Slide 1

Berita Ditjen Pembiayaan Perumahan > Pemerintah Siapkan Skema Baru Pembiayaan Perumahan Generasi Milenial


Jumat, 14 Desember 2018, Dilihat 306 kali

Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan mengalokasikan dana untuk berbagai skema Pembiayaan perumahan yaitu Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Tidak hanya untuk MBR, untuk meningkatkan jumlah kepemilikan rumah bagi generasi milenial, Pemerintah tengah merumuskan skema baru untuk memudahkan generasi muda atau para milenial memiliki rumah. Mengingat generasi milenial masih cenderung konsumtif dan menyewa tempat tinggal.

Skema baru tersebut saat ini tengah dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan Implementasi skema tersebut akan mulai dilaksanakan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo pada 2019 mendatang.                                                                                

"Kami siapkan skema baru agar para milenial mudah memiliki rumah. Jangan terlena dengan apa yang anda dapatkan sekarang karena nilai uang akan menurun. Segera miliki rumah,” tegas Basuki dalam acara Ulang Tahun Bank BTN ke-42 yang bertajuk “Spirit of KPR BTN - Growing with Millenials”,  Senin (10/12) di Jakarta.

Skema fasilitas pembiayaan perumahan bagi para milenial akan dimasukkan dalam skema bantuan pembiayaan perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri yang selama ini tidak bisa memanfaatkan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) karena adanya batasan maksimal penghasilan sebesar Rp 4 - 7 juta per bulannya sehingga harus menggunakan KPR komersial. 

Menurut Basuki, skema baru nantinya tidak akan dibatasi besaran penghasilannya, suku bunga yang dikenakan dibawah 5%, uang muka 1 persen dan bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta. Kebijakan lain yaitu memanfaatkan tanah milik pemerintah sebagai solusi memenuhi kebutuhan rumah agar harga tetap terjangkau. Menginat, harga tanah terutama di kawasan perkotaan menjadi komponen penentu harga rumah yang terbesar.

"Waktu berjalan cepat, jangan sampai pada saat  pensiun, para milenial sekarang termasuk ASN, anggota TNI/Polri dan karyawan BUMN, nantinya masih belum juga memiliki rumah," ujar Basuki.

Dalam acara tersebut Basuki juga mengapresiasi Bank BTN yang telah berusia 42 tahun dan senantiasa bekerjasama dengan sangat baik dengan Kementerian PUPR dalam penyaluran KPR FLPP kepada MBR. Kerjasama tersebut turut berkontribusi pada keberhasilan Program Satu Juta Rumah.

Sebagai informasi, progres Program Satu Juta Rumah pada tahun 2018  mencapai 1.041.323 unit. Jumlah tersebut melebihi target untuk pertama kalinya tercapai sejak program ini dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2015.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan selama 42 tahun BTN secara konsisten menyalurkan KPR subisidi dan non subsidi dengan total 4,2 juta unit rumah senilai lebih dari Rp 257,6 triliun. Dalam mendukung Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan sejak tahun 2015 silam, BTN sudah menyalurkan KPR untuk 2,2 juta unit rumah kepada masyarakat baik yang subsidi maupun non subsidi.

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Penyediaan Perumahan merangkap Plt. Dirjen Pembiayaan Perumahan  Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erwin Haryono, dan Financial Planner Prita Hapsari Ghozie.



‚Äč