Slide 1

Berita BPSDM > Kepala BPSDM: Eselon III, Kepemimpinan Taktikal Yang Membutuhkan Kompetensi Kepemimpinan Taktis


Jumat, 23 Agustus 2019, Dilihat 98 kali

Jakarta (23/8) – Sebagai rangkaian program menuju SDM Unggul, hari ini Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) Lolly Martina Martief, dan Sekretaris BPSDM PUPR, K.M. Arsyad, berkesempatan menjadi penguji pejabat tinggi administrator dari seluruh unit organisasi di Kementerian PUPR dalam sebuah seminar mengenai proyek perubahan.
 
Seminar yang diselenggarakan di Balai Diklat BPSDM PUPR Wilayah III Jakarta, Jumat (23/8) tersebut pada tahap pertama diikuti sebanyak 11 peserta. Dalam sambutannya Lolly mengemukakan, bahwa Pejabat Struktural Administrator (Eselon III) memiliki peranan penting dalam manajemen kepegawaian ASN. Pejabat Eselon III juga merupakan kepemimpinan taktikal yang membutuhkan kompetensi kepemimpinan taktis, yakni kemampuan menjabarkan visi dan misi Kementerian PUPR ke dalam program Satminkal dan memimpin keberhasilan pelaksanaan program, serta mampu merespon isu strategis Kementerian PUPR sesuai dengan level kewenangannya.
 
Pembinaan Kompetensi ASN yang bertujuan agar SDM ASN selalu “fit” dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya serta tepat-penempatan tersebut merupakan bagian dari Manajemen SDM ASN, sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014, di mana ke depannya merupakan bagian integratif yang tidak dapat dipisahkan antara Kegiatan Penilaian kinerja (atau Assessment ASN), Kegiatan Kediklatan, Kegiatan Penyusunan Standar Kompetensi, dan Penyusunan Modul Peningkatan Kompetensi, serta Kegiatan Penempatan SDM ASN, sehingga diharapkan penerapan Manajemen SDM ASN yang berfungsi dengan baik akan berkontribusi positif bagi pencapaian misi Kementerian PUPR dalam penyediaan infrastruktur yang andal guna mendukung tercapainya Indonesia Sejahtera 2025. Karena itu perlu dibentuk figur Pejabat Administrator (Eselon III) yang berkarakter positif, mampu mengemban visi dan misi Kementerian PUPR, dan sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan III (Perkalan Nomor 19 Tahun 2015), Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional beserta dengan Balai Diklat PUPR terakreditasi LAN RI, serta menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan tingkat III dengan tambahan muatan lokal substansi Kementerian PUPR.
 
Menutup sesi pengujian, Lolly memberikan apresiasi kepada salah satu peserta, bahwa konsep proyek perubahan yang dibuat cukup inovatif, yakni mengintegrasikan data dan informasi Rekomtek (Rekomendasi Teknis, pemberian layanan publik dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan sumber daya air) menjadi sebuah aplikasi yang mudah digunakan oleh masyarakat umum.
 
Lolly dan Arsyad sangat mengharapkan seluruh Proyek Perubahan yang dibuat oleh masing-masing peserta dapat terealisasi dan digunakan secara optimal, bukan hanya sebagai formalitas dalam mengikuti diklat. (Datin)


‚Äč