertahan tanpa adanya deviasi dari hubungan linear tegangan dengan regangan (hukum Hooke) atau tegangan terbesar yang mana bahan masih sanggup memanjang tanpa adanya deformasi tetap setelah tegangan dilepaskan

203

batas plastis (plastic limit/PL)

batas terendah kondisi kadar air ketika tanah masih pada kondisi plastis

204

batasan keliman

lebar geotekstil yang digunakan untuk membuat suatu sambungan keliman. Untuk keliman jahit, sambungan diikatkan antara ujung geotekstil dengan garis jahitan paling jauh. Untuk keliman ikat panas atau keliman las, sambungan diikatkan antara tepi geotekstil dengan tepi keliman paling jauh.  Batasan keliman pada geotekstil, adalah jarak antara tepi tenunan atau tepi terlipat geotekstil terhadap tepi keliman

205

beban aksial

beban yang tegak lurus terhadap penampang/sejajar sumbu aksial yang ditinjau

206

beban hidup

semua beban yang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas dan/atau pejalan kaki yang dianggap bekerja pada jembatan

207

beban hidup

semua beban yang terjadi akibat penggunaan jembatan berupa beban lalu lintas kendaraan sesuai dengan standar pembebanan untuk jembatan jalan raya yang berlaku

208

beban kerja

beban rencana yang digunakan untuk merencanakan komponen struktur

209

beban khusus

beban yang merupakan beban-beban khusus untuk perhitungan tegangan pada perencanaan jembatan

210

beban lalu lintas

seluruh beban hidup, arah vertikal dan horisontal, akibat aksi kendaraan  pada jembatan termasuk hubungannya degan pengaruh dinamis, tetapi tidak termasuk akibat tumbukan

211

beban mati

semua beban tetap yang berasal dari berat sendiri jembatan atau bagian jembatan yang ditinjau, termasuk segala unsur tambahan yang dianggap merupakan satu kesatuan tetap dengannya

212

beban mati

berat semua bagian dari suatu jembatan yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan yang tidak terpisahkan dari suatu struktur jembatan

213

beban mati primer

berat sendiri dari pelat dan sistem lainnya yang dipikul langsung oleh masing-masing gelagar jembatan

214

beban mati sekunder

berat kerb, trotoar, tiang sandaran dan lain-lain yang dipasang setelah pelat di cor. Beban tersebut dianggap terbagi rata di seluruh gelagar

215

beban pelaksanaan

beban sementara yang mungkin bekerja pada bangunan secara menyeluruh atau sebagian selama pelaksanaan

216

beban primer

beban yang merupakan beban utama dalam perhitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan

217

beban putus

gaya tarik maksimum yang diberikan pada benda uji  hingga putus

218

beban sekunder

beban yang merupakan beban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan

219

beban sumbu standar

beban sumbu dengan roda ganda yang mempunyai total berat sebesar 8,16 ton.

220

beban tambahan (surcharge)

beban timbunan tambahan di luar berat struktur di masa yang akan datang (beban permanen) yang bersifat sementara dan berfungsi untuk meminimalkan penurunan selama masa layan

221

beban terfaktor

beban kerja yang telah dikalikan dengan faktor beban yang sesuai

222

Beban tumbuk

Beban luar sesaat.

223

benang jahit

benang berdiameter kecil yang lentur, biasanya permukaannya dilapisi atau dilumuri minyak pelumas, yang digunakan untuk menjahit  satu atau beberapa potong bahan atau objek dengan bahan lain

224

benda uji

contoh uji yang telah dipadatkan dan diratakan sesuai ukuran cetakan

225

Benkelman Beam (BB)

alat untuk mengukur lendutan balik dan lendutan langsung perkerasan yang menggambarkan kekuatan struktur perkerasan jalan

226

Bentang sederhana

Gelagar di atas dua tumpuan.

227

Bentang sederhana

Gelagar di atas dua tumpuan.

228

bentuk geotekstil lainnya

definisi bentuk lain yang berkaitan dengan geotekstil yang digunakan dalam standard ini, merujuk kepada terminologi  ASTM  D 4439 atau padanannya

229

bentuk kereb

bentuk geometri dasar dari potongan melintang komponen vertikal kereb. Bentuk dasar  potongan melintang kereb pada komponen vertikal adalah segitiga tegak lurus terpancung, sedangkan bentuk geometri dasar komponen vertikal adalah persegi panjang

230

bentuk tekstil lainnya

definisi dari bentuk tekstil lainnya yang digunakan dalam standard ini, merujuk kepada terminologi  ASTM  D 123 atau padanannya

231

berat

berat dari suatu benda adalah gaya gravitasi yang bekerja pada massa benda tersebut (kN). Berat = massa x g, dengan pengertian  g adalah percepatan akibat gravitasi

232

berat isi

berat per satuan isi

233

berat isi tanah

massa tanah per satuan volume dalam keadaan tanah masih mengandung air, dalam satuan gr/cm3

234

berat isi tanah kering

massa tanah per satuan volume dalam keadaan tanah tidak mengandung air, dalam satuan gr/cm3

235

berat jenis

perbandingan antara berat isi butir dan berat isi air

236

berat jenis

perbandingan massa suatu bahan dengan massa air pada isi dan temperatur yang sama

237

berat jenis butir

perbandingan antara massa isi butir tanah dan massa isi air

238

berat jenis curah (bulk) bahan butiran kasar

perbandingan antara berat bahan kering oven yang ditimbang di udara dan selisih antara berat bahan jenuh kering permukaan (Surface Saturated Draind/SSD) yang ditimbang di udara dan berat bahan jenuh yang ditimbang di dalam air

239

berat jenis maksimum campuran beraspal

perbandingan berat isi benda uji campuran beraspal dalam keadaan rongga udara sama dengan nol pada temperatur 25oC terhadap berat isi air pada volume dan temperatur yang sama

240

berat jenis maksimum campuran beraspal

perbandingan berat isi benda uji campuran beraspal dalam keadaan rongga udara sama dengan nol pada temperatur 25oC terhadap berat isi air pada volume dan temperatur yang sama

241

berat kendaraan total (BK)

berat yang dihitung sebagai penjumlahan berat kendaraan kosong ditambah berat muatan

242

besaran biaya kecelakaan lalu lintas (BBKE)

biaya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun

243

besaran biaya korban kecelakaan lalu lintas (BBKO)

biaya korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan, atau suatu wilayah per tahun

244

beton

campuran antara semen Portland atau semen hidraulik lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat

245

beton

campuran yang terdiri dari semen, air, agregat kasar dan agregat halus serta bahan tambah apabila diperlukan dengan perbandingan tertentu yang bersifat plastis pada saat pertama dibuat dan kemudian secara perlahan-lahan akan mengeras seperti batu

246

beton

campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat

247

beton bertulang

beton yang diberi baja tulangan dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material tersebut bekerja sama menahan gaya yang bekerja

248

beton bertulang

beton yang diberi baja tulangan dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material tersebut bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja

249

beton inti

benda uji beton berbentuk silinder yang diambil dengan cara pengeboran dari struktur beton yang sudah jadi

250

beton keras

adukan beton yang telah mengeras, dengan beberapa perubahan karakteristik

251

beton normal

beton yang mempunyai berat isi 2200 – 2500 kg/m3 dan dibuat dengan menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah

252

beton normal

beton yang mempunyai massa jenis 2200 –2500 kg/m3 dan dibuat dengan menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah

253

Beton Padat Giling (BPG)

Campuran beton dengan slump nol yang terdiri atas  semen portland, agregat kasar, agregat halus dengan atau tanpa bahan pozolan serta air dalam jumlah yang cukup untuk pemadatan dengan roller pada kadar air optimum sehingga mempunyai karakter yang memenuhi  persyaratan sebagai struktur perkerasan. 

254

beton polos

beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum

255

beton pracetak

elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi elemen jembatan

256

beton pracetak

elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi jembatan

257

beton prategang

beton bertulang yang diberi tegangan dalam, untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja

258

beton prategang

beton bertulang yang diberi tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja

259

beton prategang

beton yang tegangan tariknya pada kondisi pembebanan tertentu dihilangkan atau dikurangi ke batas yang aman dengan jalan pemberian gaya tekan permanen, dengan ukuran dan arah tertentu dan baja yang digunakan untuk keperluan ini ditarik sebelum beton mengeras (pratarik) atau setelah beton mengeras (pascatarik) ke kekuatan yang tertentu

260

beton ringan pasir

beton ringan yang semua agregat halusnya merupakan pasir normal

261

beton ringan struktur

beton  yang  mengandung  agregat  ringan  dan  mempunyai  massa jenis tidak lebih dari 1900 kg/m3

262

beton ringan total

beton ringan yang agregat halusnya bukan merupakan pasir alami

263

beton segar

campuran beton setelah selesai diaduk hingga beberapa saat, dengan karakteristik belum berubah

264

BF Slag (Blast furnace iron  slag)

slag panas hasil limbah proses pembuatan besi, berbentuk bongkah, dipecah dengan pendingin  udara

265

biaya kecelakaan lalu lintas

biaya yang ditimbulkan akibat terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas, biaya tersebut   meliputi : biaya perawatan korban, biaya kerugian harta benda, biaya penanganan kecelakaan lalu lintas, dan  biaya kerugian produktivitas korban

266

biaya konsumsi bahan bakar minyak (BiBBMi)

biaya yang dibutuhkan untuk konsumsi bahan bakar minyak dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

267

biaya konsumsi ban (BBi)

biaya yang dibutuhkan untuk konsumsi ban dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

268

biaya konsumsi oli (BOi)

biaya yang dibutuhkan untuk konsumsi bahan bakar minyak dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

269

biaya konsumsi suku cadang (BPi)

biaya yang dibutuhkan untuk konsumsi suku cadang kendaraan dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

270

biaya operasi kendaraan

biaya total yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan pada suatu kondisi lalu lintas dan jalan untuk suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

271

biaya tidak tetap BOK

biaya operasi kendaraan yang dibutuhkan untuk menjalankan kendaraan kendaraan pada suatu kondisi lalu lintas dan jalan untuk suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya Rupiah per kilometer

272

biaya upah pemeliharaan kendaraan (BUi)

biaya yang dibutuhkan untuk upah pemeliharaan kendaraan untuk setiap jenis kendaraan yang dioperasikan dalam jarak tertentu. Satuannya Rupiah per km

273

Bibit Tanaman

Calon tanaman yang sudah teruji dalam daya tumbuhnya

274

bin dingin (cold bin)

penampung beberapa fraksi agregat dingin

275

bin dingin (cold bin)

tempat penampung agregat dingin sesuai kelompok ukuran butirnya, biasanya berjumlah 4 atau lebih

276

bin panas (hot bin)

penampung beberapa fraksi agregat panas

277

binder 

bahan yang merupakan campuran dari bitumen, polymer, filler dan surface active agent, atau yang terbuat dari aspal yang ditambah dengan beberapa persen bahan tambahan (aditif)  hingga mempunyai sifat karakteristik tertentu dan nilai penetrasi dibawah 60

278

bitumen asbuton

bitumen hasil ekstraksi  Asbuton sebagai bahan pengikat dalam campuran

279

blasting

penyemprotan/penyemburan untuk membersihkan permukaan baja yang akan dilapisi

280

block out

blok yang dibuat untuk penempatan asphaltic plug joint

281

blok

blok yang digunakan untuk menahan pergerakan kendaraan sehingga post tidak bergeser dan memperkuat sambungan

282

blok

sebidang tanah yang merupakan bagian dari Lisiba, terdiri dari sekelompok rumah tinggal atau persil

283

blok angker

bagian tempat menambatkan kabel prategang pada struktur yang ada

284

blok angker

bagian tempat menambatkan kabel prategang pada struktur yang ada

285

bola baja

besi bulat dan masif dengan ukuran dan berat tertentu yang digunakan sebagai beban untuk menggerus agregat pada mesin abrasi

286

BOS Slag (Basic oxygen steel slag)

slag yang diperoleh dari hasil samping pembuatan baja dengan tanur tinggi, yang dipecah  dengan menggunakan pendingin  udara dan air bertekanan tinggi, kemudian  disaring

287

bukaan pemisah jalur

celah pada pemisah jalur sebagai fasilitas untuk perpindahan lalu lintas kendaraan dari dan ke jalur cepat atau lambat

288

busur listrik

sumber panas yang dibangkitkan dari sumber energi untuk melelehkan logam pengisi dan logam induk. Busur listrik ini terjadi akibat adanya loncatan elektron pada waktu perpindahan  melalui udara dari batang elektroda ke logam induk atau sebaliknya

289

butiran agregat berbentuk lonjong

butiran agregat yang  mempunyai rasio panjang terhadap lebar lebih besar dari nilai yang ditentukan dalam spesifikasi

290

butiran agregat berbentuk pipih

butiran agregat yang mempunyai rasio lebar terhadap tebal lebih besar dari nilai yang ditentukan dalam spesifikasi

291

butiran agregat berbentuk pipih dan lonjong

butiran agregat  yang mempunyai rasio panjang terhadap tebal  lebih besar dari nilai yang ditentukan dalam spesifikasi

292

butiran agregat kasar

butiran agregat yang berdiameter lebih besar dari 9,5 mm (3/8 inci)

293

California Bearing Ratio (CBR)

rasio beban penetrasi suatu bahan dengan piston standar yang mempunyai luas 1935 mm (3 inci persegi) terhadap beban standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi 1,27 mm/menit (0,05 inci per menit)

294

California Bearing Ratio (CBR)

perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap  beban standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.

295

campuran agregat tanah

campuran antara agregat dan tanah

296

campuran beraspal

campuran antara batuan (agregat) dengan aspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan

297

campuran beraspal

campuran yang terdiri dari kombinasi agregat yang dicampur dengan aspal sehingga permukaan agregat terselimuti aspal dengan seragam

298

campuran beraspal panas

campuran yang terdiri dari kombinasi agregat yang dicampur dengan aspal. Pencampuran dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan agregat terselimuti aspal dengan seragam. Untuk mengeringkan agregat dan memperoleh kekentalan aspal yang mencukupi dalam mencampur dan mengerjakannya, maka kedua-duanya harus dipanaskan masing-masing pada temperatur tertentu

299

campuran beraspal panas

campuran yang terdiri dari kombinasi agregat yang dicampur dengan aspal. pencampuran dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan agregat terselimuti aspal dengan seragam. Untuk mengeringkan agregat dan memperoleh kekentalan aspal yang mencukupi dalam mencampur dan mengerjakannya, maka kedua-duanya harus dipanaskan masing-masing pada temperatur tertentu

300

campuran beraspal panas

campuran yang terdiri dari kombinasi agregat yang dicampur dengan aspal. Pencampuran dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan agregat terselimuti aspal dengan seragam. Untuk mengeringkan agregat dan memperoleh kekentalan aspal yang mencukupi dalam mencampur dan mengerjakannya, maka kedua-duanya dipanaskan masing-masing pada temperatur tertentu

301

cara analisis dinamis

cara perencanaan gempa melalui analisis perilaku dinamis struktur selama terjadi gempa

302

cara analisis dinamis

cara perencanaan gempa melalui analisis kinerja dinamis struktur selama terjadi gempa

303

cara koefisien gempa

cara perencanaan gempa dimana beban gempa dikerjakan secara statis pada struktur, mempertimbangkan karakteristik getaran dari keadaan batas elastis dan plastis struktur

304

cara koefisien gempa

cara perencanaan gempa dimana beban gempa dikerjakan secara statis pada struktur, mempertimbangkan karakteristik getaran dari keadaan batas elastis dan plastis struktur

305

cara perencanaan daktail

cara perencanaan gempa dimana beban gempa dikerjakan secara statis pada struktur, mempertimbangkan daktilitas dan kekuatan dinamis dari keadaan batas plastis struktur

306

cara perencanaan daktail

cara perencanaan gempa dimana beban gempa dikerjakan secara statis pada struktur, mempertimbangkan daktilitas dan kekuatan dinamis dari keadaan batas plastis struktur

307

cara perencanaan isolasi gempa

cara perencanaan gempa dimana gaya inersia dikurangi oleh perletakan dengan isolasi gempa, untuk memperpanjang waktu alami jembatan secukupnya, dan untuk meningkatkan perilaku redaman

308

cara perencanaan isolasi gempa

cara perencanaan gempa dimana gaya inersia dikurangi oleh perletakan dengan isolasi gempa, untuk memperpanjang waktu alami jembatan secukupnya, dan untuk meningkatkan kinerja redaman

309

CBR (California Bearing Ratio)

perbandingan antara tegangan penetrasi suatu lapisan/bahan tanah atau perkerasan terhadap tegangan penetrasi bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama (dinyatakan dalam persen)

310

CBR lapangan

nilai CBR yang diperoleh langsung di tempat (di lapangan)

311

cekung lendutan (deflection bowl)

kurva yang menggambarkan bentuk lendutan

312

Cemented Treated Base (CTB)

Lapis pondasi struktur perkerasan jalan yang dibuat dari campuran yang terdiri dari agregat dengan gradasi tertentu, portland cement dengan atau tanpa pozolan dan air dalam takaran tertentu sedemikian rupa sehingga dapat dipadatkan secara efisien dengan mesin gilas. Dalam keadaan keras mempunyai karakteristik memenuhi persyaratan tertentu.

313

CESA (Cummulative Equivalent Standard Axle)

akumulasi ekivalen beban sumbu standar selama umur rencana

314

chevron

marka garis yang berbentuk miring

315

CJP Groove Welds (Complete Joint Penetration Groove Welds)

CJP Groove Welds (Complete Joint Penetration Groove Welds), yaitu pengelasan tipe las berkampuh dengan penetrasi pada seluruh tebal dari pipa baja yang di sambung

316

cleveland open cup (COC)

alat untuk menguji titik nyala aspal

317

Cold Joint

Sambungan yang diilakukan pada Beton Padat Giling dengan kondisi sudah mengeras (lebih dari 60 menit). Untuk pelaksanaan cold joint diperlukan persiapan khusus (pemotongan vertikal dan pelaburan dengan pasta semen).

318

contoh  uji

contoh tanah lolos saringan No.4 (4,75 mm) dan lolos saringan 19,0 mm (3/4”) yang telah dicampur dengan air

319

contoh lot

satu unit pengiriman atau lebih, diambil secara acak untuk mewakili contoh pengiriman yang digunakan untuk contoh laboratorium

320

contoh lot

satu atau beberapa unit pengiriman yang diambil secara acak untuk mewakili suatu lot dan digunakan sebagai sumber untuk contoh di laboratorium

321

contoh total

gabungan contoh bahan butiran halus dan butiran kasar

322

corong tuang (hopper)

corong tuang untuk menimbang agregat  panas

323

crosslinking agent

bahan yang menyatukan dari beberapa polimer yang mempunyai sifat fisik berbeda

324

culvert/gorong-gorong

bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api

325

Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar tinggi dan kedalaman ruang batas tertentu. Ruang tersebut diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan dan bangunan pelengkap lainnya

326

Daerah Manfaat Jalan (Damaja)

Merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh pembina jalan.

327

Daerah Manfaat Jalan (Damaja)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh pembina jalan

328

Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh pembina jalan (lihat gambar A.1, A.2 Lampiran A)

329

daerah manfaat jalan / Damaja

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh pembina jalan

330

daerah menjauh (B)

daerah/jarak antara akhir taper akhir hingga akhir pekerjaan yang dipasang rambu akhir pekerjaan

331

Daerah Milik Jalan (DAMIJA)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh Pembina Jalan. DAMIJA ini diperuntukkan bagi Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA) dan pelebaran jalan  maupun penambahan jalur lalu-lintas dikemudian hari serta kebutuhan ruang untuk pengamanan jalan

332

Daerah Milik Jalan (Damija)

Merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi tertentu yang dikuasai oleh pembina jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

333

Daerah Milik Jalan (Damija)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi tertentu yang dikuasai oleh pembina jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

334

Daerah Milik Jalan (DAMIJA)

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi tertentu yang dikuasai oleh pembina jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (lihat gambar A.3 Lampiran A)

335

daerah milik jalan / Damija

merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh pembina jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

336

daerah pendekat (C)

daerah/jarak antara tempat mulainya dipasang rambu (ada pekerjaan jalan) sampai dengan awal taper awal

337

Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja)

Merupakan ruang sepanjang jalan di luar daerah milik jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, yang ditetapkan oleh pembina jalan, dan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan.

338

Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA)

merupakan ruang sepanjang jalan di luar Daerah Milik Jalan (DAMIJA) yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, dan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan

339

Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja)

merupakan ruang sepanjang jalan di luar daerah milik jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, yang ditetapkan oleh pembina jalan, dan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan

340

Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA)

merupakan ruang sepanjang jalan di luar daerah milik jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, yang ditetapkan oleh pembina jalan, dan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan.

341

daerah pengawasan jalan / Dawasja

merupakan ruang sepanjang jalan di luar daerah milik jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, yang ditetapkan oleh pembina jalan, dan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan

342

daerah perkotaan

daerah kota yang sudah terbangun penuh atau areal pinggiran kota yang masih jarang pembangunannya yang diperkirakan akan menjadi daerah terbangun penuh dalam jangka waktu kira-kira 10 tahun mendatang dengan proyek perumahan, industri, komersial, dan berupa pemanfaatan lainnya yang bukan untuk pertanian

343

Daerah perumahan

 

344

daktilitas

sifat pemuluran aspal yang diukur pada saat putus

345

daktilometer

alat untuk menguji daktilitas aspal yang mencakup bak perendam dan mesin untuk menarik aspal dalam cetakan (briket) dengan kecepatan 50 mm per menit ± 2,5 mm

346

dampak besar dan penting

perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan

347

dampak lalu lintas jalan

pengaruh yang dapat mengakibatkan perubahan tingkat pelayanan pada ruas dan/atau persimpangan jalan yang diakibatkan oleh lalu lintas jalan yang dibangkitkan suatu kegiatan dan/atau usaha pada suatu kawasan tertentu

348

dampak lingkungan

setiap perubahan pada lingkungan,apakah merugikan atau menguntungkan, seluruhnya atau sebagian yang dihasilkan oleh kegiatan, produk atau jasa dari organisasi

349

dampak lingkungan

dampak lingkungan yang dimaksud dalam pedoman ini adalah kebisingan, polusi udara, tundaan pejalan kaki dan tingkat kecelakaan.

350

dampak lingkungan hidup

pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan

351

dampak resiko

keuntungan/kerugian yang ditimbulkan oleh terjadinya suatu resiko yang dinyatakan dalam satuan moneter atau satuan lainnya yang menggambarkan besaran keuntungan/kerugian tesebut

352

daur ulang

penggunaan kembali material perkerasan jalan yang ada untuk pekerjaan rehabilitasi atau rekonstruksi jalan

353

daya dukung lingkungan hidup

kemampuan lingkungan  hidup untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lain

354

daya dukung tanah

kemampuan tanah pondasi dapat menahan beban tanpa mengalami perubahan, penurunan atau longsor akibat timbunan dan struktur diatasnya.

355

daya tahan putus

daya yang sesungguhnya dipikul oleh material untuk memutuskan material per satuan luas permukaan material. Daya tahan putus mempunyai hubungan linear dengan luas daerah di bawah kurva hubungan gaya dengan elongasi yang dibentuk dari titik asal sampai dengan titik putus (lihat juga penjelasan upaya untuk putus). Daya tahan putus dihitung dari upaya untuk putus, panjang-ukur, dan lebar benda uji

356

dB(A)

satuan tingkat kebisingan (desibel) dalam bobot A, yaitu bobot yang sesuai dengan respon telinga manusia normal

357

deformasi plastis

perubahan bentuk plastis pada permukaan jalan beraspal yang terjadi setempat atau dibeberapa tempat dan memiliki perbedaan tinggi dengan permukaan jalan disekitarnya

358

deliniator

tanda yang menunjukkan adanya pagar pengaman dari bahan yang reflektoris sehingga dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan pada malam hari

359

derajat densitas

perbandingan berat isi kering tanah dipadatkan di lapangan dengan berat isi kering tanah dipadatkan di laboratorium yang dinyatakan dalam persen

360

derajat kejenuhan

rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas jalan

361

derajat kejenuhan (degree of saturation)

rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas pada ruas jalan atau persimpangan jalan tertentu (Manual Kapasitas Jalan Indonesia,1997)

362

desikator

alat yang terbuat dari kaca yang dilengkapi dengan piring penyangga dan berisi butir silika untuk menyimpan wadah berisi contoh, yang berfungsi untuk menyerap uap air dan agar contoh tidak terpengaruh kondisi kelembaban sekelilingnya

363

destilat

larutan (cairan) hasil penyulingan yang tertampung dalam gelas ukur

364

deviator

suatu konstruksi yang berfungsi mengubah arah kabel dan memudahkan pembentukan alinyemen kabel, baik blok angker dan deviator ini harus dirancang dengan benar agar kabel menempel dan bekerja dengan sempurna

365

deviator

suatu konstruksi yang berfungsi mengubah arah kabel dan memudahkan pembentukan alinyemen kabel, baik blok angker dan deviator ini harus dirancang dengan benar agar kabel menempel dan bekerja dengan sempurna

366

dial gauge

arloji ukur dengan ketelitian yang digunakan untuk mengukur pergerakan (deformasi)  horizontal maupun vertikal

367

direktur teknik

direktur teknik proyek atau staf proyek yang diberikan kewenangan sebagai penanggung jawab masalah-masalah teknik konstruksi pada manajemen proyek

368

disbonding

kehilangan daya adesi antara pelapis epoksi dan baja tulangan

369

dispersi

penghancuran gumpalan-gumpalan tanah dengan menggunakan bahan pengurai yaitu antara lain: dengan larutan natrium silikat (water glass) dengan berat jenis 1,023 untuk gumpalan tanah yang tidak mengandung kapur, atau dengan larutan natrium heksametaposfat (calgon) yang mengandung 33 gram natrium heksametafosfat dan 7 gram natrium karbonat anhidrid per liter untuk menghancurkan gumpalan tanah mengandung kapur dan dapat juga menggunakan larutan 40 gram sodium heksametafospat dalam 1 liter air suling

370

distribusi perjalanan

distribusi bangkitan perjalanan menurut lokasi atau zona asal dan tujuan

371

dongkrak hidroulik

alat angkat yang dipergunakan untuk mengangkat bentangan jembatan dengan sistim hidroulik

372

drainase permukaan jalan

prasarana yang dapat bersifat alami atau buatan yang berfungsi untuk memutuskan dan menyalurkan air permukaan jalan, yang biasanya menggunakan bantuan gaya gravitasi dan mengalirkannya ke badan-badan air

373

dudukan tulangan (reinforcement chairs)

dudukan yang dibentuk sedemikian rupa yang terbuat dari besi tulangan, plastik atau bahan lainnya yang berfungsi sebagai dudukan tulangan arah memanjang dan melintang.

374

duro

kelompok nilai kekerasan karet yang diuji dengan alat durometer

375

EAF Slag (Electric arc steel slag)

slag yang diperoleh dari hasil samping pembuatan baja dengan  tungku listrik, yang dipecah  dengan menggunakan pendingin  udara dan air bertekanan tinggi dan disaring

376

efisiensi keliman

angka perbandingan dinyatakan sebagai prosentase kuat keliman terhadap kuat geotekstil

377

ekstraksi

pemisahan campuran dua atau lebih bahan dengan cara menambahkan pelarut yang dapat melarutkan salah satu bahan yang ada dalam campuran tersebut

378

elastisitas

perbandingan antara panjang aspal setelah mengalami elastisitas selama satu jam dengan panjang penarikannya yang dinyatakan dalam satuan persen

379

elektroda

suatu kawat logam yang digunakan sebagai logam pengisi untuk penyambungan baja yang digunakan pada saat proses pengelasan busur listrik

380

elektrolit

ion-ion yang bermuatan dalam suatu larutan

381

elemen jalan

bagian-bagian yang terdapat pada jalan

382

elemen resiko

bagian dari suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan proyek/ rencana kegiatan yang memiliki potensi untuk menimbulkan resiko

383

elevator dingin (cold elevator)

mangkok berjalan pemasok agregat dingin

384

elevator panas (hot elevator)

mangkok berjalan pemasok agregat panas

385

elongasi saat putus

elongasi yang terjadi pada beban maksimum sesaat sebelum benda uji putus

386

energi putus

energi yang dibutuhkan untuk memutuskan benda uji

387

epoksi

bahan perekat yang digunakan untuk menyambung beton pada sistem sambungan yang mampu menahan beban

388

erosi

penggerusan, pengikisan atau pelepasan material akibat air

389

Erosi Permukaan

Merupakan suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin

390

extruder

alat yang digunakan untuk mengeluarkan benda uji dari dalam tabung pencetak (mold).

391

faktor beban

pengali numerik yang digunakan pada aksi nominal untuk menghitung aksi rencana.  Faktor beban diambil untuk: adanya perbedaan yang tidak diinginkan pada beban, ketidak-tepatan dalam memperkirakan pengaruh pembebanan, adanya perbedaan ketepatan dimensi yang dicapai dalam pelaksanaan.

392

faktor beban biasa

digunakan apabila pengaruh dari aksi rencana adalah mengurangi keamanan

393

faktor beban terkurangi

digunakan apabila pengaruh dari aksi rencana adalah menambah keamanan

394

faktor daktilitas

rasio dari simpangan respon terhadap simpangan leleh pada lokasi dimana gaya inersia bangunan atas bekerja dalam elemen struktural

395

faktor daktilitas ijin

faktor daktilitas yang diijinkan dalam elemen struktural untuk membatasi  simpangan respon dari elemen struktural.

396

faktor daktilitas ijin

faktor daktilitas yang diijinkan dalam elemen struktural untuk membatasi simpangan respon dari elemen struktural

397

faktor daktilitas respon

rasio dari simpangan respon terhadap simpangan leleh pada lokasi dimana gaya inersia bangunan atas bekerja dalam elemen struktural.

398

faktor resiko

nilai yang digunakan untuk memberikan gambaran penilaian tingkat resiko suatu kejadian yang merupakan fungsi dari probabilitas kejadian dan konsekuensi resiko yang muncul

399

Falling Weight Deflectometer (FWD)

alat untuk mengukur lendutan langsung perkerasan yang menggambarkan kekuatan struktur perkerasan jalan

400

Falling Weight Deflectometer (FWD)

Alat untuk mengukur kekuatan struktur perkerasan jalan yang bersifat non-destruktif.

401

fatik

kerusakan akibat fluktuasi tegangan berulang yang menuju pada retakan bertahap yang terjadi pada elemen struktural

402

FCK

formula campuran kerja, rancangan yang diperoleh dari hasil pengujian bahan campuran dan rencana campuran di laboratorium dengan pengujian kualitas  melalui tahapan  uji pencampuran di unit pencampur aspal dan uji  gelar pemadatan di lapangan (trial compaction)

403

FCR

formula campuran rencana, formula yang diperoleh dari hasil pengujian bahan campuran dan rencana campuran di laboratorium

404

feeder

alat yang digunakan untuk memasok agregat pada unit pencampur campuran aspal (UPCA)

405

fender

struktur pelindung pilar jembatan terhadap tumbukan kapal

406

ferit / besi alfa (ferrite)

istilah pengetahuan tentang bahan untuk besi atau solusi padat dengan besi sebagai unsur  utama, dengan struktur kristal kubus berpusat ruang ( = body-centered cubic = BCC ).

407

filtrat

bahan terlarut  dan mineral halus yang  berada  di dalam pelarut, setelah proses ekstraksi

408

finisher

alat penghampar campuran beraspal yang mekanis dan umumnya bermesin sendiri

409

fondasi

bagian dari struktur yang berfungsi memikul seluruh beban yang bekerja pada pilar atau kepala jembatan dan gaya-gaya lainnya serta melimpahkannya ke lapisan tanah pendukung

410

fondasi jembatan

bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi sebagai pemikul seluruh beban jembatan dan gaya-gaya yang bekerja pada fondasi serta menyalurkan ke lapisan tanah pendukung

411

fondasi tiang

salah satu jenis fondasi untuk melimpahkan seluruh beban yang bekerja pada pilar atau kepala jembatan dan gaya-gaya lainnya ke lapisan tanah pendukung menggunakan struktur tiang

412

Formula campuran kerja, FCK  (Job mix formula, JMF)

merupakan formula yang dipakai sebagai acuan untuk pembuatan campuran. Formula tersebut harus sesuai dan memenuhi persyaratan. Proses pembuatannya telah melalui beberapa tahapan yaitu dari mulai formula campuran rancangan, kemudian uji pencampuran di unit pencampur aspal dan uji penghamparan dan pemadatan di lapangan

413

fraksi

bagian dari kelompok produksi

414

Frekuensi alami

Jumlah perulangan gerakan dalam satu detik pada getaran bebas (cps atau Hertz).

415

friksi kelengkungan

friksi yang diakibatkan oleh bengkokan atau lengkungan di dalam profil tendon prategang yang disyaratkan

416

friksi wobble

friksi yang disebabkan oleh adanya penyimpangan yang tidak disengaja pada penempatan selongsong prategang dari kedudukan yang seharusnya

417

furol

singkatan dari “fuel and road oils”, furol merupakan lubang pengeluaran aspal dari tabung viskometer yang mempunyai diameter 4,3 mm ± 0,2 mm

418

gambut

suatu jenis tanah lunak yang pembentuk utamanya terdiri dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk

419

gambut amorf atau amorphous

gambut yang memiliki derajat pembusukan tinggi, struktur tumbuhan tidak terlihat serta konsistensi seperti bubur

420

gambut berserat atau fibrous

gambut yang memiliki derajat pembusukan rendah, struktur berserat, struktur tumbuhan terlihat jelas, terutama lumut keputih-putihan

421

gaya jacking

gaya sementara yang ditimbulkan oleh alat yang mengakibatkan terjadinya tarik pada tendon prategang dalam beton prategang

422

gaya koresponden

gaya yang diasosiasikan dengan elongasi tertentu pada kurva hubungan regangan dengan gaya per satuan lebar

423

gelagar hibrid

gelagar baja dengan badan dan sayap, atau sayap-sayap tersusun dari baja yang memiliki spesifikasi tegangan leleh berbeda

424

gelombang

salah satu kerusakan berbentuk gelombang atau keriting arah memanjang

425

gempa vertikal

percepatan vertikal gerakan tanah

426

geomembran

penghalang yang terbuat dari membran sintetik yang bersifat kedap air yang digunakan bersamaan dengan material yang berkaitan dengan rekayasa geoteknik untuk mengontrol migrasi fluida pada suatu struktur, sistem ataupun proyek buatan manusia

427

geomembran

suatu membran sinttetis penyekat yang bersipat kedap air digunakan dalam rekayasa geoteknik yang berhubungan dengan bahan untuk mengontrol perpindahan zat cair   dalam suatu pembangunan proyek, struktur, atau sistem

428

geometrik jalan

 

429

geoteknik

aplikasi secara ilmiah dan prinsip-prinsip rekayasa untuk mengumpulkan, menginterpretasikan, dan menggunakan pengetahuan mengenai material kulit bumi untuk memecahkan masalah-masalah rekayasa

430

geotekstil

setiap  bahan tekstil  yang umumnya lolos air yang dipasang bersama fondasi, tanah, batuan atau material geoteknik lainnya sebagai suatu kesatuan dari sistem struktur, atau suatu produk buatan manusia

431

geotekstil

setiap bahan tekstil yang umumnya lolos air yang dipasang bersama fondasi, tanah, batuan, atau material geoteknik lainnya sebagai suatu kesatuan dari sistem struktur atau suatu produk buatan manusia

432

geotekstil

bahan rembes air yang seluruhnya terdiri dari tekstil

433

geotekstil 

setiap  bahan tekstil kedap air yang  digunakan bersama fondasi, timbunan, tanah,  batuan  atau matrial  geoteknik lainnya sebagai bagian dari kesatuan sistim struktur, atau produk buatan manusia

434

geotekstil tipe anyaman

geotekstil yang dianyam dengan komposisi 2 elemen yang saling tegak lurus dengan sistimatis membentuk struktur satu bidang.

435

Getaran

Gerakan struktur yang bersifat sebagai gelombang atau osilasi.

436

Getaran bebas

Getaran struktur setelah beban luar menghilang.

437

Getaran paksa

Getaran struktur akibat bekerjanya beban luar.

438

gompalan (spalling)

suatu bentuk kerusakan pada pelat beton yang umumnya terjadi pada tepi-tepi pelat atau retakan.

439

gradasi

jumlah dan distribusi ukuran butir yang dapat diperoleh dari grafik hasil analisis saringan dan analisis hidrometer, sehingga diperoleh informasi mengenai gradasi baik

440

gradasi A

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 37,5 mm (1½ inci) sampai dengan agregat ukuran butir 9,5 mm (3/8 inci)

441

gradasi B

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 19,0 mm (3/4 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 9,5 mm (3/8 inci)

442

gradasi C

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 9,5 mm (3/8 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 4,75 mm (saringan No. 4)

443

gradasi D

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 4,75 mm (saringan No.4) sampai  dengan agregat ukuran butir 2,36 mm (saringan No.8)

444

gradasi E

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 75 mm (3 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 37,5 mm (1½ inci)

445

gradasi F

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 50 mm (2,0 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 25,0 mm (1,0 inci)

446

gradasi G

material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 37,5 mm (1½ inci) sampai dengan agregat ukuran butir 19,0 mm (3/4 inci)

447

gradien jalan

Kelandaian jalan yang dinyatakan dalam persen

448

guna lahan

guna lahan adalah jenis-jenis aktivitas di sekitar lahan di samping jalan, yang dalam pedoman ini terdiri dari lahan permukiman dan komersial.

449

hambatan samping

dampak terhadap perilaku lalu lintas akibat kegiatan sisi jalan seperti pejalan kaki, penghentian angkot, keluar masuk kendaraan dari akses lahan/jalan, dan kendaraan lambat

450

harga satuan bahan bakar minyak (HBBMj)

harga satuan bahan bakar minyak untuk jenis BBMj, yaitu solar (SLR) atau premium (PRM). Satuannya Rupiah per liter

451

harga satuan ban (HBi)

harga satuan ban baru rata-rata untuk suatu jenis ban tertentu. Satuannya Rupiah per ban

452

harga satuan kendaraan (HKi)

harga kendaraan baru rata-rata untuk suatu jenis kendaraan tertentu, satuannya Rupiah

453

harga satuan oli (HOj)

harga satuan oli untuk jenis oli j. Satuannya Rupiah per liter

454

hidrasi

proses reaksi dengan air

455

hidrometer

suatu alat pengujian untuk menentukan jumlah dan distribusi ukuran butir tanah yang melewati saringan No.10 (2,00 mm)  berdasarkan proses sedimentasi tanah

456

hisapan osmotik

gaya-gaya yang diupayakan pada molekul-molekul air sebagai hasil aktivitas kimia dalam tanah

457

hisapan tanah

potensi hisap yang ditimbulkan oleh daya ikatan permukaan partikel tanah dengan molekul air dan ikatan antar molekul air

458

hisapan total

fungsi dari hisapan osmotik dan hisapan matrik, hingga secara praktis dalam penerapan di bidang geoteknik adalah  kadar air tanah yang diserap kation, pada umumnya penuh dengan hidrat dan gaya-gaya osmotik yang cukup konstan

459

holiday

ketidakkontinyuan pelapisan yang tak terlihat oleh mata atau tanpa dengan alat bantu

460

hot bin  

bin panas yang digunakan untuk menampung agregat panas pada unit pencampur campuran aspal (UPCA)

461

including loads

nilai-nilai beban yang termasuk dalam rentang beban yang diinginkan

462

indek pengujian

suatu prosedur pengujian yang boleh jadi berisikan prasangka  pengenalan atau dapat juga digunakan dalam menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan terhadap satu set benda uji, guna mengetahui sifat-sifat dari benda uji tersebut sesuai kepentingan dan persyaratan yang harus dipenuhi

463

indeks kompresi

gradien kurva angka pori terhadap logaritmik tegangan dari uji oedometer pada daerah kompresi

464

Indeks Permukaan (IP)

Angka yang dipergunakan untuk menyatakan ketidakrataan dan kekokohan permukaan jalan yang berhubungan dengan tingkat pelayanan bagi lalu-lintas yang lewat.

465

Indeks Plastisitas (IP) atau plasticity index

batas cair dikurangi batas plastis

466

indeks plastisitas (plasticity index/PI)

selisih antara batas cair tanah dan batas plastis tanah

467

indeks rekompresi

gradien kurva angka pori terhadap logaritmik tegangan dari uji oedometer pada daerah rekompresi

468

ingot

sebuah massa logam atau bahan setengah jadi, dipanaskan melebihi titik luluhnya dan dicetak dalam bentuk yang mudah dibawa, biasanya berupa batang tulangan atau balok.

469

inspeksi khusus

pengamatan yang dilaksanakan apabila hasil inspeksi rutin, tidak melengkapi untuk suatu evaluasi. Misalnya setelah kejadian yang luar biasa seperti gempa bumi, hujan lebat atau berdasarkan informasi dari masyarakat. Pelaksanaan inspeksi khusus tidak terbatas oleh waktu

470

inspeksi rutin

pengamatan secara visual keadaan drainase jalan dan pemeriksaan secara detail mengenai kondisi bangunan dan sarana pelengkapnya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, yaitu pada musim hujan dan musim kemarau

471

instrumen pengukur jarak (IPJ)/distance measurement instrumen

alat pengukur jarak, dapat berupa odometer ataupun instrumen tambahan yang dipasang pada kendaraan

472

insulasi

efektifitas suatu benda untuk memantulkan atau mengembalikan suara menuju sumber aslinya

473

interaksi keliman

untuk keliman jahit adalah hasil gabungan dari tekstil, tipe setik jahitan, dan tipe keliman yang tertentu. Sedangkan untuk keliman ikat panas adalah hasil gabungan tekstil, lebar keliman, dan kecepatan melakukan keliman yang tertentu, serta tekanan yang digunakan

474

interpolasi

nilai sisip diantara nilai-nilai yang diketahui

475

investasi

kegiatan penanaman modal pada suatu kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan

476

IPJ halus

instrumen pengukur jarak yang mampu mengukur jarak dengan ketelitian pembacaan mencapai 10 meter hingga 1 meter

477

IPJ kasar

instrumen pengukur jarak yang mampu mengukur jarak hingga mencapai ketelitian pembacaan 100 m

478

j a l u r

bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan

479

j a l u r

bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan

480

jalan

prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel (Undang-Undang No.38 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2006)

481

jalan

suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun, meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu-lintas kendaraan, orang dan hewan. Jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu-lintas umum

482

jalan

prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel

483

Jalan (Roadway)

Merupakan seluruh jalur lalu lintas (perkerasan), median, pemisah luar dan bahu jalan.

484

jalan antar kota

jalan-jalan yang menghubungkan simpul-simpul jasa distribusi dengan ciri-ciri tanpa perkembangan yang menerus pada sisi manapun termasuk desa, rawa, hutan, meskipun mungkin terdapat perkembangan permanen, misalnya rumah makan, pabrik atau perkampungan

485

jalan arteri

jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua.

486

jalan arteri

jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien

487

Jalan Arteri

Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien.

488

jalan kolektor

jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder kedua atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga.

489

jalan kolektor

jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi

490

Jalan Kolektor

Jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.

491

jalan lokal

jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan perumahan, menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan perumahan, kawasan sekunder ketiga dan seterusnya sampai ke perumahan.

492

jalan lokal

jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Jalan lokal yang dimaksud pada pedoman ini adalah jalan lokal yang secara faktual dipergunakan untuk fungsi jalan kolektor ataupun arteri

493

Jalan Lokal

Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

494

jalan lokal komersial

kategori fungsi jalan lokal dengan fungsi lahan komersial.

495

jalan lokal permukiman

kategori fungsi jalan lokal dengan fungsi lahan permukiman.

496

jalan mayor

lengan simpang paling utama pada persimpangan,  seperti dalam hal klasifikasi atau fungsi

497

jalan minor

lengan simpang hirarki kedua pada persimpangan,  seperti dalam hal klasifikasi atau fungsi

498

jalan perkotaan

jalan di daerah perkotaan yang mempunyai perkembangan secara permanen dan menerus sepanjang seluruh atau hampir seluruh jalan, minimum pada satu sisi jalan, apakah berupa perkembangan lahan atau bukan. Jalan di pusat perkotaan atau jalan dekat pusat perkotaan dengan penduduk kurang dari 100.000 jiwa juga digolongkan dalam kelompok ini, jika mempunyai perkembangan samping jalan yang permanen dan menerus [RSNI T-14-2004]

499

jalan tol

jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol [Undang-undang 38/ 2004]

500

jalan tol

jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol

501

jalan utama

pengelompokan kategori fungsi jalan untuk jalan-jalan arteri dan kolektor.

502

Jalan Utama (major street)

Jalan yang paling penting pada persimpangan jalan, misalnya dalam hal klasifikasi jalan. Pada suatu simpang tiga lengan jalan yang menerus umumnya ditentukan sebagai jalan utama.

503

jalan utama komersial

kategori fungsi jalan kolektor atau arteri dengan fungsi lahan komersial.

504

jalan utama permukiman

kategori fungsi jalan arteri dan atau kolektor dengan fungsi lahan permukiman.

505

Jalur

Bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan.

506

jalur lalu lintas

bagian jalur jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor [RSNI T-14-2004].

507

jalur lalu lintas

keseluruhan perkerasan jalan yang diperuntukan untuk lalu lintas kendaraan

508

jalur lalu lintas

bagian daerah manfaat jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor

509

jalur lalu lintas

bagian jalur jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor/beroda 4 atau lebih [Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 1993]

510

jalur lalu lintas

bagian jalur jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor/beroda 4 atau lebih [Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 1993]

511

jalur lalu-lintas

bagian daerah manfaat jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor (beroda empat atau lebih) dan biasanya diperkeras

512

jalur lalu-lintas

bagian jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan

513

jalur lalu-lintas (carriage way)

bagian jalur jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan kendaraan bermotor (beroda 4 atau lebih)

514

jalur pejalan kaki

merupakan bagian dari jalan yang disediakan untuk sepeda juga pejalan kaki, yang biasanya dibuat sejajar dengan jalur lalu lintas dan harus terpisah dari jalur lalu lintas dengan menggunakan struktur fisik seperti kerb atau rel penahan

515

jalur pejalan kaki

bagian jalur jalan yang direncanakan khusus untuk pejalan kaki [RSNI T-14-2004]

516

Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian Way)

Merupakan bagian dari jalan yang disediakan untuk sepeda juga pejalan kaki, yang biasanya dibuat sejajar dengan jalur lalu lintas dan harus terpisah dari jalur lalu lintas dengan menggunakan struktur fisik seperti kerb atau rel penahan.

517

Jalur Percepatan/Perlambatan

Jalur yang disediakan bagi kendaraan untuk melakukan percepatan/perlambatan saat akan masuk/keluar jalur lalu lintas menerus.

518

Jalur Tambahan (Auxiliari Lane)

Merupakan jalur yang disediakan untuk belok kiri/kanan, perlambatan/percepatan dan tanjakan.

519

jam puncak

jam pada saat arus lalu lintas di dalam jaringan jalan berada  pada kondisi maksimum

520

jangka ukur rasio (proportional caliper device)

alat untuk mengukur butiran agregat yang berbentuk pipih, lonjong, atau pipih dan lonjong dengan rasio tertentu

521

jangka waktu aksi

perkiraan lamanya aksi bekerja dibandingkan dengan umur rencana jembatan.  Ada dua macam katagori jangka waktu yang diketahui : Aksi tetap adalah bekerja sepanjang waktu dan bersumber pada sifat bahan jembatan  cara jembatan dibangun dan bangunan lain yang mungkin menempel pada jembatan. Aksi transien bekerja dengan waktu yang pendek, walaupun mungkin terjadi seringkali

522

jarak pandang

jarak di sepanjang tengah-tengah suatu jalur dari mata pengemudi ke suatu titik dimuka pada garis yang sama yang dapat dilihat oleh pengemudi.

523

jarak pandang

jarak di sepanjang tengah-tengah suatu jalur dari mata pengemudi ke suatu titik dimuka pada garis yang sama yang dapat dilihat oleh pengemudi [RSNI T-14-2004]

524

Jarak Pandang (Jp)

Jarak disepanjang tengah-tengah suatu jalur dari mata pengemudi kesuatu titik di muka pada garis yang sama yang dapat dilihat oleh pengemudi.

525

jarak pandang henti

jarak pandang ke depan yang diperuntukan untuk kendaraan berhenti dengan aman, dengan pengemudi yang cukup mahir dan keadaan waspada .

526

jarak pandang henti

jarak pandangan pengemudi ke depan untuk berhenti dengan aman dan waspada dalam keadaan biasa, didefinisikan sebagai jarak pandangan minimum yang diperlukan oleh seorang pengemudi untuk menghentikan kendaraannya dengan aman begitu melihat adanya halangan didepannya. Jarak pandang henti diukur berdasarkan anggapan bahwa tinggi mata pengemudi adalah 108 cm dan tinggi halangan adalah 60 cm diukur dari permukaan jalan, [RSNI T-14-2004]

527

Jarak Pandang Henti (Jh)

Jarak pandangan kedepan untuk berhenti dengan aman bagi pengemudi yang cukup mahir dan dalam keadaan waspada.

528

jarak pandang menyiap

jarak pandangan pengemudi ke depan yang dibutuhkan untuk dengan aman melakukan gerakan mendahului dalam keadaan normal, didefinisikan sebagai jarak pandangan minimum yang diperlukan sejak pengemudi memutuskan untuk menyusul, kemudian melakukan pergerakan penyusulan dan kembali ke lajur semula; jarak pandang menyiap diukur berdasarkan anggapan bahwa tinggi mata pengemudi adalah 108 cm dan tinggi halangan 108 cm diukur dari permukaan jalan [RSNI T-14-2004]

529

jaringan jalan

 

530

jaringan jalan

sekumpulan ruas jalan dan persimpangan jalan yang merupakan satu kesatuan yang terjalin dalam hubungan hierarki (Peraturan Menteri Perhubungan No.14 Tahun 2006)

531

jembatan

bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai penghubung suatus ruas jalan yang terputus akibat adanya hambatan berupa sungai, lembah, saluran, persilangan atas, dll.

532

jembatan

bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai penghubung suatu ruas jalan yang terputus akibat adanya hambatan berupa sungai, lembah, saluran, persilangan atas, dan lain-lain

533

jembatan gantung

bangunan atas  jembatan yang berfungsi sebagai pemikul langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan tersebut, terdiri dari lantai jembatan, gelagar pengaku, batang penggantung, kabel pemikul dan pagar pengaman. Seluruh beban lalu lintas dan gaya-gaya yang bekerja dipikul oleh sepasang kabel pemikul yang menumpu di atas 2 pasang menara dan 2 pasang blok angkur

534

jembatan gantung pejalan kaki

jembatan gantung yang hanya boleh dilewati oleh lalu lintas pejalan kaki, dan kendaraan ringan seperti sepeda, gerobak, kendaraan yang ditarik hewan, motor dan kendaraan bermotor ringan dengan maksimum roda tiga dapat lewat untuk keadaan darurat

535

jembatan lainnya

jembatan di ruas jalan  bukan nasional dengan bentang tidak lebih dari 30 m. Faktor keutamaan dapat diambil sebesar 1,25 untuk jembatan penting dan 1 untuk jembatan lainnya

536

jembatan penting

jembatan di ruas jalan nasional,  jembatan dengan bentang lebih besar dari 30 m dan jembatan yang bersifat khusus ditinjau dari jenis struktur, material atau pelaksanaannya

537

jenis tanah untuk perencanaan gempa

klasifikasi jenis tanah secara teknis sehubungan karakteristik getaran  tanah akibat gempa.

538

jenis tanah untuk perencanaan gempa

klasifikasi jenis tanah secara teknis sehubungan karakteristik getaran tanah akibat gempa

539

jeruji sampah

fasilitas yang dibangun di mulut saluran inlet atau mulut saluran yang befungsi untuk menjaring sampah

540

jumlah kecelakaan lalu lintas (JKEi)

jumlah kecelakaan lalu lintas dengan kelas kecelakaan tertentu yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun

541

jumlah korban kecelakaan lalu lintas (JKOj)

jumlah korban mati, luka berat atau luka yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun

542

jumlah pukulan (N)

banyaknya penjatuhan mangkok kuningan berisi tanah agar tertutup alur sepanjang 13 mm

543

Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN)

jumlah sumbu komulatif dari kendaraan niaga selama umur rencana pada lajur rencana.

544

Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga Harian (JSKNH)

jumlah sumbu harian kendaraan niaga pada awal tahun rencana pada lajur rencana.

545

k a n a l

merupakan bagian dari persimpangan sebidang yang khusus disediakan untuk kendaraan membelok ke kiri yang ditandai oleh marka jalan atau dipisahkan oleh pulau lalu lintas.

546

kadar air

perbandingan berat air dalam tanah terhadap berat butiran tanah yang dinyatakan dalam persen

547

kadar air

air yang terkandung di dalam suatu bahan, dalam satuan %

548

kadar air

perbandingan antara massa air dan massa kering tanah

549

kadar air

perbandingan berat massa air dalam suatu massa tanah terhadap berat massa partikel padatnya, satuannya dinyatakan dalam persen (%)

550

kadar air

perbandingan antara massa air dalam tanah atau campuran agregat tanah dan massa keringnya

551

kadar air agregat

perbandingan antara massa air yang dikandung agregat dengan massa agregat dalam keadaan kering oven dan dinyatakan dalam satuan persen.

552

kadar air keseimbangan

kondisi kadar air keseimbangan adalah kadar air yang memberikan  pertambahan massa dalam setiap interval tidak kurang dari 2 jam,  tidak melebihi 0,1 %  dari massa benda uji tersebut

553

kadar air optimum

kadar air yang paling cocok untuk cara pemadatan tertentu yang menghasilkan kepadatan paling besar yang diperoleh dari kurva pemadatan

554

kadar air optimum

kadar air yang paling cocok untuk cara pemadatan tertentu yang menghasilkan kepadatan paling besar yang diperoleh dari kurva pemadatan

555

kadar aspal efektif

kadar aspal total dikurangi jumlah aspal yang diserap dalam partikel agregat.

556

kadar aspal efektif

kadar aspal total dikurangi jumlah aspal yang diserap dalam partikel agregat

557

kadar aspal total

kadar aspal yang diperoleh dari hasil bagi berat aspal dengan berat total campuran beraspal

558

kadar aspal total  

kadar aspal yang diperoleh dari hasil bagi berat aspal dengan berat aspal total campuran beraspal.

559

KAJI  (Kapasitas Jalan Indonesia)

Arus lalu lintas maksimum yang dapat dilayani suatu bagian jalan pada kondisi tertentu, dinyatakan dalam satuan mobil penumpang perjam.

560

Kaki Longsoran

Bagian kaki dari pergerakan longsoran.

561

kampuh

bentuk alur akibat proses las dari bagian ujung pipa baja yang akan disambung dengan cara pengelasan

562

kanal

merupakan bagian persimpangan sebidang yang khusus disediakan untuk kendaraan membelok ke kiri yang ditandai oleh marka jalan atau dipisahkan oleh pulau lalu lintas [Pedoman: Penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan]

563

Kanal (Channel)

Merupakan bagian dari persimpangan sebidang yang khusus disediakan untuk kendaraan membelok ke kiri yang ditandai oleh marka jalan atau dipisahkan oleh pulau lalu lintas.

564

kapasitas

arus lalu lintas maksimum yang dapat dilayani suatu bagian jalan pada kondisi tertentu, dinyatakan dalam satuan mobil penumpang per jam

565

kapasitas

jumlah maksimum kendaraan yang dapat melewati suatu ruas jalan atau persimpangan jalan tertentu selama periode waktu tertentu dalam kondisi jalan dan lalu lintas yang ideal

566

kapasitas dasar

arus lalu lintas maksimum yang dapat dipertahankan pada suatu bagian jalan dalam kondisi tertentu 

567

kapasitas lingkungan jalan

dalam pedoman ini yang dimaksud dengan kapasitas lingkungan jalan adalah jumlah kendaraan yang dapat diperkenankan melewati suatu ruas jalan dengan tidak melewati batas-batas baku mutu lingkungan,  dalam penilaiannya perhitungan tersebut menggunakan metoda multi faktor dengan meninjau berbagai dampak lingkungan, yaitu kebisingan, polusi udara, tundaan pejalan kaki dan kecelakaan.

568

karet alam

karet yang dihasilkan dari getah pohon karet  yang dipakai sebagai bahan dasar dari bantalan

569

karet sintetis

karet buatan yang dibuat dari campuran  beberapa komponen dan dipakai sebagai bahan dasar dari bantalan

570

karet vulkanisir

karet yang dihasilkan dari daur ulang karet alam atau karet sintetis

571

Kasiba (kawasan siap bangun)

sebidang tanah yang fisiknya telah dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan pemukiman skala besar yang terbagi  dalam lingkungan  siap bangun atau lebih yang pelaksanaanya dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu dilengkapi dengan jaringan primer dan sekunder prasarana lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten, dan memenuhi persyaratan pembakuan pelayanan prasarana dan sarana lingkungan, khusus untuk DKI Jakarta rencana tata ruang lingkungannya ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta

572

kategori detil

penentuan yang diberikan pada detil tertentu untuk indikasi penggunaan tipe kurva S-N dalam pendekatan fatik. Kategori detil mempertimbangkan pemusatan tegangan setempat pada tempat tertentu, ukuran dan bentuk terhadap diskontinuitas maksimum yang dapat diterima, keadaan pembebanan, pengaruh metalurgi, tegangan sisa, cara pengelasan dan tiap penyempurnaan setelah pengelasan. Bilangan kategori detil ditentukan oleh kekuatan fatik pada 2.000.000 beban ulang (siklus) di kurva S-N

573

katoda

bahan logam yang tidak terkorosi daripada logam lain yang potensialnya lebih tinggi

574

kaveling tanah matang

sebidang tanah yang telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan  pembakuan dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan tanah, dan rencana tata ruang lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian untuk membangun bangunan

575

kawasan

wilayah yang batasnya ditentukan berdasarkan lingkup pengamatan fungsi tertentu

576

kawasan perkotaan

wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi (Undang-Undang No.26 Tahun 2007)

577

kawasan primer

kawasan kota yang mempunyai fungsi sebagai pusat pelayanan jasa bagi kebutuhan pelayanan kota, dan wilayah pengembangannya

578

kawasan sekunder

kawasan kota yang mempunyai fungsi pelayanan terhadap warga kota itu sendiri yang lebih berorientasi ke dalam dan jangkauan lokal

579

kawat baja jalinan tujuh/ 7-wire strand

kabel yang terdiri dari tujuh buah lilitan kawat  dengan kuat tarik tinggi

580

keasaman

kapasitas air untuk menetralkan basa kuat sampai suatu nilai pH tertentu, yang dapat dinyatakan dalam mg/L CaCO3 atau mg/L H+ atau mg/L CO2 (SNI 06-2423-1991)

581

keasaman

kapasitas air untuk menetralkan basa kuat sampai suatu nilai pH tertentu, yang dapat dinyatakan dalam mg/L CaCO3  atau mg/L H+  atau mg/L CO2 

582

keausan

perbandingan antara berat bahan yang hilang atau tergerus (akibat benturan bola-bola baja) terhadap berat bahan awal (semula)

583

kebisingan

bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

584

kebisingan

bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran

585

kebisingan

bunyi yang kehadirannya dianggap menganggu pendengaran

586

kebutuhan jam pemeliharaan (KJPi)

jumlah jam pemeliharaan yang dibutuhkan untuk setiap jenis kendaraan yang dioperasikan dalam jarak tempuh tertentu. Satuannya jam per kilometer

587

kecelakaan berat

suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya mengakibatkan korban luka berat

588

kecelakaan dengan kerugian harta benda

suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan kerugian harta benda

589

kecelakaan fatal

suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak sengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya mengakibatkan korban mati

590

kecelakaan lalu lintas

kecelakaan lalu lintas adalah peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian benda.

591

kecelakaan lalu lintas

suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, yang mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda (PP RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan)

592

kecelakaan lalu lintas

suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, yang mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda [PP-RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan]

593

kecelakaan lalu lintas

suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda (PP No 43 Th. l993, Pasal 93)

594

kecelakaan ringan

suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jasa lainnya mengakibatkan korban luka ringan

595

kecepatan (VR)

kecepatan rata-rata yang dihitung sebagai nilai rata-rata dari sejumlah data kecepatan sesaat (Vk) atau kecepatan rata-rata ruang (space mean speed)

596

kecepatan lalu lintas

kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam satuan waktu, dinyatakan dalam kilometer per jam (Manual Kapasitas Jalan Indonesia,1997)

597

kecepatan rata-rata

kecepatan rata-rata operasional yang bisa dikembangkan kendaraan di sepanjang bagian jalan tersebut

598

kecepatan rencana

kecepatan maksimum kendaraan yang aman yang dapat dipertahankan  sepanjang bagian jalan tertentu bila kondisi sedemikian baik sehingga ketentuan desain jalan merupakan faktor yang menentukan

599

kecepatan rencana

kecepatan maksimum yang aman dan dapat dipertahankan di sepanjang bagian jalan tersebut

600

kecepatan rencana

mecepatan maksimum yang aman dan dapat dipertahankan disepanjang bagian jalan tersebut

601

kecepatan rencana

kecepatan yang dipilih untuk mengikat komponen perencanaan geometri jalan dinyatakan dalam kilometer perjam (km/h)

602

Kecepatan Rencana (Vr)

Kecepatan maksimum yang aman dan dapat dipertahankan disepanjang bagian jalan tersebut.

603

kecepatan sesaat (vk).

kecepatan kendaraan yang diukur dalam periode waktu satu detik

604

kegemukan (bleeding)

naiknya aspal ke permukaan karena kelebihan kadar aspal, sehingga permukaan perkerasan jalan terlihat licin, mengkilat, dan bila dilalui roda kendaraan akan tampak bekas roda ban

605

kejadian pembebanan nominal

urutan pembebanan untuk struktur atau elemen struktural. Satu  kejadian  pembebanan nominal  dapat  menghasilkan  satu  atau  lebih  beban  berulang  (siklus) tergantung pada tipe beban dan titik yang ditinjau pada struktur

606

kekasaran permukaan

kondisi permukaan perkerasan, dilihat dari keadaan bahan batuan, aspal dan ikatan antara kedua bahan tersebut (meliputi: kegemukan, kekurusan dan pengelupasan)

607

kekentalan aspal

lamanya waktu alir aspal keras pada temperatur tertentu.

608

kekerasan rockwell (HRC = Hardness Rockwell C-scale)

kekerasan material logam yang diukur dengan alat penguji kekerasan rockwell

609

kekuatan horisontal ultimit

kekuatan horisontal dari elemen struktural akibat gaya gempa

610

kekuatan nominal

kekuatan tarik ultimit minimum untuk mutu baja tertentu

611

kekuatan rencana

perkalian kekuatan nominal dengan faktor reduksi kekuatan.

612

kekuatan tarik

kekuatan tarik ultimit minimum yang dispesifikasi untuk mutu baja tertentu

613

kekuatan ultimit

kekuatan horizontal dari elemen struktural akibat gaya gempa

614

kekurusan (hungry)

kondisi permukaan perkerasan beraspal akibat kekurangan kadar aspal, sehingga terlihat kusam dan kurang ikatan antar batuan, atau jalan sudah berumur lama (terjadi oksidasi aspal)

615

kelarutan

perbandingan antara berat zat terlarut dalam pelarut organik dengan berat total benda uji yang dinyatakan dalam persen

616

kelelehan (flow)

besarnya perubahan bentuk plastis suatu benda uji campuran beraspal yang terjadi akibat suatu beban sampai batas keruntuhan, dinyatakan dalam satuan panjang

617

kelelehan (flow)

besarnya perubahan bentuk plastis suatu benda uji campuran beraspal yang terjadi akibat suatu beban sampai batas keruntuhan, dinyatakan dalam satuan panjang

618

kelembaban

kondisi dimana terjadinya pembasahan dan pengeringan yang berganti-ganti (cyclic)

619

keliman jahit

suatu rangkaian setik jahitan yang menggabungkan dua atau beberapa lapisan terpisah dari satu atau beberapa bahan berstruktur datar seperti geotekstil

620

keliman las atau ikat panas

keliman yang dibuat dengan penerapan energi panas untuk menggabungkan lapisan-lapisan geotekstil yang terpisah

621

kelindian (kebasaan)

kapasitas air untuk menetralkan asam kuat sampai suatu nilai pH tertentu, yang dapat dinyatakan dalam mg/L CaCO3 atau mg/L OH atau mg/L CO3 atau mg/L HCO2 (SNI 06-2421-1991)

622

kelindian (kebasaan)

kapasitas air untuk menetralkan asam kuat sampai suatu nilai pH tertentu, yang dapat dinyatakan dalam mg/L CaCO3  atau mg/L OH atau mg/L CO3 atau mg/L HCO2 

623

kelompok produksi

jumlah produk dari suatu tahapan produksi yang sama dan dapat berasal dari golongan yang berbeda

624

kemacetan lalu lintas

suatu kondisi kinerja jalan yang sudah tidak memenuhi batas minimal kinerja yang disarankan

625

kemampuan penyelimutan

kemampuan aspal emulsi menyelimuti agregat standar yang dicampur dengan kalsium karbonat (CaCO3)

626

kemiringan melintang

kemiringan yang diukur tegak lurus dengan arah perjalanan

627

kemiringan memanjang

kemiringan yang diukur sejajar dengan arah perjalanan, yang dihitung dengan membagi perubahan elevasi vertikal dengan jarak horizontalnya

628

kendaraan bermotor

kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu [PP-RI No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi]

629

kendaraan niaga

kendaraan yang paling sedikit mempunyai dua sumbu atau lebih yang setiap kelompok bannya mempunyai paling sedikit satu roda tunggal, dan berat total minimum 5 ton.

630

kendaraan tak-bermotor

kendaraan yang digerakkan oleh tenaga orang atau hewan [PP-RI No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi]

631

kepadatan basah

perbandingan antara massa benda uji basah dan volume

632

kepadatan basah

perbandingan antara massa benda uji basah dan volumenya

633

kepadatan kering

perbandingan antara massa benda uji kering dan volume

634

kepadatan kering

perbandingan antara massa benda uji kering dan volumenya

635

kepadatan kering jenuh

perbandingan antara massa kering tanah dan volume total pada kondisi jenuh air (rongga berisi udara nol)

636

kepadatan linier

massa per satuan panjang; merupakan hasil bagi massa serat atau benang dengan panjangnya

637

kepadatan maksimum

kepadatan kering yang paling besar yang diperoleh dari kurva pemadatan

638

kepadatan maksimum

kepadatan kering yang paling besar diperoleh dari kurva pemadatan

639

kepadatan mutlak (refusal density)

kepadatan maksimum dari suatu campuran beraspal yang telah dipadatkan, yang diperoleh dengan pengujian sesuai BS 598-1989.

640

kepadatan mutlak (refusal density)

kepadatan maksimum suatu campuran beraspal yang telah dipadatkan

641

kepadatan terkoreksi

kepadatan yang telah dikoreksi sesuai persentase butiran kasar yang terkandung dalam tanah atau campuran tanah agregat

642

kepala jembatan

bangunan bawah jembatan yang berfungsi sebagai pemikul seluruh beban jembatan untuk kemudian beban tersebut didistribusikan pada pondasi

643

kepala jembatan

bangunan bawah yang terletak pada kedua ujung jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban pada ujung luar bentang pinggir dan gaya-gaya lainnya, serta melimpahkannya ke fondasi

644

kereb

bagian dari jalan berupa struktur vertikal dengan bentuk tertentu yang digunakan sebagai pelengkap jalan untuk memisahkan badan jalan dengan fasilitas lain, seperti jalur pejalan kaki, median, separator, pulau jalan, maupun tempat parkir

645

kereb

pembatas antara sisi perkerasan jalan dengan lajur pejalan kaki

646

kereb

bagian dari jalan berupa struktur vertikal dengan bentuk tertentu yang digunakan sebagai pelengkap jalan untuk memisahkan badan jalan dengan fasilitas lain, seperti jalur pejalan kaki, median, separator, pulau jalan, maupun tempat parkir

647

kereb miring

kereb dengan bagian muka kereb yang miring, membentuk sudut dengan kemiringan sekitar 65o, terhadap lantai alas

648

kereb penghubung

kereb yang berfungsi menghubungkan kereb tegak atau kereb miring (yang ketinggian komponen vertikalnya 350 mm) dengan kereb peninggi (yang ketinggian komponen vertikalnya 200 mm)

649

kereb peninggi

kereb dengan tinggi komponen vertikalnya 200 mm, berfungsi sebagai kereb yang dapat dinaiki ban kendaraan

650

kereb tegak

kereb dengan bagian muka kereb yang hampir tegak, membentuk sudut 80,5º terhadap alas kereb

651

kerikil

partikel batuan yang berukuran 5 mm sampai dengan 150 mm.

652

kering permukaan jenuh

suatu kondisi dari suatu bahan, dalam hal ini agregat dimana air mengisi semua rongga yang ada di dalamnya.

653

keriting (corrugation)

salah satu kerusakan deformasi plastis pada lapisan permukaan perkerasan yang tidak memenuhi spesifikasi, berbentuk gelombang arah memanjang

654

keruntuhan lereng (slope failure)

Suatu proses pergerakan dan perpindahan massa tanah atau batuan yang dapat terjadi dengan variasi kecepatan dari sangat lambat sampai sangat cepat dan tidak terkait banyak dengan kondisi geologi lokal.  Keruntuhan bersifat lokal atau skala kecil dan umumnya terjadi pada lereng galian atau timbunan yang dibuat manusia

655

keruntuhan tanah (ground failures)

suatu proses perpindahan massa tanah/batuan dengan arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan awal. Dalam pengertian ini termasuk amblesan, penurunan tanah karena pengembangan, rangkakan permukaan, dan gerakan tanah

656

kerusakan

kecelakaan yang tidak menimbulkan korban luka atau meninggal dunia, melainkan hanya mengakibatkan kerusakan kendaraan dan kerugian materi dari kerusakan tersebut

657

ketahanan aspal emulsi terhadap air

ketahanan aspal emulsi setelah menyelimuti agregat terhadap semprotan air

658

kisi-kisi

ganjal yang  terbuat dari kayu dengan penampang 10 cm x 10 cm dengan panjang + 1 m, dipergunakan sebagai ganjal sementara gelagar jembatan dalam proses pelaksanaan pemasangan bantalan

659

klasifikasi keruntuhan lereng

Untuk menyeragamkan istilah, memudahkan pengenalan tipe keruntuhan lereng, dan membantu dalam menentukan penyebab dan pemilihan cara penanggulangan. Pengelompokkan lereng longsor berdasarkan jenis material dan batuan dasar, jenis gerakan dan bentuk bidang keruntuhannya serta kecepatan gerakannya

660

klasifikasi tanah

informasi mengenai sifat-sifat teknik tanah yang didapat dari hasil pengujian kadar air, batas-batas Atterberg, distribusi ukuran dan kepadatan butir

661

Koefisien Drainase

Faktor yang digunakan untuk memodifikasi koefisien kekuatan relatif sebagai fungsi yang menyatakan seberapa baiknya struktur perkerasan dapat mengatasi pengaruh negatif masuknya air ke dalam struktur perkerasan.

662

koefisien gempa horisontal ekuivalen

koefisien gempa horizontal yang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor daktilitas ijin

663

koefisien gempa horisontal rencana

koefisien yang digunakan untuk mengalikan berat jembatan agar diperoleh gaya inersia dalam arah horizontal untuk perencanaan gempa

664

koefisien gempa horizontal ekuivalen

koefisien gempa horizontal yang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor daktilitas ijin

665

koefisien gempa horizontal rencana

koefisien yang digunakan untuk mengalikan berat jembatan agar diperoleh gaya inersia dalam arah horizontal untuk perencanaan gempa

666

koefisien kompresi sekunder

gradien bagian yang lurus dari kurva pembacaan dial terhadap logaritmik waktu dari uji oedometer yang terjadi setelah konsolidasi primer selesai

667

komersial

lahan niaga (sbg. Contoh: toko, restoran, kantor) dengan jalan masuk langsung bagi pejalan kaki dan kendaraan.

668

kompon

bahan mentah yang diperoleh dari campuran bahan baku karet ditambah bahan-bahan lainnya untuk meningkatkan kekuatan dan keawetan dari karet

669

kompon

substansi kimia yang berisi dua atau lebih elemen kimia yang terikat secara kimiawi yang berbeda pada perbandingan tertentu.

670

komponen horizontal

bagian kereb yang berbatasan langsung dengan perkerasan, berupa bidang datar yang merupakan kelanjutan dari muka kereb

671

komponen vertikal

bagian kereb yang meninggi yang menentukan tingkat halangan kereb terhadap kendaraan

672

kondisi ruang pengujian geotekstil

kondisi udara   pada ruang uji dijaga untuk memiliki kelembaban relatif  65 ± 5 % dan temperatur 21 ± 2o C

673

kondisi ruang pengujian geotekstil

udara pada saat pengujian dipertahankan pada kelembaban (65 ± 5)% dari kelembaban relatif dan pada suhu (21 ± 2) ºC

674

kondisi ruang saat pengujian

udara yang dipertahankan pada kelembapan (65 ± 5)% dari kelembapan relatif dan pada suhu (21 ± 2) °C

675

konflik lalu lintas

suatu kondisi dimana gerakan satu kendaraan atau lebih yang akan menyebabkan peristiwa tabrakan lalu lintas apabila kendaraan tersebut tidak melakukan suatu manuver mengerem atau mengelak

676

konflik lalu lintas

suatu kondisi lalu lintas dengan pergerakan dua kendaraan atau lebih yang saling mendekati dalam suatu ruang dan waktu, yang dekat ke suatu peristiwa tabrakan, yang apabila salah satu kendaraan atau keduanya tidak melakukan tindakan (mengerem atau mengelak) akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas [TRRL, 1987]

677

konsistensi

keadaan relatif tanah ketika tanah masih mudah untuk dibentuk

678

konsumsi bahan bakar minyak (KBBMi)

jumlah bahan bakar minyak untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah liter per kilometer

679

konsumsi ban (KBi)

jumlah ban untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per 1000 kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah ekivalen ban baru per 1000 kilometer

680

konsumsi oli (KOi)

jumlah oli untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah liter per kilometer

681

konsumsi suku cadang (Pi)

konsumsi suku cadang relatif terhadap harga kendaraan baru suatu jenis kendaraan i per juta kilometer

682

konus

logam terbuat dari baja keras, yang bagian ujungnya berbentuk kerucut dengan sudut 30° untuk bahan granular. Untuk hal-hal khusus seperti tanah berbutir halus digunakan kerucut dengan sudut 60°, penggunaan sudut konus akan menentukan pula rumus atau grafik hubungan nilai DCP dan CBR yang harus digunakan untuk menentukan nilai CBR (gambar pada Lampiran A)

683

korban luka berat

korban yang karena luka-lukanya menderita cacat tetap atau harus dirawat dalam jangka waktu lebih dari 30 hari sejak terjadi kecelakaan (PP No 43 Th l993, Pasal 93)

684

korban luka ringan

korban yang tidak termasuk dalam katagori korban mati dan korban luka berat (PP No 43 Th l993, Pasal 93)

685

korban mati

korban yang dipastikan mati sebagai akibat kecelakaan lalu lintas dalam jangka waktu paling lama 30 hari  setelah kecelakaan tersebut (PP No 43 Th l993,Pasal 93)

686

korosi baja

menurunnya mutu baja akibat bereaksi dengan lingkungan secara elektrokimia yang berakibat mengalirnya arus listrik

687

kota jenjang  III

kota yang berperan melayani sebagian dari satuan wilayah pengembangannya dengan kemampuan pelayanan jasa yang lebih rendah dari kota jenjang kedua dalam satuan wilayah pengembangannya dan terikat jangkauan jasa ke kota jenjang kedua serta memiliki orientasi ke kota jenjang kedua dan ke kota jenjang kesatu

688

kota jenjang I

kota yang berperan melayani seluruh satuan wilayah pengembangannya, dengan kemampuan pelayanan jasa yang paling tinggi dalam satuan wilayah pengembangannya serta memiliki orientasi ke luar wilayahnya

689

kota jenjang II

kota yang berperan melayani sebagian dari satuan wilayah pengembangannya dengan kemampuan pelayanan jasa yang lebih rendah dari kota jenjang kesatu dalam satuan wilayah pengembangannya dan terikat jangkauan jasa ke kota jenjang kedua serta memiliki orientasi ke kota jenjang kesatu

690

Kualifikasi WPS (Welding Prosedure Specification)

merupakan pengujian WPS yang hasil pengujiannya dikumpulkan dan disusun menjadi PQR (Prosedure Qualification Record) guna membuktikan bahwa WPS(Welding Prosedure Specification)/ prosedur pengelasan benar-benar telah sesuai dengan rancangan. Pengujian WPS (Welding Prosedure Specification) dilakukan ahli yang berkompetensi yang telah terbukti memiliki mutu kerja yang baik dan konsisten.

691

kuat keliman jahit

ketahanan maksimum dari sambungan geotekstil yang dibentuk dengan menjahit dua atau beberapa bahan berstruktur datar dan diukur dalam kilonewton per meter (kN/m)

692

kuat keliman las atau ikat panas

tahanan geser maksimum keliman ikat panas yang menyambungkan dua atau beberapa bahan berstruktur datar geotekstil dan diukur dalam kilonewton per meter (kN/m)

693

kuat nominal

kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metoda perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai

694

kuat perlu

kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam standar ini

695

kuat rencana

kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan Φ

696

kuat tarik

tahanan maksimum terhadap perkembangan deformasi untuk material tertentu yang dikenai tarikan akibat gaya luar

697

kuat tarik

ketahanan maksimum dari bahan sampai putus dalam uji tarik; yaitu  beban putus atau gaya per satuan luas penampang awal benda uji

698

kuat tarik belah fct

kuat tarik beton yang ditentukan berdasarkan kuat tekan belah silinder beton yang ditekan pada sisi panjangnya

699

kuat tarik langsung

kuat tarik beton yang ditentukan berdasarkan kuat tekan belah silinder beton yang ditekan pada sisi panjangnya.

700

kuat tarik leleh

kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangan dalam mega-pascal (MPa)

701

kuat tarik lentur (flexural strength modulus of rupture)

kekuatan beton yang diperoleh dari percobaan balok beton dengan pembebanan tiga titik yang dibebani sampai runtuh.

702

kuat tekan bebas (KTB) atau unconfined compressive strength (UCS)

besarnya tegangan maksimum pada waktu pengujian sampai contoh benda uji mengalami keruntuhan

703

kuat tekan beton yang disyaratkan f’c

kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan mega paskal (MPa).  Bila nilai f’c di dalam tanda akar, maka hanya nilai numerik dalam tanda akar saja yang dipakai, dan hasilnya tetap mempunyai satuan mega paskal (MPa)

704

kurva Fuller

kurva gradasi dimana kondisi campuran memiliki kepadatan maksimum dengan rongga  diantara mineral agregat (VMA) yang minimum

705

kurva fuller

kurva gradasi dimana kondisi campuran memiliki kepadatan maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VIM) yang minimum

706

kurva S-N

kurva yang menentukan hubungan batas antara jumlah tegangan berulang (siklus) dan variasi tegangan untuk suatu kategori detil

707

l a j u r

bagian jalur yang memanjang dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor

708

l a j u r

bagian jalur yang memanjang dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor

709

L10

tingkat kebisingan diukur melebihi 10% dari total waktu pengukuran, dinyatakan dalam desibel A

710

L10 1 jam

tingkat kebisingan diukur melebihi 10%  dari total waktu 1 jam pengukuran, dinyatakan dalam desibel A

711

L10 18 jam

tingkat kebisingan diukur melebihi  10%  dari total waktu 18  jam pengukuran, dinyatakan dalam desibel A

712

lajur

bagian dari jalur lalu-lintas yang memanjang dibatasi oleh marka lajur jalan, yang memiliki lebar cukup untuk kendaraan bermotor sesuai rencana (kendaraan rencana)

713

lajur

bagian jalur yamg memanjang,dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor [RSNI T-14-2004]

714

lajur

bagian jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor. [Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 1993]

715

lajur

bagian jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor [Peraturan Pemerintah RI No.43 Tahun 1993]

716

Lajur

Bagian jalur yang memanjang dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor.

717

lajur lalu lintas

bagian dari lantai kendaraan yang digunakan oleh suatu rangkaian kendaraan. Bebannya disebut Beban "D"

718

lajur lalu lintas

bagian dari jalur tempat lalu lintas bergerak, untuk satu kendaraan

719

lajur lalu lintas biasa

lajur yang diberi marka pada permukaan untuk mengendalikan lalu lintas

720

lajur lalu lintas rencana

strip dengan lebar 2,75 m dari jalur yang digunakan dimana pembebanan lalu lintas rencana bekerja

721

lajur lalu-lintas

bagian dari jalur jalan yang diperuntukkan bagi laju satu lintasan kendaraan.

722

lajur lalu-lintas (lane)

bagian pada jalur lalu lintas yang ditempuh oleh satu kendaraan bermotor beroda 4 atau lebih, dalam satu jurusan

723

lajur percepatan

lajur khusus setelah bukaan separator yang berfungsi untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan pada saat menggabung dengan lajur cepat atau lambat

724

Lajur Rencana

Salah satu lajur lalulintas dari sistem jalan raya yang menampung lalu-lintas terbesar. Umumnya lajur rencana adalah salah salah satu lajur dari jalan raya dua lajur atau tepi luar dari jalan raya yang berlajur banyak.

725

lajur rencana (LR)

suatu lajur lalu-lintas yang menampung lalu-lintas terbesar. umumnya salah satu lajur jalan dua jalur atau lajur tepi luar dari jalan raya berlajur banyak.

726

lajur tambahan (auxilary lane)

merupakan lajur yang disediakan khusus untuk belok kiri/kanan, perlambatan/percepatan dan tanjakan

727

lajur tunggu

lajur khusus sebelum bukaan separator yang berfungsi sebagai tempat kendaraan menunggu sebelum melakukan perpindah jalur

728

lalu-lintas berat

jumlah lalu lintas rencana lebih besar dari 1.000.000 satuan sumbu tunggal (SST) selama umur rencana.

729

lalu-lintas berat

jumlah lalu lintas rencana lebih besar dari pada 1.000.000 satuan standar sumbu tunggal (SST) selama umur rencana

730

lalu-lintas harian rata-rata (LHR)

jumlah total volume lalu-lintas roda empat atau lebih dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.

731

lalu-lintas ringan

jumlah lalu lintas rencana lebih kecil dari 500.000 SST selama umur rencana.

732

lalu-lintas sedang

jumlah lalu lintas rencana  lebih besar dari  500.000 SST  dan  lebih  kecil dari 1.000.000  SST selama umur rencana.

733

lalu-lintas sedang

jumlah lalu lintas rencana  lebih  kecil dari dan sama dengan 1.000.000  SST selama umur rencana

734

landasan datar

bagian datar yang harus disediakan pada trotoar pada jarak tertentu bila kemiringan memanjang trotoar cukup besar

735

lansekap

adalah wajah dari karakter lahan atau tapak yang terbentuk pada lingkungan jalan, baik yang terbentuk dari elemen lansekap alamiah seperti bentuk topografi lahan yang mempunyai panorama indah, maupun yang terbentuk dari elemen lansekap buatan manusia yang disesuaikan dengan kondisi lahannya [Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap, No. 33/T/BM/1996]

736

lantai kendaraan

seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk menerima beban dari lalu lintas kendaraan. Bebannya disebut Beban "T"

737

Lapis Asbuton Campuran Dingin (LASBUTAG)

Campuran yang terdiri atas agregat kasar, agregat halus, asbuton, bahan peremaja, dan filler (bila diperlukan) yang dicampur, dihamparkan, dan dipadatkan secara dingin.

738

Lapis Beton Aspal (LASTON)

Lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri atas agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal keras yang dicampur, dihamparkan, dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu.

739

lapis fondasi

lapisan pada sistem perkerasan yang terletak di bawah lapis permukaan dan di atas lapis fondasi bawah yang berfungsi menyebarkan tegangan dari lapis permukaan kepada lapisan di bawahnya

740

lapis fondasi agregat semen (LFAS)

campuran agregat, semen dan air dipadatkan pada kadar air optimum berfungsi sebagai lapis fondasi atau lapis fondasi bawah perkerasan jalan

741

lapis fondasi bawah

lapisan pada sistem perkerasan yang terletak di bawah lapis fondasi dan di atas tanah dasar yang berfungsi menyebarkan tegangan dari lapisan di atas pada tanah dasar

742

Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN)

Lapis perkerasan yang terdiri atas agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal keras dengan cara disemrotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis dan jika akan digunakan sebagai lapis permukaan perlu diberi laburan aspal dengan batu penutup.

743

Lapis Permukaan

Bagian perkerasan yang paling atas.

744

lapis pondasi

lapisan pada sistem perkerasan yang terletak dibawah lapis permukaan dan diatas lapis pondasi bawah yang berfungsi menyebarkan tegangan dari lapis permukaan kepada lapisan dibawahnya

745

Lapis Pondasi

Bagian perkerasan yang terletak antara lapis permukaan dan lapis pondasi bawah (atau dengan tanah dasar bila tidak menggunakan lapis pondasi bawah).

746

lapis pondasi bawah

lapisan pada sistem perkerasan yang terletak dibawah lapis pondasi dan diatas tanah dasar yang berfungsi menyebarkan tegangan dari lapisan diatasnya ke pada tanah dasar

747

Lapis Pondasi Bawah

Bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar.

748

lapis pondasi bawah dengan bahan pengikat (bound sub-base)

pondasi bawah yang biasanya terdiri dari material berbutir yang distabilisasi dengan semen aspal, kapur,abu terbang (fly ash) atau slag yang dihaluskan sebagai bahan pengikatnya.

749

lapis pondasi bawah dengan bahan pengikat (bound sub-base)

pondasi bawah yang biasanya terdiri dari material berbutir yang distabilisasi dengan semen aspal, kapur,abu terbang (fly ash) atau slag yang dihaluskan sebagai bahan pengikatnya

750

lapis resap pengikat

lapisan tipis aspal cair berviskositas rendah diletakkan diatas lapis pondasi sebelum lapis berikutnya dihampar

751

lapisan  tanah pendukung

lapisan tanah pada kedalaman tertentu yang mempunyai daya dukung cukup untuk memikul beban dan gaya-gaya yang bekerja pada fondasi

752

larutan

campuran homogen yang terbuat dari dua atau lebih substansi.

753

las

suatu cara untuk menyambungkan logam dengan cara mencairkan bahan las melalui pemanasan

754

las

suatu cara penyambungan logam dengan mencairkan logam induk melalui pemanasan

755

las keliman

proses sebuah keliman dibentuk dengan mengikat lapisan-lapisan geotekstil yang terpisah dengan penerapan energi panas

756

las tersusun

las sudut yang ditambah pada las tumpul

757

las tumpul

pengelasan pada logam (pipa baja) dengan bagian ujung yang akan dilas membentuk alur.

758

las tumpul penetrasi penuh

las tumpul di mana terdapat penyatuan antara las dan bahan induk sepanjang kedalaman penuh dari sambungan

759

las tumpul penetrasi sebagian

las tumpul di mana kedalaman penetrasi lebih kecil dari kedalaman penuh dari sambungan

760

Laston

campuran beraspal dengan gradasi agregat gabungan yang rapat/menerus dengan menggunakan bahan pengikat aspal keras tanpa dimodifikasi (Straight Bitumen)

761

Laston modifikasi

campuran beraspal dengan gradasi agregat gabungan yang rapat/menerus dengan menggunakan bahan pengikat aspal keras yang dimodifikasi (seperti aspal polimer, aspal multigrade dan aspal keras yang dimodifikasi asbuton)

762

Lataston

campuran beraspal dengan gradasi agregat gabungan yang senjang dengan menggunakan bahan pengikat aspal keras tanpa dimodifikasi (Straight Bitumen)

763

Lean Concrete

Lapisan yang berfungsi sebagai  lantai kerja bagi penempatan lapisan pondasi pada struktur perkerasan. Lean concrete dibuat dari campuran yang terdiri dari agregat dengan gradasi tertentu, portland cement dengan atau tanpa pozolan dan air dalam takaran tertentu. Dalam keadaan keras mempunyai karakteristik yang memenuhi persyaratan tertentu.

764

lebar jalan

lebar keseluruhan dari jembatan yang dapat digunakan oleh kendaraan, termasuk lajur lalu lintas biasa, bahu yang diperkeras, marka median dan marka yang berupa strip.  Lebar jalan membentang dari kerb yang dipertinggi ke kerb yang lainnya.  Atau apabila kerb tidak dipertinggi, adalah dari penghalang bagian dalam ke penghalang lainnya

765

lebar lajur bukaan (B)

lebar lajur lalu lintas pada bukaan separator

766

lendutan balik (rebound deflection)

besar lendutan balik vertikal suatu permukaan perkerasan akibat beban dipindahkan

767

lendutan balik maksimum (maximum rebound deflection)

besarnya lendutan balik pada kedudukan di titik kontak batang Benkelman Beam setelah beban berpindah sejauh 6 m

768

lendutan balik titik belok

besarnya lendutan balik pada kedudukan di titik kontak batang Benkelman Beam setelah beban berpindah sejauh 0,30 m untuk penetrasi, asbuton dan laburan atau sejauh 0,40 m untuk beton aspal

769

lendutan langsung

besar lendutan vertikal suatu permukaan perkerasan akibat beban langsung

770

lendutan maksimum (maximum deflection)

besar gerakan turun vertikal maksimum suatu permukaan perkerasan akibat beban

771

lendutan rencana/ijin

besar lendutan rencana atau yang diijinkan sesuai dengan akumulasi ekivalen beban sumbu standar selama umur rencana (Cummulative Equivalent Standard Axle, CESA)

772

Lengan Persimpangan

Bagian persimpangan jalan dengan pendekatan masuk atau keluar.

773

lengan simpang

bagian persimpangan jalan dengan pendekatan masuk atau keluar.

774

Leq ( equivalent energy level)

tingkat kebisingan rata-rata ekivalen energi selama waktu pengukuran, dinyatakan dalam desibel A

775

Leq atau Laeq (equivalent energy level)

tingkat kebisingan rata-rata ekivalen selama waktu pengukuran, dinyatakan dalam dB(A)

776

Leq18 jam

tingkat kebisingan rata-rata ekivalen energi selama waktu 18 jam pengukuran, dinyatakan dalam desibel A

777

Lereng

Kemiringan suatu permukaan terhadap arah horizontal tanah yang dinyatakan sebagai turun naiknya dalam jarak memanjang

778

likuefaksi

fenomena kerusakan struktur tanah bila lapisan tanah pasir jenuh kehilangan kekuatan geser karena melonjaknya tekanan air pori akibat gerakan gempa

779

likuefaksi

fenomena kerusakan struktur tanah bila lapisan tanah pasir jenuh kehilangan kekuatan geser karena melonjaknya tekanan air pori akibat gerakan gempa

780

lingkungan hidup

kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain

781

Lisiba (lingkungan siap bangun)

sebidang tanah yang merupakan bagian dari kasiba ataupun berdiri sendiri yang telah dipersiapkan dan dilengkapi dengan prasarana lingkungan dan selain itu juga sesuai dengan persyaratan pembakuan tata lingkungan tempat tinggal atau hunian dan pelayanan lingkungan untuk membangun kaveling tanah matang

782

lokasi rawan kecelakaan

suatu lokasi dimana angka kecelakaan  tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu

783

Longsoran (landslide)

Suatu proses perpindahan massa tanah / batuan dengan arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukannya semula karena pengaruh gravitasi, arus air atau beban luar longsoran (lihat gambar 4).

784

longsoran (landslide)

Suatu proses perpindahan atau pergerakan massa batuan, debris (campuran tanah dan butiran batu), dan tanah kearah lereng bawah. Perpindahan ini dapat disebabkan oleh kondisi geologi yang kurang menguntungkan, phenomena geomorfologi gaya-gaya fisik alamiah atau akibat ulah manusia (man-made), dan umumnya terjadi pada daerah yang cukup luas, berukuran skala besar

785

lot

suatu unit produksi, atau kelompok dari unit atau kemasan lainnya, yang diambil untuk uji pengambilan sampel atau uji statistik, yang memiliki satu atau beberapa sifat yang umum dan dengan mudah dapat dipisahkan dari unit lain yang serupa

786

lot

suatu unit produksi, atau kumpulan dari unit lainnya yang sejenis, atau berupa paket-paket, diambil untuk contok yang memenuhi uji statistik. Unit produksi tersebut mempunyai satu atau beberapa sifat umum yang sama atau berbeda dari unit lainnya

787

lot

kumpulan suatu produk geotekstil dapat berupa kumpulan unit atau peti kemas, yang diambil untuk sampling atau uji statistik. Kumpulan tersebut mempunyai satu atau beberapa sifat tertentu yang dapat membedakannya dari kumpulan unit serupa lainnya

788

lot

kumpulan dari 100 buah bantalan karet atau kurang yang diproduksi dengan cara terus-menerus dari campuran karet yang sama, dirawat di bawah kondisi yang sama, dan semuanya terdiri dari ukuran dan tipe yang sama

789

luas proyeksi

luas bersih (netto) dari ulir

790

lubang (pot hole)

kerusakan perkerasan jalan setempat atau di beberapa tempat berbentuk lubang dengan berbagai variasi ukuran luas maupun kedalaman

791

lubang (pot hole)

kerusakan perkerasan jalan setempat atau di beberapa tempat berbentuk lubang dengan berbagai variasi ukuran luas maupun kedalaman

792

lubang uji (test pits)

pengujian dengan membuat lubang uji yang umumnya berukuran 60 cm x 60 cm untuk mengetahui jenis lapisan perkerasan sampai kedalaman tertentu atau tanah dasar

793

luka berat

korban kecelakaan yang karena luka-lukanya menderita cacat tetap atau harus dirawat inap di rumah sakit dalam jangka waktu lebih dari 30 (tiga puluh) hari sejak terjadi kecelakaan (PP RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan).

794

luka ringan

korban kecelakaan yang mengalami luka-luka yang tidak memerlukan rawat inap atau yang harus di rawat inap di rumah sakit dari 30 hari (PP RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan).

795

Mahkota Longsoran

Bagian atas (umumnya membentuk setengah lingkaran) dari arah gerakan longsoran.

796

manajemen lalu lintas

mengatur pergerakan lalu lintas supaya memenuhi kriteria kelancaran, efisiensi, dan murah. Manajemen lalu lintas  meliputi perencanaan, pengaturan, pengawasan, dan pengendalian lalu lintas

797

mandrel

penekan dan cetakan pada alat uji lengkung

798

martensit (martensite)

suatu struktur kristal yang dibentuk dengan perpindahan fasa yang cepat.dan tidak terjadi difusifitas.

799

massa tanah

massa tanah dalam keadaan tanah asli masih mengandung air, dalam satuan gram

800

mastik Asbuton

Asbuton yang sudah dicampur dengan bahan peremaja dengan proporsi tertentu

801

median

bagian bangunan jalan yang secara fisik memisahkan dua jalur lalu-lintas yang berlawanan arah.

802

median

ruang yang disediakan pada bagian tengah dari jalan untuk membagi jalan dalam masing-masing arah serta untuk mengamankan  ruang bebas samping jalur lalu lintas

803

median

bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dengan bentuk memanjang sejajar jalan, terletak di sumbu/tengah jalan, dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah

804

Median

Ruang yang disediakan pada bagian tengah dari jalan untuk membagi jalan dalam masing-masing arah serta untuk mengamankan  ruang bebas samping jalur lalu lintas.

805

median jalan

ruang yang disediakan pada bagian tengah dari jalan untuk membagi jalan dalam masing-masing arah serta untuk mengamankan  ruang bebas samping jalur lalu lintas.

806

median jalan

bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan, terletak di sumbu/tengah jalan, dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. Median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised), median yang diturunkan (depressed), atau median datar (flush) [RSNI T-14-2004]

807

median jalan

merupakan suatu bagian tengah badan jalan yang secara fisik memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah; median jalan (pemisah tengah) dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised), median yang diturunkan (depressed), atau median rata (flush)

808

menara

bagian yang menerima gaya atau beban dari kabel dan meneruskannya ke fondasi

809

meninggal dunia

korban kecelakaan yang dipastikan meninggal dunia sebagai akibat kecelakaan lalu lintas dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah kecelakaan tersebut (PP RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan).

810

mesin abrasi Los Angeles

alat simulasi keausan dengan bentuk dan ukuran tertentu terbuat dari pelat baja berputar dengan kecepatan tertentu

811

mitigasi dampak kebisingan

upaya-upaya yang dilakukan guna mengurangi sampai menghilangkan dampak negatif yang diperkirakan akan terjadi dan atau terjadi karena adanya aktivitas lalu lintas

812

MKJI

singkatan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia

813

Moda

Model perubahan bentuk akibat getaran.

814

Moda

Model perubahan bentuk akibat getaran.

815

Modulus elastis dinamis

Modulus Young dalam analisis dinamis.

816

Modulus elastis dinamis

Modulus Young dalam analisis dinamis.

817

modulus elastisitas

rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap yang timbul akibat tegangan tersebut.  Nilai rasio ini berlaku untuk tegangan di bawah batas proporsional material

818

modulus reaksi tanah dasar (modulus of subgrade reaction)

nilai konstanta pegas (spring constant) dari tanah dasar di dalam menerima beban yang ditentukan dari percobaan pengujian beban pelat (Plate Bearing).

819

modulus tarik

rasio perubahan gaya tarik per satuan lebar terhadap perubahan regangan seimbang (kemiringan pada bagian awal kurva hubungan regangan dengan gaya per satuan lebar)

820

modulus tarik awal

rasio perubahan gaya tarik per satuan lebar terhadap suatu perubahan regangan (kemiringan pada bagian awal kurva hubungan regangan dengan gaya per satuan lebar)

821

modulus tarik seimbang

rasio perubahan gaya per satuan lebar terhadap perubahan regangan (kemiringan di bawah titik batas elastis dan di atas titik tangen pada kurva hubungan gaya dengan elongasi)

822

muka kereb

bagian permukaan komponen vertikal kereb yang menghadap ke arah lalu lintas

823

NDT (Non-Destructive Test)

test yang tidak merusak struktur

824

netral

suatu larutan yang mengandung konsentrasi ion Hidrogen (H+) sama dengan ion Hidroksil (OH-)

825

nilai batas cair tanah (LL)

besaran kadar air dalam persen yang ditentukan dari 25 pukulan pada pengujian batas cair

826

nilai pH

indek logaritma dari konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam suatu elektrolit.  Berfungsi untuk mengetahui keasaman atau kebasaan dari suatu larutan

827

nilai utilitas

suatu nilai atau skala yang mengukur secara relatif tingkat kenyamanan dari suatu faktor yang berpengaruh pada  lingkungan jalan, yang dalam hal ini didasarkan pada presepsi masyarakat terhadap faktor lingkungan yang dikaji.

828

Nilai Utilitas Lingkungan (NUL)

suatu nilai lingkungan yang mewakili kondisi umum dari lingkungan  jalan, antara 0-1 atau 0-100, dimana makin rendah makin baik kualitas lingkungannya.

829

nilai utilitas lingkungan standar

suatu angka yang menggambarkan kondisi utilitas yang sesuai dengan batasan-batasan lingkungan yang diperkenankan.

830

NODE

titik persimpangan yang ditandai dengan nomor simpul sesuai referensi yang berlaku untuk penomoran simpul dalam sistem jaringan jalan

831

objek referensi

sebuah bentuk fisik dari objek permanen (tidak mudah berpindah tempat) yang dapat  berupa: tugu perbatasan, gedung, jembatan, persimpangan jalan, persilangan dengan rel kereta api, dan patok km

832

odometer

alat pengukur jarak tempuh yang umumnya terdapat pada dash board kendaraan

833

odometer

alat pengukur jarak tempuh yang terpasang di dalam kendaraan

834

paduan (alloy)

sebuah kombinasi, baik itu berupa larutan atau senyawa dari dua unsur atau lebih , paling sedikitnya satu diantaranya berupa logam dan menghasilkan sifat logam.

835

pagar pengaman jalan

pagar yang ditempatkan di tepi jalan yang terbuat dari baja untuk menahan tabrakan kendaraan dengan pagar sehingga mengurangi keparahan kerusakan akibat tabrakan, supaya kendaraan tidak keluar dari badan jalan

836

panjang

panjang aktual L dari suatu unsur/komponen yang dibebani aksial dari pusat ke pusat pertemuan dengan unsur pendukung atau panjang kantilever dalam hal unsur berdiri bebas

837

panjang dudukan tumpuan

panjang yang dibentuk pada ujung gelagar dalam sistem pencegah kehilangan tumpuan, antara ujung gelagar dan tepi atas bangunan bawah, untuk mencegah gelagar berpindah dari tepi atas bangunan bawah walaupun terjadi simpangan relatif besar yang tidak terduga antara bangunan atas dan bangunan bawah

838

Panjang Jalinan

Panjang bagian jalur untuk melakukan perpindahan lajur gerak kendaraan (penyusupan).

839

panjang penanaman

panjang tulangan tertanam yang tersedia dari suatu tulangan diukur dari suatu penampang kritis

840

panjang penyaluran

panjang tulangan tertanam yang diperlukan untuk mengembangkan kuat rencana tulangan pada suatu penampang kritis

841

panjang taper

panjang lajur lalu lintas mulai terjadi penyempitan/pelebaran

842

panjang tumpuan

panjang yang dibentuk pada ujung gelagar dalam sistem pencegah kehilangan tumpuan, antara ujung gelagar dan tepi atas bangunan  bawah, untuk mencegah gelagar berpindah dari tepi atas bangunan bawah walaupun terjadi simpangan relatif besar yang tidak terduga antara bangunan atas dan bangunan bawah

843

pasca tarik

cara pemberian tarikan, dalam sistem prategang dimana tendon ditarik sesuadah beton mengeras

844

pascapenarikan

suatu metode untuk memberi prategang dengan menarik tendon pada beton yang telah mengeras. Dalam metode ini, prategang diberikan melalui bantalan

845

PBKT

perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor

846

PBL

perencanaan berdasarkan Batas Layan

847

pecah tepi (spalling)

pecahnya tepi perkerasan karena sokongan samping tidak sempurna

848

pekerjaan jalan dan jembatan

kegiatan berupa pemeliharaan dan pembangunan, survei pada daerah milik jalan (DAMIJA)

849

pelandaian

perubahan kelandaian trotoar pada perpotongan dengan jalur penyeberang pejalan kaki (zebra cross), baik di persimpangan maupun di ruas jalan, dan jalan masuk ke persil. Pelandaian berupa muka perkerasan yang menghubungkan dua muka perkerasan yang berbeda

850

pelapis epoksi dengan ikatan fusi (fusion-bonded epoxy coating)

produk yang terdiri dari pigmen, epoksi resin yang terukur temperaturnya, bahan crosslinking dan bahan aditif lainnya, yang berbentuk serbuk menyatu yang digunakan pada besi panas yang bersih dan  membentuk lapisan pelindung secara kontinyu

851

pelapis konversi (conversion coating)

suatu  pekerjaan persiapan yaitu membersihan permukaan baja dengan penyemprotan, sebelum pelapisan dilakukan untuk membuat metal/besi memberikan daya adesi terhadap pelapis,  mengurangi daya reaksi metal/besi terhadap pelapis, meningkatkan daya tahan terhadap korosi, dan meningkatkan daya tahan terhadap pembengkakan/melepuh (blister)

852

pelapis permukaan (capping)

pelapis permukaan bidang tekan benda uji silinder

853

pelat baja 2 gelombang-W

pelat baja gelombang yang memiliki dua gelombang

854

pelat baja 3 gelombang-Thrie

pelat baja gelombang yang memiliki tiga gelombang

855

pelat baja bergelombang (corrugated steel plate)

pelat baja yang mempunyai bentuk bergelombang yang selanjutnya disingkat CSP

856

pelat baja gelombang kelas A

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman yang memiliki ketebalan logam 2,67 mm sampai 2,82 mm

857

pelat baja gelombang kelas B

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman yang memiliki ketebalan logam 3,43 mm sampai dengan 3,58 mm

858

pelat baja gelombang tipe I

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman dengan jenis pelapisan zinc, 550g/m2 minimum satu pelapisan (single spot)

859

pelat baja gelombang tipe II

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman dengan jenis pelapisan zinc, 1100g/m2 minimum satu pelapisan (single spot)

860

pelat baja gelombang tipe III

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman dengan jenis pelat baja gelombang yang dicat

861

pelat baja gelombang tipe IV

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman dengan jenis pelat baja gelombang baja yang tahan korosi

862

pelat baja gelombang untuk pagar pengaman jalan

pelat baja yang bergelombang dan memanjang, dimana pada terminal disambungkan dengan lempengan besi yang melengkung. Pelat besi disusun pada tiang yang terdiri atas sambungan pelat baja gelombang dengan baut dan mur maupun pelat baja gelombang yang ditempel ke tiang (post) menggunakan baut dan mur

863

pelat dengan bentuk tidak lazim (odd shaped slab)

pelat yang bentuknya tidak bujur sangkar atau persegi panjang tetapi umumnya mempunyai bentuk segitiga, segi banyak dan trapesium.

864

pelat penguat (beam washers atau plate washer)

pelat yang memiliki lubang di tengah pelat dan digunakan sebagai alas untuk baut penyambung ke tiang (post)

865

pelat penutup celah

pelat yang membentuk bagian dari sistem sambungan siar-muai pada tingkat lapis permukaan untuk menutup celah ekspansi

866

pelat yang dirol (plate as-rolled)

pelat  yang dirol dari lembaran atau langsung dari ingot.

867

pelelehan

keadaan perubahan bentuk suatu campuran beraspal pada saat runtuh yang dinyatakan dalam mm.

868

pelelehan

perubahan bentuk benda uji secara vertikal suatu campuran beraspal pada saat runtuh

869

pelengkap jalan

bangunan untuk pengaman konstruksi jalan (drainase, penguat tebing), jembatan dan gorong-gorong,  dan petunjuk bagi pengguna jalan (pagar pengaman, patok pengarah, kerb, trotoar, rambu, marka dsb) agar unsur kenyamanan dan keselamatan dapat terpenuhi

870

pelepasan butir (ravelling)

lepasnya butir agregat pada permukaan jalan beraspal

871

pelindung sudut pelat baja gelombang (buffer end)

pelindung dua pelat baja gelombang yang membentuk sudut

872

pemadat (tamper bar)

alat pemadat yang merupakan bagian dari unit sepatu perata yang berfungsi untuk pemadatan awal campuran beraspal,

873

pemadatan akhir (finishing rolling)

pemadatan yang dilakukan setelah pemadatan antara dengan jumlah lintasan berkisar 1 lintasan sampai dengan 3 lintasan, umumnya menggunakan mesin gilas roda baja statis

874

pemadatan antara (intermediate rolling)

pemadatan yang dilakukan setelah pemadatan awal selesai dengan jumlah lintasan berkisar 8 lintasan sampai dengan 16 lintasan, umumnya menggunakan pemadat roda karet (pneumatic tire roller)

875

pemadatan awal (breakdown rolling)

pemadatan pertama yang dilakukan setelah penghamparan campuran beraspal panas dengan jumlah lintasan berkisar 1 lintasan sampai dengan 3 lintasan, umumnya menggunakan mesin gilas roda baja statis

876

pemantauan (monitoring)

pemantauan perilaku massa tanah yang dinyatakan dalam bentuk antara lain penurunan, tekanan air pori dan deformasi lateral akibat gangguan yang terjadi padanya dengan menggunakan alat-alat instrumentasi seperti pelat penurunan, pisometer dan inklinometer

877

pemasok (feeder)

unit pemasok agregat dari bin dingin ke alat pengering

878

pemasok (feeder)

alat pemasok campuran beraspal ke unit screed pada alat penghampar, yang terdiri dari bak penampung (hopper), sayap-sayap (hopper wings), ban berjalan (conveyor), pintu masukan pemasok (hopper flow gates) dan ulir pembagi (augers)

879

pemasok untuk mesin pengering (feeder for dryer)

alat pemasok agregat dari bin dingin (cold bin) ke drum pengering (dryer)

880

pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup

upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan

881

pembebanan lalu lintas

pembebanan lalu lintas kendaraan hasil distribusi perjalanan ke dalam jaringan jalan

882

pembina jalan

instansi atau pejabat atau badan hukum atau per­orangan yang ditunjuk untuk melaksanakan sebagian atau seluruh wewenang pembinaan jalan

883

pembina jalan

institusi yang bertanggung jawab atas kegiatan penyusunan pedoman dan standar teknis, pelayanan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan dalam bidang jalan

884

pembinaan jalan

kegiatan penanganan jaringan jalan yang meliputi penentuan sasaran dan perwujudan sasaran

885

pemeliharaan

kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki kinerja saluran sesuai dengan desain rencana dimana besar kecilnya pekerjaan didasarkan pada laporan hasil inspeksi

886

pemerintah

pembina jalan/jalan tol sebagaimana diatur dalam aturan perundang-undangan yang berlaku

887

pemisah jalur

separator yang selanjutnya disebut dengan pemisah jalur adalah bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dengan bentuk memanjang sejajar jalan, dimaksudkan untuk memisahkan antara jalur yang berbeda fungsi

888

pemotongan (trimming)

perataan atau perapihan yang dilakukan dengan cara memotong tipis lapis terstabilisasi

889

pemrakarsa

orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan

890

pemrakarsa

orang atau badan yang bertanggung jawab atas kegiatan dan/atau usaha yang akan dikembangkan di suatu kawasan

891

pen

pengencang tanpa ulir, dibuat dari batang bulat

892

pen

batang polos yang digunakan untuk melengkungkan contoh uji

893

penampang kompak

penampang melintang yang dapat mengembangkan kekuatan lentur plastis penampang tanpa terjadi tekuk

894

penampang tidak kompak

penampang pada bagian serat-serat tertekan yang akan menekuk setempat setelah mencapai tegangan leleh sebelum terjadi pengerasan ulur. Bagian-bagian ini mempunyai daktilitas terbatas dan mungkin tidak dapat mengembangkan kekuatan lentur plastis

895

penampung bahan pengisi (filler storage)

bak yang digunakan untuk menampung bahan pengisi

896

penampung panas (hot bin)

alat yang menampung agregat hasil penyaringan dari saringan panas (hot screen) sesuai dengan kelompok ukuran butirnya

897

Penanggulangan Darurat

Mengfungsikan jalan agar dapat dilalui.

898

pencampur (pugmill atau mixer)

tempat mencampur agregat dengan aspal, setelah agregat ditimbang sesuai dengan proporsinya

899

pencampur (pugmill)

pengaduk campuran agregat dan aspal dalam keadaan panas

900

pencegahan kecelakaan

suatu upaya peningkatan keselamatan jalan melalui perbaikan desain jalan guna mencegah kecelakaan lalu lintas serta meminimumkan korban kecelakaan

901

pencegahan kecelakaan atau accident prevention

suatu atau serangkaian upaya peningkatan keselamatan jalan melalui perbaikan disain jalan dalam rangka untuk mencegah kecelakaan lalu lintas serta meminimumkan korban kecelakaan

902

pencemaran lingkungan hidup

masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai kegunaannya

903

Pendangiran

Penggemburan tanah di sekitar tanaman.

904

penetrasi  aspal

ukuran kekerasan aspal yang diperoleh dengan pengujian masuknya jarum ke dalam aspal dengan beban, temperatur dan waktu tertentu sesuai SNI 06 – 2456 – 1991.

905

pengaduk beton

drum pengaduk yang digerakkan dengan tenaga penggerak, pencampur miring atau wadah berputar digunakan untuk mencampur beton

906

pengalihan arus lalu lintas

pengalihan arus lalu lintas ke jalan alternatif yang sekurang-kurangnya sama dengan kelas jalan yang sedang ditutup sementara, sesuai yang dimaksud dalam pasal 88 sampai dengan 90 PP No.43 tahun 1993

907

pengaman sambungan dilatasi

perlengkapan yang dipasang untuk mencegah kerusakan sambungan dilatasi oleh gempa yang kemungkinan besar terjadi selama umur pelayanan jembatan

908

pengaman sambungan dilatasi

perlengkapan yang dipasang untuk mencegah kerusakan sambungan dilatasi oleh gempa yang kemungkinan besar terjadi selama umur pelayanan jembatan

909

pengangkatan tanah (heaving)

pengembangan tanah ke atas yang diakibatkan oleh membesarnya volume karena penambahan kadar air

910

pengapian (burner)

alat yang digunakan untuk memanaskan dan mengeringkan agregat pada pengering

911

pengaruh aksi atau beban

gaya atau momen lentur dalam akibat aksi atau beban

912

pengaruh aksi atau beban rencana

pengaruh aksi atau beban yang dihitung terhadap aksi atau beban rencana

913

pengaruh gempa

evaluasi teknis dari pengaruh gerakan gempa pada jembatan seperti gaya inersia, tekanan tanah, tekanan air, dan likuefaksi dan penyebaran lateral yang digunakan dalam perencanaan gempa

914

pengaruh gempa

evaluasi teknis dari pengaruh gerakan gempa pada jembatan seperti gaya inersia, tekanan tanah, tekanan air, dan likuefaksi dan penyebaran lateral yang digunakan dalam perencanaan gempa

915

pengatur ketebalan (Thickness control)

alat pengatur ketebalan hamparan campuran beraspal

916

pengatur udara (air lock damper)

alat pengatur udara yang berfungsi untuk mengatur udara saat pengapian

917

pengatur waktu (timer)

alat untuk mengatur lama pencampuran kering dan basah  campuran beraspal dalam alat pencampur

918

pengelolaan lingkungan hidup

upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup

919

pengembangan (swelling)

pembesaran volume tanah ekspansif akibat bertambahnya kadar air. Potensi pembesaran volume tergantung dari peningkatan kadar air, indeks plastisitas, gradasi dan tekanan overburden

920

pengembangan (swelling)

pembesaran volume tanah ekspansif akibat bertambahnya kadar air. Potensi pembesaran volume ini tergantung pada komposisi mineral, peningkatan kadar air, indeks plastisitas, kadar lempung  dan tekanan tanah penutup

921

pengembangan kawasan

suatu kegiatan yang menyebabkan adanya perubahan skala dan/atau jenis kegiatan dan/atau usaha di suatu kawasan

922

pengemudi

orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang secara langsung mengawasi calon pengemudi yang sedang belajar mengemudikan kendaraan bermotor [PP-RI No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi]

923

pengerasan permukaan (case hardening)

suatu proses pengerasan permukaan logam, umumnya  baja karbon rendah, dengan menambahkan unsur melalui permukaan bahan, membentuk lapisan tipis pada suatu paduan yang mengeras.

924

pengering (dryer)

drum untuk pengering agregat

925

penggetar

Alat yang dapat bergetar yang ditempatkan dekat pintu bukaan bin dingin dan saringan panas

926

penggetar eksternal

penggetar berbentuk meja, papan, atau lempeng yang dalam penggunaannya beton yang akan dipadatkan ditempatkan di atasnya

927

penggetar internal

penggetar berbentuk jarum atau batang yang dalam penggunaannya dimasukkan ke dalam lapisan beton yang akan dipadatkan

928

penghalang kelembaban vertikal (vertical moisture barrier)

suatu cara penanganan tanah ekspansif dengan menghalangi migrasi lateral kelembaban air menggunakan geomembran sehingga variasi kadar air akibat perubahan musim dapat dihindari atau diminimalkan

929

penghubung geser

suatu bagian struktur yang menghubungkan dua bahan atau lebih yang berbeda sehingga dapat bekerja bersama-sama (komposit)

930

penguatan presipitasi = pengerasan alami = pengerasan dispersi (precipitation strengthening = age hardening = dispersion hardening)

perlakuan panas  yang digunakan untuk memperkuat bahan yang mudah dibentuk terutama paduan bukan besi termasuk paduan struktural seperti alumunium, magnesium, titanium, dan beberapa baja tahan karat (stainless steel).

931

pengumpul debu (dust collector)

unit pengumpul debu dari pengeringan agregat

932

pengumpul debu (dust collector)

alat pengumpul debu yang berfungsi sebagai alat kontrol polusi udara

933

pengurangan kecelakaan

suatu upaya peningkatan keselamatan jalan dengan pertimbangan pendekatan ekonomis melalui perbaikan jalan di suatu lokasi kecelakaan yang dianggap rawan kecelakaan.

934

pengurangan kecelakaan atau accident reduction

suatu atau serangkaian upaya peningkatan keselamatan jalan yang dilakukan melalui perbaikan jalan di suatu lokasi kecelakaan yang dianggap rawan kecelakaan

935

penuaan (aging)

proses mempercepat kerusakan untuk mengetahui ketahanan bahan terhadap pengaruh lingkungan

936

penurunan awal

penurunan yang terjadi selama beban bekerja yang mengakibatkan tekanan air pori berlebih pada lapisan tanah bawah permukaan. Apabila lapisan tanah relatif tebal dengan permeabilitas rendah, maka kelebihan tekanan pori tidak teralirkan. Tanah ini mengalami deformasi akibat tegangan geser meskipun tidak terjadi perubahan volume, sehingga penurunan vertikal akan terjadi seiring dengan pengembangan lateral

937

penurunan konsolidasi primer

penurunan yang terjadi seiring dengan waktu di mana kelebihan tekanan pori dapat diabaikan karena adanya drainase. Perubahan volume serta penurunan terjadi akibat tekanan pori dan tegangan efektif tanah. Laju konsolidasi ini ditentukan oleh lajunya pengaliran air akibat gradien hidraulik yang tergantung pada karakteristik tanah, batasan lokal dan kontinuitas aliran drainase

938

penurunan primer

penurunan akibat proses berkurangnya volume tanah jenuh yang memiliki permeabilitas yang kecil akibat drainase sebagian air pori yang berlangsung sampai tekanan air pori ekses yang terbentuk akibat kenaikan tegangan total terdisipasi sempurna

939

penurunan sekunder

penurunan yang berlangsung setelah penurunan primer selesai dan pada tanah tidak terjadi lagi perubahan tegangan efektif (konstan)

940

penyebaran lateral

fenomena tipikal dimana tanah bergerak horisontal akibat likuefaksi

941

penyebaran lateral

fenomena tipikal dimana tanah bergerak horizontal akibat likuefaksi

942

penyelimutan

kemampuan aspal emulsi menyelimuti permukaan pasir silika

943

penyelimutan agregat terhadap aspal

persentase luas permukaan agregat yang diselimuti aspal terhadap seluruh permukaan agregat

944

penyelimutan aspal terhadap agregat

persentase luas permukaan agregat yang diselimuti aspal terhadap seluruh permukaan agregat

945

penyerapan air

air yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat.

946

penyerapan air

air yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat

947

penyerapan air

air yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat

948

penyerapan aspal

aspal yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat

949

penyerapan aspal

aspal yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat.

950

penyerapan aspal

aspal yang diserap agregat dinyatakan dalam persen terhadap berat agregat

951

penyerapan suara atau sound absorption

penurunan intensitas energi gelombang suara karena adanya pemantulan, interferensi frekuensi, dan gejala lain yang terjadi ketika gelombang menembus suatu bahan penghalang

952

Penyiangan

Pembersihan lahan tanah di sekitar tanaman dari tumbuhan liar.

953

Penyulaman

Penanaman kembali tanaman yang sudah mati.

954

penyulingan

pemisahan fraksi dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didih

955

penyusutan (shrinkage)

pengecilan volume yang terjadi pada tanah ekspansif apabila kadar air tanah berkurang hingga mencapai lebih kecil dari nilai batas susutnya

956

penyusutan (shrinkage)

pengecilan volume tanah ekspansif akibat berkurangnya kadar air. Potensi pengecilan volume ini terjadi apabila nilai kadar air  lebih kecil dari nilai batas susutnya

957

perambuan sementara

penempatan rambu-rambu yang sifatnya sementara, bisa dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan.

958

perambuan sementara 

rambu yang sifatnya sementara, bisa dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan

959

perambuan untuk pekerjaan jalan

pemasangan rambu-rambu sementara untuk mengatur lalu lintas sehubungan ada pekerjaan jalan/jembatan atau gangguan pada jalan

960

perangkat angkur

perangkat yang digunakan pada sistem prategang pasca tarik untuk menyalurkan gaya pasca tarik dari tendon ke beton

961

perangkat angkur strand majemuk

perangkat angkur yang digunakan untuk strand, batang atau kawat majemuk, atau batang tunggal berdiameter > 16 mm  dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam standar ini

962

perangkat angkur strand tunggal

perangkat angkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter 16 mm atau kurang yang sesuai dengan standar ini

963

percepatan (AM)

percepatan pada observasi ke m, yang dihitung sebagai selisih antara dua data kecepatan sesaat yang berurutan

964

percepatan rata-rata (AR)

percepatan rata-rata, yang dihitung sebagai nilai rata-rata dari sejumlah data percepatan (AM)

965

peremaja

bahan yang digunakan untuk meremajakan/melunakkan bitumen asbuton agar bitumen memiliki karakteristik yang sesuai sebagai bahan pengikat pada campuran beraspal

966

pergeseran (shoving)

pergeseran lapisan perkerasan beraspal ke arah samping atau ke bagian tepi luar perkerasan

967

periode alami

waktu getar dari jembatan yang bergetar bebas

968

periode alami

waktu getar alami dari jembatan yang bergetar bebas

969

perkerasan beton bersambung tanpa tulangan (Jointed Unreinforced Concrete Pavement)

jenis perkerasan beton semen yang dibuat tanpa tulangan dengan ukuran pelat mendekati bujur sangkar, dimana panjang dari pelatnya dibatasi oleh adanya sambungan-sambungan melintang. Panjang pelat dari jenis perkerasan ini berkisar antara 4-5 meter.

970

perkerasan beton semen (rigid pavement)

suatu struktur perkerasan yang umumnya terdiri dari tanah dasar, lapis pondasi bawah dan lapis beton semen dengan atau tanpa tulangan.

971

perkerasan beton semen bersambung dengan tulangan (Jointed Reinforced Concrete Pavement)

jenis perkerasan beton yang dibuat dengan tulangan, yang ukuran pelatnya berbentuk empat persegi panjang, dimana panjang dari pelatnya dibatasi oleh adanya sambungan-sambungan melintang. Panjang pelat dari jenis perkerasan ini berkisar antara 8-15 meter.

972

perkerasan beton semen dengan lapis beton aspal (asphaltic concrete surfaced rigid pavement)

berupa perkerasan beton yang bagian permukaannya diberi lapisan beraspal.