Program Nasional Perumusan Standar
| No | Judul | No ICS | Jangka Waktu | Ruang Lingkup | Acuan |
Merevisi No |
Tahun | Bidang | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Adopsi |
Normatif |
||||||||
| 1 | Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan | 93.010 | 2 |
Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama konstruksi di lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau batu) terutama untuk material urugan. | ICOLD 56-1986 : | -UU No. 18-1999 : Jasa Konstruksi -SNI 03-1731-1989 : Tata Cara Keamanan Bendungan. |
SNI 03-6465-2000 | 2009 | Sumber Daya Air |
| 2 | Metode Pemilihan Lokasi Pos Duga Air di Sungai. Judul direvisi menjadi: Tata cara pemilihan lokasi pos duga arus air di sungai | 07.060 | Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan pos duga air yang akan dipakai. | BS, 1964 part | -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka -ISBN 92-63-10519-7 : Meteorological Organization |
SNI 03-2526-1991 | 2004 | Sumber Daya Air | |
| 3 | Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium | 19.020 | Standar ini menentukan besaran keruntuhan satu dimensi yangterjadi bila tanah tak jenuh digenangi atau dibasahi dengan cairan. Standar ini menentukan besarn potensi keruntuhan yang terjadi pada suatu tegangan vertical dan indeks poteni keruntuhan. Cara uji meliputi pengaturan dan penyiapan benda uji peralatan, serta prosedur untuk mengukur perubahan tinggi benda uji sehubungan dengan terjadinya keruntuhan | Baru | - | Sumber Daya Air | |||
| 4 | Spesifikasi beton berserat dan beton semprot | Spesifikasi ini mencakup seluruh jenis beton berserat yang diperuntukan bagipembeli yang bahan-bahannya dicampur merata dan dapat diambil contohnya dan diuji di tempat penyerahan. Spesifikasi ini tidakmencakup penempatan, pemadatan, perawatan atau perlindungan beton berserat sesudah diterima oleh pembeli | Baru | - | |||||
| 5 | Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai | Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi, penentuan frekuensi, cara pengambilan dan pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air | Baru | - | |||||
| 6 | Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan Metode Hantush Beirsch | 19.020 | Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan semur terseburt melalui analisis dara uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) menggunakan metode Hantush-Bierschenk) | Baru | - | Sumber Daya Air | |||
| 7 | Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS | 93.010 | Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yangmerupakan bagian dari bangunan air. Tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dapat digunakan untuk jenis banuan air seperti bottom controller, bangunan utama, bendung, pelimpah, waduk, bengunan pembagi debit, bangunan plimpah samping, bangunan terjun, bangunan pelimpah kantong lahar, cause way dan submersile bridge | Baru | - | Sumber Daya Air | |||
| 8 | Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan | 93.010 | Standar ini memberikan prinsip umum cara desain bendungan tipe urugan tanah homogen, zonal dan membran serta tanggul penutup/tanggul banjir | Baru | 2002 | Sumber Daya Air | |||
| 9 | Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan | 93.010 | Standar ini membahas tentang stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan, dengan mempertimbangkan kondisi pem,bebanan, sifat-sifat teknik material, tekanan air pori dan factor keamanan minimum untuk desain. Analisis stabilitas untuk bendungan tipe urugan dianjurkan dilaksanakan berdasarkan standar ini akan diberikan dalam suatu dokumentasi teknis untuk analisis stabilitas | Baru | 2002 | Sumber Daya Air | |||
| 10 | Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana rsni | Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun sederhana campuran 5 lantai yang dibangun di lingkungan baru mempunyai KDB 50%, KLB 1,25 atau kepadatan maksimal 1736 jiwa/ha, pada lahan matang dengan keimiringan sampai 5%. | Baru | - | |||||
| 11 | Tata cara perencanaan lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan | Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta ketentuan-ketentuan teknis untuk pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun dengan kepadatan 120 - 444 jiwa/ha | Baru | - | |||||
| 12 | Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan | 93.040 | Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan pondasi batu kali dalam berbagai komposisi spesi - Pemasangan anstamping/batu kosong - Pembuatan pondasi sumuran - Pembuatan tiang pancang Tata cara inimemuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yng dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan | Hasil Litbang | Baru | 2002 | Rekayasa Jalan dan Jembatan | ||
| 13 | Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan | Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan beton tumbuk dan beton normal untuk pekerjaan beton bertulang - Pembuatan tiang pancang dan prestres beton - Pemasangan water stop danbekisting berbagai komponen struktur bangunan - Pembuatan sloop, kolom praktis dan ring balok Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan | -SNI 03-2834-2000 : Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal -SNI 03-2847-1992 : Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung -SNI 03-3976-1995 : Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton |
Baru | 2005 | Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman | |||
| 14 | Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap | Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan bahan atap genteng keramik, genteng beton, asbes gelombang, fiberglas, genteng aspal, gentengmetal, sirap dan alumunium - Pemasangan lapisan sasalation/alumunium foil Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan | Baru | - | |||||
| 15 | Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pipa dan saniter | Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan kloset duduk, klosest jongkok, badcuip, urinoir, bak mandi fibreglas, bak cuci piring, wastafel dan floor drain - Pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso - Pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan | Baru | - | |||||
| 16 | Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan alumunium | Tata cara disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. | -SNI 03-6861.1-2002 : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam) -SNI 03-6861.2-2002 : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan Dari Besi/Baja) |
Baru | - | ||||
| 17 | Spesifikasi untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan struktural unutk metode LRFD | Spesifikasi ini mencakup prosedur untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan structural untuk digunakan dalam desain factor beban dan tahanan (DFBT). Tahanan referensi yang diturunkan dari spesifikasi ini berlaku untuk desain struktur yang disebut dalam kombinasi beban dalam ASCE 7-88 | Baru | 2002 | |||||
| 18 | Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia | Tata Cara ini meliputi persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur kayu untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung. | Baru | 2003 | |||||
| 19 | Standar pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan sekitarnya | Standar ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan dan menetapkan kebutuhan minimum pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan kawasan sekitarnya yang tidak memiliki sistem jaringan hidran kebakaran yang mencukupi dan andal, sehingga air harus diangkut dari sungai, danau, kanal, teluk, sungai kecil, kolam, sumur, waduk atau sumber air serupa lainnya yang tersedia sebagai pasokan hisap | Baru | - | |||||
| 20 | Tata cara pengklasifikasian jenis penggunaan bangunan berdasarkan peringkat ancaman bahaya kebakaran | Standar ini menjelaskan suatu cara untuk mengestimasi ancaman bahaya relatif terhadap keselamatan jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran sesuai jenis penggunaan bangunan | Baru | - | |||||
| 21 | Spesifikasi Pipa PVC untuk Air Minum | Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan klasifikasi dan persyaratan teknis pipa PVC. | Baru | - | |||||
| 22 | Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing | Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil; 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. | Baru | - | |||||
| 23 | Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal | 13.030.10 | Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran dan bahan komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 keluarga antara 5 samapi dengan 7 jiwa dan komunal untuk melayani 10 KK atau antara 50 - 70 jiwa | -SNI 0162-87-A : Pipa PVC untuk saluran air buangan di dalam dan di luar bangunan -SNI 1300-89-A : Ember plastik, mutu |
Baru | - | Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman | ||
| 24 | Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik | 13.030.10 | Spesifikasi ini memuat persyaratan kandungan kimia, fisik dan bakteri yang harus dicapai dari hasil olahan sampah organic domestic menjadi kompos | -CAN/BNQ 0413-200 : A national canadian standard for the composting industry -AAFC T-4-93 : Agriculture and Agri-Food Canada, Criteria trade memorandum T-4-93: the maximum trace element concentrations within product -BCR 334/93, November 19, 1993 : British Columbia Regulation class 1 compost regulation -EPA Regulation 503 : (United states, environmental protection agency 1992) : trace element concentrations in soil, compost or from studge |
Baru | - | Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman | ||
| 25 | Perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman Monteith (FAO). | 07.060 | Pedoman ini membahas tentang langkah perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, topografi yang diperlukan. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan dengan tujuan terbatas untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potential tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. | Baru | 2003 | Sumber Daya Air | |||
| 26 | Perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield | 07.060 | Pedoman Perhitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup data yang digunakan, penyaringan data, perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil perhitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). | Baru | 2004 | Sumber Daya Air | |||
| 27 | Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor dengan sumur pantau (D 4750-87) | 17.040 | Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur tinggi muka air di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau yang menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Ada tiga pilihan cara pengukuran yaitu : 1. Alat ukur dengan pemberat 2. Alat ukur dengan tanda bunyi 3. Alat ukur dengan tanda nyala (Elektrik) Cara pengukuran dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur dengan muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air static pada lubang bor atau sumur pantau. | ASTM D 4750 1993 | Baru | 2003 | Sumber Daya Air | ||
| 28 | Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode Penduga Neutron | 19.080 | Standar ini membahas mengenai tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, metode pemeriksaan dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan. Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini : a. Sebagai suatu teknik yang cepat dalam menguji kadar air batuan dan tanah di tempat secara tidak langsung pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. b. Dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik, karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama. | ASTM D 5220 | Baru | 2003 | Sumber Daya Air | ||
| 29 | Tata cara penentuan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal dan long normal dalam rangka eksplorasi air tanah. | 19.080 | Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan ke dalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahanan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, ke dalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan. | ASTM D 5434-93 | Baru | 2003 | Sumber Daya Air | ||
| 30 | Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (D 3385-88) | 17.0402 | Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Tata cara ini dapat dilakukan : a. di permukaan tanah atau pada kedalaman tertentu dalam galian, pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi; b. pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10 -6m/s sampai 10-2m/s c. untuk mempelajari pembuangan limbah cair, evaluasi tangki septic, efisiensi drainase, kebutuhan irigasi, imbuhan air tanah, kebocoran saluran dan bendungan. | ASTM D 3385-88 | Baru | 2003 | Sumber Daya Air | ||