Konstruksi Selesai 100 %, PLBN Terpadu Aruk Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Perbatasan Kalbar

Konstruksi Selesai 100 %, PLBN Terpadu Aruk Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Perbatasan Kalbar

440 29 Print

Sambas - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu  Aruk di Kabupaten Sambas Provinsi  Kalimantan Barat (Kalbar) sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pecepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada (11/1/2021) lalu. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan PLBN juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. "Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," katanya. 

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) juga sebagai Ketua Tim Pengawas Tentang Pembangunan Daerah Perbatasan DPR RI (Timwas Perbatasan) Rachmat Gobel, Jumat (12/8/2022) saat meninjau PLBN Terpadu Aruk berharap agar Pemerintah Provinsi Kalbar serius melanjutkan harapan pemerintah pusat dalam membangun ekonomi dan kesejahteraan sosial di kawasan perbatasan. 

"Pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial merupakan perhatian utama kami di Timwas Perbatasan DPR RI untuk itu keberadaan PLBN tersebut yang telah dibangun Kementerian PUPR di perbatasan dengan Malaysia harus sungguh-sungguh dapat menjadi perhatian utama kita," kata Rachmat Gobel. 

Pembangunan PLBN Terpadu Aruk di Kabupaten Sambas terbagi menjadi 3 tahap. Tahap 1 (zona inti) dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp131 miliar meliputi, bangunan utama, pemeriksaan kargo kedatangan dan gudang sita, car wash/disinfectant, utilitas, check-point, monumen tasbara, gerbang kedatangan serta keberangkatan, jembatan timbang, infrastruktur jalan, pendestrian dan lanskap.

Tahap 2 dibangun dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp210 miliar meliputi, mess pegawai, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, masjid, gereja, pasar, rest area, bangunan utilitas, infrastruktur jalan, pendestrian dan lanskap. Sedangkan untuk Tahap 3 dibangun dengan anggaran sebesar Rp4,3 miliar meliputi, Patung Bung Karno, bangunan X-Ray, dan gerbang otomatis. 

Konsep arsitektur desain PLBN Aruk mengadopsi Rumah Panjang yang merupakan rumah tradisional suku dayak. Kesan bangunan pun semakin modern dengan atap yang menjulang tinggi dihiasi dengan ukiran tradisonal suku dayak.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalbar Deva Kurniawan Rahmadi mengatakan, untuk mengoptimalkan terbangunnya PLBN Aruk Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya membangun Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) IKK Aruk di Kecamatan Sajingan Kabupaten Sambas berkapasitas 30 liter per detik melalui jaringan perpipaan yang dibagi dalam 3 tahap yaitu, tahap 1 pada tahun 2013 senilai Rp19 miliar, tahap 2 tahun 2021 senilai Rp1,9 miliar, dan tahap 3 tahun 2022 senilai Rp5 miliar," jadi total anggaran keseluruhan sebesar Rp26 miliar," terangnya. 

"Sedangkan Untuk PLBN Aruk sendiri  berkapasitas 5 liter per detik atau setara 400 Sambungan Rumah (SR), untuk Desa Kalian 500 SR dan Desa Sebunga 1000 SR, tinggal 500 SR untuk pengembangannya ke depan," tambah Deva. 

Adapun kegiatan tersebut meliputi, pekerjaan pipa HDPE 250 mm, pekerjaan pipa HDPE 110 mm, pekerjaan pipa HDPE 90 mm, dan pengadaan dan pemasangan Sambungan Rumah (SR). 

Atik (44) salah satu warga Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas yang berjualan makanan kering di kios PLBN Aruk mengungkapkan, sebelum dibangunnya kios di PLBN kami berjualan di rumah," setelah dibangunnya PLBN kami berjualan disana, Alhamdulillah pembeli ramai, karena banyaknya yang berkunjung ke perbatasan untuk melihat kemegahan PLBN sambil berwisata," ujarnya. 

Lancarnya akses transportasi tersebut dirasakan oleh warga di sekitar Perbatasan Aruk, terutama masyarakat Kecamatan Galing dan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Seperti yang diungkapkan Petani Karet di Kecamatan Galing, Majid (47).

"Harus menempuh waktu selama 1 minggu hanya untuk berbelanja ke Sambas. Satu-satunya cara ya pakai bekayuh, makan waktu satu minggu pulang pergi. Dulu di sini kan memang hutan, hadirnya PLBN Aruk lengkap serta akses jalan membuat kami menjadi semakin mudah pergi ke mana-mana, termasuk untuk berbelanja di Sambas ataupun pergi ke tempat lainnya," tandas Majid. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Direktur Bina Teknik Ditjen Sumber Daya Air Muhammad Rizal, Direktur Pembangunan Jalan Satrio Sugeng, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalbar Herlan Hutagaol, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak Pramono, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Kalbar Sumihar Panjaitan.(HAL/Iwn)

Terima kasih telah berpartisipasi merespon kuis ini..

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait