Slide 1

Berita Berita Ditjen Cipta Karya > Mewujudkan Pembangunan Rumah Tahan Gempa Dan Prasarana Umum Pasca Gempa Lombok


Selasa, 04 September 2018, Dilihat 408 kali

Bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Lombok sejak 29 Juli 2018 mengakibatkan kerusakan di sejumlah tempat, antara lain Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah dan baru-baru ini berdampak gempa juga melanda di Kabupaten Sumbawa. Bencana gempa tersebut mengakibatkan banyaknya kerusakan sarana dan prasarana umum ke-PU-an seperti rumah tinggal, jalan, jembatan, sekolah, sarana kesehatan, perkantoran, dan fasilitas penting lainnya.
 

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh SNVT Penyediaan Perumahan bahwa terjadi kerusakan rumah tinggal dengan kategori rusak berat sebanyak 17.796, rusak sedang sebanyak 1.846, dan rusak ringan sebanyak 11.392. Sehingga, total kerusakan rumah tinggal di NTB adalah sebanyak 32.717 rumah.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang didampingi Dirjen Cipta Karya Danis Sumadilaga mengungkapkan gerak cepat Kementerian PUPR secara khusus untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Provinsi NTB telah mengirimkan 455 insinyur muda yang merupakan CPNS Kementerian PUPR formasi 2017. Para CPNS ini nantinya akan mendampingi pembangunan rumah rusak berat dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh REKOMPAK dan fasilitator yang akan direkrut oleh Satker PKP Provinsi NTB sebanyak 135 orang selama satu bulan.

Untuk menangani pembangunan rumah, khususnya bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat akan dibangunkan oleh pemerintah rumah tahan gempa dengan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA merupakan teknologi rumah layak huni dan terjangkau menggunakan sistem knock-down dan dapat dibangun secara bertahap. Setiap modul memiliki tiga jenis komponen yang memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam konstruksi bahan bangunan. Konsep RISHA sudah diterapkan sebanyak 10 ribu unit di Nanggroe Aceh Darusalam pasca bencana tsunami serta penerapan model di Jawa Barat, Kepulauan Rias, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Riau, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR, di bidang jalan dan jembatan akan melakukan perbaikan jalan dan perkuatan jembatan, bidang air dan sanitasi akan melanjutkan pelayanan darurat hingga lokasi pengungsian dikosongkan, perbaikan kualitas distribusi untuk Rumah Sakit, penanganan persampahan darurat di daerah Lombok Utara dan Lombok Timur, pembangunan sanitasi komunal permanen untuk mendukung pembangunan kembali rumah masyarakat dengan RISHA, bidang sarana dan prasarana umum akan melakukan rehabilitasi rekonstruksi sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang mengalami kerusakan.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (02/09/2018) melakukan kunjungan langsung ke lokasi pelaksanaan pekerjaan puskesmas darurat di Jl. Raya Pemenang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB untuk melakukan verifikasi langsung progres pelaksanaan pekerjaan. Di samping itu juga, Presiden menyerahkan langsung bantuan buku tabungan kepada masyarakat di Jl. Kaki, Kelurahan Pemenang Baru, Kecamatan Pemenang-Baru, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB. Jokowi berharap agar penanganan sarana prasarana dan fasilitas umum sementara maupun permanen dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu, sehingga dapat membantu masyarakat demi tercapainya pemulihan kondisi fisik, mental, maupun sosial masyarakat kembali seperti semula. (fhr/danang-Randal NTB/ari)