Slide 1

Berita BPPSPAM > Tahun 2019, 140 Ribu Warga Bandung Terlayani Air Minum


Jumat, 11 Januari 2019, Dilihat 440 kali

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Metropolitan Bandung Raya Wilayah Selatan di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Kamis (10/1/2019). Air dari SPAM berkapasitas 350 liter per detik ini akan dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air minum 140 ribu warga Kota Bandung dan Kabupaten Bandung wilayah selatan.

“Air dari SPAM ini akan dimanfaatkan untuk menambah dan meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat Bandung Raya bagian selatan yakni Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Masing-masing untuk Kota Bandung sebanyak 200 liter dan Kabupaten Bandung 150 liter.” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam sambutannya. Hadir dalam acara ini Ketua BPPSPAM, Bambang Sudiatmo; Bupati Bandung Barat, Dadang M Naser ; Kepala Pusat Air Baku dan Air Tanah Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pipa desain SPAM Cimaung dibangun untuk kapasitas 700 liter per detik, namun untuk tahap I baru digunakan untuk menyalurkan air kapasitas 350 liter per detik. Nanti di tahap kedua kapasitas pipa akan dimaksimalkan untuk menuntaskan kebutuhan air minum warga Jabar. Rencananya pada tahun 2020 Pemprov  akan kembali melakukan pembangunan tahap kedua SPAM Cimaung dan SPAM di wilayah Jawa Barat lain.

“Selain SPAM Cimaung Pemprovjuga akan memabngun SPAM Jatigede untuk mengairi air bersih di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Di Jatiluhur ke arah Bekasi sampai Jakarta. Insya Allah dalam 5 tahun tingkat akses air bersih melalui fasilitas seperti ini akan maksimal dan rakyat Jabar akan lebih juara, lebih sehat dan persediaan air lebih memadai," jelasnya.

Emil menuturkan SPAM Cimaung ini merupakan salah satu SPAM tercanggih karena menggunakan teknologi terbaru dengan menghindari penggunaan energi berlebih green WTP (Green Water Treatment Plant). Ditambah teknologi di ruangan khusus (control room) untuk mengontrol seluruh instalasi air yang ada di SPAM tersebut.

"Namanya SCADA, dimana pengelolaannya tidak seperti yang dulu, sekarang sudah fully indoor, fully computerise, dan fully automatic. Saya sangat bangga akhirnya pemerintah provinsi memiliki fasilitas canggih dalam pengelolaan air," ujarnya.

Ketua BPPSPAM, Bambang Sudiatmo menjelaskan SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya Wilayah Selatan Tahap 1 merupakan SPAM di Provinsi Jawa Barat yang dibangun dari dana APBN Kementerian PUPR dan dana APBD Pemprov Jawa Barat. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun SPAM tersebut sebesar 253 Milyar dengan rincian dana APBN yang berasal dari Dirjen Sumber Daya air dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR sebesar Rp. 58 Milyar dan berasal dari dana APBD Provinsi Jawa Barat  sebesar Rp. 195 Milyar.

Dana tersebut digunakan untuk membangun Unit Air Baku berupa pemabngunan bak presedimentasi kapasitas 700 liter/detik dan jaringan pipa tranmisi air baku sejauh 3 kilometer yang berasal dari APBN Ditjen SDA Kementerian PUPR; pembangunan Unit Produksi berupa Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) kapasitas 350 liter/detik, reservoir air bersih kapasitas 6.000 meter³ dan bangunan pengoperasian SCADA yang bersumber dari dana Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR serta  pemasangan jaringan distribusi utama sejauh 33 km dari APBD Provinsi Jabar.

Nantinya SPAM Cimaung ini akan dikelola oleh BUMD Provinsi Jabar yakni PT Tirta Gemah Ripah. Kemudian akan dijual kepada dua BUMD Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yakni PDAM Tirtawening dan PDAM Kertarahardja. Dengan masing masing 16 ribu pelanggan atau untuk melayani 80.000 penduduk  di Kota Bandung dan 12 ribu pelanggan atau untuk melayani 60.000 penduduk di Kabupaten Bandung.



‚Äč