Slide 1

Berita PUPR > Komisi V DPR RI Tinjau Penanganan Longsor di Jalan Nasional Penghubung Kota Pematang Siantar dengan KSPN Danau Toba


Sabtu, 16 Februari 2019, Dilihat 151 kali

SIMALUNGUN - Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Anton Sihombing selaku Ketua Rombongan meninjau penanganan longsor yang terjadi pada Jalan Nasional yang menghubungkan Kota Pematang Siantar dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun. 

Meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Simalungun menyebabkan bencana longsor yang berdampak pada rusaknya ruas Jalan Bts. Kota Pematang Siantar – Parapat – Bts. Kab. Tobasa. Salah satu titik yang rusak berat pada ruas jalan sepanjang 47,92 Km ini adalah di Jembatan Kembar Sidua-Dua. Sejak longsor pertama di tanggal 15 Desember 2018 hingga bulan Januari 2019, telah terjadi 7 kali longsor susulan yang menghantam jembatan tersebut.  

Kepala BBPJN II Medan Selamet Rasidi mengatakan bahwa telah diturunkan alat-alat berat untuk melakukan penanganan yang bersifat pembersihan puing. Sedangkan untuk penanganan permanen akan dilaksanakan oleh BWS Sumatera II karena bersinggungan dengan pengaturan aliran air di wilayah tersebut. 

“Selama penanganan permanen diperlukan, BBPJN II Medan telah mempersiapkan Jalan Lingkar Luar Parapat sepanjang 19,50 Km sebagai jalur alternatif pendistribusian barang yang datang dari Kota Siantar menuju wilayah Parapat dan Kabupaten Toba Samosir”, ujar Selamet. 

Sebagai penanganan jangka menengah, Kepala BWS Sumatera II Roy Pardede menerangkan bahwa perlu dilakukan perkuatan tebing yang rawan longsor dengan menggunakan penanganan soft struktur (susunan geotekstil berisi tanah). Selain itu, tata guna lahan di punggung bukit perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan ketidakstabilan pada tebing.  

“Untuk penanganan mendesak, kami telah melakukan pengalihan air yang turun dari atas tebing dengan menggunakan pipa PVC untuk menghindari bidang longsor,” tambah Roy.  

Selain penanganan terhadap longsor yang terjadi di Kabupaten Simalungun, BWS Sumatera II dan BBPJN II Medan juga akan berkolaborasi dalam proses pengembangan kawasan Tano Panggol. Kepala Sekretariat Dewan SDA Apriady Mangiwa menjelaskan bahwa akan ada pelebaran alur Tano Panggol agar dapat dilalui kapal-kapal besar sebagai dukungan terhadap pengembangan pariwisata di KSPN Danau Toba. Sedangkan BBPJN akan melaksanakan pembangunan Jembatan Tano Panggol yang menghubungkan Pulau Samosir dengan tanah Tele. 

Dukungan lain yang diberikan oleh Kementerian PUPR untuk Kabupaten Simalungun dan kawasan sekitar Danau Toba meliputi pengembangan infrastrukur permukiman dan penghunian layak. Untuk infrastruktur permukiman, pelaksanaannya berbasis masyarakat seperti pembangunan jalan lingkungan dan MCK. Tahun 2019 ini juga akan dibangun 2 rumah susun, yaitu Ponpes Modern Al Barokah di Kec. Dolok dan Rusun Universitas HKBP Nommensen di Pematang Siantar. (Pphal/Amanda)

 



‚Äč