Selamat Datang   |   Register   |   Login   
    
Pencarian berdasarkan:
:
:
Total : 2001 record
Istilah dan Definisi
1231 keruntuhan lereng (slope failure)
Suatu proses pergerakan dan perpindahan massa tanah atau batuan yang dapat terjadi dengan variasi kecepatan dari sangat lambat sampai sangat cepat dan tidak terkait banyak dengan kondisi geologi lokal. Keruntuhan bersifat lokal atau skala kecil dan umumnya terjadi pada lereng galian atau timbunan yang dibuat manusia
1232 keruntuhan tanah (ground failures)
suatu proses perpindahan massa tanah/batuan dengan arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan awal. Dalam pengertian ini termasuk amblesan, penurunan tanah karena pengembangan, rangkakan permukaan, dan gerakan tanah
1233 kerusakan
kecelakaan yang tidak menimbulkan korban luka atau meninggal dunia, melainkan hanya mengakibatkan kerusakan kendaraan dan kerugian materi dari kerusakan tersebut
1234 kisi-kisi
ganjal yang terbuat dari kayu dengan penampang 10 cm x 10 cm dengan panjang + 1 m, dipergunakan sebagai ganjal sementara gelagar jembatan dalam proses pelaksanaan pemasangan bantalan
1235 klasifikasi keruntuhan lereng
Untuk menyeragamkan istilah, memudahkan pengenalan tipe keruntuhan lereng, dan membantu dalam menentukan penyebab dan pemilihan cara penanggulangan. Pengelompokkan lereng longsor berdasarkan jenis material dan batuan dasar, jenis gerakan dan bentuk bidang keruntuhannya serta kecepatan gerakannya
1236 klasifikasi tanah
informasi mengenai sifat-sifat teknik tanah yang didapat dari hasil pengujian kadar air, batas-batas Atterberg, distribusi ukuran dan kepadatan butir
1237 Koefisien Drainase
Faktor yang digunakan untuk memodifikasi koefisien kekuatan relatif sebagai fungsi yang menyatakan seberapa baiknya struktur perkerasan dapat mengatasi pengaruh negatif masuknya air ke dalam struktur perkerasan.
1238 koefisien gempa horisontal ekuivalen
koefisien gempa horizontal yang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor daktilitas ijin
1239 koefisien gempa horisontal rencana
koefisien yang digunakan untuk mengalikan berat jembatan agar diperoleh gaya inersia dalam arah horizontal untuk perencanaan gempa
1240 koefisien gempa horizontal ekuivalen
koefisien gempa horizontal yang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor daktilitas ijin
1241 koefisien gempa horizontal rencana
koefisien yang digunakan untuk mengalikan berat jembatan agar diperoleh gaya inersia dalam arah horizontal untuk perencanaan gempa
1242 koefisien kompresi sekunder
gradien bagian yang lurus dari kurva pembacaan dial terhadap logaritmik waktu dari uji oedometer yang terjadi setelah konsolidasi primer selesai
1243 komersial
lahan niaga (sbg. Contoh: toko, restoran, kantor) dengan jalan masuk langsung bagi pejalan kaki dan kendaraan.
1244 kompon
bahan mentah yang diperoleh dari campuran bahan baku karet ditambah bahan-bahan lainnya untuk meningkatkan kekuatan dan keawetan dari karet
1245 kompon
substansi kimia yang berisi dua atau lebih elemen kimia yang terikat secara kimiawi yang berbeda pada perbandingan tertentu.
1246 komponen horizontal
bagian kereb yang berbatasan langsung dengan perkerasan, berupa bidang datar yang merupakan kelanjutan dari muka kereb
1247 komponen vertikal
bagian kereb yang meninggi yang menentukan tingkat halangan kereb terhadap kendaraan
1248 kondisi ruang pengujian geotekstil
kondisi udara pada ruang uji dijaga untuk memiliki kelembaban relatif 65 5 % dan temperatur 21 2o C
1249 kondisi ruang pengujian geotekstil
udara pada saat pengujian dipertahankan pada kelembaban (65 5)% dari kelembaban relatif dan pada suhu (21 2) C
1250 kondisi ruang saat pengujian
udara yang dipertahankan pada kelembapan (65 5)% dari kelembapan relatif dan pada suhu (21 2) C
1251 konflik lalu lintas
suatu kondisi dimana gerakan satu kendaraan atau lebih yang akan menyebabkan peristiwa tabrakan lalu lintas apabila kendaraan tersebut tidak melakukan suatu manuver mengerem atau mengelak
1252 konflik lalu lintas
suatu kondisi lalu lintas dengan pergerakan dua kendaraan atau lebih yang saling mendekati dalam suatu ruang dan waktu, yang dekat ke suatu peristiwa tabrakan, yang apabila salah satu kendaraan atau keduanya tidak melakukan tindakan (mengerem atau mengelak) akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas [TRRL, 1987]
1253 konsistensi
keadaan relatif tanah ketika tanah masih mudah untuk dibentuk
1254 konsumsi bahan bakar minyak (KBBMi)
jumlah bahan bakar minyak untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah liter per kilometer
1255 konsumsi ban (KBi)
jumlah ban untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per 1000 kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah ekivalen ban baru per 1000 kilometer
1256 konsumsi oli (KOi)
jumlah oli untuk suatu jenis kendaraan i, yang dipakai dalam pengoperasian suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh. Satuannya adalah liter per kilometer
1257 konsumsi suku cadang (Pi)
konsumsi suku cadang relatif terhadap harga kendaraan baru suatu jenis kendaraan i per juta kilometer
1258 konus
logam terbuat dari baja keras, yang bagian ujungnya berbentuk kerucut dengan sudut 30 untuk bahan granular. Untuk hal-hal khusus seperti tanah berbutir halus digunakan kerucut dengan sudut 60, penggunaan sudut konus akan menentukan pula rumus atau grafik hubungan nilai DCP dan CBR yang harus digunakan untuk menentukan nilai CBR (gambar pada Lampiran A)
1259 korban luka berat
korban yang karena luka-lukanya menderita cacat tetap atau harus dirawat dalam jangka waktu lebih dari 30 hari sejak terjadi kecelakaan (PP No 43 Th l993, Pasal 93)
1260 korosi baja
menurunnya mutu baja akibat bereaksi dengan lingkungan secara elektrokimia yang berakibat mengalirnya arus listrik