Slide 1

Berita BPSDM > Pelatihan Perencanaan Teknis Sabo Dam Untuk Kelola Aliran Debris


Selasa, 25 Juni 2019, Dilihat 69 kali

Sabo Dam Kali Woro (Dok. Kementerian PUPR)

Yogyakarta (25/06) - Pelatihan Perencanaan Teknis Sabo Dam yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan perwujudan dari seluruh aspek dalam perencanaan, pelaksanaan/konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan, baik operasi maupun pemeliharaan sabo dam, guna mengantisipasi aliran debris dan mengendalikan sedimen dalam suatu bentang alam, khususnya sungai pada gunung.


Pelatihan yang telah berlangsung selama enam hari itu ditutup oleh Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah V Yogyakarta, Herman Suroyo di Balai Diklat Kementerian PUPR Wilayah V Yogyakarta, Senin (24/06).


Sabo dam merupakan bendungan yang digunakan untuk menampung aliran sedimen/aliran debris. Secara umum bentuk Sabo dam mempunyai ketinggian yang berbeda di tengah bendungan. Hal ini dimaksudkan sebagai jalan air. Jadi aliran sedimen akan tertampung oleh bendungan, tetapi air tetap mengalir. Jika suatu bendungan tidak mampu membendung semua aliran debris, maka aliran akan dilewatkan melalui atas bendungan. Aliran debris yang masih mengalir akan ditampung oleh bendungan lain yang ada di bawah bendungan yang sudah penuh akan debris. Hal ini berlangsung terus menerus sesuai dengan jumlah bendungan yang ada.


Untuk mengurangi potensi bahaya tersebut dilakukan upaya pencegahan berupa pembuatan bangunan pengendali sedimen (Sabo dam). Pelatihan Perencanaan Teknis Sabo DAM ini mencakup pembelajaran tentang perubahan mindset, konsep bangunan sabo, survey dan investigasi untuk perencanaan bangunan sabo, analisis hidrologi dan sedimen, perencanaan dimensi bangunan sabo, perencanaan struktur bangunan sabo, OP bangunan sabo, praktek perencanaan sabo, seminar penjelasan dan sertifikasi.


"Dengan demikian kami berharap saudara-saudara yang telah mengikuti pelatihan ini benar-benar dapat mengambil manfaat dari seluruh proses belajar mengajar dalam pelatihan Perencanaan Teknis Sabo ini, sehingga para peserta dapat lebih mencerminkan efektifitas dalam rangka pencapaian tujuan pelatihan." Tambah Herman. (Datin)