Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Cipta Karya Selesaikan Dua Proyek Senilai Rp 24,8 miliar di Sumatera Utara


Sabtu, 27 Januari 2018, Dilihat 1496 kali

Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyelesaikan dua infrastruktur yaitu Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Medan dan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) di Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara. Dua proyek sanitasi dan air minum tersebut senilai Rp 24,8 miliar yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Komplek PDAM Tirtanadi, Medan, Jumat (26/1/2018).
 

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan Dzulmi Edin, dan Direktur PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo. Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Menko PMK Puan Maharani. Pada acara tersebut sekaligus diluncurkan Layanan Sambungan Rumah Air Minum Online dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Kota Medan.

“Dengan adanya IPLT on site ini, limbah yang dibawa truk tinja akan diolah di IPLT. Hasil pengolahannya berupa lumpur yang dikeringkan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. Disamping itu air hasil pengolahannya juga aman dibuang ke saluran air,” kata Basuki.

Sementara, Menko PMK Puan Maharani menyampaikan pesan agar infrastruktur yang dibangun dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta melakukan pemeliharaan karena usai diresmikan kedua infrastruktur tersebut, dihibahkan kepada masing-masing Pemerintah Kota/Kabupaten yang akan dikelola oleh PDAM. “Urusan sanitasi dan air minum menjadi hal yang penting dalam mendukung Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat,” jelas Puan.

Pembangunan IPLT Kota Medan dilakukan pada tahun 2017 dengan biaya Rp 6,6 miliar, sementara SPAM IKK Serdang Bedagai dibangun pada tahun 2016 dengan biaya sebesar Rp 18,2 miliar. IPLT Kota Medan dibangun dengan kapasitas pengolahan  100 m3/hari yang ditargetkan dapat melayani 50.000 rumah. Namun demikian, untuk dapat melayani seluruh Kota Medan masih diperlukan pembangunan sebanyak 4 IPLT. Sedangkan, SPAM IKK Kabupaten Serdang Bedagai memiliki kapasitas 50 liter/detik yang dapat melayani hingga 5.000 rumah. 

Selain itu, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan lumpur tinja dari septic tank harus dikuras/disedot secara periodik untuk menghindari tercemarnya air dan tanah oleh bakteri e coli. “Lumpur tinja harus di olah di IPLT. Truk penyedot tinja juga tidak boleh sembarangan membuang lumpur tinja ke sungai karena akan mengakibatkan pencemaran,” tutur Sri Hartoyo. Disamping infrastruktur sanitasi dan air minum, pada tahun 2017, Ditjen Cipta Karya juga melakukan penataan kawasan kumuh di Kota Medan yakni Kelurahan Belawan Sicanang, Titi Kuning dan Suka Maju melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Masing-masing kelurahan mendapat alokasi dana sebesar Rp 500 juta. Infrastruktur yang dibangun berupa jalan lingkungan, drainase dan ruang terbuka hijau. “KOTAKU merupakan program kolaborasi. Tidak hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga melibatkan Pemerintah Daerah dan warga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Kalau masyarakat tidak dilibatkan maka kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh,” tutup Sri Hartoyo. (kompuck)  



‚Äč