Slide 1

Berita PUPR > PLBN Terpadu Skouw Diresmikan Presiden Jokowi


Rabu, 10 Mei 2017, Dilihat 969 kali

Jayapura - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (9/5). Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan pembangunan daerah perbatasan tidak boleh dilupakan karena merupakan beranda terdepan Indonesia. Oleh karenanya pembangunan daerah perbatasan Skouw harus menjadi kebanggaan Indonesia dan menciptakan kantong ekonomi baru.

"Ini wajib. Jangan sampai pembangunan kantor (PLBN) tidak memberikan efek apa-apa. Harus dibangun pasar modern. Tahun depan pasar tersebut harus sudah selesai. Dikerjakan siang malam dengan 3 shift. Jumlah kiosnya juga ditambah untuk penduduk Papua," katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur Papua Lukas Enembe, Walikota Jayapura Daniel Pahabol, Anggota Komisi V DPR RI Willem Wandik, para tokoh agama dan adat Provinsi Papua serta masyarakat.

Mendampingi Menteri Basuki dari Kementerian PUPR yakni Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Dirjen Penyediaan Perumahan Syarief Burhanudin, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, dan pejabat pratama Kementerian PUPR lainnya.

Presiden Jokowi mendorong agar ekspor barang-barang ke Papua Nugini (PNG) melalui PLBN Skouw meningkat. "Harga kita bisa bersaing, baik itu sembako, garmen, elektronik. Semua barang tersebut kita punya. Bagaimana menggerakkan masyarakat disini agar bisa mendapatkan barang-barang tersebut, lalu menjualnya ke Papua Nugini," jelas Jokowi.

Ditambahkan Jokowi praktek penyeludupan diperbatasan dihentikan. Barang yang keluar masuk perbatasan harus barang legal dan resmi karena yang akan merasakan manfaatnya juga masyarakat.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe dalam laporannya mengatakan jumlah pelintas batas di Skouw tahun lalu mencapai 116 ribu orang dimana 90 persen merupakan warga PNG dengan nilai transaksi sebesar Rp 25 miliar.

Pembangunan infrastruktur di Papua diakui Presiden Jokowi sangat berat karena kondisi geografis  pegunungan, sungai lebar, dan daerah rawa. Seperti halnya pembangunan jalan Wamena-Kenyam yang akan dikunjungi pada Rabu (10/5), medannya sangat berat sehingga dikerjakan oleh Kementerian PUPR dibantu dengan TNI AD untuk membuka jalan. "Belum seluruhnya teraspal, tetapi yang terpenting jalannya dibuka dulu," kata Presiden Jokowi.

Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sebanyak pembangunan Tahap 1 Tujuh PLBN atau "Seven Borders of Indonesia" telah selesai pembangunannya tahun 2016.

Pembangunan PLBN Terpadu Skouw, Tahap 1 difokuskan pada pengembangan Zona Inti seluas 10,7 Ha dengan luas total bangunan 4.761 m2, meliputi Bangunan Utama PLBN, Bangunan Pemeriksaan Kargo Terpadu, Bangunan Utilitas, Keberangkatan dan Kedatangan (check point), Klinik, Car Wash, Gudang Sita, Jembatan Timbang, Koridor Pejalan Kaki, serta Gerbang dan Monumen Lintas Batas Negara (TASBARA). Besaran alokasi APBN untuk pembangunan PLBN Terpadu Skouw Tahap 1 adalah Rp 165,9 Milyar.

Selanjutnya untuk mendukung kegiatan sosial-ekonomi pada kawasan PLBN Skouw, mulai dikembangkan pada Tahap Kedua (2016-2018) pengembangan Zona Sub Inti dan Pendukung PLBN seluas 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9921 m2, yang meliputi : pasar dan area komersial (3600 m2 untuk sekurang-kurangnya 400 kios), fasilitas umum (rest area, ATM Center), fasilitas sosial (plaza dan ruang terbuka hijau), mess pegawai, dan pos TNI/POLRI.

Jumlah tenaga kerja yang terlibat berjumlah 340 orang dengan melibatkan 62 orang tenaga kerja asal Papua (18,2%) dengan rincian 5 tenaga ahli, 18 tenaga terampil dan 39 tenaga buruh).

Dalam rangka mendukung kawasan PLBN Skouw juga dikembangkan Jalan Perbatasan sepanjang kurang lebih 1100 KM dari Jayapura hingga Merauke. Hingga tahun 2016, telah tersambung 886 KM dan pada tahun 2017 akan dilanjutkan pembangunan jalan perbatasan baru. Sisa penanganan sepanjang 204 KM diharapkan dapat dituntaskan pada tahun 2019 mendatang.

Pada kawasan perbatasan juga telah dibangun 50 unit Rumah Khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami dan revitalisasi rumah khusus sebanyak 50 unit bagi pegawai negeri sipil/ASN di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami. Unit rumah khusus dimaksud memiliki Tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu, yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase dan listrik.

Selain itu dikembangkan infrastruktur perkotaan, terutama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 50 liter/detik antara lain untuk melayani 577 Sambungan Rumah.(Gtv)



‚Äč