Slide 1

Berita PUPR > Kerjasama Pembangunan Berkelanjutan, Indonesia - Perancis Selenggarakan Joint Working Group Meeting II


Kamis, 21 Februari 2019, Dilihat 300 kali

Jakarta - Indonesia dan Perancis akan menyelenggarakan Indonesia France-Joint Working Group Meeting (IF-JWGM) on Sustainable Development II di Paris, pada 19 Februari 2019. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas progres dari hasil tindak lanjut pertemuan IF-JWGM I yang dilaksanakan di Jakarta pada Oktober 2017 yang lalu.

“JWGM II ini akan membahas progres dari masing-masing Kelompok Kerja (Working Group), termasuk kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan. Dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, tentunya kerjasama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur di Indonesia”, jelas Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti sebagai Ketua Delegasi pada JWGM II.

Pada JWGM II ini, akan dibahas tentang progres dari masing-masing WG, yaitu WG 1 Urban Planning membahas strategi pelaksanaan pembangunan infrastruktur terpadu untuk kawasan pariwisata Borobudur Yogyakarta dan kawasan industri Mamminasata Sulsel.

Working Group 2 Urban Development and Utilities akan membahas kesiapan dalam penerapan Eco District, pengurangan karbon, dan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan WG 3 Capacity Building akan membahas masalah kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan infrastruktur baik saat pembangunan maupun dalam pemeliharaan infrastruktur yang telah terbangun.

Dalam rangka persiapan pertemuan tersebut, Kementerian PUPR melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan RI Perancis. Pihak KBRI Perancis yang diwakili oleh Kuasa Usaha Ad-interim, Agung Kurniadi menyatakan bahwa pemerintah Perancis mempunyai perhatian dalam masalah lingkungan. KBRI juga siap membantu dalam penyusunan perjanjinan kerjasama.

Turut hadir dalam pertemuan koordinasi tersebut Kepala Pusat Perencanaan Infrastruktur, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Bobby Prabowo, Direktur Pengembangan Permukiman, Direktorat Jederal Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat, dan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Muhamad Arsyad. (Kris)



‚Äč