Slide 1

Berita BPSDM > BPSDM Kembali Adakan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV pada Awal Tahun 2019


Senin, 11 Februari 2019, Dilihat 72 kali

Sekretaris BPSDM Memberikan Arahan Terkait Acara

 

Bandung (11-02) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional melaksanakan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV yang dilaksanakan di Balai Diklat PUPR Wilayah IV Bandung pada Hari ini Senin, 11 Februari 2019. Pembukaan Dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia K.M. Arsyad, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi ASN LAN Bandung Hari Nugraha, Kepala Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional Moeh. Adam serta para undangan. Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV kali ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam sambutannya K.M. Arsyad mengatakan bahwa," Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan isu sentral dalam penentuan keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. Mengingat demikian kritikalnya peranan SDM tersebut, adanya pengelolaan yang terencana dan terarah untuk mewujudkan SDM profesional mutlak diperlukan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini".

Hal tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyatakan bahwa salah satu prinsip ASN sebagai profesi adalah berlandaskan pada kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Saat ini, Birokrasi harus mampu menjawab segala tantangan yang timbul akibat perkembangan pesat teknologi melalui reformasi birokrasi, yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas ASN. Peran strategis ASN sebagai pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia menuntut ASN untuk tidak hanya melibatkan perubahan perilaku tetapi juga menyangkut pengambilan-pengambilan keputusan secara profesional yang berdampak pada terlaksananya reformasi birokrasi. Untuk itu, sangat diperlukan peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kapabilitas guna menciptakan ASN yang profesional sebagai penggerak utama keberhasilan pembangunan nasional melalui pelaksanaan reformasi birokrasi.

 

Penyematan tanda peserta pelatihan

 

Nilai-nilai atau ‘values’ SDM ASN yang masih sangat relevan saat ini adalah Profesionalitas yang dijabarkan melalui kata kunci (key factor) : Kinerja, Produktifitas, Etos Kerja (Budaya Kerja), Integritas, Akuntabilitas, serta Pelayanan yang Prima kepada masyarakat. Sudah seharusnya pencapaiannya ditindaklanjuti dengan penyiapan pengembangan SDM ASN untuk mencapai kriteria tersebut. Salah satu kegiatan penyiapan pengembangan ASN diantaranya adalah melalui kegitan pelatihan, yang konsep dan paradigmanya terus bertranformasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang disesuaikan dengan karakteristik organisasi unit kerja.

Pelatihan merupakan bagian integratif yang tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Berbasis Kinerja (atau Performance Based Manajemen) yang didalamnya terdapat : Standar Kompetensi Pegawai dalam suatu Jabatan Pekerjaan, Sistem Pengukuran Kinerja Pegawai dan Sistem Pengembangan Kompetensi Pegawai. Sehingga, kedepan SDM ASN hanya akan mengikuti kegiatan Pelatihan yang spesifik sesuai dengan kebutuhannya untuk pengembangan karier yang bersangkutan, artinya “pegawai akan dengan aktif mencari Pelatihan-Pelatihan yang dibutuhkannya sesuai hasil penilaian kinerja atau assessment” dan bukan sebaliknya yang terjadi saat ini yaitu “lembaga ke-Diklat-an yang mencari peserta Pelatihan”. (Kedepan : Pelatihan akan menjadi magnet (mass (SDM ASN) generator) yang tidak hanya SDM ASN tetapi juga P3K yang ingin bersaing menduduki suatu jabatan pekerjaan di organisasi pemerintah)

 

Foto bersama dengan seluruh peserta

Badan Pengembangan SDM beserta Pusat-Pusat dan Balai-balai Pelatihan Kementerian PUPR, sesuai dengan tugas dan fungsinya serta berpedoman kepada Lembaga Administrasi Negara sebagai institusi Pembina Pelatihan, terus berupaya untuk meningkatkan kinerja mutu penyelenggaraan pelatihan yang merupakan tugas pokok kami atau ‘core businnes’ kami, sebagai wujud dari penyiapan institusi kami dalam mendukung paradigma “Nawacita” serta Refomasi Birokrasi dan ASN dimana salahsatunya dituntut institusi yang memiliki kinerja yang baik. Salahsatu instrumen atau ‘tools’ kami untuk mencapai kinerja atau mutu yang baik adalah dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu yang telah dilakukan disetiap Balai Pelatihan di lingkungan BPSDM Kementerian PUPR, dimana sistem tersebut dilaksanakan, baik untuk kegiatan Pelatihan internal maupun yang bersifat kerjasama melalui jalur PNBP, serta telah tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi mutu / ISO.

"Namun, demikian kami masih perlu terus ‘berbenah’ sesuai dengan tuntutan perubahan dan asas Continuos Improvement untuk semakin baik di dalam pelayanan penyelenggaraan pelatihan. Kiranya kita semua stakeholder ke-Pelatihan-an, yaitu: Penyelenggara, Fasilitator, Mentor, Coach dan Peserta Pelatihan PIM IV ini perlu berKomitmen yang Tulus dan Ikhlas agar pelaksanaan Pelatihan ini pada akhirnya akan bermanfaat khususnya bagi peningkatan kompetensi SDM ASN serta bagi penyelenggaraan infrastruktur kePUPRan karena keluaran dari Pelatihan ini berupa Proyek Perubahan dan/atau Tulisan Lainnya akan berdampak juga bagi peningkatan kualitas pelaksanaan tugas-tugas ke-PUPR-an", tutup KM. Arsyad dalam arahannya. (Balai Diklat Wilayah IV Bandung)